My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 50


__ADS_3

Semua orang memberi selamat kepada pasangan pengantin baru yang berada di depan, pasangan tersebut tidak lain ialah Alex dan Rossa.


" Putri kesayangan papa. " Fiky memanggil Rossa, seketika Rossa yang mendengar suara berat papanya langsung menoleh.


" Papaa.. " Rossa berujar sembari menatap papanya, kemudian Fiky menghampiri putrinya dibantu oleh Dokter Lovata yang mendorong kursi roda milik Fiky, lalu mereka berdua saling berpelukan.


" Selamat atas pernikahan kalian berdua, terutama untuk Little Girlnya papa, terima kasih kamu sudah mau mengabulkan permintaan papa sama mama nak, papa bangga sama kamu, akhirnya Gadis kecil papa yang cantik sudah dewasa dan menikah, jadilah istri yang berbakti kepada suamimu ya nak, " tutur Fiky dengan meneteskan air mata bahagianya. Rossa yang melihat sang papa meneteskan air matanya sangat tidak tega.


" Papa jangan begitu, seharusnya Rossa yang berterima kasih kepada papa, terima kasih banyak pa, papa sudah mau memberi kan apa yang Rossa mau, dan menjadi penyemangat Rossa selama ini, papa dan mama juga memberi Rossa kasih sayang yang amat besar sekali. Rossa sangat-sangat berterima kasih kepada papa dan mama, maafin Rossa ya pa, " ucap Rossa dengan sendu.


Tidak terasa air mata Rossa pun ikut mengalir dengan deras, meskipun masih ada rasa sedih di hatinya karena tidak ada kehadiaran sang mama tercinta di hari pernikahannya, namun Rossa sudah berusaha menerimanya, ia tahu jika tuhan lebih sayang kepada mamanya.


Alex yang melihatnya pun hanya senyum, kemudian Fiky bergantian menoleh ke arah Alex.


" Nak Alex! " panggil Fiky kepada Alex.


" Iya om? " balas Alex seraya mendekati mertuanya tersebut.


" Kamu itu sudah menjadi menantuku, jangan memanggil om lagi, mulai sekarang panggil saya dengan sebutan papa sama seperti istrimu, " tutur Fiky dengan lirih, karena kondisi Fiky yang belum terlalu baik sehingga suaranya menjadi sedikit berbeda.


" Iya papa maaf. "


" Jaga Rossa ya nak, seperti papa menjaganya dan menyanginya, tolong jangan sampai mengecewakan papa, papa percayakan padamu. " tutur Fiky dengan tatapan yang dalam.


" Iya papa, Alex janji akan menjaga putri papa dan menyanginya dengan hati Alex tanpa terkeculi. "


Rossa yang mendengar obrolan papanya dan Alex menjadi terharu, jika memang ini sudah menjadi takdir untuk dirinya, Rossa akan menerimanya dengan ikhlas, bagaimana pun juga saat ini Rossa sudah menjadi istri sahnya Alex Jordan Wiliams atau Dosennya sendiri.


Kemudian setelah mendapat pesan dan amanah dari Fiky, kini Zeline dan Aryan mamanya Alex mendekat.


" Selamat ya sayang atas pernikahannya, mama senang sekali, akhirnya kalian berdua menikah. " tutur mama Zeline sembari memeluk menantu dan putranya secara bergantian.


" Iya ma, makasih banyak ma, " balas Rossa sambil tersenyum dan membalas pelukan mertuanya tersebut, tidak terasa kesedihan Rossa pun sedikit demi sedikit berkurang.

__ADS_1


" Anak papa sudah besar ternyata dan sekarang sudah menikah hahaha, " goda Aryan kepada Alex dengan tertawa begitu lantang.


" Ingat baik-baik kamu harus menjaga istrimu apapun yang terjadi, sama seperti saat papa dulu menjagamu, jangan buat papa dan mertua mu kecewa. " imbuh Aryan dengan menepuk bahu Alex.


" Iya pasti pa, terimakasih banyak ya pa. " Alex membalas papanya dengan tersenyum, kemudian Alex dan Rossa bergantian mencium tangan ketiga orang tuanya.


" Kakak ku yang cantik selamat ya atas pernikahannya, uh ini seperti mimpi karena kakak ku sudah menikah, " ujar Agnes setelah kedua orang tua Rossa dan Alex selesai dan ke samping Rossa dan Alex.


" Hemm makasih ya sayang, kamu memang adik kakak yang paling lebay. " Balas Rossa dengan memeluk Agnes, mendengar kata 'lebay' yang di lontarkan oleh kakaknya, membuat Agnes sedikit memanyunkan bibirnya.


Rossa terkekeh. " Hehehe maaf kakak bercanda. " imbuh Rossa dengan tertawa kembali. Kemudian bergantian kini Queen yang memberi selamat kepada Rossa.


" Rossaaaaa! " teriaknya


" Selamat ya atas pernikahanmu dengan Dosen tampan, hihihi. " Ucap Queen dengan setengah berbisik di telinga Rossa.


