My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 52


__ADS_3

Malam pun semakin larut selesai makan malam bersama keluarga lalu berbincang dan tertawa saling menggoda, kini Rossa dan Alex menuju kamarnya, ada sedikit rasa canggung menyelimuti keduanya, namun Alex yang terlihat begitu santai. Sementara Rossa, ia terlihat begitu tegang dan sesekali meremas ujung bajunya.


Setelah sampai di kamar Rossa pun langsung menuju kamar mandi karena dirinya ingin buang air kecil.


Sementara Alex, ia memilih duduk di sofa dan mengambil laptopnya untuk mengecek perusahannya sembari menunggu Rossa keluar dari kamar mandi.


Saat Alex sedang fokus mengecek perusahannya itu, tiba-tiba ponsel milik Alex berdering nyaring diatas meja.


Ternyata sebuah video call dari ketiga sahabatnya, Tertera di layar ponsel miliknya bernama Zovan, David dan Arka.


Alex pun yang mengetahui jika panggilan itu dari ketiga sahabatnya segera mengambil ponsel dan mengangkatnya, kemudian terpampang wajah tampan keempat pria muda tersebut.


" Halo bro, bagaimana kabarmu? " Zovan membuka percakapan terlebih dahulu.


Bukannya menjawab pertanyaan dari sahabatnya tersebut, malahan Alex memasang wajah datarnya.


" Zo, gue tadi sudah bilang gak usah hubungi si kulkas ini, tuh lo liat muka datarnya sudah kaya papan aja, elo juga tahu kan Zo saat ini kita sudah mengganggu malam pertama mereka, " David berkata apa adanyanya, ia memang laki laki yang suka bicara jujur atau istilahnya ceplas-ceplos.


David memang sengaja untuk menggoda Alex, seketika Zovan dan Arka yang mendengar ucapan David pun Langsung tertawa terbahak-bahak, Alex yang sedari tadi diam hanya menatap kearah mereka bertiga dengan tatapan tajam.


" Ohh iya gue lupa Vid, udah gak kaget liat tampang dia yang datar gitu, wkwkw. " ujar Arka


" Ck,Ck,Ck kalian ini bagaimana sih bukannya mengucapkan selamat malah meledek, " ujar Zovan


" Eh bro selamat ya atas pernikahanmu, maafin gue tidak bisa datang, semoga langgeng sampai kakek nenek dan nenek kakek, ini gue niatnya mewakili David, tadi acara kan gue dateng haha, " sambung Zovan memberikan selamat kepada sahabatnya tersebut.


Namun nadanya ditujukan untuk David, hanya David yang tidak datang karena seminggu yang lalu ia berangkat keluar negeri karena ada urusan penting yang mendesak.


" Sekali lagi selamat bro, maafin tingkah gue tadi siang sama Zovan, " saut Arka sambil terkekeh. Alex yang mendengar ucapan Arka menatapnya dengan tajam.


" Wah kalian tadi ngapain, bikin rusuh? " tanya David, tatapannya mengintimidasi kedua sahabatnya.


" Tenang, kita tidak bikin rusuh, hanya saja kita usil doang wkwkwk, " ujar Arka menjelaskan.


" Kalian ini gabut apa gimana? Iri? Mau nikah, yah kasian belum nikah, " kali ini Alex yang sedari tadi diam angkat bicara.


" Hahaha kan kan Arka nih, jadinya lo diejek kan, " David menimpali, seolah ia tidak terlibat didalamnya.

__ADS_1


" Heh kupret, lo juga kali wkwk gak ngerasa lo dikatain jomblo, kasiannn umur 29 tahun jomblo, "


" Mending 29 tahun, elo udah 30 yaaaa, wkwkwk, "


Arka dan David terus berceloteh, sampai sampai Zovan disebrang sana tidak berhenti tertawa ia aman tidak dijadikan bahan bully oleh ketiga sahabatnya tersebut. Sementara Alex, laki laki itupun juga ikut tertawa, teman temannya ini sungguh konyol.


" Kalian ini jomblo pada tidak sadar, jomblo ya jomblo aja lah jangan saling mengolok ngolok, " Zovan menimpali yang sedari tadi tertawa.


