
Keluarga Wiliams sampai di rumah mewah milik keluarga Febricia mereka bertiga disambut oleh asisten rumah dari keluarga Fabricia. Fiky terlihat begitu tidak sabar untuk menyambut kedatangan sahabatnya tersebut, dengan perasaan begitu bahagianya ia segera melangkahkan kakinya dan berpelukan dengan sahabat lamanya.
" Ya tuhan, kau Aryan hahaha, lama kita tidak berjumpa, " ujar Fiky selesai berpelukan dengan Aryan.
" Hahaha iya Fik, sangat lama kita tidak bertemu, " balas Aryan dan di sambut senyum hangat oleh Zeline istri Aryan Wiliams.
Kemudia Fiky bergantian menyapa dan menyalami Zeline.
" Zeline, senang bisa bertemu kembali dengan mu dan keluarga mu, " sapa Fiky kepada Zeline lalu menatap Aryan dengan raut wajah bahagia.
" Senang bertemu kembali dengan anda tuan Fiky. " balas Zeline sambil tersenyum hangat.
" Ah kenapa kita bicara di depan pintu begini ayo masuk kita berbincang bincang didalam, " tutur Fiky yang berniat mengajak keluarga sahabatnya itu masuk ke dalam rumahnya, lalu di balas anggukan sopan oleh mereka.
Mereka berempat berjalan menuju ruang keluarga, sesampainya disana mereka semua duduk dikursi masing-masing, kemudian bi Moey pun datang dengan membawa minuman dan juga camilan.
" Silahkan tuan besar, tuan, nyonya dan den Alex diminum, " ujar bi Moey sambil berjongkok sopan meletakkan minuman dan cemilan yang ia bawa di atas meja.
" Iya bi terimakasih " jawab Zeline sambil tersenyum ramah.
Setelah itu mereka berempat kembali asik berbincang-bincang dan bertukar cerita. Zeline tiba tiba menanyakan Gesya dan Rossa karena sedari tadi wanita itu tidak melihatnya serta ia begitu penasaran.
" Oh ya tuan Fiki, Gesya dan putri anda kemana? "
" Iyaa Fiky kemana mereka? " sahut Aryan yang ikut penasaran. Namun, Alex tetap diam saja ia hanya mendengarkan pecakapan orang tuanya sedari tadi.
" Ohh iya, sampai lupa aku bilang ke kalian, mereka masih di kamar putriku sebentar lagi mereka turun, " balas Fiky, Aryan dan Zeline pun mengangguk bersamaan mengiyakan ucapan temannya itu,
Tak lama kemudian Gesya dan Rossa akhirnya turun, mereka menuju ruang keluarga saat mereka berdua datang, membuat mata keluarga Wiliams menjadi terbelalak apa lagi Alex, ia tidak menyangka jika Rossa bisa jadi secantik itu.
" Hmm dia bisa cantik juga ternyata, hahaha apa dia sengaja ingin menggodaku, " batin Alex dengan sedikit menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman yang sinis.
" Wah Fiky ini putrimu? " tanya Aryan dengan menatap Rossa terkejut.
" Iya dia putriku, waktu kecil kalian datang dihari kelahirannya, " saut Fiky sambil mengingat kejadian dimasa lalu.
" Astaga cantik sekali putri anda, " sahut Zeline yang masih menatap Rossa dengan kagum.
__ADS_1
Hal itu justru membuat Rossa sangat grogi untuk menyapa mereka semua, tamu yang ada di ruangan keluarganya.
" Hay om, tante, kenalin nama saya Rossa, " ucap Rossa sambil memperkenalkan dirinya.
" Wah namanya aja sudah cantik sesuai dengan orangnya ya, " Zeline menyahuti ucapan Rossa.
" Hay sayang kenalin nama tante adalah Zeline, " ujar Zeline dengan senyum hangat saat menatap Rossa.
" Ada apa ini, kenapa jantungku berdetak dengan kencang saat bertemu dengan keluarga ini, kenapa tidak seperti saat bertemu dengan keluarga Adinata waktu itu. " batin Rossa dengan bertanya-tanya.
Tidak lama kemudian pandangan Zeline tertuju kepada Gesya, " jeng Gesya apa kabar? " sembari tersenyum lebar.
" Alhamdulillah kami baik jeng Zeline, lama tidak bertemu ya, " jawab Gesya tersenyum.
" Aku tidak menyangka kalau kau mempunyai putri secantik itu Fiky, pantas saja putraku menyukainya hahaha, " ujar Aryan dengan di sertai tawanya, sambil menoleh ke arah Alex, kemudian langsung di balas tawa juga oleh Fiky dan Gesya.
Membuat Rossa menjadi salah tingkah dan malu oleh ucapan-ucapan yang ada diruang keluarga tersebut, membuat wajah Rosssa bersemu merah, lalu Rossa menundukkan kepalanya.
" Sayang kamu kenapa? " tanya Zeline menatap Rossa.
" Eh ti-tidak apa apa kok tante, " balas Rossa yang wajahnya masih memerah karena malu.
" Maafkan kami hanya bercanda sayang, eh tetapi kamu beneran cantik banget kok, makanya anak tante suka sama kamu. " ucap Zeline kembali dengan tersenyum dan bergantian menggoda Alex.
