My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 63


__ADS_3

Sesampainya Tomi dikediaman Fabricia, pria tersebut segera turun dari mobilnya untuk menemui Fiky, tidak lupa pula ia membawa berkas dan barang bukti lainnya yang sudah ia dapatkan untuk ia serahkan pada Fiky.


Tomi berdiri diatas pintu sebelum ia mengetuknya terlihat Fiky sudah membuka pintu tersebut.


" Tuan, " Tomi menyapa.


" Ya masuk Tom, " Fiky mengajak Tomi untuk masuk, mereka berdua berjalan menuju ruang keluarga.


Kemudian disusul oleh bibi Moey untuk mengantarkan makanan dan minuman seperti biasa jika sedang kedatangan tamu.


Kini tinggal mereka berdua yang ada diruang keluarga.


" Tuan Fiky, saya ingin memberitahu tuan tentang kecelakaan yang tuan alami bersama mendiang istri tuan, " Tomi berbicara sopan, ia berhenti sejenak.


Fiky masih diam, pria itu sedang mencerna perkataan Tomi dengan baik.


" Terus lanjutkan Tom, "


Tomi mengangguk, " Ini bukti Cctv yang saya dapatkan di TKP dibantu beberapa polisi ditempat tersebut, salah satu sopir Truk Kontainer yang menabrak mobil anda waktu itu hilang tanpa jejak, namun yang kami lihat di Cctv dia dijemput oleh mobil sedan hitam tetapi sayangnya plat nomor mereka telah disembunyikan, dan yang berhasil kami tangkap kecelakaan ini memang disengaja, ini sudah termasuk kasus pembunuhan berencana. "


" Tapi didalam Truk Kontainer tersebut ada satu korban tuan, disana ada dua orang tetapi yang satu berhasil lolos, dan yang satunya lagi meninggal ditempat. "


" Polisi juga sedang menyelidiki khasus pembunuhan berencana ini tuan, "


" Untuk keluarga korban Truk Kontainer sudah ditemukan, dan beberapa dari mereka sedang diintrogasi mengenai khasus ini, "


Fiky melihat dengan seksama rekaman Cctv yang Tomi berikan kepadanya. Fiky terus memutar ulang rekaman tersebut sampai ia berhasil menangkap sesuatu, seseorang yang terlihat kabur dari sana, rasanya tidak asing bagi Fiky.


" Sepertinya aku tidak asing dengan orang ini, sayangnya tubuhnya tertutup rapat, " batin Fiky.


" Baiklah Tom aku hanya ingin khasus ini selesai dan membongkar siapa dalang dibalik semua ini, jika didalam bukti memang benar pembunuhan berencana maka aku hanya ingin dia untuk di-adili seadil adilnya, " ujar Fiky.


" Baiklah tuan, kami siap mengurus khasus ini sampai selesai, " jawab Tomi.


Kemudian tidak lama kemudian mereka berdua mengakhiri perbincangan tersebut.

__ADS_1


****


Ke-esokan harinya.


Hari ini Queen terlihat sendirian dikelas tanpa ditemani siapapun, kali ini dirinya tampak kesepian biasanya ada Rossa dan Aska yang menemaninya, namun kali ini Rossa sedang mengambil cuti untuk melakukan Honeymoon bersama suaminya.


Tentang kabar pernikahan Rossa dan Alex hanya Queen dan Aska serta Reyhan saja yang tau, selebihnya mahasiswa atau mahasiswi disana tidak ada yang tau, bahkan akhir akhir ini banyak yang sedang merindukan dosen tampan dikampus mereka.


Jam kampus sudah selesai, hari ini Queen tidak ditemani Aska bahkan perempuan tersebut tidak melihat batang hidung Aska sendari pagi.


" Hem kemana ya Aska, tumben dia tidak ada biasanya dia menemuiku di kantin, tapi sepertinya dia tidak datang ke kampus deh. " Queen bergumam seraya berjalan keluar dari kampus menuju ke area parkiran.


Namun pada saat Queen bertemu dengan salah satu teman kelas Aska, gadis itu segera bertanya kepadanya.


" Hay apa boleh tanya, apa kau melihat Aska? " Queen bertanya kepada laki laki tersebut.