" Eh bro tidak ada kaca ya? " Arka bertanya kepada David,


" Iya gak ada kaca, kacanya burem kali, wkwk, " sahut David, mereka berdua bergantian membuly Zovan.


Zovan yang ada disebrang sana seketika berhenti tertawa, " Gue kan gak jomblo, gue mah ada untuk di PDKT in, "


" Siapa itu? " Alex angkat bicara.


" Gue tau, " timpal Arka cepat.


" Siapa gue kepo? " ujar David.


" Kayanya Clarissa, wkwk, " jawab Arka, Alex yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.


Mereka pun Akhirnya tertawa lepas malam ini oleh tingkah dan ucapan mereka masing-masing


" Awas kalian, lama lama jadi KJJLT! " ujar Alex.


" Apa itu KJJLT? " mereka bertanya serempak.


" Kelamaan Jomblo Jadi Lajang Tua, " jawab Alex santai.


" Bukan gue deh itu, tapi si Dokter 30 tahun itu, "


" Aduh jadinya kita kena bully Alex deh wkwk, " Zovan menimpali.


" Hahahah, kalian ini ada ada saja, " ujar Alex seraya tertawa.


" Ngomong ngomong kemana bini lo Lex, sepertinya disana sepi, " David bertanya setelah menyadari jika Alex sedang sendirian.

__ADS_1


" Oh iya istri gue lagi dikamar mandi, " jawab Alex.


" Oh pantas sepi, "


Setelah melakukan perberbincang yang cukup lama, tidak lama kemudian panggilan video dari mereka berempat pun berakhir.


Alex menghembuskan nafasnya dengan pelan, ia benar-benar heran dengan tingkah konyol ketiga sahabatnya tersebut. Namun, ia juga senang memiliki sahabat seperti mereka. Alex masih menggenggam ponselnya sambil mengadarkan pandangannya, ia belum menemukan Rossa, Alex pun heran kemana perginya Rossa.


" Bukannya dia tadi bilang mau ke kamar mandi untuk buang air kecil, tapi kenapa belum keluar juga. " batinnya bertanya-tanya.


Maletakkan ponselnya diatas meja, Alex berdiri dari duduknya, berjalan mendekati kamar mandi, yang ia lihat pintunya masih tertutup.


" Kenapa tidak ada suara air didalam, " batin Alex, kemudian ketika hendak memegang pintu kamar mandi tiba tiba saja pintu dari luar diketuk seseorang.


Tok tok tok!!


Alex mengurungkan niatnya untuk mencoba membuka pintu kamar mandi, segera ia pergi dari sana dan melihat siapa yang mencoba mengetuk pintu kamarnya tersebut.


Dibukanya pintu, ternyata ada mama Zeline.


" Malam sayang, " sapa Zeline sambil tersenyum lebar.


" Mama, iya malam ma, ada apa ma? " ujar Alex, sebelum itu Alex mempersilahkan mamanya masuk.


" Masuk dulu ma, " ajaknya.


" Eh tidak usah sayang, nanti mama mengganggu kalian, biar kalian isirahat saja, mama kesini hanya ingin kasih kamu ini saja, " ujar Zeline tangannya memberi segelas air berwarna kuning kecokelatan kepada Alex.


" Apa ini ma? " tanya Alex, rautnya berubah heran.


" Hihi bukan apa apa ini hanya juss, kamu minum sebelum bobok, oke. " perintah Zeline agar Alex meminumnya.


" Oh juss, baiklah ma terima kasih nanti Alex minum, " tanpa banyak bicara dan menghargai mamanya Alex menerima gelas tersebut, kemudian Zeline sangat senang dan wajahnya terlihat bahagia.


" Iya sama sama sayang, jangan sampai tidak diminum nanti mama kecewa loh, " bisik Zeline, dan Alex mengiyakannya.


Setelah perbincangan singkat mereka dan perginya Zeline dari sana, kini Alex terlihat menutup pintu kembali dan berjalan mendekati ranjang, meletakkan minuman tersebut diatas nakas.

__ADS_1


" Juss apa ini warnanya seperti jamu, " gumam Alex, tidak lama kemudian ia meminumnya.


***


__ADS_2