My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 12


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan ini Rossa terus diantar jemput oleh supir pribadinya, hal itu justru membuat Rossa bosan, ingin sekali ia berangkat ke kampus membawa mobil sendiri, tanpa harus diantar orang lain.


" Pa mulai sekarang Rossa boleh berangkat sendiri ya, " ujar Rossa yang lagi duduk di kursi sebelah papanya.


" Tidak boleh, "


Ucapan papanya membuat Rossa menghentikan makannya sebentar, gadis itu menoleh kearah papanya.


" Kenapa pa? Rossa sudah sembuh, masa harus diantar sama pak Anto terus, " balas Rossa sambil mengernyitkan keningnya.


" Kamu tidak inget hal yang menimpa kamu tiga minggu yang lalu, kamu hampir celaka, papa tidak mau hal itu terjadi lagi, " jawab Fiky, membuat Rossa membungkam mulutnya tidak berani berkomentar lagi.


" Ahh iya aku lupa, kalau aku habis diserang orang gila tiga minggu lalu, " batin Rossa.


" Emm iya sudah kalau itu maunya papa, " lirih Rossa sambil menundukkan kepalanya melanjutkan sarapan paginya bersama orang tuanya.


" Cepat habiskan makanannya sayang nanti telat kamu, " sahut Gesya. Rossa pun mengiyakan ucapan mamanya tersebut dengan anggukan.


Setelah selesai dengan sarapan pagi, Fiky dan Rossa berangkat ketujuan mereka masing-masing pagi ini, tanpa perdebatan lagi.


***


Selama dikampus, Rossa melakukan aktivitas seperti biasa, hari ini tidak ada gangguan dari siapa-siapa termasuk dari dosennya itu.


Sampai waktu mata pelajaran kampus selesai. Rossa keluar dari kelasnya sendirian, hari ini ia tidak pulang bersama Queen karena Queen karena masih ada tugas dikelasnya.


Rossa berjalan keluar kampus, tiba tiba ia tidak sengaja berpapasan dengan Alex, tapi kali ini Alex mengacuhkan Rossa. Laki-laki itu berjalan melewati Rossa, Alex tidak berkata apapun dan bahkan tidak meliriknya sama sekali.


" Laki-laki aneh, kadang baik kadang ngeselin kayak balok es. " Gerutu Rossa sambil melanjutkan langkahnya.


Waktu berjalan dengan cepat, sudah hampir satu bulan, tapi Rossa belum juga memberikan jawaban kepada papanya perihal tantangan papanya dan soal perjodohan dengan putra keluarga Adinata.


Sementara keluarga Adinata, mereka terus-menerus menghubungi Fiky, menanyakan keputusan dan jawaban dari putrinya tersebut.

__ADS_1


" Bagaimana keputusan putrimu tuan Fiky? " tanya Adam disebrang sana, kali ini kedua orang itu berbicara lewat telepon.


" Sebentar tuan Adam, putri saya belum memberikan keputusan, mudah-mudahan besok putri saya akan memberikan keputusannya, "


" Baiklah, besok saya akan menelpon anda kembali, " tutur Adam kemudian panggilan mereka pun berakhir, membuat Fiky mendesah pelan.


***


" Bagaimana keputusanmu nak? " tanya Fiky pada Rossa yang melihat kedatangan Rossa pulang dari kampus, Fiky dan Gesya langsung mengajaknya berbicara secara tiba-tiba.


Rossa terdiam tanpa memberikan jawaban apapun, lidahnya begitu kelu.


" Keluarga Adinata terus menanyakan hal ini kepada papa soal perjodohan itu, kamu harus secepatnya memberi keputusan kepada papa. " sambung Fiky dengan tegas.


" Pa kasih Rossa waktu satu hari saja, besok Rossa janji akan memberi keputusan pada papa iya atau tidaknya, " ujar Rossa dengan sendu, membuat Gesya yang melihat ekspresi putrinya itu tidak tega. Namun, Gesya juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Fiky sendiri sebenarnya juga tidak tega, tetapi kali ini ia harus sedikit tegas terhadap putrinya tersebut, karena ia sudah memberikan waktu.


