My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 8


__ADS_3

Di lain sisi.


Gesya berjalan kesini kemari sambil menggigit ibu jari kuku-nya, karena merasa hatinya begitu tidak tenang, seolah ada sesuatu yang menjanggal dan berhasil membuat dirinya resah. Ia sedang merasakan firasat buruk yang akan menimpa putrinya.


" Semoga putriku tidak apa-apa ya tuhan," batin Gesya dengan raut wajah yang sangat gelisah.


Tidak lama kemudian mobil Fiky pun tiba dirumah, laki-laki itu pulang dengan begitu terburu buru ketika ia mendapat telepon dari istrinya, ia segera turun dari mobil dan langsung berlari masuk rumah untuk menemui Gesya.


" Mama kenapa? " tanya Fiky yang tiba-tiba memeluk istrinya dari belakang, setelah ia berhasil bertemu Gesya.


" Papa, mama khawatir pa, barusan mama merasakan firasat buruk pada putri kita, mama takut Rossa kenapa-kenapa pa, " jawab Gesya dengan raut wajah yang begitu khawatir.


" Tenang ma, Rossa tidak akan kenapa-kenapa, dia akan baik-baik saja, percayalah. Kamu sudah menelpon Rossa? " tanya Fiky yang berusaha menenangkan istrinya tersebut.


" Sudah pa, tapi dia tidak menjawab panggilan dari mama. "


" Mungkin Rossa masih sibuk dengan tugas kampusnya ma, sebentar papa telepon pihak kampus dulu ya, mama jangan khawatir lagi, " ujar Fiky sambil merogoh ponsel di sakunya, kemudian dibalas anggukan setuju oleh istrinya tersebut.


Fiky menghubungi pihak kampus, terlihat raut wajahnya juga sedang khawatir. Namun, ia masih menyembunyikannya dari Gesya.


" Gimana Pa, apa Rossa masih di kampus? " tanya Gesya yang begitu penasaran.


" Kampus ternyata sudah pulang dari tadi maa. " jawab Fiky, pernyataan tersebut justru membuat Gesya semakin khawatir.


" Tapi mama jangan khawatir dulu, mungkin dia masih di rumah temennya, kita tunggu sampai nanti malam, kalau Rossa belum pulang juga, kita cari bersama-sama, jika perlu semua orang suruhan papa ikut turun mencari Rossa, " ujar Fiky sambil berusaha menenangkan istrinya.


" Baiklah pa, "


Pov Gesya.


Saat Gesya haus, wanita itu hendak mengambil air putih di dapur, ketika ia mengambil gelas untuk di isi dengan air putih, tetapi gelas yang dipengang oleh Gesya terjatuh begitu saja, sampai pecah berserakan dilantai.


Praaannnkkk.!!!


" Astaga, " Gesya berujar ringan, tiba-tiba saja hatinya terasa kacau, ia merasa tidak tenang.


" Nyonya.! nyonya tidak apa-apa, nyonya jangan bergerak dulu, biar bibi saja yang bereskan pecahan gelasnya, sekarang nyonya duduk saja disitu ya, " tutur bibi Moey sambil berlari kecil menuju majikannya, tak lama kemudian bi Moey telah selesai membersihkan pecahan gelas tersebut.

__ADS_1


" Iya bi terima kasih, " jawab Gesya sembari mendudukkan tubuhnua dikursi meja makan.


" Iya nyonya, sama-sama, " balas bibi Moey sambil tersenyum dan kembali pergi untuk membuang pecahan gelas tersebut.


Sementara Gesya, langsung terlihat begitu khawatir, bi Moey segera mengambilkan segelas air putih untuk diberikannya pada majikannya, dan Gesya pun meneguknya sampai habis.


Kala itu hati Gesya semakin tidak tenang, wanita itu segera mengambil ponselnya dan menelpon suaminya menyuruh untuk segera pulang.


***


Setibanya di villa miliknya, laki laki itu segera turun dan kembali membopong tubuh Rossa membawanya masuk ke dalam Villa, dan pada saat laki laki itu memasuki Villanya ia disambut oleh orang kepercayaannya yang bekerja disana.


" Selamat siang tuan, " sapa seorang wanita yang bernama bibi Salma, ia terkejut ketika melihat Alex tengah menggendong seorang perempuan.


Baru pertama kali ini bibi Salma melihat majikannya membawa perempuan masuk ke dalam Villanya.


" Ya siang juga bi, bibi tolong bantu saya siapkan kamar buat dia, dan juga nanti tolong ganti pakaiannya sekalian ya bi, saya mau menelepon Dokter dulu," perintahnya kepada bi Salma.


Tanpa banyak bertanya, bi Salma segera mengangguk mengiyakan perintah majikannya tersebut.


