
Rossa menunggu Queen dilobi kampus, semalam Queen mengirim pesan kepadanya, memintanya untuk menunggunya disana.
Pada Akhirnya Rossa mengiyakannya meskipun dirinya masih sedikit kesal karena sebenarnya kemarin Rossa sudah lama menunggu Queen dilobi namun Queen tidak datang, malah yang datang adalah Aska.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara teriakan seorang gadis menyebut namanya dari ujung lobi tempat Rossa menunggu.
" Rosssaaaaaa.! "
" Ya ampun Queen, bisa tidak kamu tidak seperti itu, untung aku tidak punya penyakit jantung. " ujar Rossa terkejut karena teriakan dari sahabatnya tersebut.
Queen terkekeh, " Hehe maaf, aku kangen kamu, pasti kamu masih marah kan ke aku gara-gara kemarin kamu menungguku lama di lobi, maafin aku ya, kemarin aku telat waktu berangkat ke kampus. "
" Hmm siapa yang marah, aku tidak marah kok, " sahut Rossa sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Kata Aska kamu kesal gara-gara nungguin aku, tapi akunya tidak datang " ujar Queen merasa bersalah.
" Yaa sedikit, " Rossa yang menjawab ucapan Queen itu dengan sedikit ketus.
" Ahhhh udah jangan marah gitu ya Sa, kita baikan ya oke, " rengek Queen layaknya anak kecil, sambil menujukan raut wajah polosnya.
Rossa terdiam, ekspresi Queen yang seperti itu membuat Rossa sedikit tidak tega, gadis itu tetap menatap ke arah lain sambil menahan tawa. Queen masih menampakkan raut wajah melasnya.
" Iya iya baiklah aku maafkan dasar menyebalkan, aku hanya saja tidak suka menunggu. " ucap Rossa. Setelah mendengar ucapan dari sahabatnya itu. Queen gembira seakan terlepas dari bebannya yang besar, ia langsung tersenyum lebar.
" Benarkah kamu memaafkan ku? waaaa terima kasih banyak sahabatku, " ujar Queen sambil memeluk Rossa, kemudian dibalas yang sama oleh Rossa.
" Iya tapi kamu jangan mengulanginya lagi, lain kali jangan lupa kabari aku, " tutur Rossa membuat Queen mengangguk antusias.
" Iya aku janji, " balas Queen sambil mengangkat dua jarinya, pada akhirnya mereka berdua berjalan menuju kelasnya masing-masing.
***
Rossa pulang dijemput pak Anto seperti biasanya, sebelum Rossa hendak menuju parkiran, Tiba tiba saja Reyhan datang menghadangnya.
" Ada apa Reyhan? " tanya Rossa heran, namun Reyhan tetap diam dan dingin seperti biasa dengan tatapan datar.
" Emm aku mau pulang dulu, aku sudah ditunggu pak Anto supir ku, " sambung Rossa, namun Reyhan tidak bergeming dari posisinya, ia tetap berdiri di depan Rossa sambil menatapnya tajam, saat Rossa ke kiri Reyhan ke kiri dan begitu seterusnya.
Pada akhirnya Rossa pun kesal dengan apa yang di lakukan Reyhan kepadanya.
" Kenapa sih, ada apa? ada masalah? " bentak Rossa dengan nada tinggi karena ia sudah sangat kesal.
Tetapi Reyhan malah mendekatkan wajahnya, membuat Rossa mundur secara perlahan.
" Eh eh em, ma mau a apa kamu? " ucap Rossa dengan terbata bata.
__ADS_1
" Kenapa kau tolak perjodohan kita, apa kamu dan keluargamu sengaja ingin mempermainkan keluargaku? " ujar Reyhan dengan tatapan tajam, membuat Rossa menjadi merinding.
" Em maksud kamu apa, kemarin kamu kan tau sendiri dan juga sudah lihat semuanya, " balas Rossa yang berusaha menjawab setenang mungkin, walaupun sebenarnya ia mulai gemetaran.
Reyhan tetap diam, ia masih menatap Rossa dengan tatapan tajam, laki laki itu lebih mendekatkan wajahnya lagi.
Tanpa Reyhan sadari, tiba-tiba saja laki laki itu membuat bahunya seperti di dorong oleh seorang, membuat tubuhnya tergerser ditempat.
" Kenapa menganggu calonku! " seru Alex, ekspresinya datar menatap Reyhan.
" Ohh jadi kalian beneran pacaran, aku kira kalian cuma Akting saja kemarin, " Ujar Reyhan.
Untung saja kampus sudah sepi jadi tidak ada mahasiswa yang melihat mereka bertiga, jika ada mungkin sudah jadi tontonan dan bahan pembicaraan di kampus.
" Kemarin kau sudah jelas melihatnya sendiri bukan? " ujar Alex
Tanpa berbicara lagi Reyhan memilih pergi begitu saja meninggalkan Alex dan Rossa, tidak lama kemudian setelah kepergian Reyhan, Alex juga pergi meninggalkan Rossa sendirian, tanpa mengajak Rossa berbicara sepatah katapun, dan membuat Rossa kembali di buat bingung oleh keduanya.
