
Akibat suasana sepi di parkiran, ada kejanggalan yang Rossa rasakan, membuat bulu kudu Rossa berdiri. Gadis itu semakin dibuat merinding, kemudian segera memasuki mobilnya untuk segera pulang.
Rossa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang saat meninggalkan kampus untuk menuju ke rumahnya.
Selama di perjalanan, Rossa tidak sadar jika ternyata dirinya sedang dibuntuti oleh mobil asing yang mengikuti dirinya dibelakang.
Tanpa sengaja, Rossa menoleh ke arah sepion untuk melihat ke belakang, saat itu ia menyadari bahwa ada mobil yang mengikutinya, Rossa pun curiga dan mengerutkan sedikit keningnya.
Sedari tadi mobil Jeep warna hitam yang ada di belakang sedang mengikutinya kemana pun Rossa berbelok, mobil Jeep hitam tersebut selalu mengikuti Rossa.
Pada saat berada dijalanan yang dilewati Rossa adalah jalanan yang sangat sepi dan tidak ada perumahan sama sekali, yang ada hanya banyak perpohonan dipinggir jalan. Rossa mulai tidak tenang dan panik.
" Astaga aku lewat jalan mana ini, kenapa aku ada didaerah ini, "
" Ayolah Rossa fokus, fokus menyetir, jangan hiraukan mereka mungkin mereka juga tersesat atau mungkin ke arah yang sama dengan mu makanya mengikutimu, " batin Rossa, berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Dan pada saat waktu yang bersamaan, tiba-tiba mobil Jeep hitam tersebut menyalip mobil Rossa, dan berhenti tepat berada di depan mobil milik Rossa, dengan cepat Rossa pun segera menginjak rem pedalnya sampai keningnya terbentur oleh setir mobil yang dikendarainya, ia begitu terkejut.
" Awwww. " Rossa merintih sambil mengelus keningnya akibat benturan tersebut.
Sang sopir yang mengendarai mobil Jeep hitam itu keluar dari mobilnya, kemudian diikuti oleh dua orang yang keluar dari sana. Tiga laki-laki berbadan besar dan berjaket hitam menampakkan ekpresi seram dan mendekati mobil Rossa.
Tok tok tok!
" Keluar kau! " perintah salah satu laki laki tersebut sambil mengetuk kaca mobil Rossa berulang kali dengan keras, sampai membuat Rossa takut
" Ada apa ini sebenarnya? mereka itu siapa dan aku harus bagaimana, " ujar Rossa panik.
Merasa tidak ada pilihan lain. Rossa memberanikan dirinya untuk keluar dari mobilnya.
__ADS_1
" Iya aku keluar, kalian ini siapa? " ujar Rossa dengan sedikit berteriak, pada saat Rossa turun dari mobil tiba-tiba saja salah satu dari mereka menarik tangan Rossa dengan kasar hingga membuat ia terjatuh, sampai gadis itu memekik kesakitan akibat tarikan kasar dari laki-laki itu.
" Aduhhh sakit, " rintih Rossa kesakitan bukan hanya pada bagian pergelangan tangannya yang sakit, tapi bagian lututnya juga sama sakitnya, karena terbentur aspal sampai mengeluarkan sedikit darah segar.
" Mau apa kalian! " teriak Rossa dengan menahan sakit dibagian tangan dan lututnya itu.
" Wah boss dia cantik ternyata, lihat juga itu bos bodynya? apa kita habisi dia juga sekarang aja bos atau mungkin menikmati terlebih dahulu tubuhnya ?" tanya salah satu laki-laki itu dengan menatap Rossa penuh nafsu, hal itu membuat Rossa begidik ngeri.
Dan orang yang di sebut bos itu pun, mulai mengamati tubuh Rossa mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Hmmm.. " guman kecil dari orang yang dipanggil bos.
" Benar juga kata-mu, ternyata dia cantik juga, bodynya juga Ah seksi sekali hahaha, " ujarnya sambil tertawa mengerikan membuat bulu kuduk Rossa berdiri.
" Ya sudah ayo kita bawa dia sekalian, kita puaskan acara hari ini, "
Rossa yang sedari tadi diam saja dan mencerna percakapan mereka itu akhirnya mengerti, bahwa laki-laki yang ada di depanya akan mencelakainya bahkan akan melecehkan-nya, dan gadis itu tidak tahu harus melakukan apa, tidak lama kemudian, ia berjalan mundur dan berteriak untuk minta pertolongan.