" Iya Queen, terima kasih banyak juga. " Rossa membalas sembari tersenyum kepada sahabatnya, lalu ikut tertawa karena merasa geli dengan ucapan Queen.


Aska yang sedari tadi disamping Agnes dan Queen hanya diam saja, ia merasakan sesak dihatinya dan tidak percaya dengan semua ini, lantaran melihat orang yang disukainya telah menikah, sesekali Aska menatap Rossa dengan tatapan tidak rela, dan melirik ke arah Dosennya dengan tatapan tidak suka, karena Aska sangat membenci sikap Alex dari awal pertemuan mereka.


" Eh Aska, kenapa diem saja, ayo ucapin selamat kepada Rossa. " Ucap Queen dengan tiba-tiba, membuat Aska sedikit tersentak.


" Eh iyaa, Rossa selamat ya atas pernikahanmu sama... " sebelum Aska melanjutkan ucapannya ia sedikit melirik ke arah Alex, Rossa yang melihat Aska sedang melirik ke arah suaminya dengan lirikan tajam segera menyela.


" Eh iya Aska, terimakasih banyak ya. " Rossa membalas ucapan Aska dengan cepat, kemudian mereka semua bersalaman, namun hanya Aska yang tidak mau bersalaman dengan Alex.


Alex tahu jika Aska tidak menyukainya, ia hanya tersenyum tipis, karena ia juga sudah tahu jika Aska menyukai Rossa dari sejak SMA.


Kemudian dilanjut oleh satu-satunya sahabat Alex yang datang, yaitu Arka dan Zovan sementara David, laki laki itu terpaksa tidak bisa hadir di acara pernikahan sahabatnya dikarenakan memang ada acara mendesak yang menimpanya, sejujurnya Alex merasa sedikit kecewa. Namun laki-laki itu berusaha mengertikan salah satu sahabatnya tersebut.


" Wahh broo selamat ya atas pernikahanmu, semoga langgeng sampai tua, " ujar Arka setelah bergantian dengan Queen dan Aska. Ia tersenyum senang melihat salah satu sahabatnya sudah sold out.


Arka segera memeluk Alex dengan menepuk pelan pundak sahabatnya itu, Alex pun membalas pelukan selamat yang sama dari sahabatnya tersebut.

__ADS_1


" Iya bro terima kasih sudah mau nyempetin datang. " ujar Alex sambil tersenyum.


" Santai bro, lu kan sahabat gue jelas gue bakalan datang lah, "


Bergantian dengan Zovan disamping Arka, " Waaah sudah sold out aja nih wkwk, selamat ya bro atas pernikahanmu, gak nyangka gue jika omonganmu kemarin itu menjadi kenyataan, " Ujar Zovan ia tertawa diikuri Arka juga.


" Hahaha itu benar aku kira Alex yang akan nikah paling akhir di circle kita, gak nyangka aja malah kita keduluan, " sahut Arka, Alex tersenyum alih alih ekspresinya sedikit mengejek kedua sahabatnya tersebut.


Selanjutnya Arka dan Zovan bergantian untuk berjabat tangan dengan Rossa dan mengucap selamat.


Setelah itu tiba-tiba Arka kembali berlalih pada Alex dan terlihat membisikkan sesuatu tepat ditelinga sahabatnya itu.


" Gue masih gak nyangka ternyata yang bakal lo nikahin mahasiswi yang lo bawa di Villa waktu itu hahaha, jangan jangan lu waktu itu udah...." bisik Arka sambil tertawa lirih.


Alex yang mendengarkan bisikan dari Arka itupun langsung menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam setelah mendengar ucapan asal dari sahabatnya tersebut.


Pletak!!!!!


" Aduhh... " pekik Arka pelan.


" Lo itu ngaco kalo ngomong! " seru Alex sambil memukul kepala sahabatnya tersebut. Arka yang mendapat serangan dari Alex itu, tiba-tiba tidak bisa mengelak, ia hanya meringis sambil memegangi kepalanya dan terkekeh kecil.


" Iya iyaa bro, gue percaya kok sama lu, kalo lu itu tidak seperti itu, karena lu tidak suka dengan yang namanya wanita, " ujarnya sambil tertawa terbahak, dan Rossa yang mendengarnya menatap Arka dengan keheranan.


Zovan yang belum tau bisikan yang dilontarkan Arka untuk Alex hanya bisa tersenyum, sebenarnya ia juga penasaran namun tidak diberitahu oleh Arka.


Alex yang mendapatkan ucapan asal dari sahabatnya itu, kembali menatapnya lebih tajam dari sebelumnya, lalu ketika ia akan memukul Arka, Arka sudah berlari kecil seperti anak kecil seraya berkata, " Maaf bro gua hanya becanda, "


" Sekali lagi selamat bro. " sambung Zovan kembali, dengan tawanya belum berhenti karena merasa lucu dengan ekspresi dari Alex yang berhasil di goda oleh Arka.


Orang-orang yang melihat kedua pria tersebut hanya menatap dengan heran, Alex menggelengkan kepalanya dengan tingkah sahabat tersebut, ia benar-benar terpancing kali ini oleh godaan dari sahabatnya itu.


***

__ADS_1


__ADS_2