My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 55


__ADS_3

Setelah melakukan sarapan pagi dan mereka berdua sudah siap, Aryan dan Zeline mengantarkan kedua anaknya pergi ke rumah sakit terlebih dahulu karena mereka ingin berpamitan kepada Fiky untuk berangkat Honeymoon ke Paris.


Karena sesuai permintaan papanya. Rossa hanya bisa menurutinya. Rossa tidak bisa menolak keinginan papanya lagi, bagaimana pun juga sekarang orang berharga yang ia punya hanya tinggalah papa Fiky setelah kematian mamanya. Meskipun disekitar Rossa sudah banyak yang menyayangi dirinya apa lagi sudah ada Alex yang kini sah menjadi suaminya. Tetapi Rossa tetap memprioritaskan sang papa.


" Oh ya ma, apa kita jadi berangkat sekarang? " tanya Alex kepada mamanya sembari berjalan beriringan dengan Rossa


" Ya iya dong sayang masa ditunda sih, semua sudah mama sama papa siapin loh, kalian tinggal berangkat saja, barang - barang kalian juga sudah ada mobil. " ujar Zeline sambil tersenyum.


Alex pun mengerti ia hanya mengangguk mengiyakan ucapan dari mamanya, semantara Rossa ia tetap terdiam dan hanya menurut setelah kejadian tadi pagi.


" Sayang kamu kenapa, ada masalah? " tanya Zeline kepada menantu kesayangannya itu.


" Mama, ah aku tidak apa - apa kok ma, " jawab Rossa dengan tersenyum kepada Zeline.


" Beneran sayang? " tanya Zeline memastikan, kemudian Zeline bergantian menatap ke arah putranya.


Alex yang mendapat tatapan tanya dari mamanya itu langsung mengkode dengan mengangguk samar, kemudian mama Zeline menghembuskan nafasnya pelan karena merasa bersalah.


" Sayang.. " Panggil Zeline dengan lembut, seraya tersenyum kepada Rossa.


" Iya ma, ada apa? " balas Rossa beralih menatap ke arah mama mertuanya itu.


" Emm mama mau minta maaf sama kamu sayang, soal tadi pagi, bukan maksud mama ingin membuat kamu kepikiran, mama tadi hanya mengodamu, mama tidak tahu kalau kamu akan seperti ini, mama tahu kamu pasti belum siap, karena kejadian tadi pagi mama minta maaf, karena sudah membuatmu salah paham sayang, " jelas Zeline dengan lembut, kemudian menatap Rossa dengan rasa bersalah.


Seketika Rossa pun terkejut dengan ucapan yang dilontarkan oleh mamanya itu, ia merasa tidak enak hati.


" Mama, Ro-rossa tidak apa-apa kok ma, kenapa mama bicara begitu Rossa seperti ini karena efek kemarin ma. Mama tidak perlu khawatir itu bukan salah mama, mama juga tidak perlu minta maaf, " ucap Rossa dengan sendu, ia benar-benar merasa bersalah atas tingkahnya kepada mama mertuanya.

__ADS_1


" Seharusnya Rossa yang minta maaf ke mama, mama tidak perlu minta maaf ke Rossa, " sambung Rossa kembali, ia menatap mama mertuanya dengan tatapan yang sedih.


Setelah mendengar ucapan dari menatu kesayangannya itu Zeline langsung tersenyum.


" Kamu tidak salah sayang, tadi kamu hanya salah paham kepada mama, mama tadi hanya bercanda. Mama minta maaf yaa, " ucap Zeline sembari tersenyum dengan tulus.


" Emm maafkan Rossa juga ma, " balas Rossa.


" Iya sayang udh mama maafin, tapi kamu juga sudah maafin mama kan? " Rossa segera mengangguk antusias.


" Benarkah kamu mau maafin mama sayang? " tanya Zeline memastikan, kemudian Rossa mengangguk lagi sambil tersenyum sebagai jawaban.


