My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 21


__ADS_3

Rossa kembali menjalani aktivitasnya, tetapi ia tidak bersikap seperti biasanya, kali ini ada hal yang membuat Rossa tidak bisa berhenti memikirkan sesuatu.


" Kenapa aku mikirin acara semalam terus ya, semalam kan hanya acara bohongan saja. "


Pertanyaan itu pun selalu muncul di benak Rossa, ia tidak henti hentinya memikirkan dan menggerutu secara tidak jelas sedari tadi.


Lagi lagi Rossa kembali merawangan jauh membayangkan kejadian semalam, ia sudah menepisnya berkali-kali namun tetap saja banyangan itu selalu muncul, Rossa sudah tidak mempunyai cara untuk menyelesaikan masalahnya dengan benar, ia lagi dan lagi hanya bisa menggerutu dengan pasrah.


Ketika Queen dan Aska mencari Rossa di kelasnya tapi tidak menemukannya, akhirnya mereka ke kantin kampus, dan menemukan Rossa duduk sendirian di sudut kantin sambil melamun. Queen dan Aska pun menghampiri Rossa yang sedang asik itu dengan pikiran kacaunya.


" Doorrrr... Melamun saja mikirin apa? " Queen yang mencoba mengagetkan Rossa, segera duduk disamping Rossa dan di ikuti oleh Aska dari belakang yang ikut duduk juga di meja yang sama dengan Queen dan Rossa.


" Astaga kalian ini! " seru Rossa dengan sedikit kesal karena mendapat gedoran dari sahabatnya tersebut.


" Hehe maaf Sa jangan marah, habis akhir-akhir ini aku lihat kamu bengong mulu, ada apa sih, cerita dong? " tanya Queen yang begitu dibuat penasaran oleh Rossa. Akan tetapi Rossa tetap diam, ia tidak menjawab pertanyaan dari Queen,


Aska pun menatap Rossa dengan begitu heran.


" Hmm akhir-akhir ini Rossa tidak seperti biasanya, ada apa ya sebenarnya, sepertinya aku harus cari tau penyebabnya Rossa seperti itu, " gumam Aska dalam hati.


Lalu mereka bertiga melanjutkan makannya dengan suasana hening dan tidak seperti biasanya.


Kring Kring Kring!!


Bel pulang kampus pun berbunyi, semua mahasiswa di kampus itu begegas keluar dari kelasnya masing-masing untuk segara pulang.


Dikampus masih ada beberapa anak yang sibuk dengan urusan atau tugasnya, tidak jauh di dekat area lobi ada seorang laki-laki yang tengah mencari-cari seseorang, tak lain ialah Aska yang sedang mencari Rossa.


" Hmm dimana Rossa, aku harus tanya Rossa ada apa dengan dia, bagaimana pun aku harus tau masalah dia, tidak biasanya dia bertingkah seperti itu, " gumam Aska sambil berlarian kecil untuk mencari Rossa.


" Rossa! " teriakan Aska membuat Rossa langsung berhenti dan menoleh ke belakang, saat laki-laki itu berhasil menemukan sahabatnya tersebut.


" Ya Aska, ada apa?"

__ADS_1


" Aku mau bicara dengan mu sebentar, boleh? " tanya Aska sambil menatap Rossa.


" Oh boleh kita bicara disini saja, " ujar Rossa sambil duduk di lobi. Namun, sebelum Aska berbicara, tiba tiba mereka berdua di kagetkan oleh seseorang.


" Ehemmm "


Suara tersebut berasal dari deheman Alex


" Ada apa ini, kenapa kalian berduaan seperti ini? " tanya Alex dengan nada dingin kepada kedua orang di depannya, tapi ia malah memfokuskan tatapannya ke arah Rossa dengan sedikit tajam.


" Kenapa dia menatapku begitu, apakah dia akan marah padaku, lagi pula apa alasannya dia marah coba, lagian kita cuma bertunangan pura pura. " batin Rossa yang heran dengan tatapan Alex kepadanya.


" Ehemm aku dan Aska cuma ber.. "


" Bukan urusanmu! " sahut Aska dengan cepat memotong ucapan Rossa, kemudian tangan Rossa ditarik oleh Aska, sebelum Rossa dibawa pergi oleh Aska menjauh darinya, Alex pun segera menggapai tangan Rossa segera dan menariknya.