" Mereka ini pada kenapa sih, sangat menyebalkan, " gumam Rossa dengan melangkahkan kakinya menuju parkiran sambil berlari kecil.
" Pak Anto, maaf sudah menunggu Rossa lama, tadi ada urusan sebentar didalam, " ujar Rossa setelah ia masuk ke dalam mobil. Ia trrpaksa berbohong dan tidak menceritakan kejadian sebenarnya.
" Iya, tidak apa apa non, "
Sesampai dirumah, Rossa langsung masuk kamarnya ia merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
" Hmm kenapa dia selalu datang tepat waktu, sudah seperti malaikat saja hahaha, tapi tidak apa lah yang penting aku terbebas dari pria dingin itu, " batin Rossa sambil membayangkan.
Tok tok tok...
" Sayang sudah pulang? " tanya Gesya sambil membuka pintu kamar Rossa yang tidak terkunci, membuat Rossa terkejut dan membuyarkan lamunannya.
" Eh mama, iya ma Rossa sudah pulang, ada apa ma? " jawab Rossa sambil bangun dari tempat tidurnya.
" Loh ko belum ganti pakaian sih nak, cepat mandi gih, ayo kita shopping mama bosen di rumah. " ajak Gesya.
" Beneran kita mau shopping ma? "
" Iya sayang, ya sudah cepat mandi, mama tunggu di bawah, " kata Gesya sambil belalu keluar dari kamar Rossa.
" Baiklah ma, siap! " balas Rossa dengan antusias, sambil berlari ke arah kamar mandi.
***
Rossa dan mama Gesya pergi menuju Mall terbesar di kotanya, ia dan mamanya membeli barang buat stok di rumah.
__ADS_1
Rossa pergi ke tempat jajanan camilan ringan, gadis itu mengambil banyak sekali makanan ringan untuk stok lemari es nya.
" Ma, Rossa ambil banyak tidak apa-apa kan ma? " tanya Rossa dengan mengambil salah satu snack kesukaanya.
" Iya sayang tidak apa-apa, kamu ambil yang banyak buat stok dirumah juga, " wanita itu membalas ucapan Rossa dengan tersenyum, seketika Rossa langsung bahagia.
" Ah terima kasih mamaku sayang, " ujar Rossa dengan senangnya sambil mencium pipi mamanya.
Cuupp...
" Eh anak mama tidak malu nyium mama di luar begini, " balas Gesya yang sengaja menggoda putrinya tersebut.
" Tidak dong ma, mama dan papa adalah kesayanganku, kalian super hiro-ku, " tutur Rossa dengan sedikit manja pada mamanya, Gesya yang melihat putrinya seperti itu langsung tersenyum.
Setelah mereka selesai berbelanja Gesya dan Rossa segera bergegas ke kasir untuk melakukan pembayaran belanjaannya.
Selesai puas di dalam mall tersebut, akhirnya mereka berdua memilih untuk pulang, tetapi saat mereka tengah asik berjalan ditengah keramaian, tiba-tiba saja Rossa tidak sengaja menabrak seseorang wanita disana.
Brukkk
" Heyyy.. " teriak seorang gadis yang tidak sengaja di tabrak Rossa.
" Astaga, maaf mbak saya tidak sengaja, " ucap Rossa yang berniat meminta maaf.
" Punya mata tidak sih mbak, sampai nabrak orang gini, " ujar wanita tersebut, ia sedikit meninggikan suaranya, sontak membuat pengunjung mall menatap ke arah empat orang tersebut.
Ternyata yang ditabrak Rossa ialah Clarissa, saat ini Clarissa sedang bersama temannya yang bernama Devina.
" Iya nih kayak jalannya sendiri aja, makanya punya mata tuh di pakek mbak, " sahut Devina ikut memaki Rossa.
" Bisa sopan tidak kalian! anak saya sudah minta maaf dan dia tidak sengaja kan! " sahut Gesya yang tidak terima karena Rossa dimaki oleh dua wanita itu.
Kedua wanita itu akhirnya menutup mulutnya rapat-rapat, setelah Gesya berhasil membentaknya.
" Kali ini aku diam saja kau memakiku di depan umum, karena aku sekarang bersama dengan mamaku, jika aku tidak sama mama mungkin kalian sudah aku cakar-cakar sampai habis wajahmu itu! " batin Rossa yang sebenarnya kesal pada kedua wanita yang ada didepannya tersebut.
Clarissa dengan kesalnya segera memunguti barang-barangnya yang berjatuhan. Namun, mulutnya tetap diam.
" Ya sudah sayang ayo pulang! " ajak Gesya. Rossa pun mengangguk, dan akhirnya mereka berdua pulang dari mall tersebut meninggalkan Clarissa dan Devina.
" Apa kalian liat-liat! " maki Claris kepada para pengunjung yang masih melihat ke arahnya, lalu ia dan Devina segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Awas saja kalian, kalian tidak tau siapa aku, ! gumam Claris dengan menahan rasa geramnya.
***
__ADS_1