" Ah menantu kesayangan mama, terima kasih banyak ya sayang sudah mau maafin mama. " ujar Zeline sembari memegang tangan menantunya itu dengan antusias.


" Iya mama sama-sama, maafin Rossa juga ya ma, bukan maksudnya Rossa tidak mau melakukannya. Hanya saja Rossa masih belum siap sepenuhnya. " Rossa berucap dengan lirih sembari memeluk Zeline.


" Iya sayang tidak apa-apa, mama maklumi kok. " balas Zeline. Alex yang sedari tadi menatap ke arah kedua wanita didepannya sembari tersenyum tipis.


" Ehem, " deheman Aryan mengagetkan Rossa dan Zeline, kemudian kedua wanita itu melepaskan pelukannya.


" Papa ini mengganggu kita saja sih, " ucap Zeline kepada suaminya.


" Wah sampai kapan kalian berpelukan seperti itu sampai lupa ya kalau disini ada suaminya masing-masing, " ujar Aryan dengan nada menggoda istri dan menantunya tersebut, mereka semua tertawa, Rossa yang biasanya tidak ingun tertawa pun ikutan tertawa, ia merasa bahagia dan bersyukur mengenal dan mendapat keluarga sebaik mereka.


Setelah selesai dengan drama pagi ini, Rossa dan Alex bergegas berangkat menuju rumah sakit terlebih dulu untuk menemui Fiky, dan juga diikuti oleh Aryan serta Zeline dibelakang mobil mereka.


***

__ADS_1


Ketika mereka sudah sampai di rumah sakit ponsel milik Alex berbunyi, tertera nama yang ada di layar ponselnya itu bernama Asisten Lee.


Kemudian Alex sedikit menjauh dari Rossa dan orang tuanya untuk mengangkat panggilan tersebut.


" Halo tuan, " Seru Asisten Lee disebrang sana.


" Ya bagaimana Lee? " Alex bertanya sembari berjalan menjauhi ruang rawat papa mertuanya Fiky.


" Tentang kejadian tabrak lari Alm nyonya Gesya masih belum ketemu tuan, pelaku tabrak lari itu belum ketangkap mereka melarikan diri dan sekarang sedang bersembunyi, tadi pagi saya mendapat kabar jika mereka bersembunyi di kota B, " tutur Asisten Lee menjelaskan dari sebrang.


" Baiklah Lee urus semuanya, aku percayakan padamu arahkan beberapa orang-orang kita untuk menuju ke kota B mencari mereka, kalau perlu sewa beberapa orang khusus dari sana untuk ikut mencarinya, jika mereka sudah ketemu jangan sampai ada yang lolos lagi dan tunggu aku pulang dari Paris. Aku akan mengatasi mereka semua! " seru Alex dengan tegas.


" Siap tuan, saya sudah mengerahkan beberapa orang-orang kita untuk terjun kesana mencari mereka, " ujar Asisten Lee kepada Alex.


" Oke Lee kerja yang bagus! "


" Oh ya Le jangan lupa juga selidiki kejadian yang dulu sempat menyerang istriku, cari siapa dalangnya meskipun kita sudah tahu pasti itu ulah mereka tapi tetap saja kita harus menyelidikinya lagi untuk mencari banyak bukti, agar nanti kita mudah menangkapnya! " sambung Alex kembali dengan tegas.


" Baik tuan, "


" Bagus! " balas Alex dengan seringai tipis dibibirnya. Kemudian panggilan mereka pun berakhir.


" Baiklah kelihatannya kau ingin bermain-main denganku- jangan harap aku akan mengampunimu. " gumam Alex pelan sambil mengepalkan kedua tangannya, karena ia sudah sangat emosi dan muak dengan semua ini, mereka semua sudah melampui batas kesabaran yang dimiliki oleh Alex.


Alex pun mencoba meredakan emosinya, setelah reda Alex lalu kembali menuju keruangan papa mertuanya yang masih di rawat untuk menemui istri, orang tuanya dan juga mertuanya.


***

__ADS_1


__ADS_2