
Dipagi yang cerah ini matahari sudah menampakkan sinarnya, menyapa bumi dengan cahaya terangnya, langit kelabu perlahan berubah berganti dengan warna yang sangat indah, warna biru mulai tampak, cahaya mentari pagi pun ikut menyinari semesta.
Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan dan diinginkan oleh semua orang bahkan kedua orang tua Rossa.
Hari ini adalah hari dimana putri semata wayang mereka akan menikah. Namun, tanpa ditemani oleh mama tercinta, Rossa masih merasakan sedih yang mendalam atas kepergian mama Gesya, setiap kali mengingat mamanya, Rossa selalu meneteskan air matanya, bahkan ia masih belum bisa merelakan kepergian mamanya.
Rossa duduk di depan cermin besar di kamarnya, dengan raut wajah yang sendu dan tatapan kosong, beberapa pelayan wanita menemaninya untuk merias wajahnya. Hari ini telah ia putuskan akan melanjutkan pernikahannya dengan Alex anak dari keluarga Wiliams, seseorang yang tidak pernah Rossa bayangkan akan menikahinya, mereka juga bertemu tidak sengaja saat di kampus, sejujurnya Rossa masih belum siap akan semua ini. Tetapi bagaimana lagi, semua ini adalah permintaan sang papa, dan Rossa juga sudah yakin menerima keputusan tersebut, jadi mau tidak mau Rossa harus menurutinya agar tidak menjadi beban pikiran untuk papanya. Rossa hanyut dalam lamunannya dan pada akhirnya mama Zeline datang berhasil membuyarkan lamunan Rossa.
" Sayang, kenapa wajahmu begitu sendu, apa kamu tidak suka dengan pernikahan ini nak, jika tidak, pernikahan ini biar di undur saja sampai menunggu kamu siap. " Zeline berkata lembut sembari mengusap pundak Rossa pelan.
Rossa langsung tersadar, ia sedikit terkejut dengan kedatangan Zeline.
" Eh em tidak tante, Rossa tidak apa-apa, Rossa mau melanjutkan pernikahan ini tante, Rossa tidak mau mengundurnya bahkan membatalkannya, " ujar Rossa sambil tersenyum palsu.
Zeline yang melihat Rossa seperti itu merasa iba.
" Tante tahu kamu lagi berbohong sayang, maafin tante tidak bisa membantumu lebih. " Batin Zeline sembari menatap Rossa.
" Benarkah itu sayang? " tanya Zeline memastikan lagi, dan Rossa mengangguk antusias sebagai jawaban, kemudian gadis itu tersenyum.
" Arkhhhhh, hari ini aku hanya mau di dampingi oleh mama tante hiks. " batin Rossa yang sengaja menyembunyikan alasan kesedihannya dari Zeline.
***
Rossa keluar dari ruang make upnya. Rossa terlihat sangat cantik bak puteri raja, dengan balutan dres panjang mewah, berwarna putih dan sebuah kalung berlian yang melingkari leher jenjangnya, juga sebuah mahkota kecil yang menempel di rambut ikalnya yang berwarna kecoklatan, membuat Rossa menjadi lebih anggun, riasan demi riasan yang menempel di wajah Rossa terlihat sangat cantik tidak terlalu berlebihan, pada dasarnya Rossa juga sudah cantik.
Kini Rossa di dampingi oleh mama Zeline dan beberapa pelayan di belakangnya dengan memasang senyum yang manis, mereka menuju ruangan utama dan menuruni tangga dengan langkah pelan, dimana semua orang sudah menunggu dirinya termasuk papa Fiky.
Semua orang menatap ke arah Rossa dengan penuh kekaguman, mereka masih belum percaya jika Rossa bisa secantik ini, akan tetapi hal ini justru membuat Rossa menjadi sedikit gugup.
" Sayang tidak usah gugup ya, cukup rileks kan saja dirimu, tenang, ada mama Zeline di sini. " Bisik Zeline di sela mereka berjalan menuruni anak tangga, dan Rossa memgangguk.
" I-iya tante. "
__ADS_1
Akan tetapi gadis itu masih tetap sngat gugup, karena memang ini semua pertama kalinya bagi Rossa.
" Wah cantik sekali mempelai wanitanya, sungguh seperti bidadari, " seorang tamu berbisik dengan temannya.
Setelah mereka turun, Zeline mengantarakan Rossa untuk menemui papanya terlebih dahulu yang sudah menunggunya dengan kursi roda di dampingi oleh Dokter Lovata.
" Kamu sudah siap nak? " Fiky bertanya dengan mengulurkan tangan kepada Rossa.
Rossa pun mengangguk dan membalas uluran tangan sang ayah," Iya papa, Rossa siap." kemudian Fiky pun tersenyum hangat dan mengantar Rossa mendekati penghulu, diikuti dorongan kursi Roda dari calon besannya, yaitu Aryan Wiliams, karena Aryan yang mengambil alih untuk mendorong kursi roda dari Dokter Lovata.
***
Alex juga sudah sampai, ia menggunakan setelan jas berwarna putih yang senada dengan gaun pengantin yang Rossa kenakan, terlihat sangat serasi. Alex segera melangkahkan kakinya menuju ke arah keluarganya, dimana hari ini Alex sangat tampan dan beberapa tamu undangan lain memujinya.
Semua keluarga sudah berkumpul dimana mempelai wanitanya dan prianya juga sudah ada. Alex menatap Rossa di sebelah papanya penuh dengan kekaguman karena kecantikkan Rossa.
Mereka semua melanjutkan acara pernikahan ini dengan lancar dan Rossa sangat gugup, ia merasakan denyup jantungnya yang berdebar sangat kencang.
