My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Boss muda tidak bersalah


__ADS_3

"Kenapa,,, kenapa Om tega seperti sama saya Om?" Claudia menangis.


"Yasudah kalau kamu tidak mau mengatakan yang sebenarnya biar pengacara saya yang urus sisanya karena melihat dari bukti yang kamu ajukan tidak cukup kuat ada kemungkinan kamu yang sengaja menjebak anak saya, bukan begitu?" Boss besar balik mengancam Claudia.


"Pikirkan itu baik-baik Clau dan temui saya dan Papah saya satu kali dua puluh empat jam untuk kamu mengatakan yang sebenarnya, kalau tidak maka saya akan menuntut balik kamu" Boss muda ikut mengancam Claudia.


"Kenapa kenapa kamu tega Han ingin memenjarakan aku ini ga adil Han" Claudia mulai panik.


"Loh kamu duluan kan yang bawa-bawa hukum jadi sekalian saja kita akhiri semuanya secara hukum" jawab Boss muda.


Boss muda dan Boss besar serta pengacara keluarga mereka pun pergi meninggalkan Claudia sendirian yang masih melamun memikirkan nasibnya nanti.


"Han sebaiknya jika benar Claudia terbukti berbohong selama ini kamu harus cepat temukan Zoi Dan suruh Claudia juga mengakui semuanya dihadapan Zoi! pinta Boss besar.


"Iya Pah, Pah terimakasih banyak ya Pah Papah sudah membuat Han memiliki semangat lagi Pah ada harapan jika benar Claudia berbohong pasti Zoi akan kembali pada Han kan Pah?" Boss muda begitu terharu atas bantuan Papahnya dalam menyelesaikan masalahnya itu.


"Pasti Han, Zoi anak yang baik dia pasti akan kembali kesisi kamu" Boss besar berkeyakinan penuh.


Malam harinya Boss muda dan Boss besar tengah mengobrol disamping kolam renang belakang rumah Boss besar tiba-tiba asisten rumah tangga mereka menyampaikan kedatangan Claudia untuk bertemu Boss muda.


Asisten rumah tangga pun mempersilahkan Claudia untuk langsung menuju kolam renang dihalaman belakang dengan langkah kaki yang penuh dengan keragu-raguan Claudia memberanikan diri menemui Boss muda dan Boss besar.


"Kamu rupanya sudah datang Clau padahal belum habis loh satu kali dua puluh empat jam yang kami berikan" ledek Boss muda.


"Cepat katakan tidak perlu kamu memasang wajah melas dihadapan saya, itu sama sekali tidak akan bekerja" sindir Boss besar..


"Oke Han aku nyerah dan aku kalah aku mengaku bahwa saat kamu mabuk hari itu tidak terjadi apapun diantara kita aku hanya membuka semua pakaian kamu karena kamu sudah tidak sadarkan diri lagi akibat terlalu mabuk, kamu sama sekali tidak menyentuh aku" Claudia menjelaskan kronologi kejadian saat mabuk itu dengan terbata-bata.

__ADS_1


"Tega kamu Clau memfitnah saya kamu tau Clau kesalahan terbesar aku selama saya hidup?" Boss muda bertanya pada Claudia dengan penuh amarah.


"Han aku lakukan itu semua karena aku tidak tau lagi bagaimana membuat kamu kembali sama aku Han aku ga pernah mau menyakiti hati Zoi tapi aku juga tidak bisa terus menerus membuat hati aku sakit setiap aku melihat kamu bersama Zoi" Claudia menangis memberikan pengakuannya.


"Kesalahan terbesar dalam hidup saya adalah saya pernah mencintai wanita selicik kamu Clau, saya harap saya bisa secepatnya temukan Zoi dan kamu harus ceritakan semuanya dihadapan Zoi nanti" Boss muda sedikit lega dirinya terbukti tidak menyentuh Claudia.


"Oke Han kalau itu yang kamu inginkan aku akan lakukan tapi aku mohon jangan laporkan aku ke polisi Han aku benar-benar menyesal" rengek Claudia.


"Cepat pergi dari hadapan kami saya sudah eneg melihat wajah kamu itu" bentak Boss besar.


