
Seusai melakukan Dinner atau kencan pertama mereka berdua, kini Alex dan Rossa pun pergi meninggalkan restoran tersebut. Mereka berjalan beriringan sambil berpegangan tangan. Mata Rossa begitu sibuk mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kota Paris, begitu indah saat malam hari.
Rossa begitu sangat mengagumi keindahan kota Paris, karena ini adalah kota yang ia ingin-inginkan sejak dulu. Alex yang melihat tingkah istrinya tersebut hanya mengulas senyum hangat dibibirnya, ia begitu senang tatkala melihat wanita yang ada disampingnya kembali ceria dan terlepas dari dukanya.
Walaupun Rossa terlihat seperti kedinginan karena udara dikota paris yang begitu dingin ketika malam maupun di siang hari, membuat Rossa tetap terlihat bersemangat sekali. Rossa menghiraukan rasa dingin itu seolah ia enggan melepaskan moment yang berharga baginya dan menikmati suasana ini apalagi di malam hari.
" Apa kau tidak kedinginan? " Alex bertanya sambil menatap ke arah istrinya, jari jemari mereka masih terlihat menggenggam satu sama lain.
Seketika Rossa pun menoleh ke arah suaminya, ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Alex yang melihat Rossa yang tidak mau mengakui bahwa ia sedang kedinginan langsung mengernyit heran.
" Tanganmu saja sudah terasa dingin, bagaimana kau bisa tidak mengakuinya jika sebenarnya kau ini kedinginan? " tanya laki-laki itu sambil menghentikan langkahnya.
Rossa pun ikut menghentikan langkahnya setelah tangan Alex berhasil menarik tangannya, ia menoleh dan tersenyum malu sambil menundukan kepalanya lagi setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh suaminya tersebut. Namun, Rossa hanya sebentar saja menundukan kepalanya lalu mengedarkan pandangannya kembali kesembarang arah.
Alex yang melihat tingkah istrinya seperti itu dengan perlahan menarik Rossa kembali dan membenamkannya kedalam pelukan yang hangat.
" Sebentar aku ingin memelukmu, "
Apa yang dilakukan oleh Alex itu membuat wajah Rossa berubah menjadi merah merona, detak jantungnya pun berdetak sedikit cepat. Tapi ia hanya diam saja tidak ada penolakan dari dirinya seraya ikut terbuai dan semakin membenamkan wajahnya didada bidang suaminya.
" Kalau kau kedinginan katakan saja, kita akan pulang ke penginapan, "
" Dan jika kau masih mau menikmati keindahan kota ini, kita masih punya waktu banyak disini, jadi malam ini jangan di paksakan. Sebaiknya kita pulang saja dan beristirahat bagaimana? " sambung Alex dengan suaranya yang tenang.
" Benarkah kita disini akan lama? " tanya Rossa sambil mendongak menatap wajah tampan suaminya tersebut.
Alex mengangguk, membenarkan apa yang di ucapakannya sambil tersenyum, lalu ia mengelus lembut pipi Rossa yang masih terlihat sedikit bersemu merah itu.
Alex sebenarnya sangat gemas dengan tingkah malu istrinya tersebut, ia ingin sekali mencubitnya bahkan mengigitnya, namun Alex berusaha untuk menahannya.
" Ayo sebaiknya kita pulang saja, besok aku akan membawamu ke suatu tempat. " ujar Alex yang masih diposisi yang sama, ia memilih untuk mengajak Rossa pulang ke kamar hotel mereka karena tidak tega melihat istrinya kedinginan, dan pada akhirnya Rossa pun menyetujui, ia mengangguk mengiyakan ucapan suaminya tersebut.
__ADS_1
Mereka pun kembali berjalan beriringan dengan tangan Alex yang melingkar dipinggang Rossa. Setelah beberapa menit berlalu mereka pun sampai di kamar hotel, Rossa langsung berlalu ke kamar mandi sementara Alex melepaskan pakaian tebal yang menempel ditubuhnya.
Setelah selesai Rossa keluar dari kamar mandi dengan mengeringkan wajahnya yang basah karena habis mencuci muka dengan handuk kecil, Ia berjalan ke arah koper bajunya yang belum ia tata di lemari. Ketika Rossa sudah membuka kopernya dan akan mengambil baju ganti untuknya, namun tiba-tiba Rossa tidak sengaja melihat bungkusan yaitu tas kecil berwarnya merah muda, saat Rossa melihatnya ia sedikit penasaran, lalu Rossa pun mengernyitkan kening dengan heran.
" Apa ini? Siapa yang memasukannya ke dalam koperku? " tanyanya dalam hati dengan heran.
Lalu perlahan Rossa membuka isi tas kecil berwarna merah muda itu dengan penasaran, ketika berhasil membukanya, Rossa begitu terkejut setelah melihat isi dari tas merah muda itu, disana terdapat salep anti nyeri dan dan tiga buah testpeck. Seketika mata Rossa benar-benar dibuat membulat sempurna.
" Hahhhh apa -apaan ini!!! " Rossa bergumam sambil terkejut.
