
Rossa bangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya pelan saat merasakan cahaya matahari masuk melalui celah jendelanya, lalu saat Rossa benar-benar sudah terbangun, ia segera melihat ke arah jam dinding yang menunjukan pukul tujuh pagi.
Rossa segera turun dari ranjangnya ingin menuju kamar mandi, setelah itu ia berniatan untuk turun ke dapur menemui mama Zeline dan bibi Moey, karena semalam Zeline dan Aryan, bilang jika mereka berdua berniat akan tidur di kediaman Rossa. Mereka akan pulang nanti siang, saat ini Fiky sedang dirawat dirumah sakit kembali, seperti kata dokter Lovata. Ia belum sembuh total dan harus kembali melakukan pengobatan selanjutnya.
Namun, pada saat Rossa akan beranjak dari tidurnya, dia sedikit dikejutkan dengan tangan yang melingkar di pinggangnya, ternyata itu adalah tangan suaminya yang sedang tidur dengan posisi memeluk dirinya.
" Apa semalam dia tidur dengan posisi ini, pantas saja aku merasa sangat nyaman. " ujar Rossa dalam hati.
Rossa sedikit menyunggingkan senyumnya, kemudian ia menyentuh pelan tangan Alex untuk memindahkannya agar dirinya bisa bangun, setelah berhasil Rossa langsung bangun dan berdiri, seperti biasa ia menguncir rambutnya dulu lalu mengambil pakaian seadanya dan langsung menuju kamar mandi.
Selesai melakukan rutinitas mandinya, Rossa segera keluar dari kamar mandi, dan sekaligus Rossa juga sudah berganti pakaiannya saat di dalam kamar mandi, kini Rossa melihat suaminya yang masih tertidur pulas hanya bisa menatapnya, suaminya itu benar-benar sangat tampan walau sedang tertidur.
Sebenarnya Rossa ingin sekali menyentuh wajah suaminya itu. Alisnya yang sedikit tebal serta bulu matanya yang lentik. Rossa sangat gemas. Namun, ia tahan karena tak mempunyai keberanian untuk itu, akhirnya Rossa lebih memilih keluar kamar sebelum suaminya bangun dan memilih menuju dapur, karena Rossa tahu jika suaminya itu kelelahan akibat acara kemarin, jadi dia tidak membangunkannya.
Tepat saat Rossa membuka pintu kamarnya, dengan tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan mama Zeline yang tengah berdiri didepan pintu, mama Zeline berniat ingin membangunkan menantu dan putra kesayangannya tersebut.
" Hallo selamat pagi sayang, sudah bangun ternyata, " ujar mama Zeline dengan tiba-tiba. Membuat Rossa terlonjak kaget.
" Ah astaga mama, " ujarnya dengan mengelus dadanya pelan, karena ia terkejut oleh ulah mama mertuanya itu.
" Hallo ma, selamat pagi juga mama, " sambung Rossa kembali sembari tersenyum.
Zeline sedikit terkekeh serta tersenyum genit, Rossa yang tidak paham dengan mama mertuanya itu hanya memincingkan matanya ke arah mama Zeline.
" Emm sepertinya benar, kamu lupa sesuatu ya sayang? " tanya Zeline dengan menatap dalam menantunya itu.
" Ada apa ma? " tanya Rossa dengan polosnya, karena benar-benar tidak paham dengan ucapan Zeline.
Zeline menghembuskan nafasnya seraya menggeleng kepalanya pelan kemudian tersenyum.
" Kamu keliahatannya memang benar-benar lupa ya sayang, kalau hari ini hari apa? " ujarnya, seketika Rossa pun langsung ingat, kemudian tersenyum menunjukan deretan gigi putihnya sambil menggenggam kedua tangannya karena malu.
__ADS_1
" Ah itu ya ma, maaf ma Rossa lupa, " ujar Rossa kepada Zeline.
" Sepertinya kamu ini kelelahan ya sayang, apa jangan-jangan semalam kalian sudah...? " ujar Zeline yang sengaja menggoda menantu kesayangannya itu.
Rossa yang tidak mengerti pun kembali kebingungan dengan ucapan mama mertuanya tersebut.
" Ah baiklah mama mengerti, jika kalian belum melakukannya tidak apa-apa, kalau begitu segera bersiap-siap ya, kalian akan berangkat jam sembilan nanti, " sambung Zeline sambil tersenyum dan menatap lekat ke arah Rossa.
Seketika Rossa mengerti maksud dari mama mertuanya itu, ia hanya bisa menundukkan kepalanya, karena merasa tidak enak sekaligus malu.
