
Melihat expresi wajah kesal Boss muda karena ulah Zoi, membuat Zoi tak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak bahkan Zoi sampai memegangi perutnya sendiri karena sakit terlalu kebanyakan tertawa.
Hahahahhahha......
Sementara Boss muda masih duduk dilantai sambil mengusap-usap pinggang dan bokongnya ya berasa ngilu akibat menghantam lantai, dengan mata yang melotot menatap Zoi yang terus menertawakannya.
Zoi yang takut melihat Boss muda melotot begitu, akhirnya berhenti tertawa dan serius membantu Boss muda naik keatas kasur. Zoi membaringkan Boss muda dikasurnya.
Malam sudah semakin larut, Zoi sudah tertidur pulas sedangkan Boss muda masih belum bisa memejamkan matanya, tiba-tiba.
Bughtttttt....
Tangan kanan Zoi menghantam wajah tampan Boss muda, membuat tulang hidung Boss muda kesakitan.
"Aww,,,, ish ngeselin banget si nih gadis kerdil udah merem masih aja gak bisa diem" Boss mengumpat sambil melemparkan tangan Zoi yang menghantam wajahnya.
Tak berselang lama Zoi tidur semakin tidak bisa diam kekiri dan kekanan Zoi terus berusik hingga akhirnya Zoi memeluk tubuh Boss muda layaknya memeluk bantal guling.
Boss muda yang kaget Zoi memeluknya bahkan wajah Zoi menempel didagunya membuat jantung Boss muda berdetak tak beraturan, sampai-sampai membuat junior Boss muda tidak nyaman ditempatnya.
Karena tidak mau birahinya semakin tak terkendali Boss muda melepaskan pelukan Zoi dan mendorong jauh-jauh tubuh mungil Zoi, tubuh Zoi pun berputar sampai ujung ranjang akhirnya tubuh Zoi pun jatuh kelantai.
Bughtttt....
Boss muda yang melihat Zoi terjatuh akibat dorongan nya yang terlalu kencang berpura-pura tidur agar tidak disalahkan Zoi. Zoi yang merasakan sakit terjatuh dari ranjang membuat Zoi terbangun dari tidurnya.
"Lho kok aku tidur dibawah si? perasaan aku tidur diatas kasur deh tadi" ucap Zoi berbicara sendiri.
Boss muda yang sedang berpura-pura tidur sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, hingga.
Hahahahaha....
"Makanya jadi cewek tuh tidurnya diem jangan gerak-gerak terus" celetuk Boss muda.
"Ini pasti ulah Boss muda kan yang bikin saya jatuh sampai kelantai begitu?" tanya Zoi sambil naik keatas kasur lagi.
"Yey malah nuduh" jawab Boss muda.
"Udah ah saya mau tidur lagi" ucap Zoi.
"Eh eh eh Zoi jangan tidur dulu donk!" pinta Boss muda.
__ADS_1
"Emangnya kenapa? Boss muda mau saya kelonin dulu gitu?" jawab Zoi meledek.
"Dih ngapain saya dikelonin gadis kecil" ucap Boss muda.
"Yasudah kalau gitu saya mau tidur lagi" jawab Zoi.
"Zoi ish, saya laper nih kan tadi kita belum makan malam" ucap Boss muda.
"Duh ditahan aja Boss muda lapernya besok pagi aja" jawab Zoi dengan wajah ngantuknya.
"Ih engga bisa Zoi, nih lihat lambung saya lagi digigitin cacing-cacing pita" jawab Boss muda.
"Yasudah saya bikinin makanan" jawab Zoi sambil mengucek-ngucek matanya.
"Nah gitu dong, itu baru namanya isteri idaman" ucap Boss muda sambil tersenyum.
"Tapi kalau ngantuk begini saya malas jalan kedapur" ucap Zoi.
"Terus kamu mau ngesot gitu kedapur nya?" tanya Boss muda sambil menggelengkan kepalanya.
"Sembarangan, emangnya saya suster ngesot" jawab Zoi.
"Gendong" jawab Zoi sambil mengimutkan wajah cantiknya.
"Dih saya gendong kamu? oh tidak, dan gak akan pernah" ucap Boss muda.
"Yasudah saya tidur lagi" ucap Zoi.
"Et et et yasudah iya saya mau gendong kamu" jawab Boss muda.