Teriakan Rossa dengan sangat kencang. Namun terbuang sia-sia karena tidak ada satu pun orang yang mendengarnya apa lagi akan membantunya, karena jalanan itu sangat sepi.
" Aduh mati aku, " gumam Rossa dalam hati, tangannya mulai bergetar, dan bulir-bulir keringat yang mulai bercucuran di keningnya karena ketakutannya
" Hahahahah nona cantik silahkan saja kau berteriak sekencang-kencangnya, disini tidak akan ada yang mendengar teriakanmu, apa lagi sampai mau menolongmu, " ujar salah satu dari laki-laki itu sambil tertawa terbahak bahak saat melihat ekspresi Rossa yang berubah menjadi ketakutan.
" Mau apa kalian, jangan sentuh aku, pergii..! " teriak Rossa.
" Pergi kalian semua jangan mendekat, jika kalian berani menyentuhku, kalian semua akan tau konsekuensinya, Jadi jangan berpikir untuk macam-macam kepadaku, " tutur Rossa kembali sambil mencoba untuk memberanikan diri mengancam laki-laki yang ada di hadapannya itu, meskipun Rossa berani berbicara seperti itu. Namun sebenarnya gadis itu begitu ketakutan.
" Cuih, aku tidak peduli siapa kamu dan keluargamu gadis cantik, aku hanya peduli dengan mobil, barang-barangmu dan tubuhmu, " ujarnya dengan senyum yang sarkas, membuat Rossa semakin ketakutan.
__ADS_1
Ketika itu Rossa teringat dengan ponselnya ia mergoh sakunya, tetapi ternyata kosong, Rossa meninggalkan ponselnya didalam tas, dan tas itu berada dimobilnya.
Sedari tadi Rossa mengumpat sekaligus mengutuki dirinya, hari ini mungkin hari sialnya, dan Rossa sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
" Ah kelamaan, kita sikat dia sekarang saja bos, " ucap salah satu dari mereka.
Ketika mereka hendak menyentuh tubuh Rossa, dan tiba-tiba terdengar suara sebuah pukulan mendarat diwajah salah satu dari mereka bertiga.
Bukkkh!!! Bukkkh!!! Bukkkh!!!
Terdengar suara keributan dari seorang laki-laki yang berani menyerang tiga pria jahat tersebut, sampai jatuh tersungkar di jalanan.
Pada akhirnya ketiga pria tersebut kalah seketika, mereka semua berlarian memasuki mobilnya dengan ketakutan dan wajahnya yang babak belur.
Seketika tangis Rossa pecah, karena perasaan lega bahwa masih ada orang yang menolongnya dan bercampur rasa takut sebelumnya, karena jika tidak ada yang menelongnya Rossa sudah tidak tahu nasib dia kedepannya atau mungkin dia sudah mati, pikirnya.
" Apa kamu baik-baik saja? " tanya laki-laki yang menolongnya itu, lalu mendekat ke arah Rossa.
Rossa tidak menjawab, ia masih menangis karena takut, laki laki itu memberanikan diri memegang pundak Rossa, ternyata badan Rossa saat ini sangat dingin dan basah karena bulir keringatnya, bahkan masih gemetaran.
Rossa duduk dengan lesu, terlihat luka di lututnya juga berdarah akibat benturan tadi. Namun, Rossa tak memperdulikkan lukanya, ia menangis karena ketakutan dengan ketiga pria yang hampir menghabisi nyawa dan harga dirinya tadi.
Kemudian laki laki itu sontak memeluk Rossa, melihat keadaan Rossa yang seperti itu membuat ia tidak tega, bahkan laki-laki itu merasakan sakit seperti apa yang dirasakan Rossa, tetapi juga ada perasaan yang nyaman saat memeluk gadis itu. Ntah sejak kapan smua perasaan itu muncul.
" Sudah jangan takut, kamu tidak apa-apa, kamu sudah aman, " ujarnya yang berusaha menenangkan Rossa.
Rossa yang sudah tidak berdaya hanya dia saja tidak menyahuti ucapan laki-laki yg menolongnya itu, akan tetapi gadis itu berani menggelamkam kepalanya didada laki laki tersebut dan pada akhirnya Rossa tiba-tiba pingsan didekapanya.
" Hei kamu kenapa, bangun!! " sambil menepuk-nepuk pipi Rossa, namun Rossa tetap diam karena sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Tidak berpikir panjang, laki-laki itu pun langsung menggendong tubuh Rossa dan membawanya masuk kedalam mobilnya, lalu laki laki itu juga mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
***