My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 53


__ADS_3

Setelah beberapa saat Alex menunggu sambil memainkan laptopnya kembali dengan ponselnya yang masih dalam genggaman Alex.


Tiba-tiba Rossa membuka pintu kamar mandinya dengan memakai baju tidur, Alex langsung menatap ke arah Rossa dengan heran, Rossa keluar menggunakan baju tidur dengan rambutnya yang teurai basah membuat dirinya terlihat begitu sexsi dimata Alex, Rossa mengeringkan rambutnya menggunakan handuk yang ia lipatkan diatas kepalanya.


Rossa yang tidak nyaman dengan tatapan Alex segera menyadarkannya.


" Em ada apa, apa ada yang salah? " Ujar Rossa dengan menghentikan aktivitasnya sejenak.


Seketika Alex pun tersadar oleh apa yang telah ia lakukan barusan, dengan perasaannya yang aneh Alex langsung meletakan ponsel dan laptopnya di atas meja. Alex berdiri lalu berjalan mendekati Rossa.


Rossa yang melihat Alex mendekatinya tiba-tiba jantungnya berdetak sangat kencang.


Saat itu pula Alex menyentuh pundak Rossa, dengan hati berdebaran Rossa langsung terperanjat kaget ketika Alex menyentuhnya.


" Hey kenapa kau terkejut seperti itu? " tanya Alex dengan heran.


" Eh em, ini a-aku anu..."


" Aku hanya mau bilang kepadamu, tadi kau berpamitan hanya ingin buang air kecil saja, kenapa sekarang kau mandi lagi, ini sudah malam, jangan mandi malam malam tidak baik untuk kesehatan! " seru Alex kepada Rossa, kemudian ia memutar tubuh Rossa dengan cepat, Alex memandangi raut wajah cantik istrinya tersebut dengan lekat. Alex tergoda oleh pemandangan didepannya saat ini apa lagi dengan rambut Rossa yang basah dan terurai.


" Apa kau sedang menggodaku? " Bisik Alex ditelinga Rossa, seketika Rossa pun menjadi geli ketika terkena hembusan nafas Alex yang dingin ditelinganya.


Rossa yang sedari tadi terlihat santai langsung berubah tegang seketika, setelah mendengar bisikan yang barusan dilontarkan oleh Alex


" Oh itu em, a..aku hanya merasa ge..gerah saja, makannya tadi saat aku buang air kecil sekalian mandi, i..iyaa benar seperti itu, " ujar Rossa menjelaskan dengan terbata bata kepada Alex.

__ADS_1


Tanpa aba-aba lagi Alex mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Rossa dengan pelan lalu **********, Rossa langsung membulatkan matanya dengan sempurnya ketika Alex mencium bibirnya, Rossa yang kala itu tidak ahli dalam berciuman hanya diam saja, ia tidak membalas ciuman suaminya tersebut.


Alex yang sedari tadi merasa tidak ada balasan dari istrinya, seketika ia gemas kemudian Alex pun menggigit kecil bibir istrinya. Rossa langsung tersentak dan membuka mulutnya karena gigitan Alex, kemudian Alex menjelajahi bibir dan rongga mulut Rossa dengan leluasa, ciuman mereka semakin lama semakin panas, dan Rossa sedikit demi sedikit bisa mengimbanginya.


" Ah sial, aku jadi tidak tahan! " ujar Alex dalam hati.


Setelah lama berciuman dengan posisi berdiri keduanya melepaskan ciuman tersebut, karena nafas keduanya terengah-engah.


Setelah beberapa saat Alex pun sadar, lalu ia dengan segera menggendong Rossa, Rossa terkejut membulatkan matanya lebar.


" Apa yang dia lakukan, apa dia mau melakukannya sekarang? Rossa dengan pikiran kalutnya bergumam dalam hati, namun disisi lain ia juga sudah merasa sudah mulai panas dengan ciuman yang barusan ia lakukan dengan suaminya itu.


Dengan perlahan Alex merebahkan tubuh Rossa diranjang, kemudian ia sedikit membisikan sesuatu kepada istrinya tersebut.


