My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 36


__ADS_3

Kelas pun di mulai pagi ini, yang mengajar di kelas Rossa ialah Alex, ketika Alex memasuki kelas Rossa tapi Rossa tidak peduli dengan keberadaan Alex, padahal mahasiswi yang lain mereka semua saat melihat Alex mengajar dikelasnya mereka heboh, bahkan banyak juga yang berniat hanya untuk sekedar cuci mata saja menatap Alex.


Sementara Alex sendiri, laki-laki itu sama sekali tidak melirik Rossa ke arah sama sekali, ia hanya menunjukan sikap dinginnya.


Bertepatan dengan Reyhan, saat jam mata pelajaran Alex yang masuk, laki-laki itu memilih keluar dari kelasnya, laki-laki itu menatap Alex dengan tatapan tidak suka ketika melihatnya, ada rasa benci yang tersirat dimata cokelatnya saat melihat Alex ketika Reyhan tau tentang Alex yang akan melangsungkan pernikahan dengan Rossa.


Ketika jam mengajarnya habis, saat Alex hendak keluar tapi mahasiswi yang menghalanginya mereka semua rebutan meminta foto bersama dengan Alex, namun Alex tidak mengindahkan mereka semua hanya beberapa saja yang Alex tanggapi, ketika Alex melirik ke arah Rossa ia menyunggingkan senyumnya saat melihat ekspresi Rossa yang kesal saat melihat dirinya.


" Cih bahkan dia sudah merasa seperti artis saja saat di datengi cewek-cewek genit itu, " batin Rossa


Sesekali Rossa melirik ke arah Alex dengan tatapan tidak suka, dan Alex tidak sama sekali menoleh kearah Rossa kembali.


Lalu Rossa segera keluar kelasnya dengan berjalan dengan cepat ia sangat kesal, tidak tahu apa sekarang yang sedang Rossa rasakan hanya ada kekesalan di hatinya. Alex yang melihat Rossa keluar dari kelasnya tiba-tiba menarik satu sudut bibirnya untuk membuat sedikit senyuman, lalu laki-laki itu juga ikut keluar dan menolak mahasiswi lain yang akan meminta foto dengannya.


Rossa berjalan menuju perpustakaan, saat ia mendekati pintu perpustakaan tiba-tiba terdengar suara Queen dan Aska yang memanggil namanya.


" Hey Rossa, " panggil kedua sahabatnya dengan bersama, seketika Rossa pun langsung menoleh ke arah sumber suara itu.


" Ah kalian ada apa? " tanya Rossa dengan tersenyum mengarah Queen dan Aska.


" Kita ke kantin saja yuk, " ajak Queen,


" Emm tapi aku tidak lapar, " balas Rossa sambil menatap ke arah Queen.


" Ayoo lah, ayo temani aku dan Aska, masa aku hanya makan berdua dengan Aska saja, " ujar Queen seraya menunjukan muka melasnya. Rossa yang melihat Queen memasang ekspresi memelas menjadi tidak tega Rossa menghembuskan nafasnya pelan.

__ADS_1


" Huft...ya sudah ayoo. " balas Rossa.


Queen yang mendengar pesetujuan Rossa tertawa senang, ia merasa menang untuk mendapatkan hati sahabatnya dengan cara memelas, ya meskipun cara ini sedikit menurunkan harga dirinya di depan Aska, tetapi Queen tidak peduli, yang ia pedulikan hanya dirinya dengan Rossa tetap menjalin persahabatan, begitu juga dengan Aska ia tersenyum manis saat mendengar ucapan kedua temannya.


Lalu mereka bertiga berjalan menuju kantin bersamaan.


***


Ketika jam mata kuliah sudah selesai Rossa keluar dari kelasnya terakhir, karena ia ingin menghindari kontak mata dengan Reyhan, ia melangkahkan kakinya keluar kelas, dan saat berjalan menuju kelas Queen tiba tiba ia di kegetkan oleh keberadaan Alex.


" Astaga kau ini, " ujar Rossa sambil memegangi dadanya karena kaget, ya seperti biasa Alex tetap diam, ia tak menjawab pertanyaan Rossa, kemudian Rossa pun dengan malasnya melangkahkan kakinya meninggalkan Alex.


" Kau mau kemana? " tanya Alex dengan raut datar, Rossa menghentikan langkahnya dan kembali membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Alex, Rossa menatap Alex dengan tatapan datar juga.


" Sepertinya kau ingin tahu sekali dengan urusanku? " ketus Rossa, Alex menyunggingkan sudut bibirnya mendengar setelah mendengar jawaban dari Rossa.


" Memangnya kau tau siapa temanku! " balas Rossa dengan sewot.


" Ya aku tau, teman mu yang bernama Queen bukan? Dia sudah ku suruh pulang, tadi aku sudah memberitahunya kalau kau sudah di jemput supir mu, " ujar Alex dengan santai.


Rossa yang mendengar penjelasan dari Alex langsung terkejut dan menatap Alex dengan tatapan tajam.


" Maksud mu apa berbicara seperti itu, bahkan aku juga belum pulang, lalu siapa yang akan mengantarku, kau ini sudah keterlaluan ya! " ucap Rossa, ia sudah sangat kesal selali. Alex yang melihat Rossa sangat kesal ia merasa senang di, sepertinya ia sudah puas.


" Huuhh orang ini sungguh sangat menyebalkan. " batin Rossa

__ADS_1


" Hussttt jangan keras-keras bicara mu, kau mau kalau semua mahasiswi dan mahasiswa begitu pula dengan dosen yang ada di kampus ini mengetahui kalau kau ini adalah tunanganku? "


Rossa yang mendengar ucapan alex semakin dibuat geram, ia sangat kesal dan kembali melangkahkan kakinya pergi meninggalkan alex.


" Aku malas meladeni orang gila sepertimu. "


" Pergilah, kalau kau pergi dan tidak pulang bersamaku, kau akan tahukan kosekuensinya seperti apa? "


Dengan cepat Rossa mengehentikan langkahnya karena mendengar ucapan Alex, ia kembali membalikan tubuhnya, namun Alex sudah melangkahkan kaki meninggalkannya.


Lagi-lagi Rossa kalah saat berurusan dengan Alex kemudian ia segera memanggil Alex.


" Hey tunggu. " ucap Rossa,


" Ah tidak, aku tidak mau jika dia mengadu aneh-aneh pada orang tua ku. " batin Rossa sambil berlari mengejar Alex, Alex yang merasa Rossa menegejarnya ia tersenyum puas, dan mereka pun akhirnya pulang bersama.


Di sepanjang perjalanan, Rossa diam seribu bahasa ia selalu menoleh ke arah luar jendela, hari ini Rossa sangat kesal sekali dengan Alex, tetapi bukan hari ini saja melainkan setiap harinya Alex selalu membuat Rossa kesal terhadap Alex.


Mobil Alex berhenti di depan rumah Rossa yang disana sudah ada Gesya dan Agnes sedang menunggunya di depan rumah.


Rossa yang melihat mama dan adiknya dengan segera ia keluar dari mobil Alex.


" Loh Mama dan Agnes ngapain di luar begini tumben? " tanya Rossa bingung.


" Ya Mama nunggu siapa lagi sih nak, kalau bukan kamu dengan nak Alex, " balas Gesya sambil tersenyum menatap putrinya, Agnes pun mengangguk menyiakan ucapan Gesya dengan tersenyum.

__ADS_1


" Ya kita sedang menunggumu kak, " saut Agnes, Rossa semakin di buat bingung lalu mereka semua di suruh oleh Gesya untuk masuk ke dalam rumah.


__ADS_2