
Sesampainya di rumah Rossa melihat mobil Alex terparkir rapi di halaman rumahnya, kelihatannya baru saja ia datang, sontak membuat Rossa mengernyitkan dahinya heran.
" Ngapain lagi dosen rese itu kesini lagi. " gumamnya malas.
Kemudian Rossa segera keluar dari mobilnya dan segera masuk ke dalam rumahnya. Namun, saat Rossa akan membuka pintu ia melihat Alex sudah dekat dengannya ia jalan terlebih dahulu dengan cepat. Alex yang melihat tingkah Rossa seperti itu ia memunculkan sedikit senyum sinisnya, Rossa yang melihat senyum Alex seperti itu ia menghentikan langkahnya.
" Mau apa kau kesini lagi! " ujar Rossa.
Namun Alex diam saja ia tetap berdiri di depan Rossa dengan dua tangannya di letakkan di saku celananya.
" Kau ini bisu apa gimana sih? " sambungnya kemudian.
Gesya yang mendengar suara teriakan di depan rumahnya langsung berlari kecil ke arah sumber suara itu dan membuka pintu rumah.
" Eh ternyata kalian berdua, sejak kapan berdiri di situ ayo masuk, " suara ajakan mamanya membuat Rossa terkejut.
" Ah mama mengagetkan ku saja, i iya maa. "
Mereka segera masuk dan Rossa mendahului Alex dengan cepat karena kesal dan melirik Alex sekilas dengan tatapan tajam, karena Alex selalu diam ketika ditanya, dan seperlunya saja ketika berbicara.
" Kalian tumben barengan, sengaja ya? " goda Gesya sambil tersenyum kepada mereka berdua.
" Enggk ma, cuma kebetulan saja tadi. " balas Rossa ketus, Alex yang dari tadi diam saja akhirnya ia membuka suaranya.
" Iya tante, tadi kita memang sengaja janjian, iya kan sayang? " ucap Alex yang menoleh ke arah Rossa.
Rossa terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut Alex, ia menatap Alex dengan tatapan tajam, ia begitu geram dengan apa yang di ucapkan Alex, Rossa ingin sekali memakannya hidup-hidup.
" Bisa-bisanya kau berbohong pada mama ku, dasar dosen gila, rese, dosen bermuka dua musim, sungguh mnyebalkan sekali kau ini! " gerutu Rossa dalam hatinya
" Nah seperti itu dong, mama sangat senang mendengarnya, " ucap Gesya yang tersenyum senang,
" Ya sudah ayo makan dulu. " sambungnya
" Papa dimana ma? " tanya Rossa yang merasa tidak ada kehadiran papanya.
" Papa mu masih di kantor sayang, sebentar lagi pulang kita di suruh makan duluan, " jelas sang mama, Rossa yang mengerti ia segera mengganggukkan kepalanya.
" Oh ya Nanti jadi jam berapa kalian untuk berangkat kebutik membeli gaunnya? " tanya Gesya disela-sela makan.
Uhuk..uhuk..
Rossa teresedak makannya karena terkejut, Gesya yang melihatnya langsung menyodorkan gelas yang berisikan air minum ke Rossa,
" Hati hati dong nak makannya, " ucap mamanya sedikit khawatir.
" Maksud mama cari gaun? buat siapa? " tanya Rossa dengan penasaran.
__ADS_1
" Ya buat acara pernikahan mu nanti lah sayang, ia kan nak Alex, " tutur Gesya sambil menoleh ke arah calon menantunya tersebut.
" Iya tante, habis ini kita cari gaun buat pernikahan kita, " ucap Alex santai.
" Cih dari tadi memanggil ku sayang sayang hanya di depan mamaku, dasar tidak tahu malu, aku rasanya ingin sekali memakimu dasar laki-laki bermuka dua musim. " batin Rossa kesal.
Rossa menatap Alex dengan tatapan tidak senang kemudian ia melanjutkan makannya dengan cepat, Alex yang merasa Rossa kesal pun hanya bisa menahan tawanya ia tetap mempertahankan sikap yang dingin saat di depan Rossa.
***
Sementara Reyhan ia pulang dari kampusnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dipertengahan jalan ponselnya bergetar.
Drtt Drtt Drtt.
" Apa? " ucap Reyhan menjawab panggilan itu.
" Maaf tuan Alex, saya mau menyampaikan kepada anda kalau keluarga Wiliams dan Fabricia akan menikahkan anak mereka dalam beberapa hari ke depan." Reyhan di buat terkejut mendengar penjelasan dari orang suruhannya itu. Namun, ia tetap memasang tampang dan suara tenang.
" Oke baik, terus awasi mereka dan kirimkan buktinya kalau mereka akan melangsungkan pernikahan. " ujar Reyhan, kemudian ia menutup panggilan itu.
Setelah mendengar penjalasan itu dan menutup panggilan dengan orang suruhannya langsung memukul setir mobilnya, ia sangat kesal dan tidak terima.
" ****, sial aku tidak akan melepaskannya, aku akan menggagalkan pernikahan itu. " gumam Reyhan sambil mengepalkan tangannya dan tersenyum sinis.
Kemudian Reyhan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan saat di tengah tengan perjalanan ia hampir saja menabrak seseorang perempuan, sontak membuat Reyhan segera menginjak remnya dengan cepat kilat.
" Sial! Hampir saja, siapa sih jalan gak pake mata." ucap Reyhan, lalu dengan kesalnya pun turun melihat gadis yang masih berdiri di depan mobilnya. Namun, gadis itu masih menutup matanya dengan kedua tangan.
