
Ketika hari mulai petang, acara pernikahan Alex dan Rossa telah selesai dan berjalan lancar, meskipun sebenarnya sedikit ada halangan dari orang yang tidak bertanggung jawab, namun semuanya sudah diselesaikan oleh orang-orang suruhan Alex.
Saat ini semua tamu undangan sudah pulang, hanya terlihat beberapa orang yang masih ada disana, tidak lain dari keluarga serta sanak familly saja, dan juga masih ada beberapa orang dari crew WO yang sedang membereskan tempat tersebut.
Rossa dan Alex kembali ke kamar, saat dirasa semuanya sudah selesai, kini mereka sudah memasuki kamar dan mereka berdua merasa canggung dengan situasi saat ini, apa lagi Rossa.
Rossa yang kelelahan segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang miliknya, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya, bagaimana tidak? acara pernikahan diadakakan satu hari full tanpa ada istirahat untuk tidur, istirahatnya saja hanya boleh duduk dan makan, dan itu pun tidak boleh terlalu lama karena ternyata ada banyaknya tamu undangan dari rekan-rekan bisnis kedua keluarga itu, yang ingin memberi selamat kepada mereka berdua, sementara Alex yang melihat Rossa merebahkan tubuhnya tersebut tidak menegur sama sekali, Alex tahu saat ini istrinya sedang kecapekan.
" Kau atau aku yang mau mandi dulu? " Alex bertanya kepada Rossa yang sudah mulai memejamkan matanya.
" Kau saja dulu, sehabis itu aku, " Ujar Rossa yang masih memejamkan matanya.
" Hmm, ya sudah. "
Sebelum Alex memasuki kamar mandi, ia kembali menoleh ke arah istrinya.
" Oh iya, kita menginap disini mungkin hanya satu hari, selanjutnya kita harus pergi menempati rumah baru kita. " Ujar Alex, seketika mata Rossa terbuka lebar.
" Maksud kamu kita pindah dari sini? " Rossa mencoba terus mencerna perkataan yang Alex lontarkan.
" Tidak! aku tidak mau, " ujar Rossa dengan cepat.
" Aku mau disini saja kalau kau mau pindah, pindah saja sendiri " sambung Rossa dengan begitu ketus.
Alex yang mendengar jawaban dari istrinya hanya menghela nafas pelan.
" Kalau kita disini terus aku tidak bisa bekerja, " ujar Alex dengan posisi sama.
Rossa memutar badannya seraya menatap kearah Alex dengan sedikit tajam.
" Tidak! Aku tidak mau, jika aku bilang tidak ya tidak, kalau aku pindah nanti yang menjaga papa siapa? " tanya Rossa dengan sendu, ketika Rossa membicarakan papa, ia kembali mengingat tentang kenangan saat bersama dengan mamanya.
" Mama! " gumam Rossa dengan lirih.
Alex yang melihat Rossa kembali bersedih segera mendekat dan memeluknya.
" Hust, mama sudah tenang dialam sana, sudah jangan menangis lagi kasihan mama, dia sudah bahagia. " Alex berusaha untuk menengangkan Rossa yang kembali menangis.
Melihat Alex sedang meneluknya, kini jantung Rossa berdenyup sangat kencang.
" Dia memelukku, aduh kenapa di situasi seperti ini jantungku malah tidak bisa dikontrol sih. " batin Rossa
Ketika keadaan mereka sedang berpelukan, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka.
__ADS_1
Tok tok tok.
Rossa dan Alex tersentak saat mendengar ketukan pintu tersebut, kemudian mereka berdua segera melepas pelukkannya, kini Rossa yang berubah malu menjadi canggung untuk menatap kearah suaminya.
" Kau disini saja, biar aku yang membuka pintunya. " Alex berkata lalu berdiri.
Rossa membalas dengan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Alex terseyum lalu mendekati pintu dan membukanya.
" Tuan Alex dan nona Rossa disuruh tuan besar turun untuk makan malam bersama, " ujar bi Moey dengan menundudukkan kepalanya sopan.
" Apa di bawah sudah beres semua bi? " Alex bertanya sembari berdiri didepan pintu.
" Sudah tuan, " balas bi Moey.
" Ya habis ini kita keluar bi, bilang sama papa untuk menunggunya sebentar. "
" Baik tuan, " bi Moey menundukkan kepalanya sopan setelah itu ia kembali untuk menuruni anak tangga.
Alex menutup pintu, kemudian berjalan lagi kearah istrinya.
" Ada apa? " tanya Rossa dengan sedikit penasaran.
" Papa menyuruh kita untuk turun makan bersama. " Jawab Alex, lalu Rossa mengangguk mengerti.
