
Waktu berjalan dengan cepat, dimana Alex dan Rossa usai berpamitan kepada orang tuanya dirumah sakit, kini kedua pasangan pengantin baru itu akan melewati waktu perjalanan selama 16 jam lebih 15 menit.
Setelah menempuh waktu yang cukup lama, akhirnya pesawat pribadi milik keluarga Williams yang membawa Alex dan Rossa sudah mendarat dengan mulus dan selamat di bandara Charles de Gaulle Airport Paris-Prancis, membuat Alex segera mengajak istrinya untuk turun dari pesawat pribadi milik keluarganya tersebut.
Disanapun ternyata sudah disambut oleh beberapa orang suruhan keluarga Wiliams alias pengawal mereka yang dibayar hanya untuk melindungi kedua pasang pengantin baru tersebut.
Alex dan Rossa berjalan beriringan bersama, barang-barang perlengkapan mereka seperti koper dan sebagainya dibawa oleh seseorang, dia adalah sopir yang diutus untuk mengantar kedua pasang pengantin baru itu, untuk menuju ke sebuah hotel penginapan mereka berdua.
Rossa memakai pakaian santai dengan dres selutut berwarna putih serta riasan wajah yang terlihat sangat natural dan ia tidak lupa pula memakai sepatu sneakers putih kesayangannya, sementara Alex memakai pakaian santai juga, memakai kemeja putih yang dipadukan dengan celana hitam dan juga sepatu sneakers hitam berpadu dengan warna orange yang terlihat begitu keren, ditambah oleh kaca mata hitamnya yang membuat kharisma laki-laki itu semakin bertambah.
Suara hembusan angin dari arah barat berhasil menyapu sebagian rambut milik Rossa yang tegerai lurus itu, sampai berubah menjadi sedikit berantakan menutupi paras cantiknya.
" Mari tuan, nona, " ujar sang supir kepada kedua pasang pengantin baru itu untuk memasuki mobilnya. Tanpa basa-basi dan banyak bicara kedua pasang pengantin baru itu memasuki mobil tersebut.
Mobil sedan hitam yang mengkilat berhasil melaju dengan kecepatan sedang untuk menuju ke hotel Perancis yaitu Hotel Saint James Paris. Hotel itu adalah hotel yang dibangun berbentuk mirip seperti kastil kecil oleh Madame Dosne-Thiers pada tahun 1892, sebagai penghormatan kepada presiden prancis Aldolphe Thiers. Berada dibangunan neo-klasik ini bisa membuat kita seperti berada di bangunan berjouis dengan bangunan bertempo dulu, sebelum bangunan yang berada di Arondiaemen 16 Paris.
Dindingnya sendiri dilapisi oleh wallpaper khas, taman khas perancis dan mendapatkan pelayanan ala bangsawan, dari sinilah semoga kedua sepasang pengantin baru itu bisa mendapatkannya rasa nyaman liburan mereka, ini adalah tempat yang telah dipilih oleh Gesya terakhir kali dia berbincang bincang dengan suaminya dikamar sebelum pergi meninggalkan mereka semua untuk selamanya. Ia ingin putri kesayangannya merasa bahagia, dan tempat ini juga adalah tempan dimana dulu kedua orang tua Rossa Honeymoon.
Setibanya di Hotel Saint James Paris. Kini Rossa dan Alex segera turun dari sana, keduanya masih menjadi sorot mata setiap orang yang tidak sengaja bertemu dengan mereka, serasa sangat serasi sekali, siapapun yang melihat mereka mungkin akan iri.
" Apa kau kedinginan? " tanya Alex karena merasa anginnya sedikit kencang, karena sekarang sudah sore, langit putih sudah bergantian oleh senja Alex melihat istrinya itu hanya menggunakan dres anggun yang berwarna putih selutut, dan itu yang membuat ia bertanya dan sedikit khawatir.
