My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 38


__ADS_3

Keesokan harinya semua undangan sudah dicetak dan sudah selesai, pihak WO (Wedding Organizer) pun siap untuk mengantarkan undanganmya ke rumah kediaman keluarga Fabricia.


Kini yang mengantar undangan tersebut bernama Yusuf, ia adalah pegawai andalan dari pihak WO, sudah tugasnya untuk mengantar barang-barang menuju ke rumah clientnya, lalu Yusuf pun menerima semua tugas dari bosnya, ia segera bergegas menuju kediaman Fabricia, saat Yusuf memasuki kawasan halaman kediaman keluarga Fabricia, laki-laki itu di buat kagum oleh interior luar rumah milik kediaman keluarga Fabricia.


" Wah, rumahnya sungguh megah dan luas, kapan yaa aku bisa mempunyai rumah sebesar ini. " Batin Yusuf sambil menatap ke arah rumah kediaman keluarga Fabricia, sambil terkekeh geli mendengarkan haluannya sendiri.


Yusuf masih memandangi area sekitar, ia sungguh tidak menyangka bahwa clientnya yang saat ini adalah orang kaya, ketika laki-laki itu hendak memasuki gerbang halaman. Namun, suara satpam yang menjaga segera menghentikan langkah Yusuf dan berjalan mendekatinya.


" Eh tunggu mas, maaf anda siapa? apakah anda sudah ada janji kepada majikan saya? " tanya pak satpam kepada Yusuf, lalu Yusuf terdiam ia menatap ramah pak satpam tersebut.


" Iya sudah pak, saya Yusuf, saya datang kesini karena diutus oleh bos saya untuk memberikan undangan ini kepada keluarga Fabricia, " jelas Yusuf kepada pak satpam dengan masih menopang box yang berisi undangan didalamnya.


Pak satpam pun mengamati Yusuf mulai dari atas sampai bawah kakinya, kemudian laki-laki bersetelan seragam putih hitam khas satpam itu beralih terfokuskan kearah box yang di pegang di tangan pegawai yang bernama Yusuf itu.


" Oh begitu ya mas, baiklah mas Yusuf boleh masuk, " ucap pak satpam. Yusuf mengangguk paham, laki-laki itu segera melangkahkan kakinya memasuki kediaman Fabricia dengan sopan.


Ketika Yusuf sudah berada tepat di depan pintu rumah mewah milik keluarga Fabricia itu, untuk segera memencet bel tamu yang berada di samping pintu.


Ting tong...


Suara bel tamu rumah keluarga Fabricia pun berbunyi, terlihat mama Gesya dan Agnes yang ada didalam dan sedang bersantai di ruang keluarga itu mendengarnya. Gesya hendak berdiri untuk membukakan pintu, Namun, dengan cepat di cegah oleh Agnes, karena sebenarnya yang bertugas untuk membuka pintu ialah bi Moey, akan tetapi wanita paruh baya itu sedang keluar membeli kebutuhan dapur dan lainnya.


" Tante biar Agnes saja yang buka, tante duduk lagi saja ya, " ujar Agnes sambil menahan Gesya untuk berdiri membukakan pintu rumahnya tersebut

__ADS_1


" Ya sudah nak, " balas Gesya sambil tersenyum hangat, kepada Agnes, lalu Gesya mendudukkan tubuhnya kembali.


Agnes segera berdiri dari duduknya dan berjalan melangkahkan kakinya menuju pintu, kemudian gadis itu segera membuka pintu, melihat seseorang pria asing yang berdiri di depannya dan membawa box persegi di tangannya.


" Wah cantik sekali perempuan ini, apa dia orang yang akan menikah ya, " batin Yusuf penasaran.


Sementara Agnes, gadis itu tidak kenal dengan laki-laki yang tengah berdiri dihadapannya ini, merasa aneh dengan pria tersebut, karena pria itu masih menatapnya lama.


" Hello, what are you doing? (apa yang sedang kamu lakukan?) " tanya Agnes dengan heran, kerena lelaki itu terus menatapnya, membuat dirinya merasa tidak nyaman.


" Em em maaf mbak, ini mbak saya Yusuf, yang di suruh untuk mengantar undangan ini kerumah Fabricia, apa benar ini rumahnya? kami dari pihak WO mbak, " tutur Yusuf gelagapan pada Agnes.


" Ohhh undangan dari pihak WO ya, ya sudah ayo masuk saja, " balas Agnes, lalu ia kembali masuk dan diikuti oleh Yusuf dari belakang.


***


Rossa dengan Queen dan juga Aska berada di kantin kampus mereka sembari berbincang bincang bersama, terlihat Rossa ketika ia teringat dengan waktu foto preweding kemarin, gadis itu menjadi senyum-senyum sendiri sedari tadi. Aska dan Queen yang memperhatikan Rossa pun berubah kebingungan, kemudian Aska dan Queen saling bertatap muka.


" Rossa? " panggil Aska kepada Rossa yang sedang melamun itu. Namun, Rossa masih diam, gadis itu masih hanyut dalam lamunannya sambil senyum-senyum sendiri.


Queen yang melihat tinggkah Rossa itupun segera berteriak, karena merasa sedikit kesal sudah diabaikan oleh sahabatnya tersebut.


" Hey Rossaa, " teriak Queen kepada sahabatnya itu, Rossa yang mendengar teriakan dari Queen langsung terdasar dari lamunannya.

__ADS_1


" Aduh Queen, ada apa dasar kau ini, kenapa suka sekali teriak-teriak sih, " ucap Rossa ketus.


" Kamu itu yang kenapa melamun terus bahkan senyum-senyum sendiri lagi kayak orang gila, hayo ada apa? Ngaku! " ujar Queen paksa sambil tertawa menggoda Rossa.


" Hem apa sih, aku tidak senyum kok, " balas Rossa membela diri dan tidak mau mengakuinya.


" Jelas-jelas kau dari tadi senyum-senyum sendiri begitu kok masih saja mau mengelak, " balas Queen dengan ketus. Aska yang melihat kedua sahabatnya berdebat iti hanya bisa menggeleng kepalanya heran.


" Sudah-sudah kalian ini suka sekali berdebat, " saut Aska melerai kedua sahabatnya tersebut.


Saat mereka masih bercanda dan berbincang-bincang di kantin, terlihat seseorang laki-laki yang sudah tidak asing mendekat ke arah mereka bertiga. Aska yang melihat Reyhan mendekat itu segera mengernyitkan keningnya halus.


" Ada apa lelaki itu datang kesini lagi. " ujar Aska dalam hati, sejujurnya ia sangat tidak suka dengan kedatangan Reyhan.


" Hallo, boleh gabung lagi gak? " ujar Reyhan kepada ketiga orang yang tengah asik mengobrol tersebut.


Rossa yang mendengar suara itu segera membalikkan badan untuk melihat siapa orang itu, dan dia ialah Reyhan. Rossa yang melihat Reyhan sedang berdiri di belakangnya itu langsung terkejut, senyumannya yang sedari tadi menghiasi canda dengan kedua sahabatnya itu perlahan menyurut.


" Eh gays, aku sakit perut nih mau ke toilet dulu ya, byee, " pamit Rossa yang segera meninggalkan kedua teman temannya itu, dengan berlarian kecil menuju toilet. Queen dan Aska yang melihat tingkah Rossa seperti itu menjadi heran.


" Rossa kenapa ya kok seperti lagi menghindar dari pria ini, " tutur Aska dalam hati. Reyhan yang melihat Rossa sedang mengindarinya, ia langsung menyunggingkan sedikit senyumnya.


***

__ADS_1


__ADS_2