
Alex segera melajukan mobilnya dan suasana didalam mobil pun hening, baik Rossa maupun Alex tidak ada yang membuka suaranya, karena suasana seperti itu membuat Rossa menampakan wajah piasnya dan sedikit keringat menetes dikeningnya. Rossa mencoba tenang sebisa mungkin. Alex tak menoleh sedikit pun ke arah Rossa, ia masih sedikit kesal dengan apa yang dilakukan Rossa dan Aska saat berada di lobi kampus.
" Apa sepanjang jalan sampai ke rumah ku, dia mau terus begini, seperti orang bisu? membuat ku semakin kesal saja! sudah lah lebih baik aku juga ikut diam. "
Karena saking kesalnya Rossa akhirnya gadis itu mengerucutkan bibirnya. Alex sedikit mengelirik ke arah Rossa ia tahu jika Rossa kesal terhadapnya saat ini.
" Dia menggemaskan sekali, apa dia ingin menggodaku dengan ekspresi seperti itu di sepanjang jalan? "
Sejujurnya Alex ia ingin sekali tertawa terbahak bahak melihat tingkah Rossa yang seperti itu sangat menggemaskan baginya, akan tetapi Alex lebih memilih diam dan menahan tawanya, sambil tetap fokus dengan kemudi.
" Huft melihat kearah ku saja tidak, apa lagi dia mau mengajakku berbicara, dasar manusia bermuka dua musim! " gerutu Rossa dengan menahan kekesalannya itu.
" Dosen Alex! " Akhirnya Rossa tidak bisa menahan mulutnya untuk membuka suara, walau dengan nada yang ketus.
" Hemm. " hanya itu balasan dari Alex, bahkan Alex tak menoleh ke arah Rossa sama sekali.
" Ya ya ya, aku tau pasti itu jawabanmu. " gerutu Rossa dalam hatinya,
" Kita mau kemana? " tanya Rossa, sebenarnya gadis itu enggan untuk bertanya. Namun, karena rasa penasarannya itu ia tidak bisa menahannya lagi.
" Pulang. " saut Alex singkat sambil terus fokus ke arah depan.
" Pulang kemana? " Dengan cepat Alex menoleh ke arah Rossa dengan tatapan tajam.
" Dia kenapa sih, apa dia tidak bisa diajak bicara seperti orang normal? Mengapa dia manatap ku setajam itu, aku kan hanya bertanya saja. " batin Rossa.
" Kau mau ku antar pulang kemana, dan rumah mu memang dimana? " ujar Alex bertanya.
Seketika suasana hening. Rossa diam dan menutup rapat mulutnya, ia mencerna kata kata dari Alex.
" Oh iya ya kenapa aku tanya seperti itu, dasar Rossa, bodoh sekali kau ini! " batin Rossa yang memaki dirinya sendiri.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Fabricia, satpam yang melihat mobil putri majikannya tersebut segera membuka gerbang dan menundukkan kepalanya dengan sopan menyambut kedatangan mereka, ketika mobil sudah berhenti dihalaman depan rumah Rossa dengan sigap Rossa pun turun dari mobilnya lalu ia berjalan menuju pintu rumahnya di ikuti oleh Alex dari belakang.
" Huh menyebalkan sekali, dasar laki-laki bermuka dua musim. " gerutu Rossa dalam hatinya,
Saat Rossa sudah masuk ke dalam rumah disana ada bi Moey yang menyambut kepulangannya.
" Selamat siang nona muda, " sambut bi Moey dengan menundukkan kepalanya sopan.
" Siang juga bi, oh ya papa sama mama kemana kok nggak keliatan bi? " tanya Rossa penasaran, karena biasanya Gesya yang menyambut kedatangan putrinya itu, tetapi kali ini wanita itu tidak kelihatan.
__ADS_1
" Tuan sama nyonya lagi keluar non, bibi di suruh sama nyonya agar nona harus segera makan dan mengajak tuan Alex juga, " balas bi Moey
Kemudian Rossa menoleh ke arah Alex dengan tatapan malas. Tapi Alex menghiraukan tatapan Rossa dan tidak menatap balik Rossa sama sekali ia tetap dingin dan acuh seperti biasanya.
" Saya pulang saja bi, " sahut Alex.
" Tidak tuan, tuan besar dan nyonya menyuruh saya agar tuan mau menemani nona muda makan bersama, " cegah bi Moey.
Lalu alex pun menampakkan senyum sinisnya, dan senyuman itu terlihat jelas oleh Rossa.
Alasan lain sebenarnya mobil Alex juga belum datang, selama di perjalanan pulang tadi Alex sudah menghubungi asistennya untuk membawakan mobilnya dikediaman Fabricia.
" Ya sudah kalau bibi memaksa saya, saya akan ikut makan disini juga."
" Cih bilang aja kamu itu sebenarnya lapar, dan ingin makan dengan ku biar romantis, tapi malu malu kucing, " ujar Rossa dalam hatinya sekaligus ia menahan tawa melihat tingkah Alex
Setelah itu mereka berdua langsung menuju meja makan dan makan bersama, hanya ada keheningan dan suara sendok yang beradu dengan piring.