" Baik tuan. "


" Ya, Alex ada apa? " tanyanya dengan penasaran. Dan ternyata laki-laki yang menolong Rossa tadi ialah Alex, sang Dosen Killer di kampus Rossa.


" Arka datanglah ke Villaku sekarang ada yang membutuhkan bantuanmu, aku tunggu dalam 20 menit. " ujar Alex datar, tanpa menunggu jawaban Dokter Arka terlebih dulu, Alex pun langsung mematikan panggilan mereka.


Akhirnya Arka datang, ia langsung bergegas memasuki Villa untuk menemui Alex.


" Lex siapa yang sakit, kau kah? " tanya Dokter Arka sambil memutar-mutarkan badan Alex, untuk melihat apa ada luka.


Arka Robert, ia adalah Dokter pribadi sekaligus sahabat SMA Alex.


" Tidak usah banyak tanya, bukan aku yang sakit, " ucap Alex dengan ketus.


" Yang benar saja Lex, lalu siapa yang sakit?" tanya Arka yang penasaran karena ia tahu bahwa Alex hanya tinggal sendiri disini dan juga beberapa asisten Villanya untuk menjaga dan merawat Villa milik Alex.


" Ikuti saja aku! " seru Alex sembari berjalan mendahului Dokter Arka.

__ADS_1


Dokter Arka yang kebingungan pun hanya bisa menurut dan mengikuti Alex, pada saat Alex membuka pintu kamarnya sontak mata dokter Arka itu terbelalak sempurna, laki laki itu sangat terkejut melihat ada seorang gadis yang sedang terbaring disana.


" Hah siapa dia Lex, wah wah wah sekarang lo jadi begini ya, sudah berani bawa anak orang ke Villa seenaknya? " ujar Dokter Arka sambil mengenyitkan keningnya heran.


Tukk.....!!! Ketukan jari Alex mendarat dikepala Dokter Arka dengan keras.


" Aduh! " Dokter Arka merintih sambil mengelus kepalanya.


" Dasar Dokter banyak bicara, dia itu muridku di kampus, " ucap Alex dengan sedikit kesal.


" Apa, dia muridmu? wah lo memang parah Lex, kenapa sekarang jadi suka bawa murid sendiri ke Villa, dasar Dosen mesum, " sergah Arka yang masih tidak memahami maksud perkataan Alex sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mendengar ucapan Arka yang sok tau, Alex menjadi semakin geram, tanpa bicara tiba tiba ia menginjak kaki Dokter Arka.


" Aduh!! sakit sekali Lex, senang benget nyiksa temen sendiri, " ucap Arka ketus.


" Sudah jangan banyak bicara, cepat periksa dia! " perintah Alex kesal.


" Oke-oke tapi ingat ya, lo masih punya hutang penjelasan sama gue, " timpal Dokter Arka.


Alex pun tidak mengindahkan perkataan Dokter Arka, ia hanya menatap Dokter Arka dengan tatapan tajam, pada akhirnya Dokter Arka pun menuruti permintaan Alex dan segera memeriksa keadaan Rossa.


" Gimana keadaannya? " tanya Alex serius.


" Dia cuma kelelahan Lex, nanti dia akan segera siuman, biar dia istirahat dulu saja, " tutur Dokter Arka menjelaskan.


" Oh oke, "


Sebenarnya Dokter Arka masih penasaan dengan gadis yang di bawa Alex, tetapi ia tidak mau membuat Alex marah lagi.


Selesai memeriksa Rossa, Alex mengantar Dokter Arka keluar dari kamarnya.


" Nah sekarang lo harus jelasin ke gue, siapa dia? dan kenapa lo bisa bawa dia kemari? " tanya Dokter Arka yang meminta penjelasan teman SMA-nya tersebut.


Akhirnya dengan terpaksa Alex pun menjelaskan kepada Dokter Arka dengan jelas dan rinci tanpa ada yang ketinggalan satu pun, Dokter Arka yang mendengar cerita dari Alex merasa iba dengan apa yang barusan dialami Rossa.


" Wahhh kasihan sekali dia Lex, beruntung lo tadi cepat datang, kalau terlambat sedikit saja gue tidak tau apa yang akan terjadi dengan muridmu itu, " ucap Dokter Arka.

__ADS_1


" Ya begitulah, sekarang lo sudah tau kan penjelasan dari gue, sudahlah lo pulang, sekarang.! " ucap Alex dengan ketus.


" Ah lo ini, selalu saja begitu, ceritanya mau ngusir gue nih, oh oke deh gue akan pulang, inget lo yaa jangan jadi Dosen mesum, " ucap Dokter Arka dengan tertawa, lalu pergi begitu saja sambil berjalan dengan cepat setelah meledek temannya tersebut karena dia takut temannya itu kembali memukulnya.


__ADS_2