" Astaga, pasti ini ulah mama Zeline. "
Beberapa saat kemudian, setelah berhasil menebak siapa yang menaruh benda tersebut di kopernya. Rossa langsung membatin sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya heran karena ulah mama mertuanya. Alex yang sedang duduk di sofa kamarnya itu, ketika melihat istrinya sedang berdiam diri sambil berjongkok didepan kopernya tersebut segera mendekatinya.llpolhm0
" Apa yang sedang kau lakukan? " Alex bertanya sambil berjalan melangkah ke arah Rossa.
Seketika Rossa terkesiap saat mendengar suara Alex. Rossa pun langsung berdiri tegak menatap ke arah suaminya sambil segera menyembunyikan benda yang ada di ditangannya tadi ke punggung belakang.
" Ah itu, a-aku hanya mau mengambil pakaian, " ujar Rossa sedikit terbata-bata
Alex yang melihat tingkah aneh istrinya itu langsung mengernyitkan keningnya heran, merasa ada yang tidak beres dari istrinya, karena Alex melihat Rossa sedang berusaha menyembunyikan sesuatu di tangannya.
" Yakin hanya mengambil pakaian? " tanya Alex, ia sebenarnya tahu jika istrinya tersebut sedang menyembunyikan sesuatu. Namun, Alex sengaja berpura pura mempercayainya.
Rossa mengangguk yakin agar Alex percaya, sebisa mungkin Rossa harus menyembunyikannya agar dirinya tidak malu.
" Ya sudah cepat ambil pakaianmu, sekalian siapkan pakaian untukku juga, " pinta Alex. Rossa pun mengangguk diposisi yang sama.
Akhirnya Alex memutar tubuhnya dan kembali berjalan mendekati sofanya, seketika Rossa bisa bernafas dengan lega, sambil mengusap-usap dadanya yang sedari tadi terasa berdebar-debar ingin loncat dari tubuhnya.
Beberapa menit kemudian setelah selesai menyiapkan pakaian miliknya beserta milik suaminya itu. Rossa segera masuk ke kamar mandi lagi untuk berganti pakaian. Sengaja Alex meminta istrinya untuk tidak mandi dan hanya mengganti pakaian saja, karena tadi sore mereka berdua sudah mandi dan Alex hanya tidak mau istrinya itu menjadi sakit karena udara disini terasa begitu dingin, apalagi didalam kamarnya ini ber Ac.
__ADS_1
Alex begitu penasaran dengan barang yang sedari tadi terlihat berusaha di sembunyikan oleh istrinya tersebut.
Setelah hilangnya Rossa dari pandangan Alex, laki laki itu segera beranjak dari duduknya, ia berdiri sambil meletakkan majalah yang ada ditangannya untuk di letakkan diatas meja, perlahan lahan Alex menatap ke arah pintu kamar mandi dimana istrinya sedang berganti pakaian disana, dan pintu sudah tertutup rapat.
Lalu Alex terlihat berjalan santai sambil mendekati koper yang tadinya dibuka oleh istrinya tersebut. Pada saat asik menggeledah, Alex menemukan benda yang ada didalamnya, sebuah tas kecil berwarna merah muda tanpa ragu-ragu Alex segera membukannya. Melihat isi tas tersebut mata Alex langsung membulat sempurnya, ia sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
" Obat nyeri dan testpack? " gumam Alex sambil mengambil dua benda tersebut untuk ia lihat lebih detail, ternyata ia tidak salah lihat.
" Apa ini dia sengaja menyiapkan semuanya, astaga aku benar benar tidak mempercayainya jika dia seantusias itu, " batin Alex sambil menarik kedua sudut bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman.
Pada saat Alex berhasil mengembalikan kedua benda tersebut ke tempat semula, ketika Alex hendak berdiri dan berbalik, tiba tiba ia begitu terkejut tak kala Alex melihat tubuh istrinya yang sudah terbalut oleh pakaian tidur sudah ada didepannya.
" Astagaaaa... " Alex terkejut.
Seketika tawa Rossa pecah, ketika ia melihat ekspresi lucu dari suaminya tersebut.
" Hahaha, terkejut ya? " ujar Rossa masih tertawa. Dan Alex langsung memasang wajah datarnya.
Namun, tawa Rossa masih terlihat disana, sampai wajah datar suaminya tersebut perlahan meluntur lalu ia ikut tertawa juga. Tapi bukan tertawa melihat tingkah istrinya tersebut, akan tetapi ia tertawa saat menginggat dua benda yang ada dikoper istrinya tadi.
Saat Rossa melihat Alex tertawa, seketika Rossa langsung menghentikkan tawanya dan menatap tajam Alex.
" Apa yang sedang kau tertawakan? " tanyanya, dan Alex pun ikut menghentikan tawanya, lalu ia sedikit tersenyum licik.
" Apa kau sesemangat itu? " bisik Alex tepat didaun telinga Rossa, Rossa yang merasakan hembusan nafas suaminya itu langsung merasa geli.
" Ih apa sih bisik-bisik segala, geli tau. " ujar Rossa tidak terima.
Alex pun masih diposisi sama ia tersenyum licik.
" Aku baru tau, ternyata kau seantusias itu sampai menyiapkan dua benda dikopermu, obat anti nyeri dan juga testpack. " ujar Alex to the point sambil tersenyum jahil.
__ADS_1
Rossa langsung terdiam seketika saat mendengar perkataan dari suaminya itu, tubuh Rossa seketika menegang, mulutnya tidak bisa berkata-kata dan terkatup rapat.
****