My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 9


__ADS_3

Hari ini sudah mulai beranjak malam, matahari sudah tidak menampakan sinarnya lagi tetapi Rossa belum juga pulang, membuat kedua orang tuanya semakin khawatir.


" Pa gimana dengan putri kita, Rossa belum pulang juga padahal hari sudah malam? " tanya Gesya khawatir.


" Tenang ma, sebentar lagi kita akan cari Rossa ma, papa sudah menyuruh orang suruhan papa untuk mencari putri kita, papa juga khawatir sama saja dengan mama, apa lagi sudah jam segini Rossan belum pulang juga ma, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Rossa, " ucap Fiky meyakinkan istrinya.


" Iya pa semoga Rossa baik baik saja, " ujar Gesya sambil menyematkan banyak doa dihatinya agar tidak terjadi apa-apa dengan putri semata wayangnya tersebut.


Ketika mereka hendak pergi dari rumah untuk mencari Rossa, Fiky dan Gesya melihat mobil Ferari hitam memasuki halaman rumahnya.


Fiky yang tidak tahu siapa pemilik mobil tersebut hanya menatap mobil Ferari itu dengan heran, seketika keningnya berkerut halus.


" Mobil siapa itu pa? " tanya Gesya lirih, ketika wanita itu menyadari bahwa ada mobil asing memasuki halaman rumah mereka.


" Papa juga tidak tahu ma, papa tidak mengenal mobil itu, hemm beraninya malam-malam ada orang asing yang datang ke rumahku, " batin Fiky menatap tajam mobil tersebut.


Namun, sebelum Fiky berpikir macam macam lagi, laki laki itu beserta istrinya terkejut saat melihat siapa yang baru saja turun dari mobil tersebut.


Terlihat putri semata wayangnya turun dari mobil, dituntun oleh seorang pria muda. Sontak membuat Gesya yang melihat pemandangan itupun segera berlarian kecil menuju Rossa.


" Ya tuhan putriku, mama sangat khawatir sama kamu nak, kamu dari mana saja sayang, apa kamu tidak apa-apa? " ujar Gesya sembari memeluk Rossa dengan hangat.


" Maafin Rossa ma, Rossa sudah membuat kalian Khawatir, tadi Rossa.... "


" Permisi om, tante, biar Rossa istirahat dulu nanti akan saya jelaskan didalam, saya adalah Dosen Rossa dikampus, " Alex memotong perkataan Rossa, saat gadis itu hendak menjelaskan kepada orang tuanya. Alex menganggukkan kepalanya pelan kepada mereka semua.


Fiky dan Gesya mengangguk bersamaan, pertanda setuju, sebelumnya pria itu mengamati laki-laki yang telah mengantarkan pulang putrinya tersebut.


" Sebentar! " ujar Fiky menghentikan langkah mereka semua.


" Ada apa pa? " tanya Gesya yang keheranan.


" Apa namamu Alex, anak dari Aryan Wiliam? " Tanya Fiky sembari mentap Alex, membuat Alex sedikit terkejut.


" Om kenal dengan saya dan papa saya? " tanya Alex memastikan, Fiky mengangguk antusias.


" Ya, saya sangat kenal sekali dengan papa kamu, saya om Fiky apa kamu sudah lupa sama om, kamu benar anak Aryan wiliams bukan? " Fiky kembali bertanya.


Gesya dan Rossa kebingungan, sebenarnya Rossa sedari tadi berpikir jika papanya akan marah besar kepada Alex, ternyata dugaan Rossa salah.


" Ada apa ini pa, papa kenal sama pria muda ini? " sahut Gesya penasaran, Fiky pun mengangguk yakin kepada istrinya.


" Iya om, saya adalah putra Aryan wiliam, " sahut Alex sambil mengingat-ingat siapa lelaki yang di depannya itu.


Seketika Gesya yang mendengar ucapan Alex itu begitu terkejut, ia tak menyangka bahwa laki laki muda itu adalah anak dari sahabatnya dulu.


" Apa kamu lupa sama om nak? " tanya Fiky seraya tersenyum lebar.

__ADS_1


" Ahh iya aku ingat, om ini om Fiky Fabricia ya, dari keluarga Fabricia sahabat papa? " ucap Alex saat laki laki itu berhasil mengingat siapa laki-laki yang ada di depannya tersebut.


" Nah kamu sudah ingat om nak, " balas Fiky sembari tersenyum.


" Ya ampun om, maafin Alex lupa sama om, Alex baru ingat, om ini adalah om Fiky sahabat papa? "


" Hahaha iya nak Alex, lagian wajar kalau kita sama-sama lupa karena sudah belasan tahun kita tidak bertemu, tapi om masih ingat betul wajahmu dari kecil, makanya waktu om pertama melihatmu langsung bertanya apa kamu anaknya Aryan, atau bukan. " Balas Fiky sambil tertawa.


Lalu mereka berdua langsung bersalaman dan saling berpelukan.


" Kok bisa anak om sama kamu nak? " tanya Fiky.


" Nanti Alex jelasin om, biarkan Rossa istirahat dulu, " balas Alex sambil menatap ke arah Rossa sekilas.


" Oh iya, baiklah nak, ya sudah mari masuk nak, " ucap Fiky kepada Alex.


" Mama bawa Rossa ke kamarnya dulu ya biar dia istirahat, " ujar Fiky, dan istrinya itu mengiyakannya.


" Iya pa, yuk sayang kita ke kamar, hati hati jalannya, " ujar Gesya sambil menuntun Rossa menuju ke kamarnya. Rossa hanya mengangguk dan mengiyakan ajakan mamanya tersebut.


