My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 33


__ADS_3

ANGEL PARIS BOUTIQUE.


Alex dan Rossa tiba di depan tempat butik terkenal dikotanya yaitu Angel Paris Boutique, tempat langganan membeli baju dan butik dari mama Gesya, selain tempatnya luas dekorannya juga begitu cantik dan juga pelayanan yang sungguh ramah dan nyaman.


Kini mereka segera turun dan memasuki butik tersebut dengan beriringan. Alex melihat ekspresi Rossa yang tampak masih terlihat kesal itu tidak mengindahkannya. Ia segera memanggilkan pelayan butik yang ada disana.


" Ada yang bisa saya bantu tuan? " ucapnya dengan menundukkan kepalanya sopan, dan tersenyum ramah.


" Carikan gaun yang terbaik dan paling mahal buat wanitaku ini, " perintah Alex dengan nada dinginnya.


" Baik tuan, mari nona ikut dengan saya, " pinta pelayan butik itu dengan menundukkan kepalanya sopan pada Rossa.


Sejujurnya gadis itu malas ketika diminta untuk mengikuti langkah pelayan tersebut, akan tetapi ia tetap menurutinya. Alex menunggu di sofa sambil membaca majalah yang sudah di tata rapi disana.


Rossa diminta oleh pelayan untuk menduduki sofa yang berada diruang ganti, pelayan yang tadi bergegas mengambilkan gaun dengan 5 macam motif dan warna yang berbeda untuk Rossa, gaun-gaun itu sangat cantik dan terlihat anggun tentunya.


Rossa memilih salah satu motif gaun simple dengan bentuk seperti dres panjang berwarna Dusty pink. Ia mengambil gaun dari tangan pelayan dengan malas, gadis itu segera memasuki ruang ganti yang sudah ada disana, selesai memakai gaun tersebut ia keluar.


" Wah cantik sekali anda nona, " Puji salah satu pelayan sambil mengamati gaun yang melekat pas ditubuh Rossa, membuat Rossa yang mendengarnya sedikit malu.


Gadis itu terlihat menundukkan kepalanya, dengan wajahnya terasa sedikit panas dan mungkin sudah berubah merah merona seperti tomat.


Setelah itu para pelayan tersebut membawa Rossa tepat dihadapan Alex. Alex yang saat itu sedang asik fokus dengan membaca bukunya. Ia langsung menoleh ke arah Rossa.


" Haha cantik juga, " dalam batinnya.


Sejujurnya Alex kagum dengan kecantikan Rossa ini, apalagi dengan memakai gaun yang dipilih oleh Rossa, begitu pas dan serasi dengan kulit Rossa dan terlihat anggun, akan tetapi laki-laki itu memilih menetapkan egonya, ia tetap memasang ekspresi datar ketika hendak menilai penampilan Rossa.


Tanpa berkomentar apapun hanya melihat saja. Alex malah sedikit menahan tawanya karena disisi lain laki-laki itu melihat ekspresi Rossa yang sedang malu-malu kucing itu bercampur dengan aura yang keluar sedikit kesal dari wajah Rossa.


Tanpa menilai tentang penampilan Rossa, Alex kembali melanjutkan membaca buku yang ia pegang ditangannya, itu membuat Rossa kesal karena melihat Alex yang mengacuhkannya tanpa mengomentari atau memujinya.


Sangking kesalnya, Rossa membalikan badannya dan berlalu memasuki ruang ganti kembali untuk mencopot gaun yang ia kenakan sekarang,


" Maaf mbk, aku tidak jadi beli, " ucap Rossa dengan kesal, saat ia sudah berganti pakaian seperti semula ia datang ke butik itu, tanpa menegur Alex. Ia keluar dari dalam butik dengan berjalan cepat sambil membawa tas selempangnya.

__ADS_1


Alex yang melihat Rossa berjalan seperti itu segera mengejarnya untuk ia cegah, pada saat itu ketika Rossa hendak melewati pintu keluar butik dengan cepat tangan Rossa berhasil diraih oleh Alex. Namun, gadis itu berontak.


" Lepaskan tanganmu, dan jangan halangi aku, aku mau pulang! " seru Rossa marah.


" Tidak, kau harus pulang denganku, jika tidak, kau akan tau kosekuensinya! " ujar Alex dengan datar. Rossa yang sangat kesal itu seketika memilih untuk diam, sambil menatap kearah lain.


" Sebentar tunggu disini, jangan kemana mana! " pinta Alex, lalu laki-laki itu kembali masuk ke dalam butik tersebut. Tidak tau apa yang dilakukannya yang jelas pada saat ia keluar sudah membawa beberapa tas belanjaan, mereka berdua akhirnya pulang.


" Yang cewek cantik, yang cowok ganteng, begitu irinya diriku ini, apalah daya aku yang hanya seperti remehan rengginang ini tidak akan mungkin memiliki seorang suami yang tampan seperti itu, " ucap lirih sang pelayan itu sambil mengawasi Alex dan Rossa keluar dari butik mereka sampai tak terlihat dari pandangannya.


Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah Rossa, Alex dan Rossa hanya diam tidak ada yang bersuara satu orang pun. Hanya keheningan yang ada di dalam mobil itu.


***


Sesampai di rumah Rossa pun segera turun dari mobil Alex dan menutup pintu dengan kasar. Alex yang melihatnya tidak kaget malah menyinggungkan sedikit senyumnya sambil mengikuti Rossa yang berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Ketika Rossa datang, tiba-tiba ada seorang gadis yang mengagetkannya.


" Kakakkkkk! " seru gadis itu sambil berteriak, dengan berlari ke arah Rossa, membuat Rossa begitu terkejut.


" Hehe maaf kak, aku sangat rindu sekali denganmu, " tutur Agnes sambil memeluk Rossa dengan erat, Rossa pun langsung tersenyum sambil membalas pelukan Agnes dengan hangat.


" Kapan kau pulang, kenapa kau tidak mengabari kakak dulu? " tanya Rossa.


" Aku pulang memang sengaja tidak memberi tahu kakak, aku ingin memberi kalian kejutan, " balas Agnes dengan manja sambil menunjukkan deretan gigi-giginya yang rapi.


" Dasar kau ini sudah besar masih saja manja seperti ini, " ujar Rossa sambil tertawa menggoda adiknya tersebut.


Kemudian Agnes langsung mengalihkan pandangannya pada laki-laki yang ada di belakang Rossa. Agnes tertegun dengan ketampanan Alex saat itu.


" Siapa laki-laki itu kak? tampan sekali jangan-jangan pacar kakak ya, " goda Agnes pada Rossa, saat itu Rossa yang mendengar bisikan dari Agnes segera menyeltil kening adiknya pelan.


Tukkkk....


" Aawww, kakak ini kenapa jadi menyetil kening ku, " ujar Agnes ketus Agnes, ia sedikit kesal karena Rossa menyentilnya dengan tiba-tiba.

__ADS_1


" Dasar kau ini bicaranya ngawur sekali, dia bukan siapa siapa, ya sudah ayo masuk! " ucap Rossa sambil berbisik pada Agnes.


Bukan malah mendengarkan ucapan Rossa. Agnes malah menghampiri Alex.


" Hay kak tampan, kenalin namaku Agnes sepupu kak Rossa, " ujar Agnes sambil menjulurkan tangannya yang berniat berkenalan dengan Alex. Namun Alex diam saja, ia hanya membalas Agnes dengan senyuman.


" Ya ampun kakak ini tampan sekali saat tersenyum begitu. " ujar Agnes dalam hati.


Rossa yang melihat sikap Alex pada sepupunya itu semakin kesal, karena laki-laki itu tidak menanggapi uluran tangan sepupunya.


" Sudah ayo masuk kau jangan banyak bicara, cepat masuk ke dalam kamar kamu, " perintah Rossa pada Agnes.


Agnes pun langsung menuruti perkataan Rossa, mereka bertiga memasuki rumah tersebut.


Ternyata di ruang keluarga sudah ada Gesya dan Fiky yang sendari tadi menunggu mereka disana.


" Wahh kalian sudah sampai! " seru Gesya pada saat melihat kedatangan putri dan calon menantunya tersebut.


" Iya tante, " balas Alex sambil melangkah mendekati calon mertuanya untuk bersalaman, diikuti oleh Rossa dibelakang Alex. Namun, gadis itu masih tidak berhenti menampakkan raut wajah kesal kesalnya.


" Bagaimana kalian sudah menemukan gaunnya yang cocok belum? " tanya Fiky. Agnes yang tidak sengaja mendengarnya itupun langsung penasaran.


" Sudah kok om, semua sudah beres tinggal kita menunggu hari H-nya saja, " tutur Alex, lalu di balas anggukan dan senyuman oleh Fiky.


Agnes yang sedari tadi penasaran itu semakin menjadi bingung, ia tidak tahu arah yang dibicarakan oleh mereka, sehingga membuat gadis itu terpaksa bertanya kepada Gesya yang berada tepat di sampingnya.


" Em tante, kalau boleh tahu ini semua bahas apa ya tan? " tanya Agnes yang benar benar sudah di buat begitu penasaran.


" Oh iyaa begini, tante sampai lupa memberi tahu mu kalau kita ini sedang membahas acara pernikahan kakak mu Rossa, " balas Gesya sambil tersenyum kepada agnes.


Tentu saja kabar itu membuat Agnes begitu terkejut.


" A-apaa kakak akan menikah tan, dengan siapa? "


" Ya dengan pria di samping kakak mu itu nak, " tutur Gesya sambil berniat untuk menggoda putrinya tersebut.

__ADS_1


" Wah ternyata dugaanku benar, laki-laki tampan itu yang akan menikah dengan kakak, woah kakak beruntung sekali mendapatkan pria setampan itu, aku juga mau. " batin Agnes sambil tersenyum-senyum sendiri.


__ADS_2