My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 31


__ADS_3

Hari ini Alex tidak mengajar di kampus karena tidak ada jam mengajar sana, dan juga karena di kantor papanya akan di adakan meeting penting dengan client besar. Aryan seperti biasa tidak mau menghadiri meeting itu karena pria itu ingin melihat putranya bisa mengembangkan perusahannya itu dengan tangannya sendiri, meskipun pekerjaan sampingan Alex seorang Dosen, akan tetapi laki-laki itu tidak keberatan.


Meeting berjalan dengan lancar perjanjian kerjasama pun disepakati, Alex keluar dari ruangan Meeting dengan di dampingi oleh asisten Lee.


" Lee, bagaimana dengan client kita yang selanjutnya? " tanya Alex sambil berjalan menuju ke ruangan pribadinya.


" Selanjutnya tinggal satu rapat lagi tuan, tapi semua itu sudah siap, tinggal kita atur jam untuk meetingnya saja, " balas Asisten Lee dengan cepat, ia berjalan mengikuti Alex dari belakang.


" Baiklah Lee ,bagus kau urus semuanya, kita adakan pertemuan 2 jam lagi. "


" Siap tuan. "


Setelah selesai melakukan meetingnya tadi, Alex masih sibuk drngan berkasnya sambil fokus ke arah laptopnya, kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok....


" Masuk! " perintah Alex.


Terlihat seorang asisten perempuan yang memasuki ruangan Alex.


" Maaf tuan, jika saya mengganggu anda, " dengan menundukkan kepalanya sopan,


" Di lobi ada seorang perempuan yang ingin bertemu dengan anda tuan, kami sudah melarangnya dan mengatakan untuk menunggu anda sebentar di lobi, namun ia tetap memaksa ingin masuk ke ruangan anda. " sambungnya pada Alex.


Seketika Alex menghentikan aktivitasnya, karena ia sudah hafal siapa yang berani datang ingin menemuinya.


" Lee urus dia! " perintah Alex pada Asisten Lee


" Baik tuan. "


Alex tahu jika yang datang adalah Clarissa, perempuan yang kurang disukai Alex. Namun, wanita itu tetap berusaha untuk mengejar Alex.


Asisten Lee berjalan kemudian memasuki lift untuk menemui perempuan yang sedang menunggu bosnya tersebut.


" Dimana Alex? kenapa bukan dia yang datang kesini? " tanya Claris saat melihat kedatangan Asisten Lee.


Dengan raut kesal Claris hendak menyerobot masuk, segera ia ditahan oleh Asisten Lee.

__ADS_1


" Ada perlu apa nona kemari? tuan Alex tidak bisa di ganggu, tolong anda pergi dari sini. " tutur Asisten Lee dengan raut tenang, namun nadanya terkesan mengusir.


" Hei Asisten kau tidak tau siapa aku? " suara Clarissa membentak Asisten Lee.


Asisten Lee hanya tersenyum mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Clarissa.


" Tentu aku tau siapa anda nona, Anda anak dari keluarga Adinata, " balas Asisten Lee.


Claris pun diam, ia terkejut bahwa pria menyebalkan yang ada di depannya itu mengetahui siapa dia, bahkan ia tidak bisa lagi untuk melindungi dirinya dari kata-kata mengancam menyebut keluarganya.


" Dasar kau Asisten sialan. " batin Clarissa dengan kesalnya.


" Oke baiklah kau boleh mengusirku kali ini, dan lain kali aku akan datang lagi untuk menemui Alex, jangan mencoba kau menghadangku lagi, " ujar Claris lalu ia pergi meninggalkan kantor Alex.


***


Rossa dan Queen pulang, kini Rossa berada di dalam mobil milik Queen dan diikuti oleh pak Anto dari belakang. Queen yang sesekali menoleh ke arah sahabatnya itu merasa aneh dengan sikap Rossa kali ini. Ia masih begitu penasaran, karena sepanjang jalan Rossa hanya diam saja dan melamun, dia tidak seperti biasanya.


" Rossa kenapa ya? tidak biasanya dia seperti ini, sepertinya dia benar-benar ada masalah besar, " batin Queen.


Pada akhirnya mereka berdua pun sudah sampai di rumah Queen. Rossa dan Queen segera turun dari mobil mereka untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah milik Queen.


