
Didalam rumah Boss muda yang mendengar suara mobil pertanda Boss besar dan Zoi sudah pulang pura-pura membaca majalah diruang tamu, Boss besar dan Zoi pun masuk kedalam rumah dan melihat sikap so engga nyariin so engga panik Boss muda.
"Han kamu sedang apa disini?" sindir Boss besar.
"Papah, Han kangen sama Papah makanya Han kesini" jawab Boss muda sambil melirik Zoi.
Zoi yang melihat tingkah Boss muda so engga nyariin dia pun hanya terdiam dan melirik sinis, Boss besar dan Zoi pun duduk disofa untuk beristirahat sejenak tak lama Claudia muncul dari dalam rumah.
"Hai Om apa kabar?" sapa Claudia.
"Kabar saya baik sebelum melihat kamu saat ini dirumah saya" jawab Boss besar.
"Pah tadi Claudia ingin ikut kesini jadi Han ga bisa nolak" ucap Boss muda.
"Jadi wanita ini yang sudah membuat anak perempuan Papah bersedih, gak layak" ucap Boss besar.
"Pah udahlah Pah kasian Claudia, Han kesini mau jemput Zoi pulang kerumah" jawab Boss muda.
"Saya pasti pulang kok Boss muda, tidak usah dijemput segala" ucap Zoi.
"Oh begitu apa pantas kamu peri tanpa seizin suami kamu Zoi? apa pantas kamu membuat saya mencari-cari kamu kesana kemari sepery mencari jarum ditumpukkan jerami" jawab Boss muda dengan nada tinggi.
"Kenapa Boss muda mencari saya? apa Boss muda begitu merindukan saya?" tanya Zoi.
__ADS_1
"Rindu? mimpi kamu Zoi saya mencari kamu karena iseng saja disela kesibukan saya" jawab Boss muda.
"Kalau begitu Zoi boleh kan Pah menginap disini lagi selama satu Minggu?" tanya Zoi pada Boss besar.
"Wah ide bagus itu Zoi, kalau begitu tinggallah disini seminggu atau sebulan kalau perlu" ledek Boss besar.
"Ih Zoi apa-apaan si kamu, yasudah saya mengaku saya kangen sama kamu" ucap Boss muda dengan nada pelan seperti bisik-bisik.
"Ah apa? ko ga kedengeran" tanya Zoi.
"Iya saya kangen sama kamu, sekarang kamu ikut saya pulang" ucap Boss muda.
"Sudah kalian ngobrol lah berdua sana ditaman depan rumah, bereskan kesalah pahaman kalian" ucap Boss besar.
Boss muda pun mengajak Zoi bicara berdua ditaman depan rumah, sedangkan Claudia duduk disofa dengan Boss besar.
"Karena saya tidak suka Han dekat dengan kamu" jawab Boss besar.
Claudia yang kesal mendengar jawaban Boss besar berusaha tidak terpancing emosinya dan menahan diri tidak berbicara lagi.
Sementara ditaman depan rumah Boss besar Zoi dan Boss muda duduk dibangku.
"Zoi saya tau kamu marah dan kecewa sama saya" ucap Boss muda.
__ADS_1
"Iya Boss muda benar bahkan saya sangat marah" jawab Zoi.
"Tapi Zoi bagaimana kalau kita tukar posisi, bagaimana jika kamu yang berada diluar kolam renang itu dan saya yang bisa berenang jatuh bersama Claudia yang sama sekali tidak bisa berenang bahkan nyaris kehabisan nafas karena tenggelam, apa kamu akan membiarkan Claudia mati tenggelam demi untuk menolong saya yang bisa naik kepermukaan sendiri? tanya Boss muda.
"Tentu saja saya akan menolong Claudia" jawab Zoi.
"Jadi apa saya salah?" tanya Boss muda.
"Tidak, tapi saya cemburu melihat Boss muda mencium Claudia" jawab Zoi.
"Saya tidak mencium Claudia Zoi, begini mau saya praktekkan sama kamu?" tanya Boss muda.
"Tidak usah, nanti saya teringat lagi kejadian itu" jawab Zoi.
"Tidak saya harus tetap jelaskan sama kamu Zoi itu benar-benar murni tindakan penyelamatan, bukan karena saya ingin" ucap Boss muda.
"Kenapa Boss muda tidak ingin?" tanya Zoi.
"Karena yang saya inginkan kamu" jawab Boss muda.
Zoi dan Boss muda pun saling menatap mesra satu sama lain, tak lama kemudian Boss muda menarik tubuh mungil Zoi kedalam dekapannya lalu memegangi wajah imut Zoi dan dengan penuh hasrat kerinduan Boss muda pun mencium bibir ranum Zoi.
Secara bergantian Boss muda ******* bibir atas Zoi lalu ******* bibir bagian bawah Zoi dengan lahapnya, Zoi yang juga sudah merindukan Boss muda sangat menikmati cium*n itu dan ikut membalas lum* Tan itu dengan lembut.
__ADS_1
Mereka saling beradu lidah dengan penuh gair*h kekiri dan kekanan memainkan cium*n itu sesekali Boss muda dibuat gemas oleh permainan lidah Zoi sehingga membuatnya menggigit tipis bibir Zoi.
Membuat Zoi seketika mengeluarkan lenguhannya, tangan Zoi mencengkram dada Boss muda menandakan betapa ganasnya cium*n itu.