My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Zoi pamit pada Boss besar


__ADS_3

Sementara itu Boss muda masih menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Zoi yang belum juga menemukan titik terang hingga sore hari Boss muda pun pergi kekantor dan masuk keruangan kerjanya dan tidur dimeja kantor.


"Zoi pasti sangat sedih sekali dengan kejadian tadi pagi saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana rasa kecewa Zoi terhadap saya saat ini, dia pasti menunggu dan khawatir terhadap saya semalaman dan pagi harinya dia harus melihat saya dengan Claudia seperti itu, bodoh saya memang bodoh kalau saja saya tidak mabuk ini semua tidak akan terjadi" Boss muda memukul-mukulkan kepalanya kemeja.


Tak lama Boss besar masuk keruangan Boss muda tanpa mengetuk pintu.


"Han apa yang sudah kamu lakukan sampai-sampai tengah malam Zoi menelpon Papah menanyakan keberadaan kamu" Boss besar sedikit emosi.


"Pah Zoi salah paham" Boss muda sedikit takut untuk menjelaskan semuanya.


"Bicara yang benar layaknya laki-laki Han jangan separo-separo begitu Papah lama-lama tidak mengerti dengan sikap kamu yang plin plan itu" Boss besar terlihat semakin marah.


"Pah semalem Han mabuk karena menemani relasi minum, Han tidak tahu kalau Claudia akan membawa Han kehotel dan kami.." Boss muda merasa putus asa untuk bicara lebih jauh lagi.


"Apa kamu sudah hilang akal Han, bagaimana bisa kamu melakukan semua hal bodoh itu dan Zoi dimana dia sekarang?" Boss besar benar-benar marah pada Boss muda.


"Pah Han juga bingung Han sudah mencari Zoi untuk menjelaskan semuanya" Boss muda semakin terpojok.


"Cukup Han Papah kecewa sekali sama kamu, tidak bisa Papah bayangkan bagaimana perasaan Zoi saat ini apa dia melihat kamu bersama Claudia dihotel?" Boss besar menggali informasi lebih.


"Zoi bahkan datang saat Han dan Claudia berada diranjang tanpa sehelai benangpun Pah" Boss muda menjelaskan dengan frustasinya.


"Edan kamu Han tega kamu berbuat seperti ini terhadap isteri yang selama ini sudah sabar mencintai kamu sepenuh hati nya kamu berulang kali kecewakan Zoi Papah tidak terima Han, cari Zoi sampai ketemu dan jangan harap Papah akan maafkan kamu begitu saja" ancam Boss besar yang sudah diselimuti oleh amarah terhadap anaknya itu.


"Pah Han juga bingung kemana lagi harus cari Zoi" Boss muda pasrah dimarahi oleh Boss besar.


"Terserah kamu pokoknya kalau sampai terjadi sesuatu pada Zoi Papah sendiri yang akan buat perhitungan sama kamu, ingat itu Han" Boss besar pergi meninggalkan ruangan kerja Boss muda dengan emosi yang menggebu-gebu.


Aaaaaaaaaaa,,,,,,,, pusing ini semua gara-gara Claudia kemana kamu Zoi.


Boss muda mengamuk didalam ruangannya dan membanting segala benda yang ada diatas mejanya.


Tak lama pintu ruangan nya diketuk ada seseorang yang datang.

__ADS_1


Tokkkk,,,, tokkk,, tokkkk.


"Masuk" teriak Boss muda.


Dua orang wanita masuk dengan membawa tablet melihat seisi ruangan Boss muda sudah berantakan oleh barang-barang yang dilempar Boss muda.


"Ada apa? siapa kalian?" sinis Boss muda.


"Kami dari wedding organizer yang Boss muda minta untuk mengurus resepsi pernikahan Boss muda nantinya" jawab salah seorang wanita itu.


"Resepsi kamu bilang pergi!! mana mungkin saya mengurus resepsi begini disaat isteri saya entah kemana" teriak Boss muda.


Pihak wedding organizer pun ketakutan melihat Boss muda marah-marah dan langsung meninggalkan ruangan kerja Boss muda.


"Kenapa si hari ini orang-orang benar-benar membuat saya emosi udah tau isteri saya pergi entah kemana malah datang wedding organizer untuk resepsi membuat saya semakin stres saja" Boss muda marah-marah sendiri diruanganya.


