
Setelah ditinggal putri dan menantunya Honeymoon diparis, kini keadaan Fiky mulai membaik karena pria itu mendapat perawatan intens yang dilakukan oleh adik iparnya.
Hari ini Fiky mendapat kabar baik, bila dirinya sudah boleh pulang dan mendapat perawatan pribadi disana, karena hari hari lalu ia belum sehat dan memaksa untuk dirumah beberapa saat sebelum putri dan menantunya berangkat Honeymoon, sekarang Fiky sudah beberapa hari dirawat di Rumah sakit dan sudah boleh pulang.
" Bagaimana kabar putriku dan suaminya disana? " Kali ini Fiky terlihat berbicara dengan seseorang ditelepon, suara itu berasal dari asistennya.
Tanpa sepengetahuan Rossa dan Alex, diam diam Fiky menyuruh beberapa orang untuk mengawasi serta melindungi putri dan menantunya.
Karena Fiky sudah trauma dengan kejadian lalu bersama mendiang istrinya, rasanya jika mengingat itu membuat hati Fiky kembali sakit, bahkan ia merasa sangat berasalah sudah mengajak istrinya pergi waktu itu.
" Mereka disini baik baik saja tuan, " jawab seseorang disebrang saja.
" Baiklah, terus kawal mereka dan jangan sampai terjadi apa apa dengan mereka, " titah Fiky, mereka mengiyakan lalu panggilan tersebut berhenti.
" Andai saja waktu bisa diulang kembali, pasti Gesya saat ini masih bersamaku, " Fiky bergumam lirih.
Karena sedang asik dengan lamunannya sendiri, kini pintu ruangan tersebut dibuka seseorang.
Ceklek..
Terlihat Dokter Lovata memasuki ruang rawat kakak iparnya. Ia melihat Fiky sedang melamun segera menegurnya.
" Kak? " sapa Lovata, dan Fiky sedikit tersentak.
" Eh kau Lovata, " ujar Fiky.
" Kenapa melamun? " Lovata bertanya.
" Tidak apa apa aku tidak sedang melamun, " Fiky mengelak.
Lovata menatap mata kakak iparnya, ia memahaminya jika kakak iparnya tersebut sedang merindukan mendiang istrinya.
" Sudahlah kak, jangan larut dalam kesedihan aku tau rasanya ditinggal pergi seseorang yang kita sayang, karena dia juga kakak kandungku, rasanya sakit sekali, tapi untuk apa kita berlarut larut dengan kesedihan yang ada kak Gesya akan sedih nantinya, lebih baik kita doakan saja kak Gesya agar tenang dialam sana, " Lovata memberi nasehat Fiky.
Fiky menatap Lovata, mata sendunya sudah tidak bisa berbohong lagi.
" Ya kau benar Lovata, " lirinya.
Lovata tersenyum, " Baiklah aku percaya padamu kak, jangan sampai kau berlarut dalam kesedihan lagi, sekarang kau sudah diperbolehkan pulang hari ini, bagaimana jika aku membantumu?.
Fiky setuju, kemudian Lovata membantu Fiky untuk pulang.
___
__ADS_1
Sesampainya dirumah, Fiky segera turun dari mobil dan dituntun oleh Lovata, ternyata disana sudah disambut oleh Agnes, putri Lovata dan juga bibi Moey.
" Hayy selamat datang kembali dirumah om Fiky dan papa, " Agnes dengan hangat menyambut kedatangan Fiky dan papanya, karena sebelum itu Agnes dan Asisten yang lainnya sudah diberi tahu terlebih dahulu sebelum kepulangan mereka.
" Hay juga putri papa, " Lovata menjawab lalu diikuti oleh Fiky.
" Hay juga nak, bagaimana kabarmu? " Fiky bertanya kepada Agnes disertai senyuman hangat.
" Kabar Agnes baik om, bagaimana kabar om? " Agnes bertanya kembali.
" Alhamdulillah kabar om baik nak, om sudah agak enakan, " ujarnya.
" Alhamdulillah jika om sudah enakan, "
" Wah anak papa sudah cantik aja nii, " kali ini Lovata menimpali obrolan mereka berdua.
" Ihh papa padahal Agnes tidak dandan loh, " Agnes tersipu dengan rayuan papanya, papanya itu memang tidak pernah absen untuk memuji kecantikan putrinya tersebut.
