
Disisi lain.
Alex bangun dari tidurnya ketika sinar matahari mengintipnya dari jendela kamarnya yang tidak tertutup gorden dengan sempurna, ia berjalan menuju kamar mandi, menyalakan showernya lalu merendamkan seluruh tubuhnya di bathub untuk mendinginkan fikirannya.
Selesai berendam Alex keluar dengan menggunakan kaos putih sambil mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk. Laki-laki itu mengambil ponselnya kemudian menelepon seseorang.
" Temui gue di tempat biasa, " ujar Alex, kemudian panggilan itu diakhirinya. Alex bergegas ganti menggunakan baju santai, kemudian ia keluar kamar menemui asisten rumah tangganya.
" Bi Salma saya tidak sarapan disini, saya mau sarapan di luar, " tutur Alex pada bi Salma saat wanita itu hendak menyiapkan sarapan untuknya.
Tanpa banyak bertanya bibi Salma mengiyakannya, " Baik tuan. "
Alex keluar dari Villanya untuk bertemu dengan sahabatnya di tempat yang sudah mereka sepakati, kini Alex mendekati mobilnya dan memasukinya, setelah itu Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju cafe tempat biasa mereka berkumpul.
Setibanya di cafe Grand Dragon, tempat yang sudah mereka janjikan, laki-laki itu turun dari mobilnya dan segera berjalan memasuki Cafe tersebut, dan ternyata cafe itu ialah cafe milik Zovan, yaitu sahabat Alex.
Alex memilih duduk di tempat biasa, ia dan sahabatnya berkumpul, sambil menunggu sahabatnya itu datang. Alex melihat ke kanan dan kirinya memastikan dimana sahabatnya itu berada, tetapi tidak kunjung ia temui.
Alex pun akhirnya berdecak kesal, " lama sekali si Zovan, padahal dia tahu kalo aku tidak suka menunggu."
Baru saja Alex menggerutu tiba-tiba seorang laki-laki bertubuh tegap dan memiliki bulu janggut yang sedikit lebat mendekati Alex.
" Hey bro tumben pagi-pagi udah mengajak ketemu? " tanya Zovan yang baru saja datang sambil menyeret kursi dan mendudukinya.
" Kau dari mana saja lama sekali, gue lagi pengen nyegerin pikiran, " ujar Alex.
" Hahaha sorry bro, gue tadi mampir ke market bentar, " Jelas Zovan.
" Lo mau minum nih? " sambung Zovan lagi.
Namun Alex malah berdecak, laki-laki itu sudah tidak seperti dulu, karena insiden beberapa tahun yang lalu mamanya mengetahui dan memarahinya ketika ia hampir celaka, karena terlalu banyak minum minuman beralkohol.
Kini Alex sudah benar-benar berhenti minum minuman yang beralkohol lagi, apalagi semenjak ia mulai bisa merintis bisnis dengan usahanya sendiri.
" Berapa kali gue bilang kalau gue udah berhenti minum, kalau lo mau minum, minum aja nanti gue yang teraktir, sekarang perut gue lagi laper, lebih baik kita makan dulu, " ujar Alex.
__ADS_1
Zovan yang mengerti pun hanya bisa tertawa dan mengiyakan ucapan sahabatnya tersebut.
Zovan memangil pelayan yang bekerja di cafenya dan mereka memberikan daftar menu kepada sahabat bosnya tersebut.
Alex dan Zovan memilih makanan sesuai selera masing-masing, selesai memesan makanan mereka berdua melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda. Namun, tiba-tiba ada suara seorang wanita yang berhasil membelah obrolan kedua laki-laki itu.
" Aleexxxx! " teriak wanita tersebut sambil berlarian kecil menuju meja Alex dan Zovan, dan membuat Alex yang menyadarinya langsung berubah kesal.
" Shittt.. kenapa gue harus ketemu dengan persetan ini lagi, " Mendengar gerutuan Alex lagi-lagi Zovan hanya bisa tertawa.
Saat wanita itu hendak mendekati meja Alex, tanpa disadari tiba-tiba ia terjatuh dan menabrak seorang pelayan.
BRUKK!!!
" Aaghhh punya mata ga sih lo.! " maki wanita itu kepada pelayan yang dia tabrak barusan.
" Maaf nona, sekali lagi maafkan saya, " ujar pelayan itu sambil mengatupkan kedua tangannya.