Zoi dan Pak Nio sedang dalam perjalanan menuju rumah Boss besar saat sudah sampai Zoi meminta Pak Nio untuk menunggu nya dan tidak ikut masuk kedalam rumah Boss besar.


Zoi pun segera mengetuk pintu rumah Boss besar.


Asisten rumah tangga pun membukakan pintu.


"Eh nona Zoi baru saja Boss besar datang dari kantor tapi kepalanya sakit katanya jadi langsung masuk kamar" ucap asisten rumah tangga.


"Kalau begitu saya masuk menemui Boss besar dulu ya bi" jawab Zoi yang langsung buru-buru menemui Boss besar.


Tokkk,,, tokkk,,, tokkk.


"Pah, ini Zoi" ucap Zoi dari balik pintu.


"Masuk Nak, Papah sedang istirahat" Boss besar seperti nya tengah sakit saat ini.


"Pah, kenapa Papah sakit?" Zoi khawatir.

__ADS_1


"Papah sudah mendengar semuanya dari Han, maafkan Papah ya Zoi yang sudah gagal mendidik Han menjadi laki-laki yang bertanggungjawab maafkan Papah" Boss besar menangis pilu.


"Engga Pah ini semua bukan salah Papah mungkin memang Boss muda tidak akan pernah bisa lepas dari Claudia, mungkin ini saatnya Zoi melepaskan Boss muda dan melupakan perasaan Zoi terhadap Boss muda" Zoi ikut terisak tangis.


"Apa kamu sudah tidak bisa memaafkan Han lagi Zoi?" tanya Boss besar.


"Zoi tidak bisa lupa Pah dengan kejadian pagi ini kali ini Boss muda benar-benar keterlaluan dan Claudia pun secara terang-terangan minta pertanggungjawaban pada Boss muda didepan Zoi Pah" hikzzzz... hikzzzz Zoi menangis lagi.


"Papah paham sangat paham sakit hati yang kamu rasakan nak, Papah juga tidak lagi bisa memaksakan kamu untuk tetap berada disisi Han kalau itu sangat membuat kamu terluka" tangis Boss besar semakin pecah.


"Maafin Zoi Pah, Zoi pamit sama Papah Papah harus jaga kesehatan ya Pah" Zoi pun pergi meninggalkan Boss besar dengan berat hati.


Boss besar menangis sampai tersedu-sedu melepaskan kepergian menantu kesayangan nya itu begitu juga Zoi yang menangis sedih harus pergi meninggalkan Boss besar dengan wajah sembab Zoi masuk kedalam mobil Pak Nio.


"Zoi tidak usah terburu-buru bila berat kamu bisa melepaskan semuanya perlahan" Pak Nio berusaha menenangkan Zoi.


"Engga Pak Nio semakin lama saya berusaha untuk menunda semakin sakit perasaan saya" jawab Zoi yang berusaha tegar.


Zoi pun meminta Pak Nio mengantar nya kerumah Boss muda, sementara itu Boss muda yang baru saja sampai dirumahnya masuk kedalam rumah dan melihat sekeliling rumahnya dan Zoi belum juga pulang.


Tak lama seseorang datang mengetuk pintu rumah Boss muda.


Tokkk... tokkk... Tokk.


Boss muda pun berpikir itu Zoi yang pulang sehingga dia buru-buru membukakan pintu rumahnya.


"Zoi" ucap Boss muda.


"Han ini aku calon isteri kamu masih saja kamu menunggu Zoi dia sudah kecewa sama kamu Han kamu pikir dia akan pulang kesini?" Claudia tersenyum manis.


"Clau saya tidak menyangka ya kamu bisa selicik itu kamu tega memfitnah saya didepan isteri saya sendiri" Boss muda mulai emosi.


"Han aku tidak memfitnah kamu, kamu tau kan kamu mabuk berat dan aku tak kuasa menolak kamu Han" Claudia melancarkan aksinya.

__ADS_1


"Cukup Clau saya tidak mau dengar, pergi kamu Clau pergi" bentak Boss muda.


"Sampai kapanpun kamu tidak bisa Han terus menerus menghindari aku, kalau sampai aku hamil bagaimana? kamu harus secepatnya menikahi aku Han!" Claudia mengancam Boss muda dan berharap segera dinikahi Boss muda.


__ADS_2