My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 1 - Awal ngampus.


__ADS_3

Happy Reading ya gays. please don't copas and enjoy, ok!!



...PROLOG - Awal ngampus....


Suasana pagi ini terlihat ramai akibat ulah seseorang gadis yang terburu-buru menuruni anak tangga, sembari mengayuh tas ke pundaknya dan mengucir rambutnya yang berantakan.


" Sayang hati-hati! "


Seorang wanita bernama Gesya memperingati putri semata wayangnya agar tidak berlari ketika menuruni anak tangga.


" Iya mah maafin Rossa, Rossa sudah tidak punya banyak waktu lagi, Rossa bisa terlambat! " Rossa menjawab dengan nada sedikit memprotes.


Gadis itu berjalan cepat menuju meja makan.


" Kenapa harus terburu-buru seperti ini nak? " kali ini Fiky ikut menimpali.


Fiky sendiri papa dari gadis tersebut, seorang pria paruh baya yang sudah berumur 55 tahun, pemegang saham terbanyak Fabrecia Grup.


" Maaf papa, Rossa akan terlambat kalau jalannya pelan, "


Seperti biasa, gadis itu segera menduduki kursi meja makan-nya, makan bersama kedua orang tuanya, lalu menghabiskan makanannya dengan sangat terburu buru.


" Pelan pelan makannya, " Gesya - mamanya, menasehatinya dengan lembut.


Fiky yang melihat putrinya tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


" Papa mama, Rossa pamit berangkat dulu ya, Rossa sangat terburu-buru karena hari ini adalah hari Rossa pertama ngampus, " Sebelum Fiky dan Gesya menjawab, gadis itu mencium bergantian tangan dan pipi kedua orang tuanya.


" Kamu tidak jadi berangkat bareng papa? "


" Tidak pa, Rossa biar diantar pak Anto saja, Rossa udah kesiangan ini, papa berangkat sendiri aja ya, bye-bye mama papa! " pamitnya sambil berlari keluar rumah.


" Nona, nona Rossa tunggu! " seorang wanita paruh baya yang berusia kurang lebih 65 tahun sedang berusaha menghentikan langkah anak majikannya, dia adalah bibi Moey, pembantu rumah tangga di keluarga Fabricia, bi Moey sudah bekerja lebih dari 15 tahun.


Gadis itu seketika menghentikan langkahnya sembari memutar tubuhnya menghadap kearah bibi Moey.


" Iya, ada apa bi? "

__ADS_1


" Ini non, bibi menemukan ponsel nona jatuh didepan kamarnya non. "


Seketika itu pula Rossa menepuk keningnya. " Ah ponselku, makasih ya bibi sudah menemukan ponsel Rossa, ya sudah Rossa pamit berangkat dulu byee bye. "


Papa dan mamanya yang melihat kecerobohan putrinya itupun langsung menggelengkan kepalanya. Putri semata wayangnya itu sangat begitu ceroboh dan masih sama seperti dulu.


" Tuh liat anak kamu setiap hari seperti itu terus, dia sangat ceroboh, aku jadi khawatir pa, " keluh Gesya kepada suaminya sambil menghela nafas berat.


" Mama tidak perlu khawatir, putri kita akan baik-baik aja, kamu seperti tidak paham dia saja ma, dia dari kecil memang seperti itu kan? tidak jauh dengan kamu yang suka ceroboh.


" Iya sih pa, semoga dia selalu sehat dan baik-baik saja aku sudah senang pa, " balas Gesya sembari menyapukan pandangannya kearah pintu setelah tubuh putrinya itu yang sudah tidak terlihat lagi.


" Cepet ih papa berangkat sudah jam segini nanti telat loh, " sambung Gesya kepada suaminya, ketika dirinya tersadar akan pandangannya.


" Iya ma, papa berangkat dulu ya ma, "


Fiky berdiri dari duduknya sambil mengambil tas kerjanya yang sudah disiapkan oleh sang istri, seperti biasa sebelum berangkat ke kantor. Fiky tak lupa mencium pucuk kepala istrinya tersebut.


" Iya papa hati-hati dijalan. "


***


Dia adalah seorang gadis berumur 22 tahun, dia biasa dipanggil Rossa. Rossa tergolong gadis yang cerdas, dia siswi pintar dan prestasi, dia juga sudah berhasil mendapat beasiswa masuk universitas terkenal dikotanya, satu hal dari kekurangannya yaitu dia sangat ceroboh sejak kecil.


