
Pagi ini terdengar suara burung-burung kecil sedang berkicauan, cahaya sang surya mulai menampakan dirinya melewati celah gorden jendela kamar.
Waktu menunjukkan pukul 07.10, Rossa terlihat begitu santai dengan tidurnya, ia juga belum sepenuhnya sadar, gadis itu hanya menggeliat kecil kemudian memejamkan matanya kembali.
Waktu terus berjalan, sampai menunjukkan pukul 07.30, namun Rossa belum juga bangun, gadis itu masih asik dengan tidurnya sampai didalam mimpi, Ia seperti mendengar suara seseorang perempuan memanggilnya berkali-kali, akan tetapi suara itu terdengar jauh dan samar membuatnya tetap tidak sadar dari tidurnya.
" Sayang.. bangun! " Rossa medengarnya didalam mimpi, tetapi itu seperti nyata, dan seperti suara yang ia kenali.
" Kamu sedang libur kuliah ya, ini sudah jam setengah delapan, " setelah mendengar suara itu seketika Rossa langsung terkejut, gadis itu mendadak membuka matanya dengan sempurna, menoleh ke arah jam dinding yang ada diatasnya.
" Astaga sudah setengah delapan kok tidak ada yang membangunkanku sih, hari ini aku ada mata kuliah Dosen resek lagi, aduh gawaatttt! " gerutu Rossa dengan begitu terburu-buru menyibakkan selimutnya.
Rossa segera menuju kamar mandi. Pada saat hendak memasuki pintu kamar mandinya, tiba-tiba saja Rossa terpeleset dan kepalanya terbentur dinding.
DUKK!!
" Akhhhhhh sakit, " Rossa merintih sambil mengusap dahinya yang terbentur dinding ringan.
Tidak banyak memakan waktu yang lama. Setelah selesai dengan ritual mandi dan berganti pakaian. Rossa segera mengambil tasnya yang sudah ada diatas meja belajar lalu bergegas keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan dan menemui keluarganya.
.
.
Rossa meneguk susu hangatnya diatas meja makan yang sudah di siapkan oleh bibi Moey. Gesya yang melihat tingkah putrinya yang begitu terburu-buru segera menegurnya.
" Hati-hati minumnya sayang, "
" Mama kenapa tidak membangunkan-ku, Rossa kan jadi telat ma! " Rossa memprotes mamanya.
Padahal sedari tadi mama Gesya sudah berulang kali membangunkannya, akan tetapi Rossa tidak menjawab.
" Mama sudah berusaha membangunkan mu sayang, dan kamu tidak menyahutinya, mama kira kamu libur atau sedang masuk jam siang, "
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan mamanya lagi, Rossa segera bergegas mengambil kunci mobilnya dan kembali lagi ke meja makan untuk mengambil satu sandwichnya dengan terburu-buru.
Rossa berlari keluar rumah sambil mengunyah sandwich tersebut, diikuti oleh Gesya dari belakang.
Ternyata diluar Fiky juga belum berangkat, Pria itu hendak memasuki mobilnya namun tidak jadi tatkala ia melihat putrinya keluar dari rumah dengan sangat terburu-buru.
" Rossa nanti ada yang mau papa bicarakan sama kamu! " ujar Fiky kepada Rossa.
Rossa yang masih kesal kepada Fiky tidak mengindahkan perkataan papanya tersebut, gadis itu masih marah dengan Fiky, bahkan ia tidak berbicara sepatah katapun.
Rossa berangkat ke kampus menggunakan mobilnya sendiri, karena hari ini Rossa tidak mau diantar, ia ingin mengemudi mobil sendiri.
Kebetulan juga pak Anto sedang ada tugas dadakan, ia diutus untuk mengantarkan Fiky ke kantor clientnya kerena ada meeting penting, sopir pribadi Fiky sedang ijin cuti, karena ada kerabatnya yang sedang sakit.
Rossa melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah, sampai tidak terlihat dari pandangan papa dan mamanya.
" Dasar anak itu, " gerutu Fiky heran.
Fiky hanya bisa tersenyum ringan ketika mendengar ucapan istrinya tersebut.
