My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 44


__ADS_3

Tidak lama Dokter pun datang beserta para suster serta Alex yang mengikuti di belakang dengan langkah yang tergesa-gesa.


" Dimohon kepada semuanya, diharap keluar terlebih dahulu biar Dokter yang menangani pasien! " perintah salah satu suster dengan tegas.


Rossa sebenarnya enggan untuk meninggalkan mamanya, ia tetap besikeras ingin berada di ruangan itu, namun Alex dan perawat terpaksa membawa paksa Rossa keluar dari ruangan tersebut.


" Ada apa ini Lex? " tanya Aryan wiliams yang terperanjat dari duduknya lalu berdiri saat melihat Rossa dibawa paksa keluar dari ruangan rawat inap orang tuanya.


Ia masih setia menunggu didepan ruangan bersama dengan Zeline sang istri, Aryan menatap Rossa yang di depannya dengan tatapan yang sendu.


" Om, mamaku om, tante, " ucap Rossa lirih sambil memandangi Aryan dan Zeline bergantian, tangisannya sungguh pilu.


" Sabar sayang mama kamu akan baik baik saja, kita sama sama untuk berdoa ya, " sahut Zeline menatap Rossa dengan mata sembab.


Selang beberapa menit Dokter Lovata juga datang. Ia adalah Dokter pribadi keluarga Fabricia sekaligus papa kandung Agnes. Dokter Lovata sendiri ialah adik kandung dari Gesya.


" Papa. " sapa Agnes yang sedang berada disamping Rossa dengan tatapan sendu menatap papanya.


Lovata mengerti dengan panggilan Agnes, ia hanya membalas dengan anggukan dan senyuman hangat kepada putrinya.


Rossa yang melihat kedatangan Dokter Lovata, ia langsung berdiri dari duduknya lalu berkata dengan nada yang khawatir.


" Om Lovata, tolongin mama saya om, tolong om! " ucap Rossa dengan sedikit berteriak histeris disertai air mata yang terus menetes dari mata indahnya.


" Tenangkan lah dirimu, mamamu tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja, biar om dan Dokter yang berada di dalam sana yang menanganinya. " ucap Dokter Lovata sambil menepuk pelan bahu Rossa dan berlalu pergi menuju ruangan tersebut.


Lovata yakin ia pasti bisa, dengan percaya diri Lovata memasuki ruangan tersebut untuk membantu Dokter yang Lain.

__ADS_1


Alex yang melihat Rossa seperti tidak berdaya segera memeluknya, Rossa yang merasakan lemas pun menggelamkan kepalanya didekapan Alex yang masih diiringi dengan isakan tangis.


" Kenapa takdirmu selalu seperti ini. " batin Alex sambil mengelus punggung Rossa dengan lembut.


Alex membawa Rossa berjalan perlahan-lahan untuk mendakati kursi didepan ruang rawat inap, sambil terus memeluknya dengan erat.


Zeline yang melihat mereka segera mendekat, dan ikut memeluk calon menantunya tersebut.


" Sudah sabar yaa nak, tenangin diri kamu. "


" Semuanya akan baik-baik saja, jangan terus seperti ini yaa sayang yang sabar, banyak banyak berdoa agar mama segera disembuhkan. " sambung Zeline kembali sambil melepas pelukannya dan berganti mengelus bahu Rossa.


Rossa tidak menjawabnya hanya saja suara isak tangisnya yang mereda, pelukan erat dari Alex dan usapan lembut khas seorang ibu mencoba menenangkan putrinya dari kesedihan serta kekhawatiran.


***


Kini sudah tidak ada isak tangis atau pun teriakan histeris dari Rossa karena ia terlelap didalam dekapan Alex.


Rossa serasa kehabisan tenaga, ia tidak berhenti menangis dari awal mendengar kabar kedua orang tuanya mengalami kecelakaan.


Pada akhirnya kedua Dokter yang menangani Gesya keluar dari ruangan tersebut, pada saat itu Rossa juga terbangun dari tidurnya.


Rossa beranjak dan melepaskan diri dari dekapan Alex ketika melihat dokter sudah berada didepan pintu ruang rawat inap orang tuanya, dan juga orang-orang yang sedari tadi menunggu kabar hasil pemerikasaan pun ikut berdiri.


Rossa menghampiri kedua Dokter itu, tapi mereka hanya terlihat menundukkan kepalanya dengan raut wajah kecewa, semua orang yang berada diruang tunggu pun menatap kedua Dokter tersebut dengan penasaran.


" Mohon maaf saya dan Dokter Lovata sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan beliau, namun... " ucapan Dokter tersebut berhenti, lalu ia berganti menatap Dokter Lovata yang sedang menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Na..namun apa Dok? " tanya Rossa terbata-bata dengan tatapan tidak sabarnya.


Dokter Lovata pun menghembuskan nafasnya pelan, matanya terlihat mulai berkaca kaca.


" Maaf Rossa, tuhan berkehendak lain, jika kak Gesya...kakak sudah tenang di alam sana. " ujar Lovata dengan berat hati, kali ini tangisannya sama pecah, ia tidak sanggup melihat kakaknya sendiri terbaring lemah disana, dan ia merasa gagal untuk menolong kakaknya, ia merasa tidak berdaya sekarang.


Semua orang terkejut, Zeline dan Agnes menutupi mulut mereka, masih tidak percaya.


Rossa yang mendengar kabar tersebut wajahnya berubah menjadi pucat, air matanya pun sudah kembali lolos dari pelupuk matanya setelah terhenti beberapa menit.


" Tidaakk..!! " Rossa berteriak.


" Apa maksud mu om! Mama baik-baik sajakan om, iya kan, jawab omm..!! " Rossa berteriak histeris dengan disertai deraian air mata yang sudah membanjiri wajah cantiknya.


" Mama ku hanya tidur, tidak mungkin ia meninggalkan ku dan papa, mama sangat sayang dengan kami! " sambung Rossa kembali, ia berlari menuju ruangan mamanya namun segera di cegah oleh Alex.


" Tenang lah semua sudah takdir, tuhan lebih sayang tante, jangan menangis tolong jangan menangis, jika kau menangis itu membuat hatiku terasa sakit, " tutur Alex pelan yang berniat mencoba menenangkan Rossa.


Sebenarnya air mata Alex juga jatuh, ia tidak bisa menahannya lagi, hatinya terasa begitu perih setelah mengetahui bahwa Gesya telah berpulang, pun melihat Rossa yang semakin berantakan.


" Lepaskan! Aku ingin melihat mamaku, jangan kau halangi aku! Tidak.. tidak mungkin, lepaskaann..!! " lagi lagi Rossa berteriak, namun tubuhnya terasa lemas.


Didetik terakhir tiba tiba saja Rossa sudah tidak sadarkan diri, Alex yang terkejut segera membopongnya dan membawanya menuju ruangan kosong yang ada di sebelahnya.


Dokter Lovata yang ikut terkejut segera mengikuti Alex untuk memeriksa Rossa, karena ia tau bagaimana diposisi Rossa, bahkan diposisi dirinya Dokter Lovata begitu terpukul atas pulangnya Gesya.


Sedari kecil Dokter Lovata dan Gesya tinggal terpisah karena kedua orang tua mereka telah cerai. Lovata tinggal di Negara B dan Gesya tinggal dinegara A, namun mereka berdua bertemu kembali ketika Gesya hendak menikah dengan Fiky.

__ADS_1


***


__ADS_2