Boss muda pun menghampiri Zoi dan membungkukkan punggungnya.
Zoi yang tersenyum kegirangan bisa digendong romantis malam-malam begini sama Boss muda, langsung menaiki punggung Boss muda, kedua tangan Zoi juga melingkari leher Boss muda.
Dengan wajah cemberutnya Boss muda menggendong Zoi sampai kedapur, Zoi pun turun sambil tersenyum. Segera Zoi mencari bahan-bahan makanan untuk membuatkan makanan yang lezat ala-ala peserta mast*r chef gitu deh, sangat heboh mulai dari memotong-motong sawi, memotong sosis bak chef profesional.
Akhirnya makanan pun jadi Zoi menyajikan makanannya dimeja makan. Boss muda yang sedari tadi menonton Zoi memasak sekarang melihat makanan dihadapan nya.
"Ayo dimakan, ini makanan terlezat lho" ucap Zoi menyombongkan dirinya.
"Kamu daritadi memasak sampai heboh begitu, cuma untuk membuat mie rebus ini Zoi?" tanya Boss muda.
__ADS_1
"Ye,, yasudah sini kalau engga mau saya habiskan aja semua" kesal Zoi merasa diremehkan.
"Iya iya saya makan sekarang" ucap Boss muda sambil mulai mengaduk-ngaduk mie nya.
Setelah Selesai menghabiskan mie rebusnya, Boss muda meneguk segelas air putih, tiba-tiba Zoi berbicara.
"Bisa tidak mulai saat ini Boss muda tidak komunikasi lagi sama Claudia?" tanya Zoi.
Sontak membuat Boss muda yang sedang meminum air putihnya batuk mendengar permintaan Zoi.
Uhukk,,,Uhukkk.
"Zoi, jangan paksa saya untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa saya lakukan sampai kapan pun" jawab Boss muda.
Zoi yang mendengar jawaban Boss muda terlihat sangat sedih dan kecewa, Zoi pun mengambil mangkuk-mangkuk bekas mie rebus untuk dicucinya dan segera beranjak dari meja makan dengan wajah sangat sedih.
"Sini biar saya saja yang cuci mangkuknya!" pinta Boss muda.
Zoi hanya diam saja dan memulai mencuci mangkuknya, setelah selesai semua Zoi segera beranjak untuk kembali kekamar. Seketika Boss muda memegangi tangan Zoi dan mulai berbicara.
"Ayo saya gendong lagi sampai kekamar" ucap Boss muda sedikit menyesal sudah berkata yang membuat Zoi bersedih.
"Tidak usah, saya mau jalan saja" jawab Zoi sambil melepaskan tangan Boss muda dan berlalu pergi.
Tak tinggal diam Boss muda memangku tubuh mungil Zoi kemudian menaikan tubuh mungil Zoi keatas meja makan, Boss muda mendekatkan wajahnya dengan wajah Zoi yang tengah bersedih.
Zoi hanya terdiam menundukan wajahnya, kemudian Boss muda mengangkat dagu Zoi menatap tajam mata Zoi dan tanpa basa-basi Boss muda mencium bibir mungil Zoi dengan penuh kemesraan perlahan tapi pasti.
Tangan Boss muda memeluk pinggang Zoi yang masih duduk dimeja makan, sambil terus menciumi bibir mungil Zoi, Boss muda memangku tubuh Zoi menuju kekamar nya.
Zoi tidak bisa menolak keinginan Boss muda, malah Zoi sangat menikmatinya dan perlahan ikut bermain.
Sangat lama Boss muda bermain dibibir mungil Zoi dan sampailah mereka didalam kamar, kemudian Boss muda menidurkan tubuh mungil Zoi sambil tetap berciuman.
Semakin tak terkendali Boss muda hendak melakukannya pada Zoi, Boss muda mencoba membuka baju tidur Zoi, tapi seketika ditepis oleh tangan Zoi.
"Kenapa Zoi?" tanya Boss muda penuh harap.
"Saya tidak akan pernah memberikan kehormatan saya untuk laki-laki yang mencintai wanita lain" jawab Zoi meneteskan air matanya.
Mendengar perkataan Zoi membuat Boss muda menghentikan perbuatannya dan segera bangkit dari kasur, lalu duduk disamping Zoi dan mulai berbicara.
__ADS_1