
Rossa tidak fokus membaca, gadis itu terlihat kembali melamun. Alex yang tidak sengaja melihatnya melamun segera menegurnya.
" Heiii gadis ceroboh.! " seru Alex yang tiba tiba sudah dihadapan Rossa sambil berdiri, sontak membuat Rossa tersadar dari lamunannya.
Refleks Rossa juga ikut berdiri didepan Alex, kini jarak mereka berdua sangat dekat sekali, hanya terjarak 5 cm saja, membuat jantung Rossa tiba-tiba berdetak tidak karuan.
" Astaga ada apa dengan jantungku saat ini, " gumam Rossa dalam hati.
" Apa ada masalah? " tanya Alex.
Rossa hanya terdiam, ia masih asik dengan fikirannya.
Merasa tidak ada respon dari Rossa, Alex melambaikan tangannya ke wajah Rossa, sehingga membuat gadis itu segera keluar dari fikirannya.
" Eh iya, aku tidak ada masalah apa-apa kok, " ujar Rossa sembari mengalihkan pandangannya, gadis itu tidak berani menatap Alex.
" Apa kau melamun karena ingin dijodohkan oleh orang tuamu? " tiba tiba saja Alex bertanya seperti itu. Seolah ia tau permasalahan yang dihadapi Rossa sekarang.
Gadis itu langsung mendongakan wajahnya untuk menatap Alex.
" Kenapa Dosen bisa tahu? " tanya Rossa sambil mengerutkan keningnya, ia merasa heran.
" Sebenarnya aku tidak tahu, aku hanya menebaknya saja, " ujar Alex, yang membuat Rossa langsung merubah raut wajahnya kembali tenang.
" Ku kira dia tahu semuanya, " batin Rossa.
" Kenapa, apa perkataanku itu benar? " tanya Alex.
" Tidak, itu tidak benar, " balas Rossa ketus.
" Apa ada hal lain yang ingin Dosen bicarakan, jika tidak saya ingin permisi pulang dulu, " ujar Rossa yang hendak meninggalkan Alex disana. Namun dengan cepat Alex segera menghentikannya.
" Apa kamu sedang membutuhkan seseorang untuk dijadikan pacar? " Alex berkata santai, ia berhasil membuat Rossa berhenti.
" Kenapa dia tau jika aku butuh pacar, apa jangan dia juga tahu apa sedang aku pikiranku saat ini, " batin Rossa menerka-nerka.
Rossa masih terdiam, kemudian menghadap kearah Alex lagi.
" Nanti aku ke rumahmu untuk bertemu dengan orang tua mu dan mengatakan jika aku ini adalah pacarmu, Bagaimana kau setuju? " sambung Alex, membuat Rossa tidak lagi bisa menahan keterkejutannya.
" Jika kau setuju, kau boleh temui aku lagi, " Alex berkata lagi namun Rossa tetap diam saja, kali ini Rossa terlihat berfikir keras.
Alex sedikit tersenyum sinis tanpa bicara lagi ia segera keluar dari ruang perpustakaan tersebut dan meninggalkan Rossa sendirian disana.
" Apa aku terima tawarannya ya, untuk menjadikan pacar bohongan ku, argghh kenapa harus dosen itu, ah tapi aku tidak ada pilihan lain, ini kesempatanku untuk menolak perjodohan dari papa, " gumam Rossa, gadis itu segera pergi dari sana untuk mengejar Alex.
" Dosen Alex, tunggu. " panggil Rossa dengan nafas yang tak beraturan, akhirnya ia berhasil menghentikan langkah Alex.
Alex yang mendengar namanya di panggil segera membalikkan tubuhnya.
" Emm i-iya aku mau menerima tawaran tadi untuk menjadi pacar Dosen, tapi cuma menjadi pacar pura pura saja, " ujar Rossa dengan ragu-ragu, sebenarnya ia sangat malu.
