My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Ciuman untuk Melupakan


__ADS_3

Sampai beberapa saat Boss muda tetap memeluk tubuh mungil Zoi walaupun tak ada respon apapun dari Zoi.


"Jawab saya Zoi, apa yang harus saya lakukan supaya kamu tidak menangis lagi?" tanya Boss muda.


Zoi akhirnya mulai menjawab.


"Kalau begitu berikan saya ciuman yang tulus setelah itu saya akan menuruti perkataan Boss muda untuk melupakan semua yang terjadi diantara kita" ucap Zoi dengan beraninya.


Boss muda tertegun mendengar jawaban Zoi kemudian melepaskan pelukan erat nya dari tubuh Zoi.


Menatap dalam-dalam wajah Zoi dan tangan kanan Boss muda mulai menghapus airmata dipipi Zoi sembari mengelus-elus halus pipi Zoi, tak lama tangan kiri Boss muda menarik pinggang Zoi lalu memeluk erat tubuh Zoi dan langsung mencium bibir mungil Zoi, keduanya menutup mata menikmati ciuman untuk melupakan ini.


Boss muda mendorong tubuh Zoi ketembok sambil terus meneruskan ciuman itu, sangat lama Boss muda bermain menciumi bibir merah dan mungil Zoi sesekali menggit bibir bawah Zoi, tangan Zoi pun melingkari pundak Boss muda, Zoi sudah mulai mahir saat ini dia terus membalas ciuman bibir Boss muda dengan sesekali menggigit bagian atas bibir Boss muda Zoi sangat menikmatinya, setelah hampir 10 menit mereka berciuman Zoi melepaskan bibirnya dari bibir Boss muda.


Boss muda menatap Zoi seolah menginginkan lebih dari itu namun Zoi mendorong sedikit menjauh tubuh Boss muda.


"Terimakasih sudah memberikan apa yang saya mau, sekarang saya janji akan melupakan semua yang telah terjadi diantara kita dan Boss muda tidak perlu khawatir saya tidak akan mencintai Boss muda lagi perlahan saya pasti akan melupakan Boss muda" ucap Zoi.


Boss muda terdiam seakan menyesali semua perkataan yang membuat Zoi akan melupakan perasaan nya sekarang.


"Sudah malam saya ngantuk Boss muda" ucap Zoi.


"Baiklah kalo itu yang terbaik untuk kita, lakukan lah lupakan persaaan kamu sama saya" jawab Boss muda sambil berlalu pergi meninggalkan Zoi.


"Hahhh, Zoi menghela nafas merasa sedikit lebih lega.


"Pokoknya aku ga boleh larut lagi, aku harus lupain perasaan cinta aku terhadap Boss muda lagipula aku berhak untuk bahagia dan berhak untuk mendapatkan cowok yang mencintai aku juga" berbicara sendiri sembari membaringkan tubuh nya dikasur.

__ADS_1


Pagi hari sekali Zoi sudah bangun membersihkan rumah, kemudian menyiapkan sarapan seakan hati nya sudah sembuh dari luka semalam.


Boss muda pun tiba dimeja makan


"Pagi Boss muda, saya sudah siapkan nasi goreng untuk sarapan mari makan" ucap nya ceria.


"Iya pagi.


Sedikit kebingungan melihat sikap Zoi yang sudah tidak bersedih lagi sambil berucap dalam hati (dasar ABG labil semalam nangis-nangis bilang cinta sekarang keliatanya dia bahagia banget karena saya tolak)kesal nya".


"Boss muda saya kan libur kerja hari ini dan pekerjaan rumah juga sudah selesai, setelah sarapan saya izin keluar rumah ya boleh kan?" tanya Zoi.


"Kamu mau kemana? pergi sama siapa? terus kenapa gak biasanya kamu libur izin pergi?" tanya Boss muda.


"Oh itu Boss muda kebetulan, Bagas teman kerja saya direstoran ngajakin saya untuk nonton film sama makan diluar" hehe senyum Zoi.


"Iya betul" jawab Zoi.


