
Suara ponsel Alex berdering ketika dirinya hendak merebahkan tubuhnya diatas kasur, mendengar bunyi ponselnya Alex segera mengangkat panggilan tersebut.
Tertera nama Papa Fiky dilayarnya.
" Halo pa. "
" Iya nak, bagaimana kabar kalian hari ini? " Fiky bertanya.
" Alhamdulillah aku baik pa, Rossa juga baik baik saja, dia aman disini. " Mendengar namanya disebut, Rossa langsung menatap Alex.
" Siapa? " Ujar Rossa sedikit berbisik.
" Papa Fiky, " Jawab Alex.
Tahu jika papanya yang menelpon, Rosa dengan semangat mendekat ke arah Alex.
" Lose speaker dong, aku mau bicara juga sama papa, " Rossa terlihat sangat bersemangat.
Alex mengijinkan istrinya " Pa, Rossa ingin bicara sama papa? "
" Iya nak boleh, dimana Rossa? " Alex memberikan ponselnya kepada Rossa.
" Halo papa bagaimana kabar papa sekarang, Rossa rindu sekali sama papa? " dengan antusias Rossa bertanya kepada papa Fiky, karena memang serindu itu Rossa dengan papanya.
Fiky tertawa kecil, " Putri papa ternyata masih sama ya hahaha, manjanya belum hilang padahal sudah menikah. "
" Papa ih, jelas dong Rossa masih sama kan Rossa anak papa satu satunya, " ujar Rossa,
" Hahaha iya iya sayang kamu anak papa dan mama satu satunya, yang paling cantik dan manja, papa juga rindu sama kamu, kamu baik baik saja kan selama di Paris? "
" Alhamdulillah, iya pa aku baik baik saja, "
Setelah obrolan kecil Fiky dan Rossa selesai dan Rossa sendiri juga berpamitan mau tidur kepada papanya, kini panggilan tersebut beralih kepada Alex.
" Nak Alex papa boleh bicara berdua sama kamu? "
" Boleh pa, papa mau bicara tentang apa? "
" Tapi kamu pastiin Rossa sudah tidur dulu nak, atau kamu bisa keluar kamar sebentar jangan sampai Rossa mendengarnya, "
Alex menuruti permintaan papa mertuanya, ia memilih untuk keluar dari kamarnya, sementara Rossa sudah tertidur pulas.
__ADS_1
" Aku sudah diluar pa sudah aman, Rossa juga sudah tertidur, "
" Baik nak terima kasih, papa mau membahas satu hal sama kamu, "
" Ya apa itu pa? " Alex bertanya penasaran.
" Papa sudah berhasil mendapatkan bukti siapa dalang dibalik penyekapan Rossa waktu itu, " mendengar hal tersebut, Alex sedikit terkejut.
" Benarkah papa sudah memiliki bukti? bagaimana bisa papa mendapatkan bukti itu. "
Fiky tertawa lirih " kamu kira papa akan diam saja melihat putri semata wayang papa dilecehkan? papa tidak akan tinggal diam, begitu pula dengan kejadian almarhum mama mertua kamu papa juga masih menyelidikinya. " Fiky menjelaskan kepada Alex, Alex sendiri masih tidak menyangka jika papa mertuanya secepat itu mencari tahu.
" Bukannya papa masih sakit? "
"' Ya papa memang masih sakit, tapi orang suruhan papa tidak ada yang berhenti mencari tahu nak, " merasa senang dengan perkataan papa mertuanya Alex tersenyum bahagia.
" Jika Alex boleh tau sekarang siapa dalang dibalik kejadian itu pa? " sejenak Fiky terdiam.
" Besok saja kamu dan Rossa kesini, papa tidak bisa memberitahu kamu sekarang, biar kamu tahu sendiri siapa dalang dibalik kejadian itu, "
" Baiklah pa, terimakasih infonya nanti Alex kesana melihat bukti yang sudah papa dapat, soalnya Alex sendiri juga ada beberapa bukti dari asisten Lee, besok Alex mampir ke rumah papa bersama Rossa, "
Beberapa menit kemudian obrolah mereka berakhir, Alex kembali ke kamarnya.
***
Di kediaman Fiky.
Selesai bertukar suara dengan putri dan menantu nya, Fiky sedang melihat kembali bukti bukti yang selama ini ia kumpulkan, masih belum menyangka dalang dibalik ini semua adalah orang yang ia kenal.
