
Flashback On Fiky dan Gesya.
Suara launan musik yang berjudul Lirih - Ari Lasso berhasil membelah keheningan perjalanan pulang kedua pasangan suami istri yang harmonis itu.
Kesunyian ini lirihku bernyanyi
Lagu indah untukmu
Aku bernyanyi
Engkaulah cintaku
Cinta dalam hidupku
Bersama rembulan aku menangis
Mengenangmu
Segala tentangmu
Ku memanggilmu dalam hati lirih
Engkaulah hidupku
Hidup dan matiku
Tanpa dirimu
Lirih - by Ari Lasso.
Fiky mengendarai mobilnya dengan dengan santai sambil menikmati lagu yang diputar didalam mobilnya itu. Gesya sedari tadi diam saja, wanita itu juga menikmati suasana hari ini.
" Em papa, " panggil Gesya pada suaminya yang sedang asik fokus pada kemudinya.
" Iya ma ada apa? "
" Mama bahagia banget memiliki kalian semua, mama bahagia, apalagi besok pernikahan putri kita, mama ingin pernikahan itu lancar dan mama ingin mama bisa mendampingi putri kita dipelaminan, " ujar Gesya dengan nada lembut, suara khasnya.
Fiky tersenyum hangat membalas ucapan sang istri, ia menoleh sekilas, lalu kembali fokus pada kemudinya.
" Iya ma, papa juga papa sangat bahagia, punya mama, Rossa dan apalagi sekarang kita sudah bertemu dengan sahabat yang kita cari selama bertahun-tahun, akhirnya kita semua bisa berkumpul kembali. " tutur Fiky sambil fokus mengemudi, dan Gesya mengangguk tersenyum menanggapi ucapan suaminya tersebut.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba Gesya merasa haus meminta pada suaminya untuk membeli minuman, karena persediaan minumnya didalam mobil sudah habis.
__ADS_1
" Pa kita berhenti beli minum dulu ya, minuman mama habis nih, mama haus banget pa, " pinta Gesya pada suaminya. Fiky pun mengiyakan kemudian mencari sebuah pedangang minuman yang sejalur dengan arahnya.
Fiky menemukan satu pedagang minuman kaki lima di pinggir trotoar, seketika laki-laki itu menghentikan mobilnya disana, akan tetapi saat Gesya hendak ikut Fiky melarangnya.
" Mama disini saja ya, papa saja yang beli, " tutur Fiky, Gesya pun mengangguk mengiyakan.
Fiky membeli dua buah minuman botol kemasan, sambil berbincang-bincang dengan pedagang tersebut, setelah lama berbincang-bincang Fiky kembali ke mobilnya dan memasukinya.
" Nih ma! " ujar Fiky sambil memberikan satu minuman kepada istrinya tersebut. Gesya menerimanya dengan tersenyum hangat.
" Terima kasih pa, "
Mereka berdua sama-sama meminum minuman tersebut dengan tenang, namun tiba-tiba hal yang tidak tersangka terjadi, mereka berdua terkejut dengan kedatangan truk dari arah berlawanan dengan kecepetan tinggi mendekati mobilnya.
Tinnnnn tinnnn.....
Brakkkkk!
Flasback Off
***
Rossa pun terdiam, gadis itu melihat wajah pucat papanya menjadi sangat tidak tega, kemudian tidak banyak membantah lagi Rossa menyetujuinya.
" Baiklah pa, Rossa mau menuruti ucapan papa, Rossa akan melanjutkan pernikahan besok untuk papa dan mama, " ujar Rossa lirih.
" Alhamdilillah, benarkah nak? " tanya Fiky memastikan lagi dan Rossa pun mengangguk mengiyakan, lalu Fiky bergantian menatap ke arah laki-laki yang akan menjadi menantunya tersebut.
" Nak Alex, om mohon jaga putri om ya, biar nanti suatu hari jika om sudah mengikuti istri om.."
" Papa sudah! jangan bicara seperti itu, " ujar Rossa memotong ucapan papanya dengan cepat sambil meneteskan air matanya kembali, kemudian gadis itu segera memeluk papanya, dan papanya itupun membalas pelukan hangat dari putrinya tersebut.