" Loh ini dari tadi putra mama kok diam saja sih, sapa dong pacarnya, "
Alex terkesiap saat mendengar perkataan mamanya tersebut, dirinya sampai lupa menyapa Rossa sebagai kekasihnya, karena sedari tadi ia sibuk mengagumi kecantikkan Rossa, memang hari ini Rossa begitu cantik dan anggun.
" Iya ma, hay sayang. " Apa yang baru saja dilakukan oleh Alex itu justru membuat Rossa semakin kikuk dan malu.
" Ah apa ini, kenapa jantungku semakin berdetak kencang saat dia memanggilku sayang, duh Rossa sadarlah, " batin Rossa sambil menggigit bibir bawahnya.
Setelah selesai dengan canda gurauan mereka, pada akhirnya mereka semua membahas pertunangan Alex dengan Rossa.
Acara lamaran pun dilanjutkan.
" Baiklah, disini saya Aryan Wiliams papa dari Alex Jordan Wiliams ingin melamarkan putra saya dengan putri tunggal dari keluarga Fiky Febricia yang bernama ananda Febricia Rossaline. "
__ADS_1
Keluarga Wiliams berdiri di hadapan keluarga Fabricia. Alex pun ikut berdiri dan tanpa aba-aba dari kedua orang tuanya, laki-laki itu terlihat merogoh sesuatu disaku jasnya untuk mengeluarkan sesuatu, yaitu kotak kecil berwarna merah yang berisi cicin emas yang di hiasi dengan permata berlian berwarna biru yang sangat cantik, lalu Alex segera melangkahkan kakinya menuju ke arah Rossa, ia berjongkok dan memegang kotak cicin tersebut di depan Rossa.
" Mau kah kamu menikah dengan ku? " ujar Alex dengan nada santai dan sedikit tersenyum. Kali ini senyumannya sungguh berbeda, tersenyum lebih tulus dan hangat lebih tepatnya tidak sinis seperti biasanya.
Jantung Rossa berdebar sangat kencang.
" Apa, dia benar-benar melamar ku? oh tuhan apa aku benar-benar mimpi, aku harus apa, kenapa aku jadi gugup begini, ini kan sebenarnya hanya pura-pura saja, iya ini cuman bohongan tenang Rossa tenang, " batin Rossa mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Kemudian Rossa terlihat menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan nafasnya dengan pelan.
" I-iya aku mau menikah denganmu, " balas Rossa dengan gugup sambil menatap Alex dengan sedikit ragu.
Kini semua orang pun bertepuk tangan dengan senangnya. Fiky dan Gesya tersenyum dengan terharu, begitu juga sebaliknya yang dilakukan oleh keluarga Wiliams.
Kali ini kedua orang tua Rossa benar-benar merasakan jika putri kesayanganya sudah tumbuh menjadi dewasa.
Lalu dengan sigap Alex memasangkan cincin di jari manis milik Rossa tanpa ragu lagi, tetapi sejujurnya Alex sedikit gerogi dan dadanya juga berdebar-debar hebat.
Sebaliknya Rossa pun melakukan hal yang sama, ia bergantian memasangkan cincinya di jari manis Alex.
" Ah putri mama sudah dewasa, " ucap Gesya di dalam hatinya sambil menatap putri semata wayangnya itu, matanya pun terlihat berkaca-kaca dan melehkan butiran-butiran bening karena ia sangat bahagia.
Fiky yang mengetahui jika istrinya sedang menangis bahagia, ia tak segan memeluk sang istri, sambil mengusap pelan bahu istrinya tersebut.
" Apakah mama bahagia melihat anak kita bertunangan? " tanya Fiky dengan berbisik lirih di telinga istrinya dan dibalas anggukan oleh sang istri.
" Ayo cium dong sayang. " ujar Zenlie yang sengaja menggoda anaknya yaitu Alex. Aryan dan Fiky hanya bisa tersenyum hangat melihat kedua anaknya tersebut.
Tak banyak bicara Alex pun segera mencium kening Rossa, sontak membuat ke-empat orang tua tersebut tertawa bahagia, kini wajah Rossa benar-benar berubah menjadi merah merona, dadanya berdebar debar sangat kencang.
Rossa menatap Alex, akan tetapi Alex masih tetap bertahan dengan raut datarnya, sesekali ia menyunggingkan senyumnya sedikit tanpa menoleh kembali ke arah Rossa, hal itu justru membuat Rossa sedikit kesal dengan apa yang dilakukan oleh Alex tersebut.
" Maksud dia sebenarnya apa sih, dia udah melamarku tetapi sikapnya tetap begitu dingin, hem iya Rossa kamu harus ingat kalau ini cuma tunangan pura-pura saja. " batin Rossa yang masih terus menenangkan dirinya sendiri yang benar sangat tegang dengan situasi keadaan saat ini.
Rossa dan Alex menyalami ke-empat orang tuanya dengan sopan dan bergantian lalu mereka berdua kembali duduk ke tempat masing-masing semula mereka duduk.
Semuanya pun duduk kembali berbincang bincang dengan rasa senang dan bahagia hari ini, mereka semua akhirnya makan malam bersama yang sudah disiap kan oleh keluarga Fabricia sebelum acara pertungan itu di mulai.
__ADS_1
Selesai mereka makan bersama kini kedua keluarga besar itu pun berkumpul kembali setelah acara pertungan anak mereka selesai.
***