" Kenapa kamu tega melakukan semua ini, sebenarnya apa salah kami kepadamu, " ujar Fiky lirih lama kelamaan air matanya jatuh membasahi salah satu foto tersebut.
" Tapi kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan, aku tau semua ini sudah keterlaluan, apalagi jika ternyata dirimu ada kaitannya dengan meninggalnya istriku, aku tidak akan pernah tinggal diam bahkan mau memaafkan mu, "
Fiky meletakkan kembali bukti bukti tersebut dengan rapi, karena hari sudah sangat larut malam waktunya untuk dirinya beristirahat.
Disaat Fiky hendak berjalan menuju kamarnya, tiba tiba ada Lovata mengampirinya.
" Kak Fik, kau belum tidur? " Lovata bertanya seraya menghampiri Fiky.
" Ya Lovata ini aku mau tidur, baru saja aku selesai teleponan dengan putri dan menantuku, "
__ADS_1
Lovata mengangguk, " Oh aku kira ada apa kak, "
" Oh ya apa yang kau pegang itu? " Lovata menanyakan dokumen yang Fiky pegang ditangannya.
" Ini bukti kejahatan dari kejadian penyekapan Rossa beberapa bulan yang lalu," Fiky menjawab seraya memperlihatkan dokumen tersebut.
Tidak banyak tanya lagi Lovata pun mengerti.
" Baiklah kak ini sudah larut malam, segeralah untuk tidur jangan malam malam, perhatikan kesehatan kakak, " sekali lagi Fiky tersenyum hangat.
" Iya terima kasih kalau begitu aku balik ke kamar dulu Ta, " Lovata pun menganggukinya, karena sekarang ia sudah tidak perlu lagi untuk mengantarkan Fiky ke kamarnya, karena kondisi Fiky sudah mulai membaik.
Lovata sangat bersyukur sampai detik ini ia bisa menemani kesehatan kakak iparnya. Lovata sendiri masih membutuhkan Fiky untuk mencari tahu siapa dalang dibalik kematian kakak kandungnya, karena ia merasa belum terima dengan kejadian tersebut meskipun polisi sudah menutup khasusnya karena belum memiliki bukti yang kuat jika kecelakaan itu memang disengaja.
Saat sedang asik menatap punggung Fiky, tiba tiba bahunya dipegang oleh seseorang.
" Papa? "
Lovata terkesiap, siapa lagi jika bukan putrinya, Agnes.
" Ada apa sayang? " Lovata bertanya.
" Papa kenapa belum tidur? besok papa ada tugas dirumah sakit kalau istirahat papa berkurang nanti papa malah kecapean waktu kerja, "
Lovata mengacak acak rambut putrinya dengan gemash, " Hahaha putri papa yang paling cerewet ini, iya iya ini papa mau tidur, baru saja papa masih ngobrol sama om Fiky sebentar."
" Tapi tunggu deh pah, aku mau bicara satu hal sama papa, ?"
" Apa itu nak? " Lovta bertanya balik seraya penasaran.
" Agnes kepikiran sama kak Rossa pa, dengan adanya berita Scandal dengan suaminya dikampus, meskipun beritanya sudah clear, tapi kan kak Rossa belum tahu pa, bahkan ponsel kak Rossa tidak aktif dari kemarin, " mendengar keluhan Agnes, Lovata menanggapinya hanya dengan senyuman.
" Kamu tidak perlu khawatir Agnes, kak Rossa baik baik saja kok tadi om Fiky sudah ngasih tau papa kalau semuanya aman, kak Rossa aman bersama suaminya. " Setelah menerima jawaban dari papanya Agnes merasa sedikit lega, karena Agnes sendiri belum menerima kabar dari Rossa.
" Semoga saja ya pa, aku berharap tidak akan ada masalah lagi kedepannya karena masalah yang dihadapi kak Rossa itu benar benar rumit, "
" Iya kamu benar, tapi itu semua adalah sekenario dari tuhan nak, jadi kita hanya bisa mengikuti alurnya saja, tuhan tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya, jadi kita pasrahkan saja sama tuhan semuanya akan ada jalannya, "
Lovata tersenyum kemudian Agnes mengangguk setuju.
****
__ADS_1