Alex tidak menjawab perkataan Rossa, laki laki itu berlalu meninggalkan Rossa untuk menuju ke parkiran.
__ADS_1
" Dasar Dosen aneh, tadi menawariku giliran aku menerima dia main pergi begitu saja, ingin rasanya aku mencabik-cabik dirinya sampai jadi debu huh. " gumam Rossa dengan kesal. Gadis itu masih tidak habis pikir dengan sikap Alex.
***
Dengan rasa malas Rossa pulang ke rumah, sedari tadi raut wajahnya terlihat muram, ingin sekali gadis itu kabur dari rumahnya. Namun, ia tidak mempunyai keberanian untuk melakukan itu.
Setibanya di rumah, Rossa langsung di hadang oleh Fiky didepan pintu.
" Kenapa pulangnya terlambat, segera masuk! " perintah Fiky dengan penuh ketegasan.
" Em Rossa tadi mampir dulu diperpustakaan kampus pa, " jawab Rossa dengan menundukkan kepalanya, gadis itu tidak berani menatap papanya, dia begitu takut.
Namun Fiky tetap diam, laki-laki itu berjalan ke arah ruang keluarga, di ikuti oleh Rossa dari belakang.
" Mati aku habis ini, pasti mau membahas masalah perjodohan dan keputusanku, aku harus jawab apa, ah bingung sekali, ya sudah lah kalau ini memang takdir ku, sepertinya aku harus menerimanya. " batin Rossa, dengan menampakkan raut wajah sendunya.
Sesampainya di ruangan keluarga Rossa sudah di tunggu oleh Gesya beserta keluarga dari keluarga Adinata yang ternyata sudah ada disana.
" Ini putri saya dia namanya Rossa, " tutur Fiky memperkenalkan Rossa di depan keluarga Adinata.
" Ya tuhan ini anak Tuan Fiky ya, cantik sekali, " ujar Aura, istrinya Adam.
Rossa memberanikan dirinya, ia melihat satu persatu keluarga Adinata, ada seseorang yang membuat mata Rossa terbelalak sempurna, orang yang ia kenalinya kini sedang ikut duduk di antara mereka.
" Reyhan? " tanya Rossa yang masih tidak percaya.
" Kenapa dia bisa ada disini? " Gumamnya kembali.
" Eee enggak juga sih om, kita sekelas tapi tidak akrab, " jawab Rossa. Akan tetapi Reyhan tetap diam, sekilas laki laki itu hanya melirik Rossa.
" Ya tuhan, ternyata Reyhan yang mau di jodohin denganku ya, astaga dia lebih dingin dari dosen gila itu apa aku sanggup untuk jadi istrinya nanti. " Rossa dipenuhi banyak pertanyaan dibenak pikirannya.
" Oke baiklah, karena kita semua sudah kumpul disini, papa mau tanya kepada Rossa, Bagiamana keputusan kamu nak? " tanya Fiky kepada Rossa.
" Em.... Rossa itu a aa anu pa emm.. " belum sempat Rossa memberikan penjelasnya dengan nada terbata-bata. Tiba tiba bel rumah mereka berbunyi.
Ting Tong...
" Siapa yang datang. " ujar Fiky.
" Biar mama saja pa yang buka pintunya, sebentar ya Tuan adam dan jeng Aura, " sahut Gesya, Adam dam Aura membalas dengan anggukan kepala sopan.
Saat Gesya membuka pintu, Gesya di buat terkejut karena orang yang ada hadapannya adalah seorang laki laki yang ia kenali.
" Nak Alex? " sapa Gesya, setelah ia berhasil membukakan pintu.
" Selamat siang tante, iya ini Alex , " jawab Alex.
" Selamat siang juga nak, ada apa ya nak Alex" ujar Gesya.
" Alex ingin bertemu dengan Rossa tante, Rossanya ada? " Alex bertanya kembali.
