My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 6 - Dia Dosenku


__ADS_3

Rossa berkumpul dengan kedua sahabatnya. Setelah menyelesaikan hukuman dari Alex. Rossa mengajak Aska dan Queen untuk ke kantin dengan sembunyi-sembunyi karena ini belum waktunya pulang.


Aska dan Queen memesan makanan kesukaan mereka masing-masing, tetapi tidak dengan Rossa, gadis itu tidak seperti biasanya, dia tidak lagi ceria, moodnya hari ini bener-bener hancur, sehingga membuat kedua sahabatnya itu bertanya-tanya.


" Kamu kenapa Sa, dari tadi aku melihatmu banyak melamun sedang ada masalah lagi? " Queen bertanya setelah dirinya tersadar oleh diamnya Rossa.


" Iya benar ada apa Rossa, tidak seperti biasanya kamu hari ini, cerita ke kita, " sahut Aska.


" Em aku tidak apa-apa kok, hanya saja akhir-akhir ini aku ada masalah kecil dikeluargaku, " ujar Rossa yang sebenarnya malas untuk bercerita. Rossa juga menyematkan senyum palsu untuk mengelabuhi kedua sahabatnya tersebut.


Rossa tidak menceritakan kepada kedua sahabatnya itu bahwa dirinya dihukum oleh Alex, meskipun alasan diamnya Rossa bukan hanya itu melainkan masalah perjodohan yang di rencanakan orang tuanya untuk dirinya, membuat Rossa tidak bersemangat hari ini.


Aska dan Queen saling bertatap muka, mereka berdua keheranan.


Queen menggelengkan kepala pelan ketika gadis itu mendapat tatapan bertanya dari Aska.


" Ya sudah kalau begitu, sepertinya mood kamu hari ini kurang baik, ayo kita lanjutkan makan saja, setelah itu kita kembali ke kelas masing-masing, " tutur Aska yang menatap bergantian kedua sahabatnya.


Aska hanya berharap tidak ingin memperburuk mood Rossa.


Queen dan Rossa mengangguk bersamaan. Queen juga tak pernah lepas untuk memandangi Aska.


***


Jam kampus sudah selesai, kini gadis itu berjalan sendirian menuju ke parkiran kampusnya.


Tetapi sebelum mencapai parkiran, gadis itu tidak sengaja melihat Aska yang sedang menoleh kesana kemari untuk mencari seseorang.


" Rossa! " Aska berlari kecil mendekati Rossa


" Iya Aska ada apa? " Rossa bertanya setelah membalikkan tubuhnya menghadap kearah Aska, seketika pandangan Rossa mencari sosok Queen.


" Loh sendiran aja, dimana Queen? tadi dia di kelas bersamamu kan? " Rossa bertanya lagi sebelum Aska menjawab pertanyaan Rossa yang awal.


" Oh Queen, dia pulang duluan tadi katanya sudah di jemput oleh supirnya di depan, padahal aku mau mengajaknya untuk menemuimu dulu, " tutur Aska seraya menatap ke arah Rossa.


" Emm begitu ya, "


" Kenapa Queen tidak menemuiku dulu ya, tumben sekali anak itu, tidak biasanya dia menolak ajakan Aska, apa gara-gara sikapku tadi ya, yang terlalu berlebihan mendiamkan mereka, hemm tetapi apa hubungannya dengan sikapku, Aska saja tidak marah tuh, malah dia mencariku " gumam Rossa didalam hati.

__ADS_1


Sebenarnya Queen belum di jemput oleh supirnya, hanya saja Queen beralasan pamit untuk pulang terlebih dahulu untuk menghindari Aska, biar Aska bisa berduaan dengan Rossa, karena gadis itu tahu jika Aska menyukai Rossa sejak SMA.


Pov Queen.


Setelah Dosen matkul dikelas Queen keluar. Aska dengan antusiasnya menerobos memasuki kelas Queen untuk menemui gadis itu.


" Queen, " sapa Aska yang membuat Queen sedikit terkejut.


" Aska! "


" Ayo kita pulang bareng, tapi sebelumnya kita hampiri Rossa dulu yuk sebelum pulang, " ajak Aska dengan tiba-tiba saat Queen sedang berkemas memasukkan bukunya kedalam tas.


