My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 69


__ADS_3

" Arghhhhhhh INI TIDAK MUNGKINNNN!!! "


Aura sangat terkejut ketika mendengar jeritan yang berasal dari kamar putrinya, dengan cepat wanita tersebut segera mendatangi kamar putrinya dengan tergesa gesa.


Tenyata Clarissa menangis, seraya mengacak acak kamarnya yang semula rapi sekarang berantakan.


" Hey-hey are you oke? Kamu kenapa sayang, kenapa seperti ini? "


" Mama, hati aku hancur Ma, " melihat mamanya menghampirinya tangis Clarissa semakin pecah.


" Kenapa hati kamu hancur, ada apa ayo cerita sama mama, siapa tahu mama bisa bantu masalah kamu sayang, " kini Aura mencoba menenangkan Clarissa, karena ia sendiri bingung dengan masalah yang dihadapi oleh putrinya tersebut.


Sejenak Clarissa terdiam.


" Coba kamu tenang dulu, tarik nafas dalam dalam lalu pelan pelan kamu cerita ke mama ya? " Clarissa menuruti ucapan mamanya, setelah ia tenang Clarissa mencoba menceritakan masalahnya.


" Alex Ma, " Clarissa mencoba bercerita.


" Iya Alex kenapa? "


" Ternyata Alex sudah menikah Maa, selama ini aku tidak tahu jika Alex udah nikah sama wanita lainn aku benar benar syok Maa. " Mendengar ucapan Clarissa, Aura kembali terkejut.


" Whattt? Alex sudah nikah kamu tahu dari mana sayang, bukannya kata kamu Alex itu masih single, padahal masih kemarin kemarin kamu ceritain Alex ke mama. "


" Iya Ma, kemarin aku cerita ke mama itu belum tahu kalau Alex sudah nikah, " Aura menatap iba putrinya tersebut, karena ia tahu jika putrinya mencintai Alex mulai di sekolah SMP.


" Bagaimana kamu bisa tahu sayang? apa kamu memiliki bukti jika Alex sudah menikah. "


Namun faktanya selama ini Aura sendiri tidak tahu jika Alex yang disukai putrinya itu putra dari keluarga Wiliams. karena selama ini Clarissa tidak pernah mau memperlihatkan foto Alex kepada dirinya.


Tanpa basa basi lagi Clarissa beranjak dari duduknya untuk mengambil ponsel, ia memutar kembali rekaman live yang sudah ia simpan tadi untuk diperlihatkan kepada mamanya. Kemudian mereka berdua melihat bersama.


" Kenapa aku tidak asing ya dengan pria itu, sepertinya aku pernah melihat dia sebelumnya. " Batin Aura.


" Jadi dia yang namanya Alex? " Aura bertanya kepada Clarissa.


" Iya Ma dia Alex, pria yang aku cintai selama bertahun tahun tapi sia sia karena memang dia tidak menyukaiku malah sekarang hati aku hancur mendengar pengakuan dia kalau dia sudah menikah. "


" Tapi sepertinya mama pernah melihatnya sayang, " Aura mencoba mengingatnya kembali dimana ia pernah bertemu dengan Alex, akan tetapi sia sia Aura tetap tidak ingat.


" Serius ma? dimana mama pernah lihat Alex, padahal Clariss belum pernah menunjukkan foto Alex ke mama. "


Sayangnya Aura tetap tidak ingat, " Ah entahlah sayang, mama tetap tidak ingat dimana mama pernah melihat pria ini, " helaan nafas pelan terdengar dari Clarissa.


" Sudahlah sayang kamu jangan seperti ini lagi ya, kamu anak mama, putri mama yang paling cantik, dewasa, elegan, masih banyak pria lain yang menyukai kamu selain Alex, mama yakin suatu hari nanti Alex akan menyesal karena memutuskan menikah dengan wanita lain dan meninggalkan kamu yang cinta mati sama dia. " Aura berusaha membujuk Clarissa.

