My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 18


__ADS_3

Setibanya di rumah. Rossa dan Gesya turun dari mobil di sambut oleh bi Moey asisten rumah tangganya.


" Nyonya dan nona Rossa sudah di tunggu tuan besar di ruang keluarga bersama tuan Alex, " ujar bi Moey kepada kedua wanita yang telah menjadi majikannya.


Rossa terkejut ketika mendengar nama Alex disebut, tetapi tidak dengan Gesya, wanita itu malah tersenyum bahagia.


" Dia kesini lagi mau apa, aduh lama lama aku capek dengan semua drama ini. " batin Rossa menahan kekesalannya saat ini.


" Baiklah bibi, terima kasih, " balas Gesya, bibi Moey mengangguk sopan sebagai jawaban.


" Pak Anto tolong turun in belanjaan saya, dan bawa masuk ya, " perintah Gesya pada pak Anto, pak Anto dengan sigap mengiyakan ucapan majikannya tersebut.


" Siap nyonya, "


" Ayo kita masuk sayang, " ajak Gesya pada Rossa, mereka berdua berjalan bersama menuju ke ruang keluarga.


Gesya dan Rossa berjalan mendekati Fiky dan Alex.


" Hay papa? " sapa Gesya diikuti Rossa disampingnya


" Hay ma, tumben lama Papa dan Alex dari tadi menunggu kalian berdua loh, " ujar Fiky


" Hehe maaf Pa tadi ada gangguan sedikit di mall, biasa, " tutur Gesya.


Gesya dan Rossa duduk bersebelahan, Rossa hanya diam saja.


" Oh iya nak, papa mau tanya serius kepada kalian berdua, kira kira kapan ya kalian akan menikah? " tanya Fiky dengan tiba-tiba membuat Rossa begitu terkejut mendengarnya.


" Apa pa, menikah? " Tanya Rossa yang dibuat sangat terkejut.


" Iya menikah, apa papa bertanya hal yang salah nak? " tanya Fiky, Gesya hanya tersenyum.


" Tidak pa, " perlahan Rossa melirik Alex. Namun, Alex belum menjawab pertanyaan Fiky, laki laki itu tetap diam dengan santai.


" Tapi pa Rossa masih kuliah, Rossa dan Alex masih belum memikirkan itu, iya kan s-sayang? " ujar Rossa, kali ini Rossa memberanikan diri bertanya kepada Alex, meskipun nada bicaranya membuat ia begitu malu untuk mengulanginya lagi.


Alex tetap diam, tidak lama kemudian ia berujar " Iya Secepatnya saya akan melamar putri om, saya masih menunggu papa dan mama saya kembali ke negara ini, insyaallah besok lusa mereka berdua juga akan datang kemari om dan tante, "


Degggg...


Jantung Rossa terasa berdenyut dengan hebat, sepertinya Alex tidak main-main dengan ucapannya.


Apa yang sudah di ucapkan oleh Alex membuat Fiky dan Gesya langsung merasa bahagia.


" Syukurlah nak Alex, kami setuju sekali, kami akan menunggu keluargamu kemari, " balas Fiky dengan sangat gembira.


" Tante sangat senang mendengarnya, tante juga tidak sabar ingin bertemu keluarga mu nak Alex, tante rindu sekali sama mereka, " saut Gesya sambil tersenyum lebar.


" Apa apaan kalian ini kenapa bahagia sekali melihat aku akan menderita, aku tidak sedang bermimpi kan, ini cuma mimpikan, aku akan dilamar seorang Dosenku sendiri, " batin Rossa.


Ingin sekali ia memprotes ucapan Alex, akan tetapi ia tidak bisa, sedari tadi Rossa hanya diam saja tidak berkomentar apapun.

__ADS_1


Rossa menelan ludahnya dengan kasar. Disaat ia membanyakan tentang apa yang akan terjadi kedepannya, sampai dirinya pun tidak sadar jika sendari tadi ia ditatap oleh Alex dengan senyum sinis.


" Sayang kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak senang? " tanya Fiky secara tiba-tiba dan membuat Rossa begitu terkesiap saat mendengar pertanyaan papanya.


" Eh e enggak kok pa, Rossa senang tapi.."


" Om tidak usah khawatir, aku dan Rossa saling mencintai, Rossa ini hanya syok karena saya sudah berjanji ingin melamar dia secepatnya, " sahut Alex dengan cepat, sambil menatap ke arah Rossa yang sedang terlihat kebingungan.


" Astaga dia bohong lagi, drama apa yang sebenarnya ingin dia mainkan ini, sungguh hebat sekali, apa katanya? kita saling mencintai, what mencintai dari mananya coba, aduh kenapa malah jadi begini sih, dasar Dosen aneh! " gerutu Rossa dalam hatinya.


" Eh i-iya pa, maksud Rossa begitu. " jawab Rosaa mengiyakan apa yang Alex ucapkan, walaupun sebenarnya ia sangat tidak rela.


Pov Cafe Grand Dragon.


Ada tiga pria muda tampan yang sedang berkumpul, mereka semua berbincang-bincang dengan suasana malam yang dingin, ada Alex, Zovan dan David.