" Apa kau sudah siap? " Alex bertanya dengan setengah berbisik ditelinga Rossa, Rossa yang masih terkejut hanya diam, ia tak tahu harus menjawab apa, apa lagi sekarang ia sudah menjadi seorang istri, ia harus bisa melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


" Kenapa kamu masih memangilku dengan sebutan pak, bahkan kita saja sudah menikah. "


" Eh em maaf, a-aku hanya..."


" Jangan lagi sebut aku pak, mulai sekarang biasakan menyebutku dengan sebutan sayang, paham! " seru Alex yang tak mau ditawar lagi. Ketika Rossa ingin membalas ucapan Alex, namun Alex langsung mencium bibir Rossa kembali. Rossa yang terkejut seketika membulatkan matanya dengan lebar kembali.


" Aaaa bagaimana ini, kenapa dia semakin ganas, aku belum siap. " pekik Rossa di dalam hatinya, lalu ia memajamkan matanya dengan denyup jantung yang tak beraturan seraya sedikit menggeliat.


Alex pun tersadar dengan tingkah Rossa barusan seperti berusaha menolak ajakan suaminya itu karena ia belum siap.

__ADS_1


Pada saat Alex sudah benar-benar sudah panas ia langsung melepas ciumannya dan merebahkan tubuhnya disamping Rossa, sontak membuat Rossa sedikit tersentak dengan nafas yang memburu, karena Alex menciumnya dengan sangat ganas.


" Hey kenapa wajahmu merah seperti itu? " tanya Alex yang pura-pura tidak tahu, sebenarnya Alex tahu jika Rossa malu begitu karena ulah dirinya. Alex pun terkekeh di dalam hatinya.


Rossa diam tak menjawab pertanyaan dari Alex, ia menghindari tatapan suaminya, kini wajahnya sudah merah merona seperti udang rebus, Rossa juga berharap-harap cemas bahwa Alex tidak akan melakukannya malam ini.


" Kenapa muka mu semakin merah? " tanya Alex lagi.


" Sudah ayo kita tidur, besok pagi kita akan berangkat ke Paris! " sambung Alex kembali, seketika Rossa pun menoleh ke arah suaminya itu.


" Ah apa jadi dia benar-benar tidak akan melanjutkannya. " batin Rossa.


" Jadi kau tidak akan melakukannya sekarang? " tanya Rossa sedikit heran, namun ia juga sangat lega. Kemudian Alex menatap Rossa dengan menaikkan satu alisnya, seketika Rossa yang sadar dengan ucapannya barusan dia menjadi malu.


" Mati aku kenapa aku berbicara seperti itu, aduh bodoh sekali kau ini Rossa, " umpat Rossa kepada dirinya sendiri di dalam hati.


" Melakukan apa? " tanya Alex yang pura-pura bodoh, sejujurnya ia tahu maksud istrinya itu, bahkan ia ingin sekali tertawa saat ini juga, namun Alex berusaha menahannya.


" Eh em tidak! tidak apa-apa lupakan saja, mari kita tidur, " ucap Rossa sebelum Alex membalasnya Rossa membalikan badannya memunggungi Alex. Alex yang mengerti hanya mengulum senyumnya sambil menahan tawa. ia menoleh punggung istrinya itu seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dan bergumam dalam hatinya.


" Lucu sekali dia jika tingkahnya seperti itu. "


Rossa yang tidur dengan posisi memunggungi Alex merasa tidak nyaman, sedari tadi ia hanya mengutuki dirinya sendiri sambil memjamkan matanya. Rossa benar-benar merasa sangat malu sekali dengan tingkahnya barusan.


Sejujurnya Alex ingin sekali menerkam istrinya tersebut, namun saat Alex mengetahui jika Rossa belum siap sepenuhnya, ia harus bisa menundanya dan melakukannya di lain waktu, sedari tadi Alex menghindari Rossa dengan cara menggodanya, dengan beruntungnya Alex masih bisa untuk memendam hasratnya yang mulai memuncak.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua tertidur pulas dengan nyamannya akibat kelelahan karena hari ini bagi mereka adalah hari yang paling melelahkan.


***


__ADS_2