__ADS_1


" No ma! Cinta Clarissa hanya untuk Alex, Clarissa tidak bisa kalau nggak sama Alex, mam tau sendiri kan Alex cinta pertamanya Clariss. " Kekeuh Clarissa membantah ucapan mamanya.


Karena memang Clarissa sangat mencintai Alex, akan tetapi sedikit pun Alex tidak pernah mau meliriknya, bukan karena Clarissa tidak menarik hanya saja Alex memang tidak menyukai wanita yang sikapnya yang terlalu berlebihan seperti Clarissa.


Seperti kata seseorang jika Cinta itu memang tidak bisa dipaksakan.


Melihat sikap Clarissa, Aura hanya bisa menghela nafas pelan, anak anak nya itu memang tidak bisa dibujuk jika memiliki keinginan, sebelas dua belas sama sikap papanya.


Dalam hati Clarissa. " Bagaimanapun juga Alex tetap milikku selamanya hanya milikku, wanita itu tidak pantas menjadi istri Alex hanya aku yang pantas menjadi istrinya, lihat saja aku tidak akan menyerah aku akan kembali mengambil Alex dari wanita itu dan aku akan mencari tahu siapa wanita yang sekarang menjadi istri Alex. " Clarissa mengepalkan erat kedua tangannya, ia sudah berjanji ingin merebut Alex kembali kepadanya.


***


Hari ini adalah hari yang melelahkan untuk Alex namun rasa lelah itu tiba-tiba sirna seketika, setelah ia pulang ke Villanya dan berhasil kembali menjahili istrinya.


Melihat sikap suaminya yang menyebalkan Rossa semakin kesal, raut wajahnya sedari tadi ia tekuk.


" Kenapa Nyonya Alex dari tadi manyun hem? " Lagi lagi Alex menggoda Rossa. Namun, tidak dihiraukan oleh Rossa.


Rossa mengusap beberapa kali rambutnya yang basah sesekali ia keringkan oleh Hair Dryer tanpa melihat kearah suaminya. Melihat sikap istrinya Alex hanya tersenyum, sebelumnya Alex belum pernah merasakan rasa bahagia yang ia sendiri tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata kata, sebelum menikah Alex hanya bisa merasakan suasana yang membosankan, semenjak memiliki istri hidup Alex terasa berbeda, terasa lebih sempurna.


Pergulatan panas mereka sudah selesai dua jam yang lalu, kini Alex dan Rossa bersama sama turun untuk menuju meja makan, disana sudah disiapkan makan malam oleh Bibi Salma.


Bi Salma menyambut kedua majikkannya dengan hangat.


Alex dan Rossa sudah menduduki kursi masing masing, Bi Salma yang masih ada disana menyampaikan sesuatu dari majikan besarnya tidak lain ialah mama Alex.


" Oh ya bi? Kenapa mama tidak langsung menelponku, "


Bi Salma tersenyum seraya berkata, " Iya tuan tadi nyonya besar bilang beliau sengaja menelpon menggunakan telepon rumah karena tidak mau mengganggu tuan Alex dan Nyonya Rossa bikin cucu. "


Mendengar ucapan Bibi Salma membuat Rossa tersedak, " uhuk uhuk!!! "


" Nyonya Rossa hati hati, Nyonya tidak apa apa? "


Rossa menggelengkan kepalanya seraya mengangkat tangannya untuk memberi kode jika ia memang benar tidak apa-apa.


" Aku baik baik saja bi, hanya saja tenggorokanku sedikit gatal saat minum tadi, " ujar Rossa sambil tersenyum kepada bi Salma.


" Baiklah Nyonya, "


Melihat istri majikannya tersedak bi Salma khawatir, tetapi berbeda dengan Alex pria itu malah terlihat santai sambil tersenyum memikirkan ucapan mamanya kepada bibi Salma.


'' Kalau nanti mama telepon Bibi lagi bilang ke mama ya bi, iya Alex lagi bikinin cucu untuk mama. "


Sangat diluar dugaan, respon Alex membuat Rossa seketika melototinya.

