
Malam sudah berganti oleh pagi. Rossa pun segera turun ke lantai bawah untuk melakukan sarapan bersama keluarga kecilnya.
" Nak besok saat mendekati hari ketiga pernikahanmu dengan Alex, papa sama mama akan menghadiri rapat di luar kota sebentar, itupun tidak sampai setengah hari dan kamu disini dengan adikmu Agnes tidak apa-apa kan? " tanya Fiky di sela-sela makan, seketika Rossa menghentikan aktivitas makannya.
" Papa sama mama mau menghadiri rapat apa? kok tumben sama mama biasanya kan papa saja yang berangkat? " tanya balik Rossa sambil menatap papanya.
" Iya om sama tante mau rapat dikota mana? " sahut Agnes yang masih mengunyah makanan dalam mulutnya. Rossa yang melihat Agnes bicara sambil mengunyah makanannya menggelengkan kepalanya pelan
" Habiskan dulu makanan di mulutmu Agnes, setelah itu baru bicara, " tutur Rossa. Agnes yang mendengar teguran dari kakaknya itu hanya bisa meringis menunjukkan deretan giginya yang rapi.
" Hehe iya maaf kak aku lupa, " ujar Agnes sambil terkekeh.
" Papa mau rapat di kota B nak, itu hanya sebentar selepas itu papa sama mama langsung pulang, " ujar Fiky.
" Tumben mama mu ini pingin nempel papa terus nak, " sambungnya sambil tertawa kecil yang berniat menggoda istrinya, akan tetapi Gesya malah mengecutkan bibirnya, merasa tidak terima padahal kan yang mengajak untuk ia ikut adalah suaminya.
" Ih apa-apaan sih papa ini, mama gak gitu ya, kan papa yang mengajak mama tadi? " ucap Gesya membela diri.
Rossa yang melihat tingkah kedua orang tuanya pun hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum, ini adalah moment yang paling disukai Rossa, dimana ke akuran kedua orang tuanya. Ia merasa sangat bersyukur melihat orang tuanya tidak pernah bertengkar, itu sudah cukup membuat Rossa bahagia.
" Papa sama mama ini ada-ada saja sih, pagi pagi sudah ribut seperti anak Abg saja, " ucap Rossa sambil terkekeh dan berniat menggoda kedua orang tuanya.
Agnes yang mendengar obrolan mereka bertiga juga ikut tertawa, ia merasakan kenyamanan saat bersama dengan keluarga ini.
Gesya yang melihat anak-anaknya tertawa seperti itu berubah menjadi malu karena Fiky berhasil menggodanya. Namun, wanita itu tak lupa pula menyelipkan senyum hangat dibibirnya.
" Syukurlah tuhan kau sudah memberi aku keluarga harmonis seperti ini, meskipun dulu keluargaku pernah menghadapi kenyataan yang pahit, karena telah kehilangan anak pertama kami, dan saat kehilangan anak perempuanku yang pertama itu rasanya sangat sakit sekali tetapi syukurlah sekarang keadaannya sudah berbeda lagi, keluargaku sudah kembali harmonis, di saat aku dan suamiku kedatangan putri kecil yang telah hadir mengisi duniaku, aku dan suamiku merawatnya dengan penuh kasih sayang sampai ia sudah besar dan menjadi anak yang patuh terhadap kami, terimakasih tuhan rasanya aku sangat bahagia sekarang. " tutur Gesya dalam hatinya sambil tersenyum hangat membayangkan moment-moment bahagia keluarganya.
Tidak lama kemudian mereka semua kembali melanjutkan sarapan paginya dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Saat Rossa hendak berangkat ke kampus diantar oleh pak Anto, tapi sebelum Rossa melihat mobil milik Queen datang memasuki halaman rumahnya.
" Tumben ni anak nyamperin kemari, " gumam Rossa yang berhasil menghentikan niatnya untuk masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan oleh pak Anto.
__ADS_1
" Rossa jangan berangkat dulu, ayo bareng aku saja, " ujar Queen sambil keluar membuka pintu mobilnya.
" Tumben kamu nyamperin aku? " tanya Rossa keheranan.
" Memang tidak boleh ya jika aku nyamperin kamu, sekali kali lah haha, ayo lah aku ingin berangkat bersama mu terus ih, " ujar Queen, nadanya sedikit slay, membuat Rossa sedikit geli ketika mendengarkannya.
" Hilih apaan sih kau ini lebay banget. " ujar Rossa terkekeh geli, lalu keduanya tertawa bersama.
" Ya sudah ayok berangkat, oh ya mana om dan tante kok tidak keliatan biasanya kan tante mengantarmu sampai teras? " tanya Queen penasaran sambil menatap sekitar rumah Rossa.
" Ah itu mama sedang mempersiapkan keberangkatannya besok, entahlah akhir akhir ini mereka mau berduaan terus, mungkin lagi kangen masa masa abg nya kali, " ucap Rossa terkekeh lagi sambil membayangkan masa-masa Abg kedua orang tuanya.
" Astaga kau ini suka sekali menggoda orang tua mu yaa sa, " balas Queen menggelengkan kepalanya pelan sambil ikut tertawa, lalu mereka berdua berangkat bersamaan, setelah berhasil berbicara dengan pak Anto, agar pak Anto menyampaikan kepada kedua orang tua Rossa.
***
Kini Rossa dan Queen sudah berada di kampus, dan mereka berdua berjalan beriringan melewati koridor kampus. Akan tetapi, pada saat mereka sedang asik berjalan menuju kelasnya. Rossa dan Queen tidak sengaja berpapasan dengan Alex.