Rossa menggeleng dengan capat, gadis itu menatap kagum sekelilingnya, sungguh indah, hotel yang akan ia tempati pun mirip seperti kastil kecil namun cantik, sepertinya Rossa akan nyaman selama berada didalam sana.
" Apa kita akan menginap disini? " tanya Rossa, tanpa memalingkan pandangannya menatap ke arah bangunan hotel yang berbentuk seperti kastil kecil tersebut.
Alex mengangguk dan membenarkannya, " Iya kita akan menginap disini, apakah kau suka? " Tanya Alex lagi, kali ini nada bicara laki-laki itu benar-benar lembut dan membuai dipendengaran Rossa.
Rossa mengangguk antusias, " Iya, aku sangat menyukainya sekali, " balas Rossa sambil tersenyum.
Tanpa disadari Rossa juga. Alex pun ikut tersenyum. Namun, senyum itu sedikit aneh, seperti ada ide baru yang muncul dipikirannya.
__ADS_1
" Bagus, kalau kamu menyukainya nanti malam kita bisa membuat anggota baru dengan nyaman disini, " ujar Alex sambil berbisik lembut tepat di telinga Rossa.
Dan itu membuat Rossa sedikit geli, juga seketika membuat tubuh Rossa berubah menjadi tegang, karena ia masih benar-benar berusaha mencerna perkataan dari suaminya tersebut.
" Mem-membuat anggota baru? Membuat anak? " batin Rossa yang akhirnya peka.
Pada akhirnya Alex tersenyum menang, lalu menarik salah satu tangan Rossa pelan dan membawanya untuk masuk ke dalam hotel tersebut. Rossa pun tanpa memberontak mengikuti langkah suaminya namun dengan tatapan yang masih tidak percaya dan juga takut ia berusaha menelan salivanya dengan kasar.
***
Alex dan Rossa memasuki hotel tersebut, setelah berhasil mereka berdua segera menuju ke kamar yang sudah disiapkan oleh orang rumah sebelumnya. Dan itu ketika Alex membuka kamarnya tersebut Rossa terperangah melihat isi kamarnya yang bergitu cantik, indah dipandang dimata, beberapa lilin menyala mengintari tempat tidurnya dan diatas kasur tersebut sudah ada bunga mawar merah bertebaran disana, harum semerbak bunga mawar tersebut menyeruak ke indera penciuman Rossa dan juga Alex, gadis itu dibuat begitu kagum.
" Indahnyaaaa.... "
" Apa kau menyukainya? " lagi-lagi Alex mengucapkan pertanyaan yang sama, karena Alex yang tak ingin Rossa tidak menyukainya, intinya apapun yang disukai Rossa, Alex akan menyukainya juga.
Rossa mengangguk Antusias, " Tentu aku sangat menyukainya, " balas gadis itu sambil beralih menatap ke arah suaminya, senyumannya yang mengembang dibibir mungil gadis itu telah berhasil meluluhkan hati Alex, ia merasa bahagia jika melihat istrinya bisa tersenyum ceria seperti itu lagi.
" Ya sudah ayo kita masuk! " ajak Alex.
Setelah itu mereka berdua memilih membersihkan diri masing-masing seperti biasa, Rossa masih malu-malu saat berdua dengan Alex karena gadis itu belum terbiasa.
Setelah selesai berganti pakaian dan berdandan, kini Rossa tidak tahu mau berbuat apa, ia sedikit takut dan meremas kuat-kuat tangannya, pikirannya entah tertuju kemana.
Alex yang baru selesai mandi dan juga berganti pakaian itu tidak sengaja menatap istrinya yang terlihat begitu khawatir, Alex bisa mencoba membaca pikir Rossa sehingga membuat laki-laki itu membuka percakapan diantara mereka.
" Habis ini kamu mau kita jalan jalan atau istirahat disini saja? " tanya Alex sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang di lilitkan dilehernya.