***
Keesokan paginya.
Rossa melanjutkan belajarnya seperti biasa, ia di kampus menjalani aktivitasnya dengan sangat lancar dan tidak ada gangguan dari siapa pun, hari ini Alex tidak masuk ke kelasnya karena tidak ada jam mengajar dan sedang ada meeting penting dengan pihak rektor kampus.
Bel kampus berbunyi pertanda jam mata kuliah hari ini telah habis, Rossa berjalan menuju parkiran, ia menunggu pak Anto menjemputnya.
" Oh iya ya aku lupa, kalau hari ini pak Anto kan lagi ada urusan, hmm aku pulang dengan siapa ya? sementara Queen sudah pulang dari tadi, dan Aska juga sudah. " pikir Rossa dalam hatinya
Lalu Rossa di hampiri seorang perempuan teman kelasnya saat gadis itu tengah asik dengan pikirannya.
" Hai sa, tumben belum pulang? " tanya gadis yang baru saja menghampiri Rossa.
" Hehe iya nih Nit, aku masih bingung, supir ku lagi ada urusan hari ini, aku tadi lupa, " jelas Rossa dengan menatap ke arah perempuan tersebut, dia bernama Nita.
" Terus lo pulang sama siapa? "
" Iya ini masih mikir, " ucap Rossa sambil tersenyum.
" Ya sudah sama gue gimana? "
" Eh tidak perlu Nita, terimakasih atas tawaranya, aku bisa pulang sendiri kok, aku takut ngerepotin kamu, " jelas Rossa dengan tersenyum ke arah Nita.
__ADS_1
" Oh ya sudah beneran ini, ya sudah hati-hati ya Sa, aku pulang duluan bye-bye. " balas Nita sambil berjalan melambaikan tangannya, dan dibalas lambaian kembali oleh Rossa.
Nita pun segera memasuki mobilnya ia dijemput oleh supirnya.
" Hmm aku harus segera memesan taksi, " gumam Rossa sambil merogoh sakunya untuk mengambil ponsel miliknya, akan tetapi pada saat gadis itu hendak membuka ponselnya. Tiba tiba ada mobil berwarna hitam menghampiri Rossa dan berhenti tepat didepannya.
" Eh siapa ini, kenapa berhenti di depanku? " batin Rossa sambil mengernyitkan keningnya heran.
Sang supir yang mengemudikan mobil itu turun, ia segera berjalan menghampiri Rossa.
" Nona Rossa ya? " tanya supir laki-laki itu, ia memakai pakaian serba hitam dan berjas, laki-laki itu bertubuh tinggi besar dan juga gagah.
" Iya, siapa ya? " balas Rossa dengan heran, karena laki-laki yang mengemudikan mobil itu mengetahui namanya.
" Saya sopir yang disuruh untuk menjemput nona Rossa oleh tuan Fiky, " jelas laki-laki tersebut.
Rossa terdiam dan mencerna kata-kata laki-laki itu.
" Apa benar papa yang menyuruhnya? oh iya pak Anto kan lagi ada urusan mungkin papa memang menyuruh orang lain untuk menjemputku hari ini, " batin Rossa sambil memegangi ponselnya.
" Baiklah, " jawab Rossa setelah lumayan lama ia berpikir.
Kemudian laki-laki itu bergegas membukakan pintu setelah mendapat jawaban dari Rossa. Rossa pun segera masuk kedalam mobil tersebut, lalu melaju meninggalkan kampus.
Di dalam mobil suasa hening tak ada yang berbicara sepatah kata pun. Rossa menghembuskan nafasnya perlahan sambil menghadap kearah luar jendela.
" Hmm kenapa ya, dari tadi perasaanku tidak enak ya? " gumam Rossa dalam hatinya.
Waktu pun berlalu tapi belum sampai juga, lalu Rossa memecahkan keheningan di dalam mobil dan bertanya kepada sopir yang mengemudikan mobil yang menjemputnya itu.
" Pak kok belum sampai sih, ini jalan mau kemana? "
" Saya disuruh tuan Fiky untuk menjemput dan membawa anda nona, jadi saya mengikuti arahan dan perintah tuan besar nona, "
Rossa pun diam dan tidak menoleh ke arah sopir ia hanya menganggukan kepalanya mengiyakan penjelas sang sopir sambil menghadap ke arah luar jendela mobil.
" Hemm papa mau mengajak ku kemana? Kenapa jalananya sangat sepi? " batin Rossa bertanya-tanya dan sedikit heran dengan arah tujuan mobil yang menjemputnya itu.
Namun tidak lama Rossa bertanya-tanya dalam hatinya, mobil yang membawa Rossa tiba tiba berhenti di depan rumah.
" Loh kok berhenti pak? apa sudah sampai, kita dimana, dan dimana papa ku? " tanya Rossa.
__ADS_1
Saat Rossa akan menoleh ke arah luar jendela. "Brukk" tiba tiba pandangan Rossa menghilang.
***