" Maafkan Rossa ma, Rossa masih belum siap, " ujar Rossa dalam hati.
Zeline berpamitan pergi meninggalkan kamar Rossa. Rossa yang melihat punggung mertuanya menghilang hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan, ia merasa sangat tidak enak karena melihat raut wajah mertuanya tadi.
Saat Rossa menutup pintu dan kembali memutar tubuhnya, tiba-tiba ia dibuat terkejut kembali saat melihat Alex yang sudah berdiri tepat didepannya.
" Astaga kau ini! mengagetkanku saja, " ujar Rossa yang terperanjat kaget, Alex yang melihat ekspresi istrinya itu sedikit terkekeh.
" Maafkan aku hehe, siapa yang menemuimu barusan? " tanya Alex sambil menatap Rossa, seketika raut wajah Rossa terlihat sedih dan dia menundukkan kepalanya.
" Mama yang menemuiku, " balas Rossa dengan lirih, Alex yang mendengar ucapan Rossa itu langsung paham, pasti mamanya menanyakan tentang malam pertama mereka.
" Ya sudah jangan bersedih, biarkan aku nanti yang menjelaskan kepada mama, " ujar Alex sembari mendekati istrinya dan memeluknya.
Rossa pun tidak menolak pelukaan dari suaminya, ia menggelamkan wajahnya di dada Alex dengan berkata lirih.
" Maafkan aku, " ujar Rossa dengan meneteskan air matanya, Alex sadar saat kaos putihnya basah, ia segera menangkap wajah istrinya yang sedang menangis.
" Hey! kenapa kau menangis? " tanya Alex dengan melonggarkan pelukannya dan menatap ke arah Rossa, kemudian Rossa yang tersentak langsung menunduk lagi, Alex segera memegang dan menarik dagu Rossa agar bisa menatapnya.
" Tatap aku, jangan menunduk dan jelaskan kenapa kau menangis? " tanya Alex, kemudian pandangan mereka bertemu, seketika tangis Rossa pun langsung pecah saat melihat tatapan dari suaminya itu dengan posisi masih berpelukan.
__ADS_1
Alex yang kebingungan dengan sikap istrinya itu mencoba menenangkan dan menggodanya.
" Hey, sudah-sudah jangan menangis lagi, nanti kau jadi tambah jelek kalau kebanyakan menangis, " ucap Alex dengan memeluk Rossa dengan erat dan menegelur punggung Rossa. Rossa yang tersadar dengan upacan suaminya barusan, segera ia melepaskan pelukannya.
" Apa maksudmu aku jelek? " tanya Rossa dengan ketus.
Ia berkata dengan mengusap sisa air mata dipipinya, kemudian Rossa pun mengecutkan bibirnya seraya mengalihkan pandangannya dari Alex.
Alex yang mengertahui jika Rossa kesal kepadanya tersenyum dan menahan tawanya.
" Kenapa kamu malah jadi kesal kepadaku? " tanya Alex lagi.
Rossa tidak bergeming ia hanya diam dan mengecutkan bibirnya. Alex pun yang mendapatkan Rossa mengacuhkannya, tanpa aba-aba ia segera mengecup kilas bibir mungil Rossa, sontak membuat Rossa langsung tersentak.
" Hey! apa yang kau lakukan? " Rossa berucap dengan setengah berteriak.
" Mencium istriku lah. " ucap Alex sambil tersenyum semanis mungkin tanpa dosa.
Setelah Rossa mendengar ucapan yang barusan Alex lontarkan kepadanya, jantungnya tiba-tiba beredetak sangat kencang, ia pun menundudukan kepala.
" Astaga apa-apaan dia ini, kenapa dia selalu senang membuat jantung ku seperti ini. " batin Rossa.
" Ah sudahlah, kau mandi saja dulu, habis ini kita turun untuk sarapan dan bersiap-siap tadi mama memanggil kita. " ujar Rossa dengan sedikit sendu, Alex pun kembali memeluknya dan berkata.
" Sudah jangan bersedih lagi, nanti aku bantu bicara dengan mama, " ucap Alex menenangkan dan ia juga mencium puncak kepala istrinya itu.
Rossa yang mengerti hanya menggangguk dan menuruti ucapan suaminya.
" Terima kasih karena sudah mengertikanku, " ujar Rossa dengan posisi yang masih sama.
" Kalau begitu cepat mandilah, mereka pasti sudah menunggu kita, " sambung Rossa kembali, Alex pun mengangguk dan mengiyakan seraya pergi menuju kamar mandi.
__ADS_1
Sementara Rossa ia menyiapkan kebutuhan suaminya, serta bersiap-siap mengemasi barang pribadi yang diperlukan.
***