" Maaf Maaf, lo tidak tau siapa gue ya, lo itu sudah membuat baju mahalku jadi kotor tau tidak! " teriak wanita itu lagi, sontak membuat pengunjung yang ada di dalam cafe itupun menoleh ke arah mereka.
Clarissa Arsya Adinata biasa dipanggil Clarissa, perempuan cantik yang sangat tergila-gila dengan Alex, dia berumur 22 tahun, putri kedua dari keluarga Adinata.
Alex tidak merespon apa-apa atas kejadian yang menimpa Clarissa, laki-laki itu tetap bersikap dingin dan mengacuhkan Clarissa.
" Zo, gue pulang aja, tiba-tiba selera makan gue jadi ilang, " ujar Alex seraya berdiri dari duduknya, sekaligus berpamitan kepada Zovan.
Zovan langsung mendongakkan kepalanya menatap Alex " Lah yakin lo pulang, katanya mau nenangin pikiran? "
" Iya tadinya, sekarang tidak, " jawab Alex ketus.
Zovan memahami sikap Alex karena disini ada Clarissa, wanita yang tidak disukai sahabatnya tersebut.
" Oh gue faham, oke deh bro kalau gitu gue juga mau pulang aja." balas Zovan.
Alex dan Zovan pergi meninggalkan cafe tersebut. Alex berjalan melewati Clarissa dengan diikuti Zovan dibelakangnya, Clarissa merasa senang karena ia berpikir jika Alex akan menolongnya. Namun, dugaannya salah. Alex malah mengacuhkannya dan bahkan tidak melihatnya sama sekali.
__ADS_1
" Alexxxx tunggu, mau kemana jangan pergi dulu. " teriak Clarissa, akan tetapi Alex tidak mengindahkannya, laki-laki itu tetap berjalan keluar dari cafe milik Zovan.
" Ahhh sial, ini gara-gara kau pelayan tidak berguna! " maki Clarissa kepada pelayan itu lagi, kemudian Clarissa segera berlari mengejar Alex, tetapi sia-sia ternyata Alex sudah pergi.
" Alexxxx! kenapa sih jahat banget ngacuhin aku kurang apa coba aku ini! " gerutu Clarissa kesal.
" Aaaaakkhh sial sial sial...! rencanaku untuk mendekati Alex gagal lagi, ini semua gara gara pelayan sialan itu, jika dia tidak menabrakku tadi aku tidak akan gagal mendakati Alex, argghhh.!! " Clarissa yang frustasi karena kegagalannya itu langsung berjalan memasuki mobilnya, dia langsung menginjak pedal gas mobilnya dengan kasar keluar dari cafe milik Zovan, menuju kerumahnya.
***
Dikantor Fiky Fabricia.
Saat ini Rossa sedang duduk diruang direktur milik papanya, karena papanya sedang menghadiri metting penting pagi ini, gadis itu sedari tadi sudah banyak sekali belajar tetang perusahaan.
" Ah aku bosan sekali, dari tadi belajar terus cuma gini-gini aja, " gerutu Rossa lirih.
Saat Rossa hendak beranjak dari kursinya, tiba tiba saja ponselnya berdering.
Rossa meraih ponselnya yang ada diatas meja, terlihat panggilan masuk atas nama Queen dilayar ponselnya, membuat Rossa mengembangkan senyumnya lebar.
" Ah Queen video call aku, tahu aja kalau aku lagi bosan hihihi, " gumam Rossa sambil terkekeh.
Rossa segera menggeser tombol hijau diponselnya, sampai menampakkan wajah dirinya dan Queen.
" Halo..., "
" Rossa, " sahut Queen terlebih dahulu, sambil berteriak sebelum Rossa selesai mengucapkan kata-kata sapaannya, membuat Rossa reflek menjauhkan ponselnya.
" Astaga Queen bisa tidak sih , tidak teriak-teriak, sakit ni telingaku! " seru Rossa sambil memegangi telinganya yang berdengung akibat suara sahabatnya tersebut.
Queen terkekeh, " Hehe maaf Sa. "
" Aku dapat kabar dari tante Gesya, katanya kemarin kamu diserang orang jahat ya? dimana? tapi kamu tidak kenapa-kenapa kan? " tanya Queen bertubi-tubi disebrang sana membuat Rossa mendesah pelan.
" Huh seperti yang kamu lihat, aku baik-baik aja Queen, " balas Rossa sembari tersenyum, gadis itu senang karena Queen ternyata juga mengkhawatirkan dirinya.
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan obrolannya sampai papanya Rossa selesai dengan Meeting-nya.