My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 61


__ADS_3

Keesokan harinya, Rossa mulai mengerjapkan matanya, lagi lagi ia merasakan sensasi yang berbeda, malam tadi tidurnya terasa nyenyak sekali.


" Ah sudah pagi ternyata, " Rossa berujar lirih, ia berniat untuk bangun namun ternyata niatnya diurungkan ketika Rossa menyadari bahwa lengan Alex melingkari tubuhnya.


Alex tidur dengan posisi memeluk istrinya, bahkan gerakan pelan Rossa tidak membuat diri laki laki itu bangun dari tidurnya.


" Apa semalam aku sama dia tidur dengan posisi seperti ini, " gumam Rossa.


Ketika lagi asik bergelut dengan pikirannya sampai sampai ia tidak menyadarinya jika sebenarnya Alex sudah bangun dari tidurnya. Namun, Alex hanya melirik istrinya saja, ia enggan untuk bangun bahkan dipikirannya terblesit untuk menjahili Rossa.


Perlahan Rossa memindahkan tangan suaminya dari atas perutnya, ketika ia hendak berdiri tiba tiba saja suara Alex berhasil mengejutkannya.


" Mau kemana? " Alex bertanya suaranya masih serak khas bangun tidur.


Rossa membalikkan tubuhnya untuk menatap Alex, " Mau bersih bersih. "


" Jangan kemana mana dulu kemarilah aku ingin memelukmu, " ujar Alex.


Rossa mengernyitkan dahinya, ia berfikir mungkin Alex sedang mengigau.


" Kenapa? " Rossa bertanya.


" Kemarilah, " ujar Alex.


Akhirnya Rossa menyetujuinya, ia kembali keranjang, namun posisinya duduk.


" Kau sakit? " Rossa bertanya karena ia penasaran, sedari tadi Alex berbicara dengan posisi masih sama, bahkan tidak bangun.


" Ya kepalaku sedikit sakit, " ujarnya.


Rossa terkejut, sontak tangannya memegang kening Alex.


" Tapi dia tidak demam, " Rossa bergumam.


Pada saat Rossa sedang memeriksa keadaan Alex, tiba tiba saja tangan Rossa ditarik olehnya.


" Ehhhh, "


Rossa terjatuh diatas tubuh Alex, pandangan mereka saling bertemu.


Lama mereka beradu pandang, sampai akhirnya Alex tersenyum dan Rossa yang gugup segera bangun.


Kini Rossa merasa malu, bahkan dirinya tidak ingin menatap Alex saking malunya Rossa memunggungi suaminya. Alex melihat tingkah Rossa hanya tersenyum, kemudian ia bangun dari tidurnya untuk duduk.


" Kenapa? " tanya Alex.

__ADS_1


Rossa menggenggam tangannya, jari jemarinya meremas satu sama lain.


" A aku ingin ke kamar mandi dulu, " Rossa menjawab.


Pada saat hendak bangun dengan cepat tangan Rossa ditarik lagi oleh Alex.


" Apa ini, " ujar Rossa.


Tepat dihadapan Alex, Rossa membulatkan matanya.


" Mau kemana, sudah aku bilang temani aku sebentar, " kali ini suara Alex membuat bulu kudu Rossa berdiri.


" Kenapa dia seperti ini, matanya.. " gumam Rossa.


Tanpa Rossa sadari lama kelamaaan ia juga ikut terbuai dengan Alex, karena tangan Alex mulai meraba tubuh belakangnya.


Untuk pertama kalinya Rossa merasakan sensasi aneh ditubuhnya, reaksi sentuhan tangan Alex ditubuhnya membuat dirinya menggeliat kecil, namun entahlah Rossa tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata.


" Apa kamu masih belum siap, " ujar Alex, matanya seperti hendak menerkam istrinya.


Rossa menelan salivanya dengan berat, ia menatap suaminya dengan gugup. Jantungnya tidak bisa di kontrol.


" A-aku.. " merasa susah memberi keputusan, Alex yang memahaminya pun mengerti.


" Baiklah aku faham, ya sudah kamu boleh ke kamar mandi, " Ujar Alex menarik tubuhnya kembali sedikit menghindari Rossa.


Alex hendak berdiri, tubuh kekarnya begitu membuat gairah Rossa bergejolak, ketika Alex hendak pergi dari sana untuk menuju ke sofa, suara Rossa berhasil menghentikannya.