" Woy bro kapan lu nikah? " David bertanya kepada Alex seraya menepuk pundak sahabatnya tersebut.


Alex tidak mengindahkan perkataan David, laki laki itu tetap asik dengan kopinya.


" Apa lo itu tidak tau Vid, Alex kan tidak suka yang namanya perempuan, " Zovan menyahutinya dengan ledekan, kemudian tertawa.


" Nanti gue tiba tiba nikah lo semua pada kaget, " jawab Alex, seketika tawa teman temannya pecah.


" Hahaha lo mau nikah? sama siapa? " Tanya Zovan.


Davin menyahutinya " Alah paling sama manekin,"


" Hahaha lebih parah dari manekin Vid, " Zovan tertawa lepas, Davin hanya membayangkan.


Tidak lama kemudian ponsel Alex berbunyi.


Drttt drttt drttt.


Alex terlihat melirik ke arah ponselnya yang berada diatas meja, ternyata panggilan masuk dari papanya. Alex pun langsung mengambil ponselnya dan berdiri meninggalkan teman-temannya untuk mengangkat panggilan dari papanya.


" Hallo pa, " sapa Alex.


" Hallo Alex bagaimana kabar mu, apa kamu baik-baik saja, oh iya apa kamu sudah bertemu dengan sahabat papa? " tanya Aryan.


" Aku baik baik saja pa, sudah pa yang namanya Om Fiky bukan? " ujar Alex sambil bertanya balik kepada papanya.


" Iya betul, apa kamu serius sudah bertemu dengan Fiky dan keluarganya? " tanya Aryan dengan penasaran.


" Apa nada ku ini terdengar berbohong pa? " tanya Alex sedikit ketus.


" Hahaha tidak Alex, bukan maksud begitu papa, papa ini terlalu senang, oh iya boleh papa minta nomor teleponnya Fiky? " Aryan tertawa kecil mendengar jawaban ketus dari putranya tersebut.


" Ada pa, nanti Alex kirimkan nomornya. "


" Oke Lex, ya sudah kalau begitu selamat malam. " ucap Aryan berniat mengakhiri panggilan bersama Alex.

__ADS_1


" Baik Pa selamat malam juga, " jawab Alex sambil mematikan sambungan panggilan telepon.


***


Di sisi lain


Aryan segera membuka pesan masuk dari putranya, ia langsung menelepon sahabatnya yang sudah sekian lama tidak bertemu.


" Hallo " ujar seorang laki-laki disebrang sana. Fiky yang mengangkat panggilan masuk dari nomor baru.


" Hallo Fiky, masih ingat dengan suara saya? " ucap Aryan dan membuat Fiky bingung dengan panggilan masuk dari nomor yang tidak ia kenali itu.


" Maaf anda siapa ya kalau boleh tau ? " tanya Fiky dengan hati-hati.


" Hmm Apa benar ini dengan Fiky Febricia? " Aryan bertanya balik.


" Benar ini dengan saya sendiri, lalu anda siapa? " tanya Fiky kembali, ia begitu penasaran.


" Hahaha apa kamu lupa dengan suara ku? " bukannya menjawab Aryan bertanya balik sambil tertawa.


Fiky terdiam lumayan lama, ia masih mengingat-ingat suara siapa dari nomor baru yang meneleponnya itu, pada akhirnya laki laki itu mengingatnya, ia pun langsung menjawabnya dengan antusias.


" Hah, apa kau Aryan ? "


" Hahaha akhirnya kau ingat juga dengan suara ku Fiky, lama kita tidak bertemu, bagaimana kabar mu? " ujar Aryan di sertai dengan tawanya.


" Astaga Aryan, telingaku ternyata tidak meleset ya hahaha," jawab Fiky sambil tertawa.


" Aku disini baik-baik saja Aryan, kabar mu sendiri bagaimana? dan kapan kau akan pulang kemari? " sambungnya kembali dengan pertanyaan bertubi-tubi kepada Aryan


" Aku baik juga, mungkin aku pulang nanti lusa karena ingin menemui Alex bagaimana perkembangannya dia disana, " ujar Aryan.


" Hahaha baiklah, Akan aku tunggu kedatangan mu, " sambut Fiky antusias setelah mendengar penjelasan dari Aryan tentang kepulangannya ke tanah air.


" Oh iya, apa kau tidak tau kalau sekarang putra mu berpacaran dengan putriku, " sambung Fiky.


Pernyataan dari Fiky tersebut membuat Aryan begitu terkejut saat mendengarnya, tentu saja Aryan terkejut karena Alex belum cerita apa-apa tentang hal itu kepadanya.


" Hah benar kah? " tanya Aryan yang masih tidak percaya dengan apa Fiky ucapakan.


Aryan sangat tahu jika anak laki-lakinya itu tidak pernah mendekati wanita.


" Jika kamu tidak percaya tanya saja kepada putramu, " ujar Fiky.


" Hahaha oke besok lusa aku pulang tunggu aku, lusa kita lanjutkan lagi obrolan kita lagi, " ujar Aryan.


" Oke, aku tunggu kedatangan mu, " balas Fiky,


tidak lama kemudian panggilan mereka pun berakhir.


***

__ADS_1


__ADS_2