
Setelah selesai menonton bioskop dan makan, ketiganya tidak memilih langsung pulang tapi memilih untuk pergi menuju timezone di Mall yang berada di lantai 2 untuk menghibur diri mereka.
Mereka memilih bermain game Bumper cars, Rossa, Queen dan juga Agnes tertawa ria, mereka bertiga memainkan sebuah mobil kecil yang bisa dijalankan kesana kemari namun ada pembatasnya, saat mobil Rossa menabrak milik Queen, raut wajah Queen pun berubah cemberut ia menatap Rossa dengan kesal, tetapi berbeda dengan Rossa, setelah ia melihat ekspresi Queen yang kesal karenanya berubah sangat bahagia dan sembari tertawa.
" Hahaha maaf kan aku Queen, " seru Rossa kepada Queen sambil menjulurkan lidahnya seperti anak kecil, Queen pun ikut tertawa juga saat melihat tingkah Rossa yang menggemaskan seperti itu, sesekali Agnes juga ikut menabrakkan mobilnya ke arah Rossa, ketiganya tertawa bersamaan.
Kini Rossa pun meluapkan semua rasa gelisahnya dengan bermain bersama mereka, rasa gelisah serta ke khawatirannya pun lenyap seketika, sekarang ia terlihat kembali semangat dan juga ceria.
Agnes menatap Rossa dengan senyum hangat, ia merasa lega setelah melihat ekspresi wajah Rossa yang kembali ceria.
Setelah selesai bermain Bumper cars, mereka bertiga bergantian memilih bermain Bowling sebuah permainan bola yang digelindingkan ke arah pin yang berjumlah sepuluh buah yang telah disusun rapi membentuk segitiga.
Kini agnes yang mendapat giliran pertama untuk bermain Bowling, menggelindingkan bola ke arah pin yang berada di depannya, sesekali Agnes berhasil dan Agnes pun sangat heboh dengan hasilnya, meskipun pin agnes tersisa satu.
Setelah itu giliran Queen, ia mulai menggelindingkan bolanya namun Queen gagal karena bola yang ia lemparkan meleset jauh, Agnes dan Rossa tertawa saat melihat ekspresi Queen dengan wajah kesalnya.
Dan akhirnya Rossa yang mendapatkan giliran, ia sangat serius dan fokus ke arah pin tersebut dan saat ia mulai menggelindingkan bolanya, ia berhasil meruntuhkan semua hingga tidak tersisa satu pun, seketika Rossa menjadi heboh ia berteriak kegirangan.
" Yeaahhh aku berhasil! " Teriak Rossa sambil loncat-loncat kecil karena bahagia dengan hasilnya, Agnes dan Queen dibuat melongo saat melihat pin Rossa habis tidak tersisa dan juga melihat tingkah Rossa yang begitu heboh, akhirnya Agnes dan Queen juga ikut tertawa. Mereka bertiga sangat menikmati suasana hari ini.
***
Tepat di ruang direktur, kali ini Alex sedang menatap serius ke arah laptopnya, hanya ada keheningan diruangan Alex dan bunyi suara ketukan jari yang sangat lincah menggerakkan keyboard laptop yang berada di depannya, susana pun normal terkendali, tidak ada yang mengganggu konsentrasi Alex untuk bekerja hari ini, sesekali ia hanya menghembuskan nafasnya pelan, namun ia masih terus fokus menatap layar laptop di depannya.
Tok Tok Tok...
Suara ketukan pintu membuyarkan keheningan.
" Masuk! " jawab Alex.
Suara pintu terbuka terlihat Asisten Lee masuk ke dalam ruangan, namun Alex tak bergeming ia masih tetap fokus menatap ke arah layar laptopnya.
" Maaf tuan Alex sudah mengganggu anda, saya barusan mendapat laporan jika tuan Fiky dengan istrinya pergi ke luar kota hari ini. " kata Asisten Lee sembari menundukkan kepalanya sopan.
Seketika alex menghentikan aktivitasnya.
__ADS_1
" Lalu Rossa sekarang bersama siapa dia dirumah? " tanya Alex menatap Asisten Lee.
" Nona bersama adik sepupunya dan temannya tuan, dan saat ini mereka sedang berada di Mall. " tutur Asisten Lee.
" Sedang apa dia disana? "
" Mereka sedang bermain tuan, "
" Oh baiklah, terus awasi anak itu jangan sampai terjadi apa-apa. " tutur Alex, kemudian ia kembali fokus ke arah layar laptopnya.
" Baik tuan muda, saya pamit undur diri. " pamit Asisten Lee yang meninggalkan ruangan tersebut secara perlahan, Alex hanya berdehem mengiakan ucapan dari Asisten Lee.
Setelah suara ketukan pintu berhasil mengusik keheningan diruangan Alex, kini bergantian dengan suara bunyi ponsel Alex.
Drtt Drttt Drttt.
Seketika Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian ia langsung menjawab panggilan tersebut tanpa melihat ikon kontak di ponselnya.
Alex pun terkejut dengan kabar yang di berikan oleh seseorang yang sedang meneleponnya, setelah selesai mendapat kabar ia segera mematikkan teleponnya dan berlari keluar ruangan dengan wajah pias, Alex meninggalkan pekerjaannya begitu saja, kemudian ia segera menuju lift dengan didampingi asisten Lee.
" Ada apa ini sebenarnya yang terjadi, kenapa tuan muda begitu gelisah, " batin asisten Lee
***
Hari semakin sore, Rossa menoleh ke arah jam yang ada ditangannya yang sudah menunjukkan pukul dua siang.
" Astaga sudah jam dua, ayo kita pulang saja kasihan nanti bi Moey dan pak Anto mencari kita, " tutur Rossa menatap Agnes dan Queen secara bergantian.
" Iya kak ayo, tadi kita lupa untuk memberitahu mereka, " balas Agnes, Queen yang mendengar pembicaraan mereka berdua hanya mengangguk sebagai jawaban setuju.
Kemudian Rossa, Agnes dan Queen pun akhirnya memilih pulang, pada saat mereka melangkah keluar dari mall tersebut, tiba tiba suara ponsel Rossa pun berdering.
Drtt Drtt Drtt.
Rossa yang mendengar dering ponsel di tas kecilnya berbunyi segera menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Tunggu sebentar, ponselku berbunyi aku akan menjawabnya dulu, " ucap Rossa yang sibuk mengambil ponsel di dalam tasnya, kemudian ia mengernyit heran melihat nomor tidak di kenal yang menghubunginya.
Agnes dan Queen pun ikut bingung melihat Rossa mengernyitkan keningnya seperti itu.
"Ada apa?" tanya Queen sambil menatap Rossa dengan teliti.
" Ini ada nomor tidak di kenal yang menghubungiku, " ujar Rossa memperlihatkan layar ponselnya kepada Queen, kemudian panggilan pun berhenti sendiri, lalu Rossa memasukan kembali ponsel ke dalam tasnya lagi.
" Ya sudah ayo kita pulang saja, lagian aku juga tidak mengenalinya. " imbuh Rossa sambil kembali melangkahkan kakinya, dan tak lama ponselnya pun kembali berdering, Rossa kembali mengambil ponselnya kemudian ia segera melihat ikon kontak dengan nomor yang sama, nomor yang tidak ia kenali dan pada akhirnya Rossa berdecak kesal.
" Siapa sih yang mencoba untuk menghubungiku terus begini! " ucap Rossa dengan suara yang agak meninggi.
" Kakak, coba kau angkat saja, mungkin dia punya berita penting untuk kaka, " ucap Agnes menatap Rossa.
" Iya angkat saja Sa, dari pada ponselmu berdering terus. " timpal Queen.
Rossa menghembuskan nafasnya pelan, ia mencerna kata-kata Agnes dan Queen yang ada didepannya, tidak lama ia pun akhirnya mengangkat panggilan dari si penelepon tersebut.
" Halo, " sapa Rossa dengan ragu.
" Haloo apa ini dengan Rossa? " tanyanya,
" Iya benar ini dengan saya sendiri, ada apa ya? " ujar Rossa, kemudian si penelepon pun menjawabnya dan menceritakan semuanya, dan saat Rossa mendengarnya tiba-tiba Rossa terkejut.
Tubuh Rossa menegang dengan wajah yang berubah pucat, ponsel yang ia pegang pun terjatuh ke lantai, tubuhnya pun seketika lunglai, Agnes dan Queen yang melihat Rossa seperti itu segera menggapainnya dan mengambil ponsel Rossa yang jatuh ke lantai.
" Ada apa ini, kenapa kak Rossa jadi seperti ini setelah mendapat panggilan dari nomor tidak dikenali itu. " gumam Agnes dalam hatinya.
" Kakak ada apa? " tanya Agnes dengan khawatir akan kakaknya, namun Rossa tetap diam, ia tidak menjawab pertanyaan adiknya.
Kemudian Rossa segera berlari meninggalkan adik dan temannya tersebut untuk menuju parkiran mobil dengan diiringi buliran-buliran air mata yang terjatuh deras membasahi pipi Rossa, seketika Agnes yang melihat Rossa berlari sambil menangis ikut mengejarnya, Queen yang masih dilanda kebingungan pun juga ikut berlari mengejar Rossa dan Agnes.
" Kakak tunggu aku. " ucap Agnes dengan berlari mengejar Rossa.
" Hey Agnes, Rossa tunggu aku juga. " saut Queen sembari berlari ke arah kedua temannya itu.
__ADS_1
***