" Ah kenapa jantungku begini si, dan juga kenapa aku gerogi sekali, Rossa tenang kan dirimu. " batin Rossa
" Apakah kedua mempelai sudah siap? " sambung penghulu itu kembali.
Alex dan Rossa pun mengganggu dengan mantap, lalu melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja kecil yang di sana sudah ada penguhulu yang siap dengan memimpin jalannya ijab kobul.
Alex duduk bersila di depan meja kecil dengan dibelakangnya ada mamanya Zeline, di samping Zeline ada Rossa yang ditemani oleh Agnes dan Queen juga Aska. Sementara itu tak jauh dari mereka Fiky dan Aryan mereka berdiri karena Fiky yang berada dikursi roda.
" Baik lah mengucapkan bismillah kita mulai saja, " tutur penghulu tersebut yang seketika membuat Alex sedikit tegang, dan hatinya mulai gundah.
Lalu penghulu itu mengulurkan tangannya ke arah Alex dan Alex langsung menyambutnya dengan genggaman sangat erat, setelah itu penghulu berkata sambil menatap lekat Alex.
" Baik dengan mengucapkan bismmillah dan disaksikan oleh malaikat, kedua orang tua mempelai, sanak saudara dan tamu undangan. Saya akan memulai prosesi ijab kobul ini. "
" Bismillah hirrohman nirrohim, Asyhadu Alaillahaillah waasyhadu anna Muhammadarrosululloh. "
__ADS_1
" Saya nikahkan dan saya kawinkan saudara Alex Jordan Williiams bin Aryan Williams dengan saudari Fabricia Rossaline binti Fiky Fabricia dengan mas kawin lima puluh gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai. "
" Saya terima nikah dan kawinnya Saudari Fabricia Rossaline binti Fiky Fabricia dengan mas kawin lima puluh gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai, " jawab Alex dengan lantangnya tanpa mengulang untuk yang kedua kalinya, dan seketika suasana pun menjadi riuh karena bahagia.
" Bagaimana para saksi, sah? " tutur penghulu tersebut
" Sah! " jawab kedua orang tua Alex dan Rossa serta semua tamu undangan yang ada disana.
Setelah mendapat jawaban itu penghulu tersebut langsung melantukan do'a-do'a untuk pasangan kedua pengantin yang baru menikah itu, semua orang yang menghadiri prosesi ijab kabul itu ikut mengamininya.
Selesai dengan do'a Zeline yang berada disisi Rossa memeluk Rossa, dan mencium pipi kiri dan kanan Rossa yang kini sudah sah menjadi istri dari anaknya itu sambil tersenyum hangat. Agnes pun melakukan hal sama yang dilakukan oleh Zeline bergantian memeluk Rossa.
" Kakak selamat ya, " ucap Agnes dengan senyum yang begitu mengembang di bibirnya, mata berkaca-kaca karena ia bahagianya. Rossa hanya memblas dengan tersenyum dan hatinya begitu lega.
Setelah itu Rossa mendekat karena di panggil oleh penghulu tersebut perwakilan dari KUA dikota tempat tinggal Rossa, untuk mendatangin buku nikah dan sungkem kepada Alex yang kini sudah sah menjadi suaminya.
Alex pun menyambutnya mengelus pelan bahu Rossa sambil tersenyum, lalu setelah mereka mendatangi buku nikah.
Fiky yang melihat putri tercintanya, tanpa di temani oleh sang mama di saat hari bahagianya hanya diam membisu, bergetar bibirnya karena merasakan pilu bahagia, tidak terasa air matanya pun tumpah secara perlahan sambil batinnya mengucapkan do'a kecil untuk putri tercintanya dan juga Alex.
" Semoga kalian bahagia dan bersama sampai akhir hayat kalian. " batinnya.
Aryan yang sendari tadi tersenyum begitu senangnya akhirnya membuka suaranya.
" Fik, akhirnya kedua anak kita telah resmi menjadi pasangan suami istri, lega rasanya. " ucap Aryan sambil memegang pundak Fiky, ia hanya mengangguk sebagai jawaban mengiakan ucapan Aryan itu.
Agnes yang melihat kakaknya sudah sah menikah sangat senang dan terharu, begitu juga dengan Queen, ia juga merasa bahagia saat tahu Rossa menikah dengan Dosen tampan dikampusnya, namun kali ini berbeda dengan Aska, ia tetap tidak percaya, bagaimana bisa seseorang yang dibenci Rossa malah menikahinya, memang ini terdengar konyol, tetapi mau bagaimana lagi jika mereka sudah ditakdirkan untuk bersama.
Janji suci sepasang pengantin sudah diikrarkan. Mereka berdua saling memasangkan cincin nikah di jari manis, Suasana pun menjadi suka cita, disinilah acara di adakan di rumah mewah kediaman Fabricia, dengan acara pesta pernikahan yang lumayan besar, namun yang menghadiri pernikahan hanya orang-orang tertentu saja.
Tamu undangan hanya dari beberapa kerabat dekat dan tetangga-tetangga yang bersebelahan dengan rumah Rossa, semua tamu bercanda tawa dimana mana, makanan dan minuman juga sudah mulai terlihat berkurang terdapat kebahagiaan diwajah semua orang.
Rossa, wanita yang menjadi ratu malam ini berusaha untuk tegar dan tidak bersedih saat di depan semua orang, sejujurnya hatinya masih sangat belum siap, ia masih berduka atas meninggalnya mama tercinta, namun berpapasan permintaan sang papa, Rossa juga tak mau menolaknya.
__ADS_1
***