"Wahhhh terus karena saya ga terima cinta kamu pagi ini kamu langsung mau diajak jalan sama laki-laki lain, sebenernya kamu beneran cinta engga si sama saya? ohh atau kamu hanya mempermainkan saya saja?" tanya Boss muda.


"Astaga Boss muda yang terhormat, pertama karena saya sudah ditolak berarti saya harus mencari laki-laki lain yang mau menerima saya, kedua kan Boss muda sendiri yang menyuruh saya melupakan semua yang terjadi diantara kita termasuk perasaan saya sama Boss muda, iya kan?" jawab Zoi.


"Jadi itu artinya kamu sudah melupakan saya?ttapi tetap saja kenapa kamu tidak minta pergi nonton sama saya saja hari ini saya juga berencana tidak ke kantor" ucap Boss muda.


"Hmm sepertinya Bagas punya perasaan tulus sama saya jadi saya harus membalas cinta nya Bagas agar saya bisa bahagia" ketus Zoi.


"Kebetulan saya juga mau menonton film, kita bisa pergi bersama, saya akan sewa gedung bioskop nya kalo kamu mau?" ucap Boss muda.

__ADS_1


"Emm maaf Boss muda saya sudah terlambat, saya pegi dulu ya dahhh" Zoi pergi.


"Heiii, heiii Zoi tunggu.


Boss muda berdiri dari kursi makan nya melihat Zoi berlalu pergi.


"Wahh gadis kerdil itu berani banget dia menolak ajakan nonton saya dan lebih memilih pergi dengan cowok lain, astaga gimana kalo cowok itu memegang tangan Zoi saat menonton film lalu pundak Zoi bersandar dipundak laki-laki itu".


"Aduhhh ga bisa nih kaya gini pokoknya saya harus telponin terus Zoi supaya mereka terganggu, ya bener kamu liat aja Zoi kamu ga akan bisa ngedate sama laki-laki lain". ucap Boss muda


Sementara Zoi sudah naik angkutan umum pergi menuju taman dipinggiran kota untuk sekedar menyembunyikan perasaan sedih nya.


Ternyata Zoi tidak janjian dengan Bagas dia hanya berbohong agar terlihat baik-baik saja didepan Boss muda, hanya dengan cara seperti ini Zoi bisa merasa sedikit lega.


Huhhhh meniupkan nafas nya dan menepuk-menepuk dadanya seolah sangat sesak untuk bernafas.


"Baiklah begini lebih baik dibanding terlihat menyedihkan didepan orang yang kita cintai,padahal jangankan untuk pergi makan dan nonton sama cowok lain menghapus sedetik saja wajah Boss muda dari pikiran ini ga pernah bisa" ucap Zoi berbicara sendiri.


"Ih dasar cowok gak peka bisa-bisanya dia percaya kalo aku mau jalan sama cowok lain dia ga tau apa sehancur apa hati ini sekarang" ucap Zoi.


Tak lama terdengar suara dering handphone dari dalam tas, Zoi merogok handphone nya dan melihat panggilan masuk dari Boss muda, berdering terus menerus Zoi me rijek telepon Boss muda tapi kemudian berbunyi lagi terus menerus Boss muda menelpon Zoi, Zoi yang kesal akhirnya me nonaktivkan handphone nya.


"Mau apa lagi si nih Boss muda bikin berharap aja kalo sikap dia terus menerus kaya gini gimana cara gw buat lupain dia coba?" heuhh kesel Zoi.


Sementara itu dirumah muka Boss muda seketika memerah seperti akan mengeluarkan asap dari kepalanya mendapati telepon nya yang dirijek kemudian di nonaktifkan oleh Zoi.


"Hahh gadis kerdil ini berani banget engga angkat telpon saya, apa bagus nya memang cowok itu dibanding saya? gimana kalo sampai Zoi jadian sama cowok itu? engga engga ga boleh pokok nya ga bisa nih kaya gini".

__ADS_1


"Astaga kenapa si jadi begini padahal saya sendiri yang udah nolak Zoi dan lebih memilih menunggu Claudia tapi kenapa perasaan ini seperti gak karuan gini, apa mungkin saya sudah jatuh cinta sama Zoi?"


__ADS_2