" Bagaimana aku bisa menikah tanpa mama pa, aku sudah berjanji akan menikah dengan di dampingi oleh mama, tapi tuhan lebih sayang kepada mama, tuhan mengambil mama secepat ini, hiks hiks. " batin Rossa sedih.
" Baik om, saya akan menjaga amanah dari om Fiky, saya akan menjaga Rossa dengan baik, " balas Alex yang berada di depan Fiky, dan Fiky membalas dengan tersenyum senang, lalu semua orang memutuskan untuk kembali ke Rumah Sakit.
***
Reyhan turun dari mobilnya, kemudian ia mendapat pesan dari orang suruhannya.
" Tuan saya mau melapor, keluarga Fabricia dan Wiliams akan melanjutkan pernikahan anaknya besok. "
Isi pesan tersebut berhasil dibaca oleh Reyhan, seketika raut wajah Reyhan menjadi terkejut, ia masih mencerna kata-kata dari orang suruhannya itu.
__ADS_1
" Apa Rossa jadi menikah besok, bagaimana bisa mamanya saja baru meninggal hari ini, Brengsek ini tidak boleh terjadi. " batin Reyhan sambil menahan geram.
Reyhan mencengkram ponselnya dengan erat, laki-laki itu dibuat sangat geram.
" Baiklah urus semua yang ku katakan!! jika acara sudah dilangsungkan, segera jalankan tugasku yang sudah ku berikan padamu, agar acaranya gagal. " balas Reyhan dengan wajah muram karena amrahnya.
" Baik tuan. "
Reyhan mengabaikan pesan tersebut kemudian segera ia masuk ke dalam kampusnya.
***
Kini Rossa, Agnes beserta keluarga Wiliams kembali mengantarkan Fiky ke Rumah sakit, karena laki-laki itu belum sembuh total, sementara Queen dan Aska sudah pulang terlebih dahulu untuk melanjutkan kuliahnya.
Sesampai di Rumah sakit, di ruangan VIP Dokter Lovata membaringkan kembali tubuh Fiky diatas ranjang, wajah Fiky semakin pucat, Rossa dan Alex pun mengikuti Fiky bersama Dokter Lovata menuju ruangannya.
" Sayang pulang lah, persiapkan dirimu untuk esok, " tutur Fiky dengan nada lirih.
" Papa, Rossa masih mau menemani papa dulu, biar Rossa nanti saja pulangnya ya, " balas Rossa memohon sambil menatap papanya dalam.
" Ya sudah, nanti sore kamu harus pulang ya, kamu juga butuh istirahat, buat persiapan besok, " saut Fiky, lalu di balas anggukan oleh Rossa.
" Om, Rossa, Alex pamit keluar sebentar ya, " pamit Alex yang berniat ingin mencari makanan untuk Rossa, karena laki-laki itu tahu jika Rossa belum makan dari pagi.
" Iya sudah nak Alex hati hati. "
Alex berjalan keluar ruangan tersebut, tiba tiba datanglah mama Zeline, Aryan dan Agnes dengan bersamaan.
" Mau kemana Lex? " tanya papa Aryan berjalan mendekati Alex.
" Alex mau mencari makanan untuk Rossa pa, papa dan mama sendiri dari mana? " tanya balik Alex.
" Oh, papa dan mama juga habis cari makan nak, " balas Zeline, lalu Alex mengangguk sebagai jawaban.
" Bagaimana keadaan Fiky? " tanya Aryan.
" Papa masuk saja, ada Dokter Lovata dan Rossa didalamnya, "
Aryan mengangguk tandanya ia mengerti, kemudian laki-laki itu segera mengajak istrinya dan Agnes untuk masuk ke dalam. Namun, Agnes lebih memilih diam ditempatnya.
" Kau tidak masuk? " tanya Alex kepada Agnes, saat ia mendapati Agnes tidak mengikuti kedua orang tuanya masuk kedalam ruangan Fiky.
" Em, kakak ipar boleh Agnes ikut mencari makan, Agnes juga lapar, kebetulan tadi Agnes baru aja dari toilet dan berpapasan sama om dan tante, " balas Agnes yang menatap Alex dengan tampang lesu.
__ADS_1
" Em, ya sudah ayo, " balas Alex, lalu Agnes pun tersenyum senang, kemudian mereka berdua segera menuju restoran terdekat untuk mencari makanan.
***