" Hahahah, " Fiky yang mendengarkannya hanya tertawa, diikuti oleh Lovata, pria itu juga ikut tertawa.
" Ya sudah ayo kita masuk, " Fiky mengajak semua orang. Kemudian mereka semua menyetujuinya dan masuk ke dalam rumah.
Disana Fiky langsung kembali ke kamarnya, karena Fiky belum sepenuhnya sembuh, hanya tinggal berapa pengobatan saja.
" Baiklah Lovata, terima kasih banyak kau sudah mau membantuku untuk merawatku, " jawab Fiky sembari tersenyum.
" Tidak usah berterima kasih lagian kau itu masih kakak iparku, dan Rossa juga keponakan ku jadi tidak masalah aku membantumu, dan jangan lagi kau berlarut dalam kesedihan, itu akan membuat kak Gesya sedih juga nantinya, "
Lovata memberikan banyak saran kepada Fiky, bagaimanapun juga Lovata tetaplah adik ipar Fiky meskipun kakaknya telah tiada.
" Ya aku tau Lovata, aku akan mendengarkanmu kali ini, " Fiky berbicara sambil tertawa lirih.
" Oke tidak apa apa meskipun hanya kali ini, " Lovata tersenyum masam.
Agnes yang melihat tingkah kedua pria dewasa tersebut ikut tersenyum.
Setelah berbincang bincang ringan tadi, kini Fiky berada didalam kamar sendirian, sedari tadi pria itu ingin mengistirahatkan dirinya namun tidak bisa, ada beberapa hal yang membuat dirinya ingin melakukan sesuatu.
" Sepertinya aku harus menghubungi Tomi, " gumam Fiky.
Tomi sendiri ialah salah satu orang suruhan Fiky yang sangat di percayainya.
Fiky mengambil ponselnya untuk melakukan panggilan terhadap pria tersebut.
__ADS_1
" Halo tuan Fiky, " suara seseorang disebrang sana telah berhasil menerima panggilan dari Fiky.
" Halo Tom, Bagaimana penyelidikan yang sudah kau lakukan selama ini? " Fiky bertanya ia begitu sangat penasaran.
" Banyak yang sudah saya dapatkan tuan, tadinya saya ingin langsung menemui anda, untuk membahas lebih rinci lagi, lebih baik sekarang saya datang kerumah anda, " Tomi menjawab sopan.
" Oke boleh, kau datang saja sekarang, aku sudah ada dirumah " ujar Fiky.
" Baik tuan saya akan kesana sekarang juga, " balas Tomi, kemudian panggilan mereka berdua berakhir.
Setelah melakukan panggilan tersebut, kini Fiky terlihat bersiap-siap untuk keluar kamarnya menemui Tomi.
***
Dilain sisi.
Dikantor Adinata kini terlihat Adam sedang terlihat sangat pias bahkan sepertinya sedang berfikir keras.
" Kenapa semua rencanaku jadi seperti ini, " Adam bergumam sembari jari jemarinya mengetuk pelan meja kerjanya.
" Aku bahkan tidak menyangka jika semuanya akan sia sia, "
Sialll!!
Kali ini Adam melirik ponselnya, kemudian segera ia mengambil ponsel tersebut dan menelpon seseorang.
Tidak lama kemudian panggilan tersebut sudah terjawab.
" Halo, Bagaimana kabarmu? " Adam bertanya kepada seseorang disebrang sana. Ia berniat untuk basa basi terlebuh dulu.
" Cih kabarku? Pasti kau sendiri sudah tau tentang diriku, " seseorang disebrang sana menjawab acuh, sepertinya ia tidak suka bila Adam menelponnya.
Adam hanya terdiam, selanjutnya ia hanya menghela nafas, " Ya aku tau kau sedang marah kepadaku, bisakah kita bertemu aku ingin berbicara sesuatu kepadamu, "
Namun pria tersebut hanya diam tidak membalas ucapan Adam.
" Aku janji kali ini saja ku mohon, kita bertemu ditempat biasa, " Adam berujar lagi, selanjutnya pria tersebut menyetujuinya.
Untuk pertama kalinya Adam meminta bantuan kepada seseorang seperti ini.
Sesampainya ditempat yang ia janjikan Adam segera turun dari mobilnya untuk menuju ketempat tersebut.
Disana ternyata sudah ada mereka, dia adalah orang suruhan Adam sebelumnya.
__ADS_1