" Baiklah papa akan menunggunya, besok kamu harus beri keputusan pada papa, pikirkan matang-matang, apa yang papa lakukan sekarang ini untuk kebaikan mu, " tutur Fiky.


Tapi Rossa tidak menanggapi apa yang di ucapakan mama dan papanya lebih lanjut, ia memilih pergi dari sana dan meminta izin kepada Fiky dan Gesya untuk menuju kamarnya.


" Bagaimana aku bisa mencari pacar untuk mengindari perjodohan ini, ya tuhan aku bingung aku harus bagaimana, aku tidak mau di jodohkan, sementara waktu satu hari lagi, aku harus gimana.! " gumam Rossa dalam hati dengan lirih, ia termenung di dalam kamarnya mencari cara agar bisa terhindar dari perjodohan itu, akhirnya dia tersadar dari lamunanya untuk menemui Queen temannya mencari cara bersama dengan Queen agar terbebas dari perjodohan itu, dia segera bergegas dan keluar dari kamarnya menemui mamanya untuk pamit pergi kerumah Queen.


Pak Anto mengantarkan Rossa ke rumah Queen, sesampainya disana Rossa langsung keluar dari mobil lalu berlari memencet bel rumah Queen.


Ting Tong..!


" Iya tunggu sebentar, " sahut seseorang didalamnya.


Pintu rumah Queen terbuka, dan yang membukanya ialah Queen sendiri.


" Rossa? "

__ADS_1


Queen yang melihat Rossa segera memeluk sahabatnya tersebut, seketika Rossa juga membalas pelukan hangat dari Queen.


" Tumben kamu kemari sore-sore, ada apa sa? " Queen bertanya sambil menatap heran Rossa.


Rossa memasang wajah sendu. " Aku mau curhat nih, aku bingung harus cerita ke siapa lagi kalau bukan ke kamu, "


" Ya sudah ayo masuk, langsung ke kamarku saja, " ajak Queen semangat.


" Om dan tante kemana Queen? " tanya Rossa saat mereka berjalan beriringan menuju ke kamar Queen.


" Oh mama sama papaku, biasalah mereka lagi ke luar kota ada kerjaan mendadak, barusan mereka berangkat, " ujar Queen seraya mengambilkan minuman kemasan di lemari pendingin.


" Oohhh, " Rossa membulatkan mulutnya.


Sesampainnya di kamar Queen, Rossa tanpa ragu lagi langsung menceritakan masalah perjodohannya yang di rencanakan oleh papanya.


" Ya tuhan dijodohkan, dengan siapa kamu mau dijodohkan? " tanya Queen yang terkejut mendengar cerita dari Rossa.


" Katanya sih dengan putra keluarga teman papaku, aku sendiri juga tidak tau seperti apa dia, papa sama mama suka bilang kalau dia anak yang baik, iya bisa jadi dia itu baik hanya di depan papa sama mama saja tapi belum tentu nanti dia akan baik juga sama aku, " ujar Rossa mengeluarkan semua uneg-uneg dihatinya.


" Ya ampun Rossa, yang sabar ya, ah begini saja dari pada kamu bingung mikirin masalah perjodohan mu itu, mending kita jalan-jalan saja ke taman bagaimana? " tanya Queen yang berniat menghibur Rossa.


" Kapan? "


" Sekarang juga boleh, kita cuss, "


Sejenak Rossa terdiam " Emm boleh juga, aku pusing mikir masalah ini terus, eh tapi pak Anto?".


" Pak Anto mah gampang, kamu suruh saja dia pulang, nanti kamu aku yang mengantar pulang, " ujar Queen, membuat Rossa mengiyakan saran dari Queen.


Rossa segera menemui pak Anto di luar yang sedang menunggunya, sebenarnya pak Anto keberatan dengan permintaan anak majikannya tersebut, karena ia selalu teringat ucapan Fiky, jika dirinya tidak boleh lepas untuk terus mengawasi Rossa.


Tapi pada akhirnya pak Anto menepon terlebih dahulu papanya Rossa dan melaporkan permintaan Rossa, beruntung kali ini Fiky mengijinkan Rossa keluar dengan Queen.

__ADS_1


***


__ADS_2