" Ada, Rossa di dalam nak, " balas Gesya kepada Alex.
__ADS_1
" Maaf jika berkenan boleh saya berbicara hal penting kepada tante, " ujar Alex, membuat Gesya penasaran dengan maksud tujuan Alex datang kerumahnya dan menanyakan Rossa.
" Silahkan nak, apa yang ingin kamu katakan sama tante? " ucap Gesya sambil menunjukan ekspresi serius.
" Sebenarnya saya ini adalah pacar Rossa tante "
Pengakuan Alex tersebut, justru membuat mata Gesya membulat sempurna.
" Jadi kamu pacarnya Rossa.. " ujar Gesya yang langsung merasa senang dengan pengakuan Alex baru saja.
" Ayo masuk dulu nak Alex, kita temui dulu Om dan Rossa didalam, " sambungnya kembali sambil mengajak Alex untuk masuk kedalam rumahnya.
" Iya tante, terima kasih, " jawab Alex sambil mengikuti langkah Gesya yang sudah lebih dulu berjalan dari belakang menuju ruang keluarga.
" Siapa ma ? " tanya Fiky kepada sang istri, ia belum tau siapa tamu yang baru saja Gesya temui.
Disaat Alex datang semua pasang mata yang ada disana langsung tertuju kepadanya.
" Nak Alex, " Ujar Fiky yang merasa heran.
" Hay om, Selamat siang, " ujar Alex sambil menundukan kepalanya.
" Selamat siang nak, ada apa nak Alex kemari? " tanya Fiky seraya menunjukan raut bertanya-tanya tentang kedatangan laki laki tersebut.
Bukan hanya Fiky dan Rossa saja yang terkejut, namun keluarga Adinata pun juga merasakan hal yang sama.
" Kamu siapa? " Adam bertanya karena ia sedang tidak asing dengan raut laki laki tersebut.
Kemudian Alex mengarahkan pandangannya kepada Adam.
" Dia Alex, putra dari keluarga Wiliams, " timpal Fiky menjelaskan.
Adam yang mendengarkannya sedikit terkejut, ia langsung terdiam. Spontan Adam mengernyitkan dahinya ketika ia melihat tatapan Alex yang tertuju kepadanya.
Rossa yang berada di samping papanya hanya bisa diam dengan seribu bahasa, ia merasa canggung dengan situasi sekarang ini.
" Maaf om tante dan semuanya, saya mau berkata yang sebenarnya, jika saya kemari hanya ingin menemui anak om Fiky yang bernama Rossa, kalau saya ini adalah pacar Rossa. "
Degg!!!
Pengakuan dari Alex itu membuat jantung Rossa berdetak sangat cepat dari biasanya, semua orang pun dibuat tercengang dengan pengakuan yang Alex lontarkan, tapi tidak untuk Gesya mamanya Rossa, dia hanya tersenyum samar saja tatkala mendengar pengakuan dari Alex, karena Gesya merasa bahagia sekaligus memuji keberanian Alex.
" Dia mengakui kalau aku pacarnya, ya tuhan terimakasih kau telah menolongku. Tapi tunggu, jangan senang dulu Rossa, dia itu pacar bohongan mu, tapi tidak apa-apa lah, yang penting aku bisa bebas dari perjodohan ini. " tutur Rossa dalam hatinya, ia sedikit merasa aneh dengan apa yang di rasakannya saat ini, tapi ia tidak mau ambil pusing yang terpenting ia tidak jadi di jodohkan dengan putra dari keluarga Adinata.
" Apa benar itu nak? " kali ini Fiky berbalik tanya kepada Rossa dengan senyum yang berkembang di wajahnya.
Tanpa banyak ragu lagi Rossa tersenyum dan menjawab pertanyaan papanya.
" Iya itu semua benar pa. " Mendengar jawaban Rossa, Alex menatap Adam dan tersenyum sinis ke arahnya.
Braak!!!
***
__ADS_1