
Kini Boss muda dan Zoi sudah membereskan kesalahpahaman yang terjadi dikolam renang, keduanya juga sudah saling melempar senyuman malu-malu karena sempat-sempatnya mereka berci*man dirumah Boss besar.
Boss muda merasa beruntung sekali karena Zoi sudah tidak marah lagi, kedepannya Boss muda berjanji untuk lebih memahami lagi perasaan isterinya itu.
Sementara itu didalam rumah, Boss besar mulai berbicara kembali dengan Claudia.
"Apa kamu tidak mau tau penyebabnya kenapa saya tidak suka kamu dekat dengan Han dari dulu sejak Han mengenalkan kamu pada saya?" tanya Boss besar.
"Untuk apa saya bertanya Om hanyalah orang yang sudah membenci apapun yang saya lakukan tetap akan selamanya begitu, padahal jika dibandingkan dengan gadis kecil itu saya sangat jauh lebih baik" jawab Claudia.
"Lancang sekali kamu bicara seperti itu didepan saya" ucap Boss besar dengan nada tinggi.
"Memang itu kenyataan Om, gadis itu hanya gadis desa yang tidak memiliki kecerdasan seperti saya, sedangkan Han butuh sosok isteri yang mampu membantu perusahaan lebih berjaya.
"Han membutuhkan seorang isteri bukan partner bisnis, lagipula kamu lupa perusahaan saya adalah perusahaan terbesar se Asia.
Claudia pun terdiam, sedangkan Zoi dan Boss muda pun kembali kedalam rumah dan bergabung dengan obrolan Boss besar dengan Claudia.
"Zoi" sapa Boss besar.
"Iya Pah" jawab Zoi.
"Papah minta kamu berhenti bekerja di perusahaan Han, dan juga berhenti untuk kuliah fokuslah dirumah menjadi seorang isteri, apa kamu keberatan?" tanya Boss besar.
"Tunggu Pah, kenapa mendadak begini Zoi kan sangat mendambakan untuk bisa lulus kuliah Pah" ucap Boss muda.
"Papah bertanya pada Zoi bukan kamu Han, biarkan Zoi menjawab" ucap Boss besar.
"Kalau itu bisa membuat Papah dan Boss muda senang Zoi akan berhenti bekerja dan berhenti kuliah Pah" jawab Zoi tanpa ragu.
"Kamu dengar itu, gadis yang kamu bilang hanya gadis desa dan kamu jauh lebih baik dari dia, dia mampu melepaskan semua keinginan dan ambisinya hanya demi srasa sayangnya untuk saya dan suaminya, sedangkan kamu tidak perlu saya jelaskan lagi wanita seperti kamu itu" ucap Boss besar.
__ADS_1
"Han Papah kamu benar-benar keterlaluan sama aku" ucap Claudia meneteskan air matanya.
"Pah udahlah Pah jangan memperpanjang masalah lagi" ucap Boss muda.
"Setiap kali wanita ini muncul kita pasti berdebat Han, mending Papah masuk kekamar daripada tetap disini bisa naik darah tinggi Papah" jawab Boss besar sambil pergi meninggalkan mereka.
"Zoi ayo kita pulang" ucap Boss muda.
"Iya tapi saya mau temui Papah dulu kan kita belum pamit" jawab Zoi.
"Yasudah tapi kamu saja, kalau saya ikut menemui Papah bisa-bisa berdebat ga kelar-kelar" jawab Boss muda.
Zoi pun menemui Boss besar yang tengah melamun didekat jendela kamarnya, Zoi pun mengetuk pintu kamar Boss besar.
Tokkk.. tokkkk..
"Pah apa Zoi boleh masuk?" tanya Zoi.
"Zoi sama Boss muda mau pulang sekarang, Papah engga apa-apa kan?" tanya Zoi.
"Harusnya Papah yang bertanya sama kamu Zoi apa kamu tidak apa-apa, Papah dengar wanita menjadi Sekertaris pribadi Han" jawab Boss besar.
"Ammm ya Zoi tidak ada masalah dengan itu" ucap Zoi.
"Kalau kamu mau Papah bisa suruh HRD memecatnya" ucap Boss besar.
"Engga perlu Pah, Zoi bisa menghadapi si Tante pelakor itu hanya dengan secuil kuku saja sudah bisa Zoi bikin dia kalah" jawab Zoi.
Boss besar pun tertawa dengan kepercayaan diri Zoi, namun sekaligus lega mendengarnya Boss besar yakin kalau Zoi wanita yang sabar, kuat dan bisa menangani masalahnya sendiri.
Boss muda, Zoi, dan Claudia pun pulang dari rumah Boss besar, diperjalanan Claudia yang duduk dikursi belakang mobil tak henti-hentinya menangis mengingat perkataan Boss besar Claudia sangat sakit hati.
__ADS_1
"Berhentilah menangis, saya jijik melihat ingus Tante yang terus meleleh layaknya lahar gunung Merapi, ini lap dulu" ucap Zoi sambil menyodorkan tisu kearah belakang.
"Aku tidak mau tisu dari tangan kamu" jawab Claudia.
"Yasudah" Zoi pun menaruh tisu nya kembali.
"Apa kamu tidak peka, taro saja disitu tisunya" ucap Claudia.
"Dasar aneh tadi katanya engga mau" celetuk Zoi yang langsung menaruh tisunya kebelakang.
"Sudahlah Clau kamu tau Papah aku memang seperti itu" ucap Boss muda.
Claudia pun mebuang ingus ditisu sampai suaranya terdengar.
Grreekkkkkk...greekkkk.
"Jorok nya Tante buang ingus disini, iuwwww" celetuk Zoi.
"Eh gadis kecil kamu jangan sembarang ya ngatain saya jorok, kamu sama ingus saya juga jauh lebih beruntung ingus saya, gini-gini ingus saya sudah pernah tinggal diJerman bertahun-tahun sedangkan kamu tidak pernah kan" ucap Claudia.
"Sayang Suamiku, kamu dengar tidak masa aku yang cantik, imut, lucu dan menggemaskan ini dibandingkan dengan ingus dia" ucap Zoi bermanja-manja dengan Boss muda.
"Aduhh aduhh kacian isteri aku tersayang, yasudah nanti kita liburan ke Jerman ya tayang" ledek Boss muda.
"Astaga kalian berdua benar-benar menjijikkan" ucap Claudia.
"Biarin weee biar yang panas makin panas" jawab Zoi.
"Han sebaiknya kamu tambah kecepatan mobilnya aku udah pengen cepet sampe rumah, bisa-bisa kolesterol aku naik kalau deket-deket anak kecil ini" ucap Claudia.
Boss muda pun sampai didepan apartemen Claudia, setelah Caludia turun dari mobilnya Boss muda dan Zoi pun pulang kerumah.
__ADS_1
Didalam hati Boss muda, sepertinya memang sudah saatnya saya menyatakan perasaan cinta saya ini sama kamu Zoi, entah sejak kapan perasaan ini mulai menguasai diri saya, tapi satu hal yang pasti saat ini saya ingin segera kamu tau kalau saya mencintai kamu secepatnya saya akan siapkan untuk memperkenalkan kamus sebagai isteri saya didepan semua orang.