" Hey Apa-apaan kau ini, lepaskan tangan Rossa! " cetus Aska dengan sedikit kesal sambil menatap Alex. Namun, lagi-lagi Alex tidak menjawab, ia hanya menatap Aska dengan tatapan tajam tak lama kemudian Alex melepaskan tangan Rossa dengan sedikit kesal.


Lalu Alex pun dengan memasang wajah dinginya ia berlalu pergi meninggalkan mereka berdua, akan tetapi hal itu membuat Rossa sedikit kecewa, ia hanya menatap kepergian Alex seakan menyesal dan tidak rela.


Akhirnya mereka bertiga sama sama pergi meninggalkan lobi kampus.


" Ada apa sih Aska? " tanya Rossa dengan sedikit kesal.


" Maaf kan sikapku barusan ya, aku sengaja bawa kamu jauh dari dosen itu biar dia tidak ikut campur urusan kita, "


" Apa yang mau kau bicarakan, cepatlah bicara, aku mau pulang! " balas Rossa dengan raut wajah sudah benar-benar kesal kepada Aska.


" Hmm kenapa dengan Rossa ini, kenapa dia jadi marah begini setelah aku menjauhkan dia dari dosen resek itu ? " batin Aska dengan menatap wajah Rossa yang terlihat kesal.


" Aku mau bertanya sama kamu, kenapa dengan mu akhir-akhir ini, apa ada masalah? " tanya Aska.


" Kamu membawa aku kesini dan tiba tiba main tarik tanganku hanya untuk membicarakan masalah itu Ka? " saut Rossa dengan mengernyitkan keningnya heran.

__ADS_1


Aska mengangguk, " Iya. "


" Huft....Apa tidak ada hal penting selain ini yang mau kamu tanyakan? " tanya Rossa dengan menghela nafasnya dengan kasar.


" Aku hanya penasaran, karena kamu berubah tidak seperti biasanya sa? "


" Aku tidak ada masalah apa-apa, kamu tidak usah khawatir ini masalah ku. " ujar ketus Rossa kemudian pergi meninggalkan Aska yang masih menyimpan semua pertanyaannya.


***


Alex berjalan menuju ke ruangannya, setelah selesai membereskan semuanya, kemudian ia segera keluar dari rungannya itu, berjalan ke arah parkiran menuju mobilnya dengan memasang raut wajah yang datar, meskipun Alex menampakkan raut wajah datarnya tetapi masuh banyak mahasiswa dan mahasiswi yang menyapanya.


Setelah ia sampai di area parkiran kampus. Alex terlihat di hampiri seorang perempuan cantik dengan fashionnya yang terlihat serba modern, elegan dan mewah, wanita itu menatap Alex dengan mata yang berbinar-binar.


" Alexxxx! "


Gadis itu ternyata Clarissa, ia terlihat begitu semangat sampai-sampai berlarian kecil menuju ke arah Alex. Alex yang melihat Clarissa berlari ke arahnya hanya bisa berdecak kesal.


Laki-laki itu terlihat segera masuk ke dalam mobilnya. Namun dengan cepat pintu mobil tersebut berhasil di tahan oleh tangan Claris.


" Ada apa! " tanya Alex dengan nada dingin.


Bukannya menjawab malah tangan Claris dengan centilnya menggandeng lengan Alex, apa yang dilakukan oleh Claris membuat Alex begitu risih, lalu gadis itu menempelkan satunya lagi di dada bidang Alex yang begitu kekar.


Rossa yang sedang berjalan ke arah parkiran tiba-tiba saja menghentikan langkahnya saat matanya melihat seseorang yang ia kenali disana.


" Dia kan Alex, dengan siapa dia? " gumam Rossa bertanya-tanya, sambil dirinya menatap ke arah yang ia tuju.


Rossa tidak mengenal atau pun melihat wajah gadis yang sedang merangkul erat tangan Alex itu sambil menempelkan tangannya didada bidang Alex, Rossa hanya bisa melihat gadis itu dari belakang, dan apa yang dilihatnya membuat raut wajah Rossa berubah dengan sedikit kecewa, cemburu dan kesal.


" Apa-apaan dia ini, dia sudah melamar ku, tapi kenapa dia seperti itu dengan wanita lain? apa jangan-jangan wanita itu mungkin pacarnya? dia sangat dekat sekali, berbeda saat bersamaku, dia tetap dingin dan selalu mengacuhkanku. " batin Rossa, rautnya seperti menahan rasa kekecewaan.


***

__ADS_1


__ADS_2