
Sementara itu, di negara yang berbeda yaitu di Indonesia.
Hari ini sudah mulai larut malam, jam sudah menunjukan pukul 23.15 WIB, semua orang sudah beristirahat dan juga tidur lelap.
Kediaman Fabricia, di rumah mewah itu masih ada Agnes yang sedang asik memainkan ponselnya diatas tempat tidur.
Fiky belum bisa pulang karena masih harus dirawat di rumah sakit dengan intens, jadi hanya Agnes saja yang beristirahat di kediaman keluarga Fabricia, sementara Lovata ayah Agnes sendiri juga menemani Fiky di rumah sakit.
Di saat Agnes sedang asik bermain ponsel sambil tiduran, pintu kamarnya terdengar diketuk dari luar.
Tok tok tok!!!
Agnes menolah ke arah pintu kamarnya.
" Nona Agnes, " panggil bi Moey.
Mendengar namanya disebut oleh bibi Moey. Agnes segera turun dari ranjangnya untuk membuka pintu kamarnya tersebut.
" Iya bibi ada apa, tumben malem-malem begini manggil Agnes? " ujar Agnes, seulas senyum Agnes berikan kepada bi Moey.
" Maaf nona jika bibi menggangu tidur nona, itu non diruang tamu ada nona Queen, dia ingin bertemu dengan nona, " ujar bi Moey.
Mendengar perkataan dari bi Moey itu membuat kening Agnes mengernyit heran, karena Queen tidak biasanya tengah malam seperti ini menemui dirinya.
" Queen ngapain dia datang kemari tengah malam begini, " batin Agnes.
" Bersama dengan siapa dia bi? " tanya Agnes
" Sendirian saja non. "
" Baiklah bi aku akan kesana, " ujar Agnes pada bi Moey, dan bi Moey langsung mengangguk, wanita paruh baya itu langsung memilih kembali ke tempatnya setelah memberi tau Agnes.
Terlihat sosok gadis yang sedang duduk sendirian diruang tamu.
" Agnes! " seru Queen setelah melihat adik dari temannya itu menuruni anak tangga dan menghampirianya.
" Iya Queen, tumben tengah malam kemari, ada apa? " tanya Agnes.
" Hehe sorry aku ganggu malam malam. Agnes aku mau tanya sesuatu sama kamu. "
" Boleh mau tanya apa? Tumben biasanya menelepon, "
__ADS_1
" Em tapi Rossa dimana, kok aku tidak melihatnya? " tanya Queen.
" Loh kak Rossa, emang kamu belum di beritahu ya kalau kak Rossa kan lagi Honeymoon bersama suaminya di Prancis, " ujar Agnes, membuat Queen langsung membulatkan matanya dengan sempurna.
" Astaga.... Iya aku lupa Agnes, duhhhh. " pekik Queen sambil menepuk keningnya pelan.
" Padahal aku kesini untuk bertanya kepadamu, soal kenapa tadi ponsel Rossa tidak bisa aku hubungi, " sambung Queen menjelaskan.
Agnes diam sejenak, " Masa sih Queen, bukannya kak Rossa selalu mengaktifkan ponselnya ya? "
" Emm, apa mau aku yang mencoba untuk mengubungi dia? " tanya Agnes lagi.
" Ee itu tidak perlu Agnes, nanti jika kamu menghubungi Rossa yang ada kamu akan mengganggu liburan mereka lagi, lagi pula ini sudah tengah malam dan mungkin saja sekarang mereka sedang beristirahat atau bisa jadi lagi membuat keponakan yang lucu untuk kita, " ujar Queen sambil tertawa kecil.
" Ahaha iya ya, kenapa aku tidak kepikiran sampai ke situ, " ujar Agnes kemudian mereka berdua tertawa.
" Nah iya kan, "
Lalu obrolan ringan mereka terus berlanjut namun kali ini suasanya beda mungkin karena tidak ada Rossa.
Tidak lama kemudian bi Moey datang, membawa nampan berisi biskuit dan dua jus jeruk, diletakkan diatas meja.
" Iya bibi terimakasih ya, maaf malem-malem begini Queen merepotkan bibi, " balas Queen kepada bibi Moey sambil tersenyum ramah.
