My Boss My Lovely

My Boss My Lovely
Nilai Bebek Zoi


__ADS_3

Rupanya dari luar ruangan Boss muda kedua teman Claudia tengah menguping pembicaraan Claudia dan Boss muda keduanya sangat kesal bukan kepalang dengan perkataan Claudia yang tak peduli dengan nasib keduanya dan malah mementingkan diri sendiri.


"Baik aku kasih kamu satu kesempatan lagi karena kamu sudah membantu menenangkan proyek besar hari ini tapi tidak dengan kedua teman kamu suruh mereka mengosongkan meja kerja mereka sore ini" ucap Boss muda.


"Terimakasih banyak Han aku seneng banget" ucap Claudia yang mulai bisa tersenyum.


"Kamu jangan senang dulu lihat saja kalau sampai kamu berani mengganggu Zoi lagi Clau, kalau sampai itu terjadi lagi aku sendiri yang akan mengosongkan meja kerja kamu" ucap Boss muda.


"Iya Han kamu jangan khawatir aku pastikan tidak akan pernah mengganggu Zoi lagi apalagi sampai menghina nya lagi aku benar-benar kapok Han" jawab Claudia.


Claudia pun keluar ruangan Boss muda dengan tersenyum sumringah begitu Claudia menutup pintu ruangan Boss muda betapa kagetnya Claudia kedua temannya itu sudah menunggunya didepan pintu lalu langsung menarik Claudia kedalam toilet wanita.


"Ih lepas apaan si" celetuk Claudia.


"Bagus ya kamu Clau benar-benar tidak setia kawan kamu yang berbuat salah kita yang dipecat" ujar salah seorang teman Claudia.


"Ehh sorry ya aku kan ga nyuruh kalian menghina Zoi, kalian sendiri yang berinisiatif untuk itu" jawab Caludia.


"Terus sekarang kamu merasa senang gitu kita dipecat dan kamu tidak?" celetuk satu teman lainya.


"Terus kalian mau apa sekarang?" tanya Claudia.


"Pake nanya lagi mau kita apa" ucap salah seorang teman Claudia.


Tak lama Office Girls masuk untuk membersihkan toilet wanita dengan membawa ember berisi air bekas lap pel salah satu teman Claudia pun langsung menarik ember itu dari tangan Official girls sedangkan temannya yang satu lagi memegangi tangan Claudia.


"Ih kalian mau ngapain kenapa tangan aku dipegangin gini lepas lepas...!" teriak Claudia.


Tanpa menggubris teriakan Claudia temannya langsung menyiramkan air dari ember bekas lap pel itu pada tubuh Claudia.


Byurrrrrrtttttt.....


"Kurang ajar kalian" teriak Claudia.


Ember itupun dimasukan kedalam kepala Claudia layaknya helm yang terpasang menutupi kepala dan wajah Claudia.

__ADS_1


"Rasain tuh dasar cewek licik" ujar kedua temannya yang langsung pergi meninggalkan Claudia dalam keadaan basah kuyup dan bau air bekas lap pel.


Office girl tadi bukannya menolong Claudia malah tertawa melihat Claudia seperti itu.


"Dasar cewek-cewek sialan kalian yang dipecat kenapa kalian yang sewot sama aku" celetuk Claudia sambil melepaskan ember dari kepalanya dan membanting ember itu kelantai.


Brakkkkk...


Jam kepulangan kantor sudah tiba Boss muda pergi menuju ruangan kerja Zoi untuk mengantarnya kekampus, teman-teman satu divisi Zoi menggoda Zoi yang sore-sore gini diapelin Boss muda.


Cieeeeee....cieeee.


Zoi hanya tersenyum tersipu malu sambil membereskan barang-barang ditas nya.


"Zoi saya akan antar kamu kekampus hari ini" ucap Boss muda.


Cieeeee...cieee.


"Baik Boss muda kalau itu tidak merepotkan Boss muda" jawab Zoi.


Dikampus Pak Nio yang melihat Zoi turun dari mobil bersama dengan Boss muda sebenarnya agak kecewa secepat itu Zoi kembali romantis dengan Boss muda padahal Pak Nio berharap Zoi dan Boss muda tidak berbaikan namun tetap saja Zoi berbaikan lagi dengan Boss muda.