" Ya ampun, ganteng banget Dosen kita yang itu saa, " bisik Queen ditelinga Rossa. Namun, Rossa tidak menanggapi Queen, gadis itu malah menatap Alex dengan tatapan tajam.
" Eh i iya apa Queen? " balas Rossa gelagapan.
" Aku sedang berbicara dengan mu tetapi kamu malah melirik si Dosen itu terus, apa kau itu masih kesal terhadapnya, sudah Sa yang dulu lupakan sajalah, toh dia tidak sengaja menabrak mu waktu itu jadi lupakan saja, dan maafkan Dosen tampan itu oke, masa kamu nggak mau maafin dia sih, coba lihat deh dia tampan loh? " ujar Queen sambil sengaja untuk menggoda sahabatnya tersebut.
" Idih apaan sih, dasar Queen bicara yang tidak-tidak, " ujar Rossa, membuat Queen tertawa terbahak-bahak. Alex pun melewati Rossa dan Queen seperti orang yang tidak kenal, laki-laki itu beraura sangat dingin namun berkharisma.
" Dih tampan sih tampan tapi aku sudah muak dengan sikap dan kelakuannya. " batin Rossa sambil menyibir tidak jelas lalu melanjutkan kembali langkahnya.
Mereka berdua terus saja mengobrol, ketika sudah dekat dengan kelas mereka masing-masing, mereka berdua berpamitan karena berbeda kelas.
" Aku ke kelas dulu ya sa, bye. " ujar Queen berpamitan.
__ADS_1
" Baiklah aku juga bye-bye, " balas Rossa, lalu ia segera memasuki kelasnya, saat langkahnya akan melewati pintu tiba-tiba di sana sudah ada Reyhan yang sedang berdiri menjaga pintu kelasnya.
Reyhan menatap Rossa dengan tajam, laki-laki itu memasang ekspresi dingin, ketika Rossa ingin masuk namun Reyhan malah menghalanginya, sampai akhirnya Rossa kesal dengan kelakuan laki-laki yang ada didepannya sekarang.
" Minggir lah Rey! " seru Rossa. Reyhan tetap diam tidak membuka suaranya ataupun mengganti ekspresinya.
Rossa yang melihat Reyhan diam seperti itu hanya bisa menghembuskan nafasanya kasar.
" Hufttt...Kalau kau tak mau minggir, kau akan tahu akibatnya! " ujar Rossa mengancam, sambil menyunggingkan senyum liciknya.
Reyhan yang melihat Rossa tersenyum seperti itu langsung mengernyitkan dahinya heran, tanpa aba-aba lagi Rossa menendang barang berharga milik Reyhan menggunakan punggung kakinya. Reyhan yang mendapat serangan tiba-tiba dari Rossa itu seketika terkejut ia hanya mengaduh menahan sakit.
" Aduhhhhh, " Reyhan memegangi bagian selangkanganya lalu ia tertunduk dilantai sambil meringis kesakitan. Rossa yang melihat Reyhan kesakitan langsung tertawa.
" Hahaha rasain, enak bukan? "
" Lagian kau ada-ada saja, menghalangi jalanku segala, " sambung Rossa dengan ketusnya, lalu ia kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kelas, tetapi dengan cepat Reyhan pun segera menarik dan menahan pegelangan tangan Rossa, untung saja keadaan di kelas mereka masih sepi belum ada yang datang.
" Eh apa sih main tarik-tarik aja, " ujar Rossa kesal.
Reyhan segera berdiri didepan Rossa dengan tatapan yang membunuh. Rossa berusaha tenang saat melihat Reyhan seperti itu ia langsung melangkahkan kakinya mundur secara perlahan, bahkan Rossa menelan salivanya dengan kasar.
" A..apa yang akan kau lakukan, pergi Rey jangan mendekat! " kata Rossa sambil mendorong tubuh Reyhan, namun sia-sia tubuh Reyhan terlalu kuat sehingga Rossa tak bisa mendorongnya, kali ini ia terjepit di balik pintu kelas karena ulah Reyhan.
Reyhan tetap diam tanpa bersuara, dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Rossa, saat wajah Reyhan dengan wajah Rossa hanya berjarak beberapa inci saja tiba-tiba saja bel kampus berbunyi dan Reyhan berdecak kesal.
" ****.. kali ini kau aku lepaskan, tapi lain kali tak akan ku lepaskan, karena kau sudah berani membatalkan dan menolak perjodohan kita waktu itu, " tutur Reyhan yang mengancam Rossa.
" Lah aku kira dia tidak mau juga dijodohkan denganku, jadi dia marah kepada ku hanya aku menolak lamarannya waktu itu, tapi kan dia juga terlihat menolaknya bukan, dan dia juga diam saja waktu itu. " batin Rossa heran.
Sebelum teman-teman di kelas mereka datang Reyhan segera menjauhkan tubuhnya dari Rossa, ia berjalan ke arah mejanya. Rossa pun seketika menjadi gugup serta takut, tiba tiba ia merasakan detak jantungnya berdetak dengan sangat cepat, gadis itu sedikit takut saat melihat tatapan membunuh dari Reyhan terhadapnya.
__ADS_1
Rossa melangkah kakinya pelan menuju mejanya tepat di depan meja milik Reyhan. Rossa tidak berani menatap Reyhan dan juga tidak berani berbicara sepatah katapun.
***