Kedua orang tuanya masih utuh, dia anak tunggal dari keluarga orang yang terpandang, dia mempunyai hati yang berbeda. Rossa tidak suka untuk memamerkan apa yang dia miliki, seperti harta atau jabatan orang tuanya, sifatnya yang baik dan sederhana mampu membuat pria yang mengenalnya akan takjub, sebenarnya Rossa mempunyai kakak, namun dulu waktu mamanya mengandung sang kakak ternyata beliau mengalami keguguran sehingga membuat kedua orang tua Rossa menjadi posesif atas Rossa, sampai sekarang Rossa-lah yang menjadi "Little Girl" bagi kedua orang tuanya.


***


" Pak kita ke rumah Queen dulu ya, " ujar Rossa kepada sopirnya yaitu pak Anto.


" Baik non. "


Pak Anto mengiyakan perintah dari anak majikannya tersebut sembari melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke rumah Queen.


Aisyah Queensha, biasa dipanggil Queen, Queen ialah sosok gadis cantik blasteran turkey, dia adalah putri kedua dari dua saudara, mama dan papanya sibuk bekerja diluar kota, sementara kakaknya sedang tinggal diluar negeri bersama kakek dan neneknya.


Waktu berjalan sudah menunjukan pukul 07.40 WIB, Rossa sedari tadi terlihat sangat buru-buru karena takut terlambat ke kampus.


Sesampainya didepan rumah Queen. Rossa pun segera menurunkan kaca mobilnya,

__ADS_1


" Queen ayo kita berangkat, cepat! "


Melihat hal tersebut membuat Queen memutar bola matanya malas, sedari tadi Queen terlihat sedang menunggu diteras rumahnya.


" Pasti kamu bangun kesiangan lagi kan? " tanya Queen ketika mereka berdua sudah berada didalam mobil.


Rossa hanya meringis, " hehe benar, maaf ya Queen."


Queen menggelengkan kepalanya pelan, sebenarnya gadis itu sudah tidak terkejut dengan tingkah sahabatnya tersebut, karena sahabatnya memang seperti itu, dia sangat ceroboh dari dulu.


Sesampainya dikampus Rossa dan Queen turun dari mobil, mereka berdua mulai berjalan beriringan. Mobil yang dikendarai pak Anto yang mengantarkan mereka sudah melaju kembali dan tidak terlihat lagi.


Rossa dan Queen mulai melewati koridor kampus baru mereka. Namun di tengah perjalanan ada suara seorang laki-laki memanggil nama mereka dan berhasil mengentikan langkah keduanya.


" Rossa, Queen! "


Merasa tak asing dengan suara itu, Rossa dan Queen dengan bersamaan memutar tubuhnya ke belakang, seketika mata Rossa pun membulat sempurna, gadis itu sangat kenal dengan laki-laki tersebut.


"Aska! "


Aska Pratama, laki-laki tampan dan humoris, dia biasa dipanggil Aska, dia juga laki-laki yang pintar. Sejak sekolah SMA Aska menjadi sahabat Rossa dan Queen. Lelaki itu ternyata menyukai Rossa sejak pertama kali mereka berkenalan tetapi Rossa menganggap lelaki itu hanya sebatas teman baiknya saja dan tidak lebih.


" Aska kamu disini juga? " tanya Rossa yang penuh keheranan.


" Iya sa, aku disini, " Laki-laki itu tersenyum hangat.


" Queen kamu juga tahu Aska disini?? " Rossa bergantian bertanya kepada Queen, tetapi Queen hanya tersenyum.


" Aku boleh bareng ke kelas bersama kalian? " ujar Aska setelah berhasil menceritakan perjuangannya untuk menjadi mahasiswa di Universitas yang telah mereka ditempati.


" Ya boleh, ayo kita ke kelas bentar lagi kelas akan dimulai, " ujar Rossa sembari tersenyum.


Aska mengangguk lalu mereka bertiga melanjutkan menuju kelas.


Ketika Rossa berjalan beriringan dengan kedua sahabatnya. Rossa tidak memperhatikan jalan yang ada di depannya, gadis itu sibuk mengambil buku yang barusan dia keluarkan dari dalam tasnya.


Brukkk!


Tiba-tiba saja Rossa terjatuh, seseorang tidak sengaja menyenggol keras pundaknya.

__ADS_1


" Aduhhh! " Rossa tersungkur bersama buku dan tasnya, Ia merintih ketika tangannya tidak mampu menumpu tubuhnya pada saat terdorong ke lantai.


__ADS_2