" Aska dia ada dikelas, tadi pas aku keluar dia masih dikelas, " ujarnya.


" Baik terima kasih, " Ujar Queen kemudian segera pergi untuk ke kelas Aska.


" Aska, " sapa Queen, senyumnya menggembang sempurna, akhirnya ia berhasil bertemu dengan Aska hari ini.


" Iya Queen, " Aska menyapa balik Queen.


" Tumben dari tadi aku tidak melihatmu bahkan dikantin pun kamu tidak ada disana, " Queen berujar kepada Aska.


Saat ini mereka berdua masih berdiri depan pintu kelas Aska.


" Oh aku tadi tidak enak badan makanya aku memilih dikelas saja, " ujar Aska memberi alasan, raut Aska terlihat sendu.


Queen menatap Aska dengan seksama, " kenapa Aska terlihat kacau seperti ini, " batin-nya.


" Oh ya tidak enak badan sini coba aku cek kening kamu panas atau tidak, "


Ketika Queen hendak memegang kening Aska dengan cepat Aska menolaknya, dan menyingkirkan tangan Queen dari hadapannya.

__ADS_1


" Tidak usah Queen aku tidak demam, hanya saja aku tidak enak badan, " elak Aska.


Queen terkejut ketika tangannya berhasil disingkirkan oleh Aska. " Tumben Aska seperti ini, "


" Apa aku melakukan hal yang salah kepadamu Aska? " Queen bertanya, karena ia merasa jika Aska sedang berbeda hari ini.


" Tidak Queen, kau tidak salah apapun kepadaku, " jelas Aska, suaranya terdengar malas menjawab.


" Tapi kenapa kamu berubah seperti ini Aska, kamu tidak seperti biasanya, " Queen bertanya karena ia sangat penasaran.


" Sudah aku bilang aku tidak apa apa Queen, hanya saja badanku tidak enak, "


Hari ini Aska memang tidak seperti biasanya ia tidak seceria biasanya karena Aska itu laki laki yang humoris.


Queen sedikit kecewa dengan perlakuan Aska terhadapnya hari ini, Queen benar benar merasa jika ia membuat kesalahan kepada Aska.


Padahal alasannya bukan itu, Aska sebenarnya sedang galau berat, akhir akhir ini pikirannya penuh tentang Rossa, teka tekinya selama ini terjawab, ia pikir Rossa tidak menyukai Dosen resek itu namun pikiran Aska salah, ternyata diam diam mereka berdua malah menikah, Aska sungguh merasa sakit hati, karena Aska menyukai Rossa sejak sekolah menengah atas.


Aska melamun ia berjalan tanpa memperdulikan Queen yang ada didepannya, laki laki itu melewati Queen dengan tatapan kosong.


Queen berbalik menatap punggung Aska, hari ini Queen sedikit kecewa dengan perilaku Aska terhadapnya.


Setelah hilangnya Aska dari sana, Queen berjalan menuju ke parkiran dengan langkah lesu, sesekali ia memikirkan apa salah dirinya terhadap Aska.


Ketika sedang asik dengan pikirannya, kini Queen dikejutkan dengan beberapa mahasiswa yang sedang bergerombolan di depan papan pengumuman, sebenarnya Queen tidak tertarik dengan hal tersebut namun samar samar Queen mendengar nama Rossa dan Alex disebut oleh salah satu dari mereka.


" Ada pengumuman apa ini kok ramai sekali disana? " Queen bertanya kepada salah satu mahasiswa yang sedang lewat di depannya.


" Apa kau belum tau, ada berita dan foto dosen tampan dikampus ini, ternyata dia sudah mesum bersama mahasiswa disini kalau tidak salah dia mengambil prodi hukum. " jelasnya.


Mendengar ucapan gadis tersebut, Queen terkejut bukan main, " Apa yang dimaksud ialah Dosen Alex dan Rossa? "


Tanpa banyak biacara lagi Queen segera mendekati papan pengumuman tersebut dengan kuat Queen menerobos untuk membelah gerombolan mahasiswa yang sedang melihat berita tersebut.


Queen terkejut dengan apa yang ia lihat.

__ADS_1


...***...


__ADS_2