Setelah mengantongi pengakuan yang sebenarnya dari Claudia Boss muda semakin gencar menyuruh lebih banyak lagi bawahannya untuk mencari Zoi.


"Tunggu saya Zoi saya pasti akan temukan kamu walau kamu berada diujung dunia sekalipun saya akan bawa kamu kembali kesisi saya, saya sangat mencintai kamu Zoi" Boss muda berkeyakinan penuh untuk menemukan Zoi.


Semangat Boss muda kembali bangkit kini Boss muda sudah memimpin kembali perusahaannya sembari menunggu kabar tentang keberadaan Zoi, Boss muda mulai sibuk menjalani aktivitas nya seperti biasa.


Boss besar menyarankan agar Boss muda pergi liburan untuk membuat pikirannya sedikit lebih fresh dan bisa kembali fokus untuk mencari Zoi lagi, Boss muda pun memang sedikit butuh udara segar.


Dalam pikiran Boss muda bagaimana kalau dirinya pergi liburan ke pulau yang saat bulan madu dia datangi bersama Zoi mungkin itu bisa sedikit membuat suasana hatinya berangsur-angsur membaik dan pikirannya bisa fresh lagi.


Boss muda mulai prepare beberapa pakaian untuk dibawanya saat berlibur ke pulau itu mungkin lusa Boss muda akan terbang kesana.


Sementara itu salah satu anak buah Boss muda berhasil mendapatkan alamat tempat tinggal Pak Nio yang diyakini Boss muda Zoi dibawa pergi olehnya.


Mereka pun pergi kealamat rumah itu dan mengetuk pintu rumah Pak Nio untuk memastikan apakah Zoi benar-benar berada disana saat itu Zoi tengah berada ditempat kerjanya hanya ada Pak Nio dan satu asisten rumah tangga yang sedang ada dirumah.


Permisi,,,,,, permisi.

__ADS_1


Didepan gerbang rumah Pak Nio beberapa anak buah Boss muda menunggu dibukakan pintu tak lama asisten rumah tangga Pak Nio datang membukakan gerbang halaman.


"Ya cari siapa ya?" tanyanya.


"Apa benar ini kediaman Pak Antonio?" tanya salah seorang anak buah Boss muda.


Pak Nio yang mendengar ada ramai-ramai didepan rumahnya segera menghampiri kedepan gerbang.


"Ada apa ini?" Pak Nio merasa curiga.


"Apa anda yang bernama Pak Antonio?" mencoba memastikan lagi.


"Iya saya sendiri, ada apa ya?" Pak Nio sudah curiga ini adalah orang suruhan Boss muda.


"Apa nona Zoi berada dirumah ini Pak kami ingin membawa pulang nona Zoi atas perintah Boss muda" jawabnya.


"Tentu saja Zoi ada disini dia kan isteri saya mana mungkin kami tinggal terpisah sampaikan itu pada Boss kalian" ucap Pak Nio.


"Ah isterinya semua anak buah Boss muda bertanya-tanya dan langsung pergi untuk menelpon Boss muda tentang informasi yang mereka dapatkan.


Pak Nio terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa Zoi saat ini sudah menjadi isterinya agar Boss muda tak lagi mencari-cari Zoi.


"Maafkan saya Pak Han namun kali ini saya akan mempertahankan Zoi disisi saya selamanya, tapi kenapa sampai detik ini Pak Han masih terus mencari Zoi bukankah dia dan Claudia harusnya sudah menikah?" Pak Nio sedikit bertanya-tanya.


Dalam benak Pak Nio terlintas pikiran bahwa Boss muda tidak bersalah dan tidak harus menikahi Claudia jika benar seperti itu maka dirinya harus bersiap-siap untuk pindah dari rumah ini agar Boss muda tidak bisa menemukan Zoi, Pak Nio bersikeras tidak akan pernah melepaskan Zoi lagi.


Pak Nio pun segera mencari informasi rumah yang bisa disewanya yang jauh dari rumah saat ini dia tempati secepatnya dia akan membawa Zoi pergi dari sini sebelum Boss muda tetap nekad kesini mencari Zoi.

__ADS_1


__ADS_2