__ADS_1


" Kenapa laki laki menyebalkan ini berusaha membuka aib kita didepan bi Salma, dia benar benar sudah keterlaluan. "


Mendengar jawaban dari Alex bi Salma hanya tersenyum bahagia, kemudian setelah obrolan ringan mereka selesai bi Salma pamit untuk kembali ke dapur.


Setelah perginya bi Salma dari sana, kini Rossa mencoba protes kepada Alex karena sedari tadi rasa kesalnya ingin ia luapkan kepada laki laki yang menyebalkan ini, iya laki laki menyebalkan yang sekarang menjadi suaminya.


" Pak Alex kenapa lagi lagi bapak berbicara seperti itu kepada bi Salma aku sangat malu mendengarkannya itu privasi kita, "


Sibuk makan Alex mencoba seolah ia tidak mendengarkan ucapan Rossa karena ada satu hal yang Rossa lupa dan itu membuat Alex enggan untuk menjawab pertanyaan istrinya.


" Bapak!!! "


" Sekali lagi kamu manggil aku Bapak, kamu akan tahu kosekuensinya nanti dikamar, " Alex berujar tidak lupa dengan senyum jahilnya.


Seketika Rossa terdiam sejenak, ternyata Rossa sudah melanggar ucapannya dengan Alex ketika mereka berada di Paris.


Berat rasanya jika ia harus manggil suaminya dengan sebutan kata "Sayang"


" Aku tidak akan menjawab pertanyaan kamu jika kamu masih panggil aku dengan sebutan Bapak karena sekarang aku sudah menjadi suami sah kamu. "


Mati kutu. Rossa hanya terdiam dengan seribu bahasa.


Dan dengan terpaksa Rossa harus melakukannya.


" Iya Sayang, aku minta maaf, " dengan menghela nafas berat, mau tidak mau, suka tidak suka Rossa memang harus melakukannya bahkan membiasakannya.


" Aku mau tanya kenapa tadi kamu berbicara privasi kita kepada bibi Salma aku jadi malu saat mendengarkan bahkan melihat bibi Salma tersenyum sendiri, "


Merasa puas dengan ucapan istrinya, kini Alex terlihat bersemangat bahkan ia menghentikkan aktivitas makannya.


" Kamu mau tau? Kenapa aku tidak pernah sungkan berbicara apapun kepada bibi Salma, "


Tentu Rossa menggelengkan kepala merasa sangat peanasaran dengan jawaban Alex.


" Oke aku akan memberi tahu kamu, Bibi Salma sudah aku anggap seperti mama kedua ku karena beliau yang merawatku setelah aku pindah kemari, aku pindah kesini kisaran umur 10 tahun, karena papa dan mamaku mengirim aku ke negara asliku, dan ini murni aku yang memintanya,"


"Aku meminta kesini karena dari kecil aku memiliki ambisi untuk menjalankan bisnis papa, dan dengan berat hati papa mamaku menyetujuinya untuk aku pindah kesini tapi dengan satu syarat, jika aku besar nanti dan aku sudah sukses mengembangkan bisnisku disini, aku harus mencari tahu keberadaan keluarga sahabat papa dan mama yang sempat terpisah waktu aku masih umur 5 tahun, karena orang tuaku tidak bisa pulang ke negara ini sementara waktu, jadi waktu aku SMP aku hidup diurus oleh bibi Salma tapi dengan pantauan mama Zeline." jelas Alex.


Rossa terdiam, ia tidak bisa berkata kata lagi bahkan untuk memprotes lagi, karena sekarang Rosa sudah tahu sedekat apa hubungan bibi Salma dengan keluarga Wiliams.


"Sudah jelas Sayang? Ada yang mau kamu tanyakan lagi?" Tanya Alex.


Rossa menggelengkan kepalanya seraya berkata. "Sudah cukup tidak ada lagi"


"Baiklah."

__ADS_1


Kemudian obrolan mereka berakhir dan mereka berdua kembali melanjutkan makan malamnya.


*****


__ADS_2