" Eh kenapa aku tidak merasakan sakit apapun? apa jangan jangan aku sudah mati? tuhan tolong lah aku. " batin gadis itu.
Saat Reyhan melihat gadis itu yang masih menutup matanya dengan kedua tangannya, ia langsung menghembuskan nafasnya kasar.
" Hey wanita sialan! " teriak Reyhan
" Apa, siapa dia? apa malaikat? " gumam gadis itu dalam hatinya kembali.
" Maafkan saya malaikat tolong ampuni dosa saya. " ucap gadis itu yang menjawab ucapan Reyhan sambil menutup kedua matanya.
" Dasar wanita bodoh, aku bukan malaikat buka lah matamu kau masih hidup! " teriak Reyhan kembali dan membuat wanita itu terkejut.
" Oh iya kah? aku masih hidup? " lalu ia membuka matanya secara perlahan dan terlihat di depan matanya ada seorang pria tampan yang berdiri melihat ke arahnya.
" Wah siapa dia? apa jangan jangan malaikat dari surga. " batin gadis tersebut sambil melihat ke arah Reyhan dengan mata yang terbinar-binar.
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut gadis tersebut, iya benar-benar di buat takjub oleh paras dari Reyhan, hal itu membuat Reyhan kembali berteriak karena kesal.
" Dasar wanita bodoh, mengapa kau hanya dia dan melihat ku seperti itu! "
__ADS_1
" Eh.. kalau boleh tau, kau ini malaikat atau manusia sih? " bukanya menjawab malahan gadis itu bertanya dengan begitu lugunya, ia masih berfikir sebenarnya ia sudah meninggal atau belum, karena ia melihat sosok pria tampan seperti malaikat di depan matanya dan hal itu membuat gadis itu kebingungan, dan orang orang yang berlalu lalang di jalanan itu sudah terlihat sangat sepi sore ini.
" Ohh tuhan, kenapa dengan dadaku berdebar seperti ini sih. " batin gadis itu sambil memegangi dadanya.
Reyhan menggelengkan kepalanya sambil berdecak kesal, saat melihat tingkah gadis di depannya sedikit aneh.
" Sudahlah percuma bicara dengan mu, bisa-bisa aku menjadi gila. "
" Kau terluka atau tidak? " sambung Reyhan yang sebenarnya malas bertanya karena mengulur waktu.
" Jika iya, berobat sendiri dan aku akan beri kau uangnya. " sambungnya kembali dengan dingin sambil menyerahkan 5 lembar uang seratus ribuan dari dompetnya.
" Aku tidak apa-apa, kau simpan uang mu itu aku tidak membutuhkannya. " ucap ketus si gadis dengan kesal mendengar perkataan Reyhan.
" Ya sudah kalau begitu, kau minggirlah aku mau lewat. " ucap Reyhan sambil memasukan uangnya kembali ke saku celanya, kemudian ia berjalan mendekati mobil miliknya dan masuk lalu menutup pintu mobilnya dengan kasar, ketika ia sudah menghidupkan mobilnya tapi saat melihat gadis itu masih berdiri di depan mobilnya sambil melihat ke arahnya, Rehyan membunyikan klanson mobilnya dengan kasar.
Tiiiinn.. Tiiiinnn.. Tiiiinnnnn....
" Hah, iya iya bawel amat sih. " ucap gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya, lalu ia pun akhirnya berjalan dan pergi meninggalkan tempat itu,
" Kenapa aku harus bertemu pria garang seperti itu menyebalkan sekali. "
" Huh dimana sih pak Anto lama sekali, sudah dari tadi tapi belum datang juga. " guman gadis itu kembali yang kesal karena lama menunggu.
Gadis itu bernama Agnes Lovata, ia berumur 19 tahun sebentar lagi memasuki umur 20 tahun, ia anak perempuan dari Keluarga Lovata. Dokter pribadi keluarga Fabricia sekaligus adik ipar dari Fiky Fabricia, Agnes Lovata hari ini pulang dari luar negeri menuju keluarga Fabricia, ia sudah dianggap oleh keluarga Fabricia sebagai anaknya sendiri dan ia juga dianggap oleh Rossa sudah seperti adik kandungnya.
Tidak lama kemudian mobil pak Anto akhirnya datang, lalu pak Anto pun segera turun dan menghampiri Agnes.
" Sore nona Agnes, maaf nona saya telat, tadi terjebak macet dijalan. " jelas pak Anto merasa bersalah.
" Pak anto lama sekali, "
" Ya sudah tidak tidak apa-apa, ayo cepat pulang aku sudah kangen dengan mereka semua, " kata Agnes sambil berjalan mendekati mobil yang tadi di kendarai oleh pak Anto.
" Baik nona, mari. " sambil pak Anto berlari ke arah mobil.
Di sepanjang perjalanan Agnes masih teringang-ngiang dengan wajah Reyhan, namun ia juga teringat dengan sikap Reyhan yang dingin dan menyebalkan itu, dan ia pun kembali kesal.
" Kenapa sih aku ini, kenapa jadi memikirkan pria menjijikan itu, tapi kenapa tadi dadaku sedikit berdebar-debar ya, padahal sudah beberapa kali aku bertemu dengan pria tampan lainnya, tapi tidak seperti ini, " gumam Agnes dalam hatinya
Sekitar setengah jam perjalannan akhirnya mereka sampai di depan rumah mewah milik kediaman keluarga Fabricia
" Ah akhirnya aku sampai juga. " batin Agnes karena sangat senang dan ia pun melebarkan senyumnya.
" I am comming kak Rossa cantik, tante, om! " ucapnya setengah berteriak sambil berlari menuju rumah, pak Anto yang melihatnya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
***
__ADS_1