Rossa mengangguk sembari berjalan menuju meja riasnya terlebih dahulu. Alex melangkahkan kakinya mendekati Rossa yang kesulitan melepaskan hiasan di kepalanya.
Ketika Alex hendak membantu Rossa dengan cepat Rossa menegurnya.
" Tidak usah biar aku saja, aku bisa. " Ujar Rossa tanpa menoleh kearah Alex, tanpa menggubris perkataan istrinya, Alex pun tetap membantu istrinya.
Setelah semuanya sudah selesai Rossa melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, Alex pun juga kembali menuju sofa.
Beberapa menit kemudian, selesai dengan urusan mandinya. Rossa dan Alex segera menuruni anak tangga, dimeja makan semua orang sudah berkumpul dan menunggunya, bahkan dari keluarga Lovata pun juga ikut berkumpul.
Rossa dan Alex menuju meja makan, semua orang menatap kedua pengantin baru tersebut menyambut dengan hangat.
" Malam sayang, " mama Zeline menyapa terlebih dulu.
" Malam juga ma. " sahut Rossa dan Alex bersamaan.
" Ayo cepat kalian duduk, kita makan bersama. " sahut Aryan.
Rossa dan Alex menangguk bersama lalu mereka duduk di kursi yang sudah di siapkan, kemudian mereka semua menikmati makan malam dengan damai.
__ADS_1
Ketika makan malam sudah selesai dengan tiba-tiba Fiky membuka suaranya.
" Untuk pengantin baru, kami punya hadiah untuk untuk kalian berdua, " ujar Fiky dengan tersenyum.
Dan tiba-tiba papa Aryan dengan cepat mengeluarkan sesuatu di sakunya lalu memberikannya kepada Rossa.
Dengan pelan Rossa menerima dan membukanya, pada saat Rossa membacanya seketika Rossa pun terkejut dan melebarkan matanya.
" Ah apa ini pa, paket honeymoon ke Paris? " tanya Rossa dengan kebingungan.
" Iya sayang mulai besok kalian bisa honeymoon ke paris, " sahut mama Zeline sambil tersenyum kepada kedua anaknya, Fiky yang mendengarkan pun juga ikut tersenyum.
" Tapi pa Rossa mau jaga dan rawat papa dulu. " protes Rossa menatap papanya dengan muka melas.
" Kakak, terimalah hadiahnya jangan khawatirkan om Fiky, "
" Kak kenapa malu-malu begitu sih, " sambung Agnes kembali yang menyahuti ucapan Rossa sekaligus berniat untuk menggoda kakaknya. Dokter Lovata yang mendengar ucapan putrinya itu ikut tersenyum.
" Sudah kamu tidak perlu menghawatirkan papa nak, papa sudah sehat lagian ada keluarga Wiliams dan Dokter Lovata, mereka juga siap untuk membantu papa, kalian pergi saja papa akan sangat senang jika kalian mau menerima hadiah ini. " tutur Fiky dengan menatap putrinya dengan hangat.
Rossa yang tak bisa berkata apa-apa hanya mengangguk dan mengiyakan ucapan papanya.
" Nak Alex bisakah kamu menerima hadiah ini? " tanya Fiky yang bergantian menatap menantunya tersebut.
" Bisa pa. " Alex membalasnya dengan cepat.
" Wah kayaknya anak mama satunya ini sudah tidak sabaran nih, iya kan pa? " ujar mama Zeline dengan tertawa dan menoleh kearah suaminya.
" Iya benar papa setuju dengan ucapan mama, hahaha " sahut Aryan sambil menggoda Alex dan Rossa, dan pada akhirnya semua orang ikut tertawa bersama, Rossa yang mendapat godaan dari keluarganya wajahnya berubah memerah karena malu, sementara Alex, ia tetap santai seolah tidak terjadi apa-apa.
Zeline yang melihat menantunya malu lalu mendekat dan membisikkan sesuatu.
" Jangan lupa nanti malam kalian buatkan mama cucu yang lucu ya sayang. " ujar Zeline dengan sedikit terkekeh, sontak membuat Rossa terkejut, dan seketika pula wajah Rossa semakin berubah menjadi merah merona seperti tomat.
" Astaga mama Zeline ini ada-ada saja, kan aku menjadi malu maa. "
" Mama ngomong apa sih kepada nak Rossa? " tanya Aryan yang di buat penasaran, karena melihat muka Rossa yang semakin memerah dan istrinya masih tertawa.
" Ada deh pa, papa tidak perlu tahu, iya kan sayang, " Balas Zeline yang masih terkekeh sambil menatap Rossa dengan mengedipkan satu matanya.
Rossa tanpa membalas sepatah katapun, ia hanya bisa menundukkan kepalanya karena saat ini Rossa begitu malu, Alex yang paham dengan ucapan mamanya hanya mengulum senyumnya.
***
__ADS_1