Queen dan Rossa sampai dikamar, lalu Queen segera meletakkan tasnya ke tempat biasanya, kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


" Ahh akhirnya bisa rebahan juga, aku capekkkk sekali hari ini, " ucap Queen lirih.


Rossa berjalan pelan dengan langkah yang sedikit gontai mendekati Queen yang terlihat asik merebahkan tubuhnya diranjang.


Rossa hanya duduk di tepi ranjang Queen, lagi-lagi ia melamun, Queen yang melihatnya itupun segera bangun dan bertanya kepada sahabatnya tersebut.


" Ayo ceritalah, ada apa denganmu sebenarnya? " tanya Queen yang siap mendengarkan keluh kesah Rossa.


Rossa menghembuskan nafasnya pelan dengan menunjukan ekspresi sendunya.


" Emm sebenarnya aku jadi menikah, " ujar Rossa lirih, namun masih bisa didengar oleh Queen, seketika Queen langsung terkejut, gadis itu membulatkan matanya lebar.


" Whatt menikah? dengan siapa, katanya kamu baru saja bebas dari perjodohan mu kemarin kan? kenapa sekarang kau jadi menikah? " tanya Queen sambil berteriak tidak percaya.

__ADS_1


Rossa hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Huftt... iya tapi kali ini dengan orang yang berbeda, ceritanya sangat panjang, aku malas menjelaskannya. " ujar Rossa dengan mata berkaca-kaca.


" Maksudku kamu akan menikah dengan siapa? kamu kan belum cerita ke aku jadi kamu harus cerita, " balas Queen yang tetap kekeuh bertanya.


" Hem iyaa tapi aku tidak berani memberitahumu sekarang, nanti saja pas waktu pernikahan ku tiba kamu akan tahu siapa orangnya, " ujar Rossa yang membuat Queen semakin penasaran.


" Hmm kira-kira siapa ya lelaki yang akan menikah dengan Rossa, " batin Queen.


" Baiklah kalau itu yang kamu mau, yang sabar ya, cepat sekali kamu ini akan menikah, aku pasti akan merindukan dirimu," tutur Queen dengan mata berkaca-kaca juga.


" Apaan sih rindu-rindu, dasar Queen bodoh! lagian kamu ini mau nangis segala kayak mau aku tinggal mati saja, " Rossa berkata dengan Ketus, kini Queen yang mendengar balasan Rossa itupun menjadi terkekeh.


" Hehe maaf Rossa, jadi kapan kamu akan menikah? " tanya Queen lagi.


" Em entah, mungkin minggu depan! " balas Rossa sambil merebahkan tubuhnya di samping Queen.


" Apaaaaa!!! Astaga kenapa cepat sekali? " jawab Queen setengah berteriak karena terkejut sekaligus belum percaya.


" Ah aku juga tidak tau, padahal aku juga belum siap, kau tau sendiri kan aku bagaimana, berpacaran saja tidak mau, malah ini akan menikah dengan tiba-tiba, " tutur Rossa dengan nada kesalnya.


" Mungkin Queen akan terkejut jika tau siapa yang akan menikah denganku. " batin Rossa.


" Hahaha itu karena kau keterlaluan tidak mau didekati laki laki, jadinya sekali kenal langsung dinikahin, " kali ini Queen meledek.


" Yeee enak aja, bukan masalah kenal, tapi ceritanya panjang sekali, bahkan entah aku masih bisa cerita atau tidak, " jawab Rossa, tangannya mulai merogoh saku untuk menggambil ponselnya.


" Aku jadi penasaran, tapi kau malas bercerita, tapi tidak apa apa aku menganggapnya ini suprise biar aku melihatnya waktu hari H nanti, " Queen terkekeh, namun Rossa terdiam.


" Ngomong ngomong yang mau dijodohin sama kamu tampan tidak? " Queen bertanya sambil menatap Rossa yang ada disebelahnya dengan raut jahil.


" Entah, mungkin iya tapi tidak eh gimana ya, iih kau tau sendiri bukan, aku mana bisa membedakan mana tampan dan tidak tampan, tapi kalau dilihat-lihat memang dia sedikit tampan, " ujarnya sambil memingat ingat paras Alex.


Sebenarnya Rossa malu ingin mengakui jika Alex itu cowok yang sangat tampan, bahkan yang sebenarnya itu Rossa gengsi untuk mengatakannya.


Selanjutnya Queen hanya tertawa mendengar ucapan Rossa.

__ADS_1


***


__ADS_2