" Dia juga seperti kamu, yang suka ceroboh. " bantah Fiky yang juga tidak mau kalah, lalu Gesya pun langsung mengerutkan keningnya, seketika itu Fiky langsung tertawa melihat tingkah Gesya.
***
Sesampainya di kampus Rossa memarkirkan mobilnya tepat diparkiran kampus, terlihat gadis itu sangat terburu-buru untuk memasuki kelas.
Saat Rossa berlari melewati koridor menuju kelasnya, lagi lagi Rossa tidak sengaja menabrak seseorang.
Bukkkk!!!
" Aduh maaf, maafkan saya, " ujar Rossa meminta maaf, tanpa mengetahui siapa yang ditabraknya, gadis itu langsung berjongkok sambil memunguti bukunya yang berserakan diatas.
" Dasar gadis ceroboh! " suara seorang laki-laki yang sedikit tidak asing baginya membuat Rossa yang mendengarkannya langsung mendongak ke atas.
__ADS_1
Seketika Rossa terkejut, ia sudah tidak asing dengan suara itu, ternyata yang ditabraknya adalah Alex, Dosen killer dikampus ini, dan kebetulan pagi ini Rossa ada mata kuliah Dosen tersebut.
Alex menatap Rossa dengan tatapan tajam seperti ingin menerkam orang, hal ini justru membuat nyali Rossa tiba-tiba menciut takut.
" Astaga bisa-bisanya aku ketemu dengan dia lagi, aaaaa bisa mati aku jika harus menghadapi dia, seharusnya aku sampai duluan tadi, " batin Rossa mengutuki dirinya sendiri.
" Ma-maafkan saya Dosen, saya tidak sengaja. " Rossa menjawab dengan suara terbata-bata, gadis itu tak berani bertatap muka, ia hanya bisa menundukkan kepalanya.
" Hmm kira-kira sekarang ini jam berapa ya? " tanya Alex sambil menepuk-nepukkan alas kakinya diatas lantai dengan melipat kedua tangannya di dada.
" Maafkan saya Dosen saya telat, karena semalam saya..."
" Saya tidak mau mendengar alasan apapun dari kamu, kamu telat saya hukum! " Alex menyahut ucapan Rossa sebelum gadis itu menjelaskan alasan mengapa ia telat, laki-laki itu tersenyum sinis saat melihat Rossa yang hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Segera ikuti saya! " ujar Alex dengan berjalan mendahului Rossa
" Ck, untung kau itu Dosen coba kalau bukan Dosen sudah aku tampol kau pakai sepatu ku sekarang, " batin Rossa mengutuki laki-laki tersebut.
" Iya! "
Rossa tidak ikut pelajaran dikelasnya karena dia harus menerima hukuman dari Alex, dan hukuman itu ialah Rossa harus membersihkan toilet perempuan yang ada dikampus sampai selesai.
Mau tidak mau, Rossa menerima hukuman itu dari pada gadis itu disuruh membersihkan sampah kampus lebih baik ia memilih membersihkan toilet, karena tadi Rossa diberi pilihan oleh Alex, dia disuruh memilih hukumannya.
Hukuman 1: Membersihkan semua sampah di kampus ini, harus bersih tanpa terkecuali, jika masih ada 1 sampah yang ketinggalan maka kamu wajib mengulanginya lagi, tetapi setelah selesai kamu masih boleh untuk memasuki kelas.
Hukuman 2: Membersihkan toilet wanita sampai bersih, jika kamu memilih membersihkan toilet maka kamu harus membersihkannya sampai Bell kampus pulang berbunyi, dan itu pertanda kamu tidak bisa mengikuti kelas hari ini.
Mengingat ucapan laki-laki itu membuat Rossa menahan geram, sedari tadi gadis itu tak berhenti mengeluarkan umpatan buruk untuk Alex.
" ****, ini bener-bener gila, dia sebenernya punya dendam kesumat apa terhadap ku, sampai harus seperti ini memberikan hukuman untukku, apa salahku coba, cuma karena telat aja suruh bersihin toilet! " gerutu Rossa dalam hatinya sambil membersihkan toilet, sesekali Rossa kembali menggerutu tidak jelas.
***
__ADS_1