" Tunggu, "


Alex menghentikan langkahnya, sebenarnya Alex hanya ingin menghindari Rossa sebentar, karena hasratnya ketika melihat istrinya itu rasanya ingin segera ia terkam, namun Alex harus mengertikan Istrinya terlebih dulu, laki laki itu tidak ingin memaksa atau memberatkan istrinya untuk melayaninya. Ia tidak boleh egois.


Lama Rossa menjawab dan akhirnya ia memberi jawaban.


" Aku sudah siap, " Rossa bertutur kemudian ia menundukkan kepalanya, karena Rossa sedang malu.


Alex yang mendengar jawaban Rossa seketika terdiam.


Alex menatap Rossa lekat, lalu Rossa bergantian memberanikan diri untuk menatap Alex, dan akhirnya mereka berdua saling bertatapan.


Hening sesaat mereka berdua sama sama sedang berada dalam pikiran masing masing.


" Kau yakin? " Alex bertanya dan Rossa pun mengangguk mengiyakan.


Mendengar jawaban dari istrinya tersebut, senyum Alex menggembang. Laki laki itu kembali mendekati Rossa yang masih berdiri didekat ranjangnya.

__ADS_1


" Kau yakin sudah siap, aku tidak ingin memaksa atau membuatmu terpaksa untuk melayaniku, " ujar Alex memastikannya lagi.


Rossa memberikan jawaban yang yakin, karena dipikir pikir ia memang harus melayani suaminya karena itu sudah kewajibannya sebagai seorang istri.


" Iya aku sudah yakin, aku siap, " ujar Rossa malu malu.


" Benarkan, apa alasan kamu mau melakukannya? " Alex bertanya lagi.


" Karena ini kewajibanku sebagai seorang istri, " ujarnya lirih.


Kali ini Alex tersenyum bahagia, ia sudah puas dengan jawaban Rossa, karena saking senangnya keinginannya bisa terwujud hari ini, Alex langsung membopong tubuh Rossa untuk ia letakkan ke atas ranjang.


Rossa tersentak ketika tubuhnya tiba-tiba di bopong oleh suaminya, Rossa yang sudah pasrah itu pun membenamkan wajahnya didada bidang Alex yang masih terbalut oleh baju tidur.


Dengan pelan Alex membaringkan tubuh Rossa diranjang, Alex yang sekarang berada diatas tubuh Rossa dengan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya sambil memandangi wajah cantik milik istrinya tersebut, apa yang dilakukan oleh Alex membuat pipi Rossa mulai memerah karena ulahnya.


Rossa yang malu karena ditatap oleh suaminya itu segera memalingkan wajahnya, dengan perlahan Alex menurunkan sedikit badannya dan menggapai wajah Rossa menggunakan tangannya dengan pelan agar ikut menatapnya.


Pandangan mereka pun bertemu lagi, namun pada saat Alex hendak menyentuh Rossa tiba tiba saja Rossa menghentikannya.


" Aku malu, " Rossa berujar polos, wajahnya memerah seperti tomat.


" Kenapa malu? " Alex bertanya sembari tersenyum. Istrinya tersebut sungguh menggemaskan.


Rossa terdiam pipinya semakin memerah.


" Bisakah kita mulai sekarang, aku mau meminta ijin kepadamu? "


Rossa terdiam, ia hanya mengangguk malu malu, melihat jawaban istrinya tersebut, Alex hendak menciumnya, namun Rossa menghentikannya lagi.


" Sebentar, katanya kau tadi pusing? " Rossa berani bertanya ketika Alex hendak menciumnya, matanya memincing, mengintimidasi suaminya tersebut.


Sebenarnya jantung Rossa berdetak sangat keras, alih alih ia mengajak Alex berbicara agar suaminya itu tidak mendengar detak jantungnya yang sedang bergejolak tidak karuan.


Alex tersenyum, " Tidak, aku tadi hanya ingin mengerjaimu saja, "


Mendengar jawaban Alex, Rossa menatap Alex sedikit tajam.


Rossa sedikit kesal lantaran Alex mengerjainya, namun kekesalan itu tiba tiba sirna tatkala tangan Alex kembali meraba tubuhnya.


Mereka berdua saling bermesraan, Rossa yang awalnya gugup semakin lama semakin terlihat mengikuti Alex.


" Aku sudah tidak tahan, apa aku boleh melakukannya sekarang, " Alex berbisik ditelinga Rossa setelah mereka berdua saling bermesraan.


Gairah Rossa sendiri juga sudah memuncak, tubuh Rossa semakin merinding, tidak lama Rossa mengangguk, kemudian mereka berdua saling bercinta.

__ADS_1


***


__ADS_2