" Aska Sorry ya, aku sudah dijemput oleh supirku sekarang, dia sudah menungguku didepan kampus, " balas Queen dengan tersenyum menolak ajakan Aska setelah itu Queen tidak berani bertatap muka dengan Aska


" Ohh begitu ya Queen, yah sayang sekali padahal aku ingin mengajakmu pulang bersama Rossa, ya sudah lah kalau begitu Queen, hati-hati ya kalau pulang, lain kali aja kita pulanh bareng " ujar Aska seraya menyematkan senyum hangatnya untuk Queen, senyuman itu yang membuat hati Queen berdebar debar.


.


.


***


" Hey Rossa? " sapa seorang laki-laki yang muncul dibelakang Aska. Sehingga membuat Aska yang mendengarnya itu sedikit terkejut.


" Iya, " balas Rossa saat gadis itu melihat Reyhan mendekatinya.


Rossa begitu heran, tumben sekali Reyhan menyapa dirinya bahkan menghampirinya, padahal dikelas Reyhan jarang sekali berbicara dengan Rossa.


" Ada apa Rey? " sambung Rossa dengan menatap Reyhan yang saat ini sedang tersenyum padanya.


" Tidak ada aku hanya ingin menyapamu saja, "


Aska yang tidak suka saat melihat gadis yang disukainya sedang berbicara dengan laki-laki lain, ia sedikit merasa kesal.


Tiba tiba Aska menarik tangan Rossa dan membawanya pergi menjauhi Reyhan, dan sikap Aska itu membuat Rossa sangat terkejut.


" Eh...."


Rossa dibawa pergi begitu saja oleh Aska sebelum mereka menyelesaikan perbincangan singkat tersebut.

__ADS_1


Setelah berhasil menjauh dari pandangan Reyhan Rossa yang sangat amat kesal, segera menarik kembali tangannya dari genggaman kasar yang Aska lakukan.


" Awwww! tanganku sakit, kamu ini apa-apaan sih, main tarik-tarik tangan orang gitu aja, "


Saat ini mereka berdua berada di koridor kampus.


Sontak Aska tersadar " Eh mana yang sakit, maaf aku terlalu keras menggenggam tanganmu, sekali lagi maafkan aku, tadi tanganku tiba-tiba reflek menarikmu, " Aska sadar apa yang telah ia perbuat, membuatnya langsung merasa bersalah dan minta maaf kepada Rossa.


Rossa pun dengan kesalnya pergi meninggalkan Aska begitu saja, melihat Rossa kesal kepadanya. Aska segera berlari untuk mengejar Rossa.


" Rossa tunggu, jangan marah aku bisa jelasin, "


" Aku minta maaf, aku tidak sengaja, " tetapi pada saat Aska sedang berusaha mengejar dan membujuk Rossa, tiba tiba ada seorang laki-laki yang membuat Rossa menghentikan langkahnya.


" Ehemmm, "


" Kau lagi! " sahut Aska, menatap Alex dengan menunjukkan jarinya ke arah Alex.


Rossa yang tau sifat Aska sedikit keras segera menghentikannya, sebelum Aska membuat keributan lebih jauh lagi. Rossa segera mengajak Aska pergi menjauhi Alex.


" Maaf pak kami permisi dulu, " ujar Rossa kepada Alex, gadis itu dengan cepat menarik tangan Aska dengan kasar.


" Kenapa kamu membawaku pergi Rossa, aku ingin memberi pelajaran ke laki-laki resek yang telah menabrakmu kemarin lalu! " seru Aska yang saat ini sedang tersulut emosinya.


" Kau ini, kenapa selalu gegabah, apa kau tidak tau dia itu siapa? " bantah Rossa dengan kesal terhadap Aska.


" Tidak, memang siapa dia! " Aska menjawabnya dengan remeh.


Rossa langsung menghela nafas dengan kasar karena melihat sikap Aska yang seperti ini.


" Dia itu Dosen baru dikelas ku, " jawab Rossa memalingkan pandangannya dari Aska.


" Hah apa katamu barusan? " ulang Aska dengan suara terkejut.


" Dia itu Dosenku, Dosen mata kuliah ku! " ujar Rossa dengan mempertegas suaranya, membuat Aska tidak dapat menahan akan keterkejutannya.


" Makanya aku bawa kamu kesini sebelum kamu membuat masalah dengannya, bisa-bisa kamu dilempar dari kampus ini gara-gara ada masalah sama dia! " sambung Rossa dengan suara yang sedikit tinggi, karena ia begitu kesal kepada Aska.


Tanpa menunggu balasan dari Aska, gadis itu langsung meninggalkan Aska yang sedang mematung karena terkejut, Aska masih tidak percaya dengan apa yang telah di ucapkan Rossa kalau Alex itu dosennya.

__ADS_1


__ADS_2