My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 34


__ADS_3

Ketika hari mulai menjelang sore, Alex baru selesai mengurus surat undangan untuk pernikahannya, lalu dengan segera ia menghubungi pihak WO (Wedding Organizer) untuk menyiapkan pemotretan praweddingnya besok. Ia menyerahkan segala keperluan dan kesiapan pernikahannya agar berjalan dengan baik sesuai yang ia inginkan kepihak Wedding Organizer.


Jika saja saat pernikahan nanti akan ada yang menghalangi acara tersebut. Alex dan keluarganya pun tidak akan tinggal diam, ia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang-matang, mereka sudah memperkirakan jika nanti saat acara sudah dimulai pasti akan ada sesuatu hal yang mengejutkan, tetapi Alex dan semuanya belum tahu betul rencana jahat apa yang akan mereka hadapi, dan sekarang mereka tinggal menunggu hari H-nya saja.


Namun, semua itu sudah Alex atasi, ia sudah memikirnya dari jauh hari, sekarang juga sudah menyuruh banyak sekali orang untuk mengawasi pernikahannya pada saat itu juga dan Alex tidak bodoh ia memakai cara tipu muslihat, laki-laki itu menyuruh orang suruhannya untuk berpura pura menjadi tamu disana dan memakai pakaian biasa untuk mengelabuhi orang yang ingin menggagalkan pernikahannya.


Setelah selesai menghubungi pihak ( WO ) Alex berbincang-bincang dengan kedua orang tua Rossa, saat tiba makan malam Alex bergabung untuk makan malam dikediaman Fabricia, setelah melakukan makan bersama di keluarga itu. Alex berniat berpamitan dan pulang.


" Om, tante, Alex mau pamit pulang dulu, " ucap Alex kepada kedua orang tua Rossa.


" Baik nak Alex, ya sudah nak Alex hati-hati dijalannya ya, " balas Gesya, Fiky pun menganggikkan kepalanya seraya senyum.


" Iya Lex, hati-hati dijalan, terima kasih juga sudah mau makan malam disini, " Fiky menyahuti ucapan mereka.


" Iya tante, om sama-sama, mari! " serunya sambil berjabat tangan sopan kemudian Alex menatap ke arah Rossa.


" Aku pulang dulu ya sayang, " ucap Alex kepada Rossa sambil tersenyum. Rossa menanggapinya hanya biasa dan sudah tidak terkejut jika Alex memanggilnya dengan sebutan sayang.


" Ya baiklah, " balas Rossa dengan datar dan senyum yang dipaksa, karena ia tahu jika Alex bersikap begitu hanya di depan orang tuanya saja, ya alias berdrama ria.


"Jangan lupa besok persiapkan dirimu okey, " tutur Alex sambil menarik sudut bibirnya membentuk senyum dan kedipan, Rossa langsung dibuat terkejut oleh ucapan Alex itu.

__ADS_1


" Hah per...persiapan untuk apa? " tanya Rossa, kali ini ia benar benar tidak tahu maksud perkataan Alex.


" Sayang kamu lupa apa bagaimana, besok acara foto preweding kamu dengan nak Alex loh, " tutur Gesya menjawab pertanyaan putrinya tersebut, lagi-lagi Rossa hanya tercengang.


" Hah aku lupa? masa sih aku lupa, bukannya aku yang lupa, tapi memang dia saja yang tidak memberitahu ku. " batin Rossa.


" Kamu ini gimana sih nak, " Fiky menimpali sambil menggelekan kepalanya heran dengan putrinya itu.


" Masa sama acara sendiri saja sampai lupa begitu, " sambungnya kembali sambil tertawa.


Agnes hanya bisa diam saja sambil mendengarkan obralan mereka semua, sesekali Agnes memandangi wajah tampan Alex dan kakak cantiknya dengan bergantian sungguh pasangan yang sangat serasi sekali, prianya sangat tampan dan wanitanya juga cantik. Agnes jadi iri kepada kakaknya, ia pun hanya bisa berkhayal saja.


***


Pintu lift terbuka Reyhan memasuki lift menuju lantai 4, setelah sampai di lantai 4 dan terbuka terlihat sekertaris Boy yang sedang menunggu kedatangannya di dekat lift tersebut.


" Selamat siang tuan muda, " sapa sekertaris Boy kepada anak bos besarnya tersebut, namun Reyhan tidak menjawabnya, laki-laki itu terlihat begitu dingin, Reyhan langsung menuju ke ruangan direktur dengan di ikuti sekertaris Boy dari belakang, karena mendapat utusan oleh papanya.


" Tampaknya tuan muda sedang ada masalah. " batin sekertaris Boy yang masih mengikuti langkah Reyhan dari belakang.


Ia terdiam dan berfikir bagaimana caranya untuk menggagalkan pernikahan Rossa dan Alex karena Reyhan sudah tahu jelas kalau Alex pastinya tidak akan tinggal diam dengan ini semua.

__ADS_1


" Sial... "


Umpatan Reyhan yang di keluarkan dari mulutnya dengan mengapalkan kedua tangannya bersamaan, ia sepertinya sudah kehabisan cara.


Sekertaris Boy yang melihat Reyhan pun heran lalu ia mengernyitkan keningnya karena penasaran dengan masalah anak bos besarnya tersebut.


" Tuan muda sedang ada masalah? " tanya sekertaris Boy kepada Reyhan, namun Reyhan tidak langsung menjawab pertanyaan sekretaris Boy kemudian ia berfikir lagi, tak lama ia kembali tersenyum sepertinya saat ini ia mendapatkan sebuah ide dipikirannya.


" Sekertaris Boy, " panggil Rehyan yang masih duduk di kursi putarnya.


" Iya tuan muda, ada yang bisa saya bantu? " balas sekertaris Boy dengan mendekat ke arah Reyhan.


" Kau mau membantuku? kalau mau, aku ada tugas untukmu, " ucapnya dengan sedikit tersenyum sinis.


" Apa itu tuan? " tanya sekertaris Boy heran.


" Bantu aku menggagalkan pernikahan keluarga Wiliams dan Fabricia yang dilaksanakan beberapa hari lagi, dan kau boleh mengutus beberapa orang orangmu untuk ikut membantu, tapi berhati hatilah lawan kita sekarang bukan orang yang sembarangan." jelas Reyhan menghadap ke arah sekertaris Boy dengan tatapan serius.


" Baiklah kalau cuma masalah itu, saya pastikan semuanya akan beres tuan, " balas sekertaris Boy dengan cepat lalu ikut tersenyum sinis.


" Kenapa dia tidak bilang dari tadi, jadi ini alasannya dia diam saja, sesuai intruksi aku akan membereskan semuanya. " batin sekertaris Boy.

__ADS_1


" Baiklah, aku mengandalkanmu karena kau sekertaris andalan papa. " balas Reyhan dengan senyum puas.


***


__ADS_2