Sebelum laki-laki itu mengobrol dengan Alex, Fiky lebih dulu mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


" Yoga berhenti mencari putriku, bilang juga pada semua orang, kalau nona sudah pulang dengan selamat, " ujar Fiky tegas pada seseorang yang berada di ujung telepon.


" Baik bos, " sahut Yoga disebrang sana. Fiky langsung mematikan telponnya.


" Nak Alex, silahkan duduk dulu, " ucap Fiky mempersilahkan putra dari sahabat lamanya itu untuk duduk.


Bibi Moey pun datang dengan membawa dua cangkir kopi dan makanan ringan kemudian ia letak kan cangkir tersebut di atas meja.


Bibi Moey merasa senang dengan berita jika putri majikannya itu sudah kembali pulang, membuat ia juga ikut merasa lega.


" Mari tuan besar, tuan muda silahkan di minum kopinya, " kata bibi sambil berjongkok saat meletakan kopi dan dan makanan ringan untuk majikannya.


" Iya bi terima kasih, bibi boleh kembali, " balas Fiky.


***


Rossa pov.


Rossa sudah sadar dari pingsannya, gadis itu membuka matanya perlahan sambil memanggil mama dan papanya tetapi tidak ada jawaban dari siapapun disana.


" Aku ada dimana ini? " gumam Rossa seraya bengun dari tidurnya.


" Aduh, kenapa kepalaku sakit sekali, " pekik Rossa sambil memegangi kepalanya yang pusing, mungkin itu efek suntikkan obat yang sempat dokter Arka berikan.


Rossa masih dalam keadaan kebingungan, gadis itu masih mengeluh merasakan sakit di kepalanya, tetapi pada saat ia hendak turun dari ranjang. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, muncul seseorang laki-laki tak asing bagi Rossa.

__ADS_1


" Sudah sadar kamu? " tanya Alex sambil melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur Rossa.


" Hah dosen, aku dimana sekarang, kenapa kepalaku sakit, " ujar Rossa, gadis itu tidak ingat dengan kejadian beberapa jam lalu yang hampir saja mencelakai dirinya. Tapi Alex tidak menjawab pertanyaan yang Rossa lontarkan untuknya itu.


Merasa tidak ada jawaban dari Alex. Rossa berniat beranjak dari tempat tidur, tetapi dengan cepat Alex mencegahnya.


" Diam dan Istirahat lah terlebih dahulu, jangan di paksakan, kau masih belum sembuh, " ujar Alex mencegah Rossa, kali ini laki laki itu berbicara dengan nada lembut.


" Hmm bisa berbicara lembut juga ternyata dia. " gumam Rossa dalam hati.


" Sekarang makanlah, setelah ini kamu akan aku antar pulang ke rumah mu, " tutur Alex sambil meletakkan sup hangat di atas meja yang ada di samping tempat tidur Rossa.


" Iya terima kasih pak Alex, "


Rossa pun segera mengambil sup yang sudah Alex sediakan di meja samping tempat tidurnya tetapi tangannya tak sampai untuk mengambil sup tersebut, sampai kemudian gadis itu tidak sengaja menjatuhkan gelas yang berada disebelah supnya.


Praaankk!!!


" Astaga, "


" Maaf pak, maaf biar saya yang membersihkannya, " ujar rossa dengan bergerak turun dari tempat tidur.


" Tidak usah kamu istirahat saja, biar nanti bibi yang membersihkannya. "


" Dasar gadis ini sangat ceroboh, " guman Alex di dalam hati.


Alex segera mengambilkan sup untuk Rossa karena ia tidak tega walau sedikit kesal dengan apa yang sudah Rossa lakukan tadi.


" Buka mulutmu! " seru Alex dengan nada khas dinginnya, laki laki itu hendak menyuapi Rossa.


Tidak banyak bicara Rossa dengan gugupnya membuka mulut dan menerima suapan dari Alex, ia memakan sup dengan lahap hingga habis tidak tersisa. Selesai makan akhirnya Rossa pun tertertidur kembali.


" Tidurlah kamu pasti lelah " gumam Alex seraya menatapi wajah cantik gadis itu saat tertidur, lalu Alex meninggalkan kamar Rossa.


Dua jam kemudian. Rossa bangun dari tidurnya, gadis itu menoleh kesana kemari namun tidak ada siapa-siapa. Rossa hanya melihat ada setelan baju perempuan dipojok tempat tidurnya, seketika gadis itu mengambil baju tersebut dan membawanya ke kamar mandi.


Selesai dengan ritual mandinya serta berganti pakaian yang sudah disiapkan tadi, gadis itu keluar dari kamarnya menemui Alex.


Terlihat Alex sedang duduk di sofa ruang keluarga, disana pun Rossa melihat Alex sedang bermain laptop, dengan sedikit ragu Rossa berjalan mendekati laki laki tersebut.


" Em Dosen, apakah saya boleh pulang? " ujar Rossa dengan tiba tiba muncul dibelakang Alex, membuat laki laki itu seketika langsung menoleh ke arahnya.


" Ah tentu, apa kau sudah baikan? " tanya Alex.


" Iya saya sudah baikan, saya harus segera pulang, saya takut mama dan papa saya mencari saya " ucap Rossa.


" Baiklah aku akan mengantarmu pulang sekarang." sahut Alex.

__ADS_1


***


Jangan lupa dukung saya dengan cara like, komen ya terima kasih💕


__ADS_2