My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 2 - Cowok sinting?


__ADS_3

Aska dan Queen pun terkejut saat melihat sahabatnya terjatuh. Mereka berdua segera berjongkok untuk menolong Rossa yang sedang tersungkur diatas lantai.


" Ya tuhan, Rossa kamu tidak apa-apa? "


Queen bertanya, tangannya sibuk membantu Rossa untuk berdiri.


Rossa menggeleng sembari memegangi sikunya yang sedikit lecet akibat benturan dengan lantai.


Aska yang tidak terima langsung berdiri, menatap tajam laki-laki yang sudah menabrak sahabatnya tersebut.


" Hey KAU!!! berhenti!! " Aska berseru dengan suara lantang kepada laki-laki yang sudah membuat sahabatnya terluka.


Aska tidak terima lantaran laki-laki itu tidak mengucapkan maaf atau sepatah katapun pada mereka.


Sontak laki-laki itu menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya menghadap ke belakang dan menatap Aska dengan datar.


Melihat respon laki-laki itu membuat Aska semakin geram, sangat diluar dugaan dia sangat dingin dan acuh.


Laki laki tersebut kembali melanjutkan langkahnya dengan berjalan santai. Seolah-olah dia tidak melakukan kesalahan apapun.


" Kauuu!!!. "


Ketika Aska ingin mengejar laki-laki itu. Queen segera menghentikannya. Queen dengan cepat menarik lengan Aska, sehingga membuat Aska mengurungkan niatnya untuk mengejar laki-laki tersebut.


" Sudah jangan dikejar, percuma ngejar dia yang ada kita akan ribut disini. " Queen berniat untuk menasehati Aska, karena disini mereka masih berstatus mahasiswa baru.


" Iya Aska sudah jangan dikejar benar kata Queen, lagian kita disini mahasiswa baru, dan aku juga tidak apa apa, " Rossa membenarkan nasehat Queen.


Aska menghela nafasnya kasar.


" Awas saja kau, sudah berani membuat Rossa jatuh dilantai seperti ini, aku akan membalasmu suatu saat nanti. " Batin Aska dengan mengepalkan kedua tangannya, saat ini Aska tidak bisa mengejar langkah laki-laki itu karena ia lebih memilih untuk mendengarkan nasehat dari kedua sahabatnya tersebut.


.


.


" Terima kasih, kalian sudah membantuku tadi, "


Queen mengangguk dan tersenyum mendengar perkataan Rossa.


" Kenapa harus berterima kasih, kan kita sahabat bukannya sahabat itu saling membantu? "


" Tapi kamu beneran tidak apa-apakan Sa, apa kamu mau aku dan Queen antar ke rumah sakit? "


Kali ini Aska memastikan keadaan Rossa.


Queen melihat ekspresi Aska yang begitu khawatir dan perhatian dengan Rossa.


" Tidak perlu, lebay banget sih sampai ke rumah sakit segala, emang aku punya penyakit apa, " Rossa tertawa kecil.

__ADS_1


Queen hanya bisa menahan tawa.


" Kalian tidak perlu khawatir aku tidak apa-apa kok, lagi pula habis ini kelas kita akan dimulai, "


Rossa berusaha menyakinkan kedua sahabatnya, seolah ia tidak merasakan sakit apapun, padahal saat ini Rossa sedang menahan sedikit rasa nyeri pada sikunya.


Rossa menutupinya karena gadis itu tidak mau membuat kedua sahabatnya tersebut khawatir.


" Tapi sikumu berdarah Rossa, " Queen menimpali ucapan Rossa dan membuat Aska lebih terkesiap.


" Benarkah tangan Rossa terluka? " sahut Aska dengan raut wajahnya yang kembali khawatir.


" Tidak, ini hanya luka kecil tidak apa-apa, lagian ini juga tidak sakit kok besok juga sembuh, "


Rossa berusaha menutupi lukanya, saat Aska ingin memeriksanya.


" Beneran kamu tidak apa-apa? " tanya Aska yang memastikannya sekali lagi dan Rossa mengangguk mantap sebagai jawaban.


" Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarakan kalian berdua sampai ke kelas. " sambung Aska. Rossa dan Queen mengiyakannya.


" Astaga siapa laki-laki itu, dia sangat menyebalkan sekali. " batin Rossa sembari berjalan dengan kedua sahabatnya itu menuju kelas.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang, para mahasiswa dan mahasiswi sudah mulai meninggalkan kelasnya masing-masing karena jam mata kuliahnya sudah habis, dan kelaspun mulai tampak sepi.


Rossa yang kala itu masih menduduki bangkunya segera bersiap-siap merapikan bukunya untuk pulang. Namun, sebelum itu Rossa berniat untuk menemui sahabatnya terlebih dahulu.


Kelas Queen ada disebelah kelas Rossa mereka berdua tidak satu kelas karena mengambil jurusan yang berbeda, meskipun keduanya adalah gadis cerdas namun kecerdasannya itu dibidang yang berbeda. Rossa mengambil prodi ilmu hukum, meskipun melenceng dengan bisnis orang tuanya Rossa tidak peduli, ia ingin sekali mempelajari tentang ilmu hukum karena dirinya benci sekali dengan tindakan kejahatan. Sedangkan Queen, gadis itu mengambil prodi Tata busana (Fashion Design) karena Queen dari kecil bercita-cita ingin menjadi seorang Desainer terkenal dikotanya.


Seorang laki-laki berdiri tegak dibalik pintu, tubuhnya tinggi, berkulit putih, dengan memakai kemeja dan setelan jas yang rapi. Seketika itu pula mata Rossa membulat sempurna, gadis itu langsung mengubah raut wajahnya.