Boss muda pun mengantarkan Zoi menuju kelasnya dan melihat dari kejauhan Pak Nio yang berdiri tegak terdiam memperhatikan Zoi sampai tidak berkedip.


Boss muda pun merangkul Zoi didepan Pak Nio.


"Sayang sebenarnya dia ini Dosen apa security kampus si kerjanya berdiri didepan pintu masuk kampus terus tiap hari" celetuk Boss muda yang iseng meledek Pak Nio.


"Zoi kampus ini cukup aman kok jadi kamu tidak perlu datang bersama orang tua kamu kekampus ini" jawab Pak Nio yang membalas sindiran Boss muda.


"Apa? orang tua? siapa yang anda maksud orang tua hah?" Boss muda sedikit kesal.


"Zoi ayo masuk kelas jam pelajaran saya segera mulai" jawab Pak Nio tanpa menggubris pertanyaan dari Boss muda.


"Heuh pengen saya cincang tuh orang" celetuk Boss muda.

__ADS_1


"Boss muda sabar saya masuk kelas dulu ya, nanti saya pulang naik taxi online saja Boss muda pulang duluan saja ya" ucap Zoi.


"Engga engga yang ada tuh Dosen nyambi jadi supir taxi biar bisa anterin kamu, lebih baik saya tunggu kamu pulang" jawab Boss muda.


Zoi pun tersenyum melihat tingkah Boss muda yang cemburu terhadap Pak Nio padahal tak sedikitpun Zoi menaruh perasaan pada Pak Nio.


Malam semakin larut Zoi sudah menyelesaikan perkuliahan nya hari ini sedangkan Boss muda setia menunggunya dari dalam mobil, Zoi pun masuk kemobil dengan wajah ditekuk cemberut.


"Ayo Boss muda kita pulang" ucap Zoi.


"Kamu kenapa Zoi kok begitu wajahnya?" tanya Boss muda.


"Kesel deh tadi Pak Nio ngadain ujian dadakan terus aku dapat nilai sedikit rendah" jawab Zoi.


"Yasudah ga apa-apa toh nilai nya hanya sedikit rendah besok weekend kamu bisa belajar lebih giat lagi saya akan bantu kamu belajar" ucap Boss muda.


"Beneran Boss muda mau bantuin saya belajar?" tanya Zoi dengan girang nya.


"Iya beneran, ngomong-ngomong nilai kamu yang sedikit rendah memang dapat nilai berapa?" tanya Boss muda.


"Nih" jawab Zoi sambil menyodorkan selembaran kertas ujian yang sudah berhiaskan coretan bolpoin berwarna merah.


Betapa kagetnya Boss muda melihat nilai yang Zoi bilang sedikit lebih rendah yaitu nilai 2 yang berarti Zoi dalam 10 soal yang diberikan hanya betul 2 soal saja.


Tangan Boss muda mendadak bergetar memegangi kertas ujian Zoi yang bertengger angka bebek itu kedua bola mata Boss muda melotot dan kedua telinganya mengeluarkan asap layaknya air mendidih dalam panci.


Bagaimana mungkin Boss muda yang bahkan lulus dengan predikat cumlaude memiliki isteri yang hanya mampu mengerjakan 2 soal benar dia bilang itu nilai sedikit rendah.


"Boss muda tidak usah kaget begitu, hahahahaha memang hari ini saya agak belum siap dengan ujian makanya nilainya sedikit lebih rendah tapi biasanya kalau saya siap ujian saya bisa menjawab 3 soal dengan benar kok Boss muda" ucap Zoi dengan tersenyum.


Mendengar perkataan Zoi yang bilang bahwa kalau dia siap dengan ujian nilainya menjadi 3 membuat Boss muda semakin collapse.


"Astaga Zoi saya benar-benar tidak tau lagi kamu sebangga itu dengan nilai 3 ini benar-benar membuat saya stres Zoi pokoknya besok kamu harus belajar bersama saya selama weekend saya akan menjadi pengawas kamu" Boss muda sampai berbicara dengan nada tinggi.


Zoi hanya melongo melihat suaminya seperti marah padanya padahal menurutnya nilai segitu sudah lumayan baik.

__ADS_1


__ADS_2