" Apa boleh jalan-jalan? " tanya Rossa dengan polosnya, membuat Alex langsung tersenyum.
" Tentu, "
__ADS_1
" Kalau begitu habis ini kita akan keluar untuk makan malam sekaligus jalan-jalan disana, " sambung Alex kembali.
" Benarkah? " tanya Rossa memastikan, senyumnya masih mengembang dengan tatapan mata yang berbinar, akan tetapi Alex malah menggeleng sebagai jawaban.
" Tidak! " ucap Alex sambil berjalan melewati Rossa yang tengah asik duduk didepan cerminnya.
Rossa kesal karena merasa dirinya telah dipermainkan, lalu ia berdiri meninggalkan meja rias itu melangkahkan kakinya mendekati dinding kaca luas disertai pintu disana. Rossa menyibakkan sebagian gorden berwarna gold itu untuk membuka pintunya dengan cara menggeser, setelah terbuka gadis itu melangkah keluar menuju ke balkon, ia sungguh dibuat kagum disana.
Tempat kamar Rossa ada dilantai dua, dia sekarang sedang berdiri di balkon depan kamarnya, sambil menatap area sekitarnya dengan banyak lampu yang berkerlap-kerlip dari gedung pencakar langit dan lampu jalan dikota paris. sambil ditemani oleh angin semilir yang membuatnya tenang dan rambutnya yang baru ia tata rapih sedikit berantakan kembali.
Ketika pandangan Rossa mengarah ke arah keluarga yang ada dibawah sana, mereka sangat terlihat bahagia sekali, ada papanya, mamanya serta satu anak perempuan. Rossa tiba-tiba teringat kembali dengan keluarganya, terutama mamanya, seketika raut wajah gadis itu kembali sendu.
Andai saja waktu bisa diputar kembali. Rossa tidak akan menyia-nyiakan waktunya bersama sang mama, jika tahu akan kejadiannya seperti ini. Rossa sangat menyesal pernah membantah ucapan mamanya, karena ia merasa belum bisa membahagiakan kedua orang tuanya, padahal cita-cita Rossa hanya ingin mama dan papanya bahagia.
Sampai tanpa disadari oleh Rossa, dari arah belakang ada seseorang yang sedari tadi mengawasi Rossa. Alex tahu keadaan Rossa saat ini, apalagi pandangannya sedang tertuju ke arah keluarga yang bahagia merayakan sebuah pesta kecil disana, Rossa jelas mengingat mamanya kembali.
" Ehem, jadi kita jalan-jalannya? " tanya Alex disamping Rossa dengan tiba-tiba membuat gadis itu sedikit tersentak.
Rossa menoleh sekilas pada Alex, lalu kembali membuang pandangannya ke arah lain, Alex tahu jika Rossa sedang kesal terhadapnya itu, ia malah memilih menggodanya.
" Jangan cemberut seperti itu, itu akan membuatmu cepat tua, " ujar Alex sambil memposisikan tubuhnya sama seperti Rossa mengadap ke arah depan.
Rossa hanya melirik Alex sekilas, tanpa ingin menjawabnya.
" Jadi tetap disini atau jalan-jalan, jika tetap disini, baiklah kita akan melakukan mala---- "
" Jalan-jalan! " sergah Rossa dengan cepat sebelum Alex melanjutkan ucapannya untuk sekedar menggodanya, dan Rossa tahu itu. Lagi-lagi Alex tersenyum penuh kemenangan.
Lalu detik kemudian Alex mengangguk dan tersenyum manis, membuat Rossa gemas sekaligus ingin menghajar habis-habisan suaminya itu.
" Dasar menyebalkan, " batin Rossa kesal sambil menggerutu tidak jelas.
__ADS_1
" Baiklah, ayo kita keluar, " ajak Alex sambil mempersilahkan Rossa untuk berjalan terlebih dahulu dan diikuti oleh Alex dari belakang.
***