Saat itu juga Rossa langsung memasang ekspresi tidak suka.


" Apa tadi kamu yang sudah sengaja menyenggol jas-ku? "


Seketika Rossa sangat terkejut mendengar ucapan laki-laki itu, tentu saja gadis itu langsung menatapnya dengan tidak percaya.


Perkara jas?


Apalagi laki laki itu malah membicarakan jasnya, dia lebih peduli dengan jasnya, Rossa tidak bisa percaya itu.


" Haaa anda bilang apa? Saya sengaja menyenggol jas anda, apa tidak salah jelas-jelas tadi yang menyenggol saya duluan itu adalah anda! " merasa tidak terima dengan perkataan Laki laki tersebut, Rossa menjawab ucapan laki laki itu dengan emosi.


" Seharusnya anda yang harus meminta maaf kepada saya, bukan malah membalikkan fakta, seolah saya yang salah! "


Hari ini Rossa dibuat sangat kesal, emosi gadis itu meledak ledak, ia sengaja mengeluarkan semua kekesalannya pada laki-laki yang ada dihadapannya ini.


Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, laki-laki itu pergi begitu saja melewati Rossa. Sepertinya ia sudah tidak memperdulikan ocehan Rossa yang dirasa sangat mengganggu telinganya.


" Hei anda mau kemana, mau anda itu apa sebenarnya, " merasa tidak dengarkan, Rossa semakin dibuat kesal.

__ADS_1


" Dasar laki-laki aneh, sinting, " Rossa yang masih belum puas segera meneraki laki laki tersebut. Tetapi laki-laki itu tetap tidak mengindahkan ucapan Rossa.


" Beraninya dia pergi begitu saja, padahalkan aku masih belum puas memakinya, awas saja kalo ketemu ntar, aku buat sambel goreng! " umpat Rossa yang tidak ada hentinya dengan menampakan raut wajahnya yang begitu kesal.


***


" By the way kenapa mukamu dari tadi ditekuk begitu Sa? " Queen bertanya kepada Rossa setelah menyadari raut wajah Rossa yang terlihat kesal.


Queen menatap heran sahabatnya tersebut, karena sedari tadi Rossa terlihat memanyunkan bibirnya dan memainkan makanan yang ia pesan sampai tidak berbentuk lagi.


Saat ini mereka berdua sedang berada dikantin, sebelum mereka memilih untuk pulang ke rumah, Queen mengajak Rossa pergi ke kantin terlebih dahulu untuk membeli makan siang.


" Ya gimana aku gak kesel coba Queen, kau tau gak sih, aku tadi ketemu sama cowok sinting itu! " jawab Rossa dengan menggunakkan nada yang begitu sewot ketika mengucapkan kata cowok sinting.


" Cowok sinting, siapa sih? "


" Ya siapa lagi kalo bukan cowok yang buat aku jatuh pagi tadi Queen, " Rossa memutar bola matanya jengah, ia masih kesal dengan laki-laki tersebut.


" Oh cowok tampan tadi itu, " mendengar Queen berkata Tampan membuat Rossa melotot.


" Ganteng kamu bilang? Kayak gitu ganteng? "


" Iya memang dia ganteng, emang kau tidak bisa lihat ya, apa mata-mu itu lagi Minus? " Queen terkekeh kecil.


Tidak bisa menjawab, Rossa hanya bisa memutar bola matanya.


" Sudah jangan seperti itu, kamu jangan terlalu benci gitu dong sama dia entar naksir tau rasa, atau bisa jadi entar kalian berjodoh gimana, hahaha. "


Queen sengaja menggoda Rossa.


" Idih amit-amit deh Queen, kau ini ada-ada saja, lagian siapa yang mau sama dia yang dingin kayak es balok gitu, kalaupun misalnya aku jadi pacarnya, bisa-bisa aku mati beku tau gak, karena setiap hari bakal berhadapan dengan es balok! " jawab Rossa sambil begidik ngeri membayangkan.


Kemudian Queen tertawa.


" Hahaha tapi bener juga kamu Sa, "


Disaat mereka berdua sedang asik bercerita dan tertawa, tiba-tiba ada Aska yang berhasil membelah gurauan mereka.


" Ternyata kalian ada disini, " Aska berbicara seraya memasang senyum khasnya. laki-laki itu ikut mendudukkan tubuhnya dikursi sebelah mereka.


Rossa dan Queen menatap ke arah Aska, mereka berdua menyapanya balik.


" Kayaknya lagi ada yang seru, sampai ketawa asik gitu, lagi ngomongin apa nih? "


" Haha gak ada kok Ka, ini lagi bahas tentang es balok saja, " Queen menjawab ucapan Aska, mendengar kata es balok, kening Aska berkerut halus.


" Es balok? " tanya Aska.


Queen mengangguk membenarkan, lalu tertawa kembali sampai mereka berdua tidak ingin membahas lagi dan melupakannya, kini mereka bertiga mengobrol bersama.

__ADS_1


Terdengar suara gadis-gadis yang duduk di sebelah meja Rossa, mereka tengah membicarakan tentang Dosen tampan di kampus ini, sontak Rossa yang tidak sengaja mendengarnya itupun menoleh kearah mereka. Sedari tadi saat Rossa memasuki kelasnya memang banyak yang membicarakan tentang Dosen tampan itu, tetapi Rossa tidak tau siapa yang dimaksud Dosen itu.


" Ahh itu tidak penting, " batin Rossa.


__ADS_2