My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 3 - Dosen Killer


__ADS_3

Lagi lagi Rossa hampir telat lketika hendak berangkat ke kampusnya.


Sesampainya di kampus ternyata Rossa bertemu dengan Queen disana, mereka segera berjalan menuju ke kelas. Namun sedari tadi kedua gadis itu mendengar banyak sekali teman-teman di kampus yang membicarakan Dosen tampan.


Rossa berjalan tidak peduli, seolah gadis itu terlihat tidak tertarik dengan gosip teman-teman kampusnya. Akan tetapi berbeda dengan Queen, gadis itu sedikit memperlambat jalannya, karena dirinya begitu penasaran sambil mendengarkan ucapan teman-teman kampusnya tersebut.


" Sa, apa kau tidak penasaran dengan dosen yang mereka bicarakan itu? " tanya Queen yang saat ini berjalan beriringan dengan Rossa.


Sebenarnya Rossa juga sedikit penasaran tetapi dia berpikir itu tidak penting baginya, jadi Rossa memilih mengabaikannya.


" Tidak! " seru Rossa singkat.


Queen yang mendengarkan ucapan yang dilontarkan oleh sahabatnya itu hanya bisa menatap heran.


" Kau ini jika membahas tentang laki-laki pasti tidak akan tertarik, " tutur Queen kepada Rossa.


Rossa tetap diam saja, gadis itu tidak membalas ucapan sahabatnya tersebut.


Rossa dan Queen melanjutkan langkahnya sampai ke kelasnya masing-masing.


Beberapa kelaspun masih tampak sepi dan belum terlalu banyak mahasiswa yang memasuki kelas mereka.


" Ya sudah Sa aku ke kelas dulu, byee. " pamit Queen seraya melambaikan tangannya kepada sahabatnya tersebut.


" Oke Queen, aku juga bye. " Rossa membalas lambaian tangannya ke arah Queen.


Setibanya dikelas, Rossa menghentikan langkahnya, gadis itu berhenti tepat didepan pintu kelasnya, pandangannya saat ini terfokuskan pada seseorang yang sedang duduk sendirian dikelas sembari membaca buku.


Tanpa ragu Rossa kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah orang tersebut


Seseorang pria bertubuh tinggi, hidung mancung, rahang yang tegas sedang duduk seraya membaca sebuah buku yang ada diatas mejanya.


Laki-laki itu bernama Reyhan Saputra. Dia adalah putra dari salah satu pengusaha sukses.

__ADS_1


" Halo! " Rossa memberanikan diri untuk menyapa laki-laki itu sambil tersenyum. Akan tetapi sapaan Rossa malah diacuhkan oleh laki-laki tersebut.


Laki-laki itu tetap tidak bergeming, ia tetap fokus pada buku yang dibacanya.


Merasa percuma menyapa akhirnya Rossa memilih mengabaikan laki-laki itu, yang ia rasa begitu aneh dan sombong.


Rossa meletakkan tas miliknya diatas kursi depan laki-laki tersebut, gadis itu mendudukinya tanpa menegur laki-laki itu lagi.


" Astaga sombong sekali, bisa-bisanya aku bertemu dengan orang-orang aneh seperti ini lagi. " Rossa tersenyum getir.


Tanpa disadari oleh Rossa, laki-laki itu sempat melirik ke arahnya sebentar, ketika gadis itu sedang duduk memunggunginya.


Rossa membaca buku dengan damai, ketika dirinya merasa bahwa kelas belum dimulai.


Waktu sudah menunjukkan pukul 07.50 WIB. Rossa dikagetkan dengan para mahasiswa yang muncul dengan tiba-tiba, pada saat itu kelas langsung dipenuhi dengan para mahasiswi yang baru saja datang bersamaan dari luar.


" Gue duduk disini, pokoknya gue gak mau tau, gue harus duduk disini, lo minggir sana cari yang lain aja, " ujar salah satu teman kelas Rossa dengan suara sedikit meninggikan suaranya, sampai terdengar oleh teman yang lain.


Mereka meributkan sebuah bangku, sampai membuat Rossa yang melihatnya itupun hanya bisa heran.


Semua mahasiswa sudah menduduki bangkunya dengan rapi, hari ini kelas yang ditempati sudah full dengan banyakanya mahasiswi perempuan, tidak tahu apa yang terjadi.


Rossa hanya bisa menatap mereka semua dengan heran.


" Hari ini Dosen tampan bakal masuk ke kelas kita ini loh, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan dia, " ucap salah satu teman kelas Rossa dengan bahagianya.


" Ahh iya benar aku juga sudah tidak sabaran lagi, raut wajah Dosen tampan itu selalu terinang-inang di kepalaku " timpal teman satunya lagi sambil membayangkan wajah dosen tersebut.


" Eh Dosen tampan, seperti apa dia? sampai gadis-gadis dikampus ini hampir gila semua membicarakannya, kenapa aku jadi sedikit penasaran begini sih, " Rossa bergumam pelan.


" Dosen kita datang!" salah satu mahasiswa yang baru saja memasuki kelas berteriak, membuat semua mahasiwa yang ada dikelas itu segera duduk ditempat masing masing.


Para mahasiswi yang sudah berada di kelas itupun langsung kegirangan, mereka semua langsung menyiapkan diri, ada yang berdandan merapikan rambutnya, mengoles sedikit lipstik dibibirnya, ada yang bercermin, merapikan pakaiannya dan masih banyak lagi sedangkan para mahasiswanya, mereka tidak ada yang menggubris sama sekali, mereka tetap cuek dan melanjutkan aktivitasnya masing-masing.

__ADS_1


Dosen berjalan memasuki kelas, seketika suasana kelas menjadi hening


" Ehemm.... Selamat pagi semua, " ujar Dosen ramah, sembari berjalan menuju meja kursinya.


" Selamat pagi juga pak, " Jawab mereka semua bersamaan.


Saat itu Rossa tidak memperhatikan Dosennya, gadis itu sibuk mengambil salah satu buku didalam tasnya, ketika Rossa menoleh kearah Dosen, gadis itu langsung sangat terkejut, mata Rossa kembali terbelalak sempurna, ia sungguh tidak percaya dengan kenyataan yang ia lihat saat itu.


" Apa, itu kan laki-laki sinting yang kemarin pagi membuat aku jatuh, ja-jadi dia itu adalah Dosen killer yang dibicarakan mahasiswi dikampus ini, Astagaaaa, " batin Rossa dengan tidak percaya, ia menatap kearah dosen tersebut.


Alex Jordan Wiliams, biasa dipanggil Alex. Ia adalah seorang Dosen dan juga pembisnis sukses dengan usia yang masih terbilang muda. Dia berumur 28 tahun. Alex adalah dosen baru Dikampus Rossa, Dosen favorit bagi para kalangan gadis dikampus. Alex memiliki sikap yang acuh dan dingin, bahkan dirinyapun jarang untuk tersenyum kepada lawan jenisnya.


Dia memperkenalkan dirinya di dalam kelas.


" Perkenalkan nama saya Alex Jordan Wiliams, panggil saja Dosen Alex, " kata Dosen tersebut sambil menatap satu persatu mahasiswa di dalam kelasnya, dan ketika laki-laki itu fokus kearah Rossa sambil mengangkat satu sudut bibirnya itu untuk membentuk sebuah senyum sinis.


" Gawat kenapa dia menatapku begitu, tahu-tahu dia Dosen killer dikampus ini aku tidak akan mau berurusan dengannya, " umpat Rossa yang sedang mengutuki dirinya sendiri.


Terdengar bisikan dari salah satu mahasiswi yang duduk tepat di sebelah Rossa.


" Ya ampun ternyata namanya Dosen Alex ya, uh keren dan tampan sekali dia, aku ingin menjadi istrinya, " ujarnya.


" Aku juga mau kali, emang lo aja yang mau jadi istrinya, " sahut teman satunya lagi dengan begitu ketus, hampir semua mahasiswi membicarakan Dosen yang berdiri di depan kelas itu.


" Hey kau gadis yang duduk di bangku nomor tiga, tolong maju ke depan! " seru Alex sambil menunjuk ke arah Rossa, sontak membuat mahasiswa dan mahasiswu yang berada di kelas itu menatap ke arah Rossa semua.


" Hah sa-saya pak? " tunjuk Rossa pada dirinya sendiri, gadis itu langsung merasa gugup.


" Ya tentu, siapa lagi? " jawab Alex dengan ekspresi datar.


Rossa dengan ragu berdiri dari duduknya, dirinya begitu gugup saat ini, gadis itu berjalan menuju depan kelasnya. Rossa mendapat tatapan tajam dari mahasiswi yang ada didalam kelasnya tersebut.


" Tolong perkenalkan namamu ke semua teman-temanmu, dan kasih tau mereka apa agendamu hari ini, nanti gantian dengan yang lain satu persatu" ucap Alex dengan tegas.

__ADS_1


" I-iya pak, " jawab Rossa dengan terbata, sejujurnya gadis itu merasa sangat gugup dan malu karena disuruh untuk maju kedepan kelas.


***


__ADS_2