" Tidak apa-apa nona, nona tidak merepotkan bibi sama sekali, ini sudah kewajiban bibi sebagai pelayan disini, " ujar bi Moey tersenyum.
Agnes juga ikut tersenyum seraya mengangguk samar. Kemudian pandangan bibi Moey beralih menatap Agnes.
" Nona Agnes, maaf kalau misalkan nona nanti mencari bibi tapi bibi tidak ada didapur panggil saja bibi dikamar ya. " ujar bibi Moey sopan sambil menunduk.
" Ah iya bi, bibi jangan khawatir, tidak apa-apa, sebaiknya bibi istirahat saja lagian ini juga sudah larut malam, " balas Agnes, bi Moey pun mengangguk mengiayakan ucapan dari Agnes, karena bi Moey pun sudah lumayan ngantuk juga.
" Baik nona Agnes, terima kasih banyak. "
" Kalau ada apa-apa panggil saja bibi dikamar belakang non, " sambung bi Moey kembali.
" Iya bi Moey, bibi Istirahatlah, " pinta Agnes.
Bibi Moey pun mengangguk untuk pamit undur diri dan berjalan meninggalkan Agnes dan Queen yang masih berada diruang tamu.
Sampai tidak terasa mereka berdua mengobrol cukup lama, lalu tiba tiba ponsel milik Queen berdering.
__ADS_1
Drt drt drt.
Pertama kali yang menyadari jika ponsel Queen berdering ialah Agnes.
" Queen ponselmu berdering, " ujar Agnes, seketika Queen melihat ponselnya yang berada didalam tas.
" Oh iya bentar ya, " Queen mengambil ponselnya kemudian ia melihat siapa yang menelponnya itu langsung terdiam.
" Kenapa tidak kamu angkat Queen? " tanya Agnes, Queen yang menyadarinya itu segera berujar santai sambil memasukkan ponsel miliknya itu kedalam tasnya.
" Ah itu tidak penting Agnes, dari kakakku yang jahil dari luar negeri, " ujarnya.
" Oh begitu, " Agnes pun percaya dengan ucapan dari Queen.
" Oh iya kabar om Fiky gimana? Apa sudah baikan? " Tanya Queen mengalihkan pembicaraan soal pertanyaan Agnes yang menanyakan siapa yang sedang menelpon dirinya itu.
" Sudah mendingan kok, tapi begitu lah belum bisa pulang. Karena masih belum sembuh total, dan diharuskan mendapatkan perawatan yang intens biar cepat pulih seperti sediakala, " ujar Agnes menjelaskan, Queen pun mengangguk tanda mengerti.
" Lalu yang menjaganya siapa sekarang? "
" Papaku, karena malam ini kebetulan bagian papa kebagian tugas malam. " jelas Agnes kepada Queen.
Queen pun melihat jam tangannya, jam sudah menunjukan pukul 23.45 WIB. Tidak terasa obrolan mereka sampai selama itu, karena sudah malam dan tidak ada yang ingin Queen tanyakan lagi. Ia berpamitan untuk pulang.
" Emm Agnes, aku pulang sekarang saja karena sudah malam pula, maaf ya tadi aku kesini dan menganggumu "
" Ah tidak apa-apa Queen, yakin mau pulang sekarang? Kenapa tidak menginap saja? " tanya Agnes.
" Lebih baik menginap saja Queen lagian sudah malam dan kamu pun pasti sudah mengantuk bukan? " Agnes yang menawari sambil bertanya kepada Queen. Queen pun mengangguk membenarkan bahwa dirinya sudah mulai mengantuk.
" Emm bagaimana ya, " ucap Queen yang bertanya kepada dirinya sendiri sambil menimbang tawaran dari Agnes itu.
" Sudah menginap saja, lagian disini juga tidak ada siapa-siapa kok, "
" Hanya ada aku, juga bi Moey dan pak satpam yang berjaga di pos halaman saja. " sambung Agnes kembali. Setelah beberapa saat Queen berpikir akhirnya ia memutuskannya.
" Ya sudah kalo begitu aku menginap saja Nes. " Queen pun menyetujui tawaran dari Agnes sambil tersenyum ramah.
" Baik lah ayo aku antar kau kekamar mu. " balas Agnes sambil tersenyum, kemudian ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar tamu, Queen pun mengekori Agnes dari belakang.
***
__ADS_1