
Ketika Zoi tengah menghidangkan sarapan diatas meja tiba-tiba Boss muda yang sudah selesai mandi pergi kedapur menemui Zoi dengan hanya mengenakan handuk disebagian tubuhnya saja, dengan bergaya bak model majalah Boss muda menyandarkan tangannya ketembok dan bersiul memanggil Zoi.
Sutttt sutttt sutttttt...
"Omo, Boss muda ngapain bertela*jang dada begitu" Zoi bergidik kegelian.
"Ayo sayang, katanya kamu suka dengan permainan liar aku semalam, juga kita akan mencoba berbagai gaya bukan?" jawab Boss muda meledek ucapan Zoi dicar free day tadi.
"Oh Boss muda ngeledekin saya ceritanya?" ucap Zoi yang berjalan perlahan menghampiri Boss muda.
"Mau apa kamu mendekati saya?" Boss muda perlahan mundur karena Zoi semakin dekat.
Tak lama Zoi yang membalas keisengan Boss muda hendak menarik handuk Boss muda, namun Boss muda menahannya sekuat tenaga.
"Zoi, kamu benar-benar mesum apa yang kamu lakukan" teriak Boss muda.
"Ayo sayang kita lakukan saja sekarang didapur" jawab Zoi dengan tertawa.
"Ti tidak Zoi, lepaskan saya! saya janji tidak meledek kamu lagi" ucap Boss muda.
Insiden tarik menarik handukpun tak terelakan lagi, pertarungan antara Zoi dan Boss muda untuk memperebutkan handuk semakin sengit, Zoi yang tidak berhenti usil dan Boss muda yang ketakutan dengan keganasan Zoi mereka saling tarik menarik, lalu Zoi yang terpental akibat tarikan Boss muda terpeleset dan hendak jatuh.
Aaaaaaaaaaaaa....
Layaknya bidadari yang akan jatuh dari atas langit, Boss muda yang diibaratkan ialah Jaka tarub tak akan membiarkan bidadari yang cantik dihadapannya ini terjatuh kebawah, dengan sigap kedua tangan Boss muda menangkap Zoi dan tak membuatnya terjatuh kelantai.
So sweet bukan Zoi pun hanyut dalam dekapan Boss muda, sambil saling menatap tak lama tatapan Zoi berubah menjadi melotot dengan mata terbelalak seolah menyaksikan rudal terbesar ciptaan Rusia yang bertengger gagah ditempatnya.
Rupanya Boss muda menangkap Zoi dengan kedua tangannya tetapi dia lupa kalo kini tangannya tak lagi memegangi handuk, alhasil handuk itu pun jatuh kelantai dan membuat rudal Rusia itu sudah terlihat jelas tanpa sehelai benangpun, Zoi tak henti-hentinya melotot melihat pemandangan ini.
Aaaaaaaaaaaa.....
Boss muda segera melepaskan tangannya dari tubuh Zoi, membuat Zoi terjatuh kelantai.
Brughttt brughttt brughttt...
__ADS_1
Sementara Boss muda sudah lari terbirit-birit kekamar nya.
Melihat Boss muda lari sampai sebegitu nya Zoi tertawa girang, tapi dia teringat akan apa yang dilihatnya barusan.
"Astaga apa itu tadi apakah itu rudal buatan Rusia atau torpedo buatan AS kenapa sebesar itu? OMG, mataku kini sudah tidak suci lagi" ucap Zoi berbicara sendiri.
Sementara didalam kamar Boss muda sedang duduk dikasur meratapi dirinya yang malu akibat miliknya terpampang nyata dihadapan gadis yang bahkan dia belum pernah melakukan itu bersamanya.
"Saya sudah tidak suci lagi, Zoi kamu benar-benar sudah membuat saya tidak suci lagi, Aaaaaaaaaaaaaaaaa......" Boss muda berbicara sendiri.
Zoi yang masih agak sedikit syok melihat benda aneh tadi, tetapi berusaha untuk berpura-pura tidak melihat apapun memanggil Boss muda untuk segera sarapan.
"Boss muda sarapan sudah siap" ucap Zoi pelan.
"Eh dengar, itu tadi belum sepenuhnya tegak jadi apa yang kamu lihat itu bukan berarti kecil" jawab Boss muda takut disangka kecil.hehehe
"Saya tidak bilang itu tadi kecil, itu sangat besar sekali bagi saya" jawab Zoi dengan lugunya.
"Oh ya, apa benar begitu Zoi" Boss muda senang Zoi mengagumi miliknya.
"Ah iya fighting" jawab Boss muda tersenyum senang.
Sore hari Boss muda mengajak Zoi ke suatu tempat untuk menghabiskan malam Minggu bersama mereka menempuh kurang lebih 1 jam lebih perjalanan.
"Boss muda kita mau kemana?" tanya Zoi.
"Kita akan melihat air mancur berwarna-warni" jawab Boss muda.
"Hah air mancur berwarna-warni, memangnya ada?" tanya Zoi.
"Ada, sangat indah tapi hanya menyala dimalam hari dan itu dilakukan seminggu sekali hanya setiap malam Minggu saja" jawab Boss muda.
Sesampainya ditempat tujuan, hari sudah mulai gelap, Zoi dan Boss muda turun dari mobil. Tapi Zoi keheranan dan celingak celinguk mencari dimana air mancur berwarna warni itu.
"Boss muda mana air mancur yang Boss muda maksud?" tanya Zoi.
__ADS_1
"Sabar mungkin sebentar lagi" jawab Boss muda.
Benar saja tak butuh waktu lama menunggu disebuah danau yang luas disamping-sampingnya terpagar rapih munculah air mancur bersekala besar diseluruh sudut danau serta tengah-tengah danau air mancur berwarna-warni membuat takjub setiap mata memandang.
"Wowww bagus banget" teriak Zoi.
Boss muda yang melihat wajah Zoi berseri-seri ikut tersenyum bahagia, saat tengah menikmati pertunjukan air mancur tiba-tiba orang-orang berkumpul didekat air mancur itu, Boss muda dan Zoi yang penasaran akan apa yang terjadi mereka pun mengikuti kerumunan itu.
Rupanya seseorang laki-laki muda tengah melamar kekasihnya bersamaan dengan indahnya air mancur berwarna-warni itu, laki-laki itu menundukan dirinya dihadapan kekasihnya dan menyatakan cinta, sontak membuat orang-orang disekitarnya bersorak ramai.
Horeeeeee terima, terima terima.
Semua orang ikut menyemangati lelaki itu dan ikut merasakan kebahagiaan menyaksikannya tetapi tidak dengan Zoi, Zoi yang melihat lelaki melamar gadis yang dicintainya dengan begitu romantis sangat sedih karena dia tidak diperlakukan seperti itu oleh Boss muda, apalagi untuk sekedar Boss muda bilang dia mencintai nya atau menyayangi nya saja Boss muda tidak pernah sekalipun mengucapkan nya.
Membuat Zoi perlahan mundur dari kerumunan dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Zoi meminta izin pada Boss muda untuk pergi ketoilet.
Zoi berlari meninggalkan kerumunan, dilihatnya ada sebuah pohon besar Zoi bersembunyi dibalik pohon besar itu dan menangis tersedu-sedu.
"Saya juga ingin Boss muda bilang cinta sama saya, saya ingin Boss muda melamar saya dengan bilang bahwa dia mencintai saya tapi kenapa, kenapa saya gak pernah merasakan itu"
Hikkzzzz hikzzzzzz...
Zoi terus menangis hatinya terasa hancur mengingat Boss muda masih juga belum menyatakan cintanya.
"Padahal orang-orang dikantor bilang Boss muda bahkan menyatakan cintanya pada Claudia dihadapan semua karyawan, sedangkan denganku Boss muda bahkan tak ingin mengakui hubungan kami didepan semua karyawan" ucap Zoi masih terisak tangis.
Tiba-tiba seseorang dari belakang datang menyodorkan tisu kepada Zoi, sosok laki-laki manis dan tampan kelihatan nya berwibawa muncul dihadapan Zoi.
"Mau tisu?" lelaki itu menyodorkan tisu.
"Tidak usah, berikan saja tisunya pada pohon besar ini mungkin dia lebih butuh" jawab Zoi sambil menyeka air matanya.
Zoi pun pergi meninggalkan lelaki itu, tak lama Zoi pun berbalik menghampiri lelaki itu dan mengambil tisunya.
"Tidak baik menolak pemberian orang, terimakasih tuan" ucap Zoi sambil berlalu pergi.
__ADS_1
"Dasar gadis cantik yang aneh" ucap lelaki itu tersenyum.