
Brakkkk!!!
Suara pintu terbuka dengan keras karena di tendang dengan kerasnya oleh Alex.
Apa yang dilakukan oleh Alex itu membuat terkejut orang yang berada didalamnya, laki-laki bertopeng pun menjadi khawatir seperti ingin melarikan diri, namun ia mencoba untuk setenang mungkin.
" Sial kenapa dia bisa sampai disini, kemana semua anak buahku, brengsek! tidak ada yang becus! " ucapa laki-laki bertopeng itu sambil menatap tajam ke arah Alex dan Rossa secara bergantian.
Tubuh Rossa bergetar begitu hebat dan waspada, tapi kebahagiaannya muncul karena ia mengenali sosok laki-laki yang mendekat ke arah mereka itu, saat Alex berusaha mendekat tiba tiba dengan sigap pria bertopeng itu mengeluarkan pisaunya ke arah Rossa.
" Jangan mendekat atau aku akan bunuh wanita ini."
Alex terkejut dan semakin menjadi-jadi amarahnya, saat laki-laki bertopeng itu menempelkan pisau di leher Rossa.
" Kurang ajar! Beraninya kau mengancam ku hah.! Kau ingin melukai wanita ku, akan ku bunuh kau sekarang juga!! "
" Mundur! " ucap laki-laki bertopeng itu dengan tegas, perlahan Alex pun mundur tapi tatapan matanya semakin tajam, saat melihat Rossa diseret oleh laki-laki itu.
" Alex tolong aku, " ucap Rossa lirih sambil air mata menetes kembali, dan hal itu membuat Alex semakin tidak tega, ia begitu geram dengan apa yang di lakukan laki-laki bertopeng itu terhadap Rossa,
Saat laki-laki sudah membawa Rossa keluar rumah kosong tersebut, tiba-tiba banyak lampu mobil yang menyala dengan sangat silau mengarah ke laki-laki bertopeng dan juga Rossa, termasuk cahaya dari atas yang berasal dari helikopter, dan yang membuat laki-laki bertopeng itu semakin terkejut adalah ternyata kedua keluarga besar ada di situ juga, dan ada beberapa polisi yang datang, semua orang menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam dan.
" DORR!!! " Seorang polisi menembakan pistolnya ke udara,
Ketika mendengar suara bunyi tembakan membuat tubuh laki-laki bertopeng itu bergetar, lalu ia berteriak sangat keras.
" Berhenti dan turunkan semua senjata kalian atau wanita ini akan aku bunuh sekarang juga! "
__ADS_1
" Papa tolong aku, " lirih Rossa dengan air mata yang terus mengalir.
Ancaman dari laki-laki itu dan ucapan permintaan tolong yang begitu lirih dari putri kesayangannya serasa menyayat hati Fiky, hatinya menangis dan air matanya menggenang dipelupuk matanya melihat Rossa diperlakuan seperti itu.
Mendengar ucapan itu Aryan mengkat kedua tangannya dan dengan sigap semua orang mengikuti apa yang Aryan Wiliams lakukan meletakkan senjatanya masing masing di tanah, dengan perlahan dan hati-hati Fiky menyelinap lewat celah orang-orang yang ada belakang laki-laki bertopeng itu, saat laki-laki bertopeng itu lengah dengan cepat ia menendang tangan laki-laki itu yang sedang memegang pisau, dan pisaunya pun terjatuh dan diiringi denga suara tembakan.
"DOORR.!! "
Tembakan yang dilakukan oleh Alex dengan sangat geram dan amarahnya sudah memuncak tepat sasaran mengenai kaki laki-laki bertopeng itu.
" Akkkhhhh. " pelik laki-laki bertopeng itu sambil memegangi kakinya yang terkena tembakan, ia pun ahkirnya tersungkur karena merasakan sakit di kakinya.
Rossa ikut terjatuh karena kehabisan tenaga, tiba-tiba matanya berkunang kunang dan terasa pusing. Namun, sebelum gadis itu terjatuh, Alex yang melihatnya dengan sigap berlari ke arah Rossa, kemudian ia menahan tubuh Rossa sehingga Rossa tidak terjatuh.
Tubuh Rossa dingin dan bergetar. Alex yang bisa merasakannya itu segera melepaskan jas miliknya yang ia kenakan untuk menutupi tubuh Rossa bagian atas yang sedikit terbuka, karena bajunya tadi yang berhasil di robek oleh laki-laki bertopeng tersebut, setelah memakaikan jas miliknya. Alex segera memeluk tubuh Rossa dengan hangat, jelas kejadian ini akan membuat Rossa menjadi lebih trauma dari pada kejadian yang menimpa dirinya waktu lalu. Alex berusaha memberikan Rossa kehangatan dan mencoba menenangkannya.
Rossa membisu, tubuhnya lemah dan bergetar karena takut, sendari tadi air matanya pun berjatuhan tak kunjung berhenti, gadis itu masih menangis tersedu-sedu walaupun sudah berada didekapan Alex.
" Sudah tenanglah, kau sudah aman, " ucap Alex menenangkan Rossa dengan mengelus kepala gadis itu pelan. Fiky yang melihat mereka berdua seperti itu langsung bisa menghela nafas dengan lega.
Tapi Rossa tetap diam. Ia tidak menjawab sama sekali ucapan Alex, tidak lama kemudian Rossa tiba-tiba tidak sadarkan diri, membuat Alex semakin panik, laki-laki itu segera membopong tubuh Rossa berjalan menuju mobilnya. Fiky dan Aryan yang melihat Alex membopong Rossa dengan jalan yang terburu-buru langsung terkejut, mereka segera menyusul Alex dan Rossa. Rossa segera di larikan ke rumah sakit terdekat dikota tersebut.
***
Rossa sekarang berada diruangan UGD, gadis itu belum ditempatkan diruang VIP karena masih dalam pemeriksaan, anggota kedua keluarga pun sudah berada disana menunggu di ruang tunggu UGD, Gesya mamanya Rossa sedari tadi menangis setelah mendapat kabar dari suaminya Fiky bahwa Rossa sudah ditemukan dan dilarikan ke rumah sakit, Fiky mendekap erat Gesya yang menangis sambil terus mencoba menenangkannya.
" Tenang ma, putri kita akan baik-baik saja, "
__ADS_1
Hanya terdengar suara isak dari tangis Gesya yang keluar dari mulutnya, ia tidak mampu untuk mengucap satu kata pun, hatinya begitu sangat teriris melihat putri semata wayangnya yang begitu ia sangat sayangi terbaring lemah diruangan UGD.
Aryan dan Zeline pun ikut tegang dan juga khawatir dengan keadaan Rossa saat ini dan mereka berharap-harap cemas hasil pemeriksaan tim dokter rumah sakit tersebut, semetara Alex, ia duduk dengan tenang menunggu dokter yang memeriksa Rossa keluar dari ruang UGD tersebut, sambil sesekali Alex ngusap-ngusapkan telapak tagangnya ke wajahnya dengan kasar.
Tidak lama kemudian Dokter yang menangani Rossa pun keluar, sontak membuat semua orang yang menunggu disana langsung tersentak berdiri dan menghampiri Dokter.
" Bagaimana keadaan putri saya dok? " tanya Fiky dengan cemas.
" Jangan khawatir tuan, nyonya, pasien hanya syok dan ada sedikit memar di wajahnya juga kemungkinan ia akan mengalami trauma, nanti saya beri resep obatnya juga beberapa salep untuk di oleskan di pipi pasien dan juga jangan lupa menyuruh pasien untuk tidur dengan teratur juga istirahat dengan baik, agar bisa cepat pulih dengan cepat. " ujar dokter menjelaskan.
Terlihat raut wajah dari orang yang menantikan hasil pemeriksaan Rossa terlihat begitu lega.
" Baik dok terima kasih, kita percayakan padamu, tolong bantu putri saya berapa pun biayanya saya akan membayarnya dok, tolong berikan penanganan terbaik untuk putri saya, sampai dia kembali sehat seperti semula, " tutur Fiky kepada Dokter.
" Baik tuan, saya sebagai dokter akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan pasien, kerena ini sudah menjadi tugas saya, " ucap dokter sambil tersenyum ramah.
" Apakah kita boleh masuk ke dalam dok? " tanya Gesya dengan suara sedikit serak karena tak henti-hentinya menangis.
" Tentu boleh nyonya, tapi semua harap tenang dan jangan sampai berisik, biar pasien tidak terlalu terganggu. "
" Ohh ya, mohon maaf sebaiknya tuan dan nyonya segera mengurus administrasi, supaya pasien segera mendapatkan ruangan. " sambung dokter kembali
" Baik dok. "
Alex yang dari tadi ia tidak membuka suaranya sama sekali, tapi mengikuti langkah ke empat orang tuanya untuk masuk